Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17 Soal (Essay) Semantik Bahasa Indonesia Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Semantik Bahasa Indonesia

1. Uraikan tentang semantik leksikal!

2. Jelaskan tentang semantik historis!

3. Terangkan tentang semantik logika!

4. Uraikan tentang semantik struktural!

5. Tuliskan unsur-unsur semantik serta jelaskan!

6. Tuliskan manfaat semantik!

7. Uraikan tentang semantik deskriptif!

8. Jelaskan tentang semantik generatif

9. Terangkan tentang semantik gramatikal!

10. Dari beberapa sumber kita dapati berbagai istilah untuk menamakan jenis atau tipe makna. Secara alfabetis Mansoer Pateda (2010) telah menggolongkan 29 jenis makna, Leech (1976) membedakan 7 tipe makna, I Dewa Putu Wijana (2011) membagi 8 jenis makna, Abdul Chaer (2009) menggolongkan 16 jenia makna, dan Fatimah Djajasudarma (2009) menggolongkan 14 jenia makna. Bagaimana apresiasi saudara terhadap pendapat para ahli diatas. Jelaskan secara komprehensif ! berilah contoh!

11. Zgusta dan Ullman berpendapat bahwa tidak ada dua kata atau lebih yang memiliki makna sama secara mutlak. Senada dengan berpendapat di atas. Bloomfieid menandaskan bahwa setiap bentuk kebahasaan yang memiliki struktur fonemis yang berbeda dapat dipastikan memiliki makna yang berbeda betapa pun kecilnya. Jika demikian, mengapa ada konsep sinonim? Jelaskan komprehensif ! berilah contoh!

12. Menurut Harimurti (1982), medan makna (semantic field, semantic domain) adalah bagian dari sistem semantic bahasa yang menggambarkan bagian dari kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang direalisasikan oleh seperangkat unsure leksikal yang maknanya berhubungan. Kata atau unsure leksikal yang maknanya berhubungan dalam bidang tertentu jumlahnya tidak sama dari satu bahasa dengan bahasa lain karena berkaitan erat dengan kemajuan atau situasi budaya masyarakat bahasa yang bersangkutan. Jelaskan pernyataannya tersebut ! berilah contoh !

13. Jelaskan hubungan semantik dengan sosiologi!

14. Jelaskan hubungan semantik dengan antropologi!

15. Terangkan tentang semantik behavioris!

16. Bahasa terus berkembang seiring dengan perkembangan pemikiran penutur bahasa. Djajasudarma (2009) berpendapat bahwa perkembangan bahasa akan diiringi perkembangan makna yang mencakup perubahan makna dan pergeseran makna. Menurut Edi Subroto (2011), perubahan makna ada yang diakronik dan sinkronik. Jelaskan pendapat kedua tokoh di atas ! berilah contoh !

17. Semasiologi sebagai ilmu baru pada 1820-1925 itu belum disadari sebagai semantik. Istilah Semasiologi sendiri adalah istilah yang dikemukakan Reisig. Berdasarkan pemikiran Resigh tersebut maka perkembangan semantik dapat dibagi dalam tiga masa pertumbuhan, yakni?

Kunci Jawaban:

1. Semantik leksikal adalah kajian simentik yang lebih memuaskan pada pembahasan sistem makna ayang terdapat dalam kata. Semantik leksikal tidak terlalu sulit. Sebuah kamus merupakan contoh yang tepat untuk Semantik leksikal: makna setiap kata diuraikan disitu. Jadi, Semantik leksikal memperhatikan makna yang terdapat didalam kalimat kata sebagai satuan mandiri.

2. Semantik historis adalah studi semantik yang mengkaji sistem makna dalam rangkaian waktu. Studi semantik historis ini menekankan studi makna dalam rentangan waktu, bukan perubahan bentuk kata. Perubahan bentuk kata lebih banyak dikaji dalam linguistic hoistoris

3. Sematik logika adalah cabang logika modern yang berkaitan dengan konsep-konsep dan notasi simbolik dalam analisis bahasa semantik logika mengkaji sistem makna yang dilihat dari logika seperti yang berlaku dalam matematika yang mangacu kepada kata pengkajian makna atau penafsiran ajaran, terutama yang dibentuk dalam sistem logika yang oleh Carnap disebut semantik.

4. Semantik struktural bermula dari pandangan linguis struktural yang dipelopori oleh Saussure. Penganut strukturalisme berpendapat bahwa setiap bahasa adalah sebuah sistem, sebuah hubungan struktur yang unik yang terdiri dari satuan-satuan yang disebut struktur. Struktur itu terjelma dalam unsure berupa fonem, morfem, kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana yang membaginya menjadi kajian fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana.

5. Dibawah ini terdapat tiga unsur-unsur semantik, diantaranya adalah:
1. Tanda dan Simbol (Simbol)
Tanda dan simbol (simbol) adalah dua unsur yang terkandung dalam bahasa tersebut. Tanda itu dikembangkan menjadi teori yang disebut semiotik. Semiotika memiliki tiga aspek yang berkaitan dengan ilmu bahasa, yaitu aspek sintaksis, aspek pragmatik, aspek semantik.
2. Hubungan Leksikal dan Referential
Elemen leksikal adalah unit terkecil dalam sistem makna linguistik dimana keberadaannya dibedakan oleh unit terkecil lainnya. Arti leksikal adalah kategori dan sinkategorematis dimana semua kata dan implikasi, kelompok ilmiah dengan makna struktural harus didefinisikan dalam satuan konstruksi. Sedangkan dalam hubungan referensial adalah hubungan yang ada antara sebuah kata dan dunia yang berada di luar bahasa yang dimaksud dengan percakapan.
3. Penamaan
Istilah penimproved oleh Kridalaksanan bahwa proses pencarian simbol bahasa yang berfungsi untuk menggambarkan objek, konsep, proses dan sebagainya. Selain itu, penamaan digunakan untuk harta yang ada antara lain dengan mengubah kemungkinan makna atau dengan penciptaan kata atau kelompok kata.

6. Dibawah ini terdapat tiga manfaat semantik, diantaranya adalah:
1. Bagi seorang wartawan, reporter, atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan :
Mereka akan memperoleh manfaat praktis dari pengetahuan mengenai semantik,yang dapat memudahkan dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
2. Bagi peneliti bahasa :
Bagi pelajar sastra, pengetahuan semantik akan banyak member bekal teoritis untuk menganalisis bahasa yang sedang dipelajari.
3. Bagi pengajar sastra, pengetahuan semantik akan member manfaat teoritis, maupun praktis. Secara teoritis, teori-teori semantik akan membantu dalam memahami dengan lebih baik bahasa yang akan diajarkannya. Dan manfaat praktisnya adalah kemudahan untuk mengajarkannya.
4. Bagi orang awam:
Pemakaian dasar-dasar semantik tentunya masih diperlukan untuk dapat memahami dunia yang penuh dengan informasi dan lalu-lintas kebahasaan yang terus berkembang.

7. Semantik deskriptif adalah kajian semantik yang khusus memperlihatkan makna yang sekarang berlaku. Makna kata ketika kata itu untuk pertama kali muncul. Tidak diperhatikan. Misalnya dalam bahasa Indonesia ada kata juara yaitu ornag yang mendapat peringkat teratasa dalam pertandingan tanpa memperhatikan makna sebelumnya yaitu pengatur atau pelerai dalam persabungan ayam. Jadi, Semantik deskriptif hanya memperhatikan makna sekarang.

8. Konsep-konsep yang terkenal dalam aliran ini adalah:
(1) kompetensi (competence), yaitu kemampuan atau pengetahuan bahasa yang dipahami itu dalam komunikasi:
(2) struktur luar, yaitu unsur bahasa berupa kata atau kalimat yang seperti terdengar: dan
(3) struktur dalam, yaitu makna yang berada dalam struktur luar. Aliran ini menjadi terkenal dengan munculnya buku Chomsky tahun 1957 yang kemudian diperbarui.

9. Semantik gramatikal adalah studi simentik yang khususnya mengkaji makna yang terdapat dalam satuan kalimat. Verhaar mengatakan Semantik gramatikal jauh lebih sulit dianalisis. Untuk menganalisis kalimat masih duduk, kakak sudah tidur tidak hanya ditafsirkan dari kata-kata yang menyusunnya. Orang harus menafsirkan keseluruhan isi kalimat itu serta sesuatu yang ada dibalik kalimat itu. Sebuah kata akan bergesr maknanya apabila diletakkan atau digabungkan dengan kata lain

10. Jenis makna
Menurut saya setiap pendapat para tokoh-tokoh memang mempunyai kelebihan sendiri-sendiri, yang pertama Mansoer Pateda itu menggolongkan 29 jenis makna, dan menurut saya bahwa beliau sangat kompleksitas. Yang kedua Abdul Chear menggolongkan 16 jenis makna, ada yang mempunyai kesamaan jenis makana dan ada sebagian yang tidak sama seperti kata, istilah, idiom dan peribahasa, dan kekhususannya beliau dalam EYD bahasa Indonesia. Yang ketiga Dewa Putu Wijana yang menggolongkan 8 jenis makna, ada yang mempunyai kesamaan jenis makana dan ada sebagian yang tidak sama seperti seperti literal, figurative, primer, dan sekunder. Yang keempat Leech yang menggolongkan 7 jenis makna, ada yang mempunyai kesamaan jenis makana dan ada sebagian yang tidak sama seperti tematik, kolokatif, dan reflektif. Yang kelima Fatimah Djajasudarma menggolongkan 14 jenis makna, ada yang mempunyai kesamaan jenis makana dan ada sebagian yang tidak sama seperti idiom, dan pictorial.
Kesimpulannya bahwa kelima tokoh diatas sama-sama mengkaji jenis makna, akan tetapi hanya jenis makna konotatif ini yang sama semua mengkaji jenis makna ini. Makna konotatif adalah Adalah makna semua komponen pada kata ditambah beberapa nilai mendasar yang biasannya berfungsi menandai. Contoh: kata pembantu dan budak, “pembatu” adalah pelayan yang melayani pekerjaan rumah tangga yang dibayar dan kata tersebut dipakai pada zaman sekarang, sedangkan “budak” adalah pelayan yang melayani para raja-raja yang tidak dibayar dan kata ini dipakai pada zaman nabi.

11. Mengapa ada konsep sinonim
Menurut saya, kita kembalikan pada pengertian dari sinonim itu sendiri. Sinonim berasal dari bahasa Yunani Kuno: onoma = nama dan syn = dengan. Jadi makna harfiyahnya adalah nama lain untuk benda yang sama.dan mengapa ada sinonin itu juga dikarenakan ada beberapa faktor: yang pertama, faktor waktu. Kedua, faktor tempat atau wilayah sepeti kata “gua” dan “kulo”, kata “gua” itu digunakan orang-orang yang gaul, akan tetapi kata “kulo” itu digunakan bagi orang-orang desa, kata kedua tersebut sama-sama bersinonim faktor yang tempat. Ketiga, faktor keformalan seperti kata “loe” dan “kamu”, kata loe itu tidak formal karena bukan bahasa Indonesia yang baku, yang benar dan baku adalah kata kamu. Keempat, faktor sosial seperti kata “ kamu” dan “dia” kedua kata sama bersinonim, tetapi kata “kamu” menunjukkan orang yang ada disebelah orang yang menunjuk, tapi kata “dia” yang ditunjuk tidak ada disebelah orang yang menunjuk. Kelima, faktor bidang kegiatan. Dan keenam, faktor nuansa makna seperti kata “memukul” dan “metinju” kedua kata bersinonim, kata “memukul” bisa memukul hewan atau manusia, tetapi kata “metinju’ pantas dalam olahraga tinju.

12. Medan makna
Semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan yang direalisaasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan. Kata atau lesem dijadikan satu kelompok medan makna, dan terbagi medan kolokasi dan medan set. Kolokasi menunjukkan pada hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear, contoh: kasur, bantal guling, buffet, lemari, kamar mandi, ber-ac, semua yaitu berkenaan dengan kamar tidur, sedangkan set menunjukkan pada hubungan paradigmatik karena bisa saling disubtitusikan, hubungan paradigmatik adalah hubungan unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan, contoh: kata hewan merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, ada yang jantan dan betina. Kata pusing merupakan kedaan sakit yang biasanya diderita oleh manusia.

13. Semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan seringnya dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu dapat menandai identitas kelompok penuturnya.
Contohnya :
Penggunaan / pemilihan kata ‘cewek’ atau ‘wanita’, akan dapat menunjukkan identitas kelompok penuturnya. Kata ‘cewek’ identik dengan kelompok anak muda, sedangkan kata ‘wanita’ terkesan lebih sopan, dan identik dengan kelompok orang tua yang mengedepankan kesopanan.

14. Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, menalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya.
Contohnya :
Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti ‘lapar’ dapat mencerminkan budaya penuturnya.
Karena kata ‘ngelih’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat Jogjakarta. Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat daerah Jombang.

15. Para penganut aliran behavioris memiliki sikap umum:
(1) penganut pandangan behavioris tidak terlalu yakin dengan istilah-istilah yang bersifat mentalistik berupa mind, concept, dan idea:
(2) tidak ada perbedaan esensial antara tingkah laku manusia dan hewan:
(3) mementingkan factor belajar dan kurang yakin terhadap faktor-faktor bawaan: dan
(4) mekanismenya atau determinasinya.

16. Pendapat Djajasudarman (2009)
Bahwa perkembangan bahasa akan diiringi dengan perkembangan makna yang mencakup perubahan dan pergeseran makna. Manusialah yang menggunakan kata dan kalimat itu dan manusia pula yang menambah kosa kata yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena pemikiran manusia selalku berkembang, maka pemakaian kata dan kalimat berkembang juga. Sehingga makna mengalami perubahan dan pergeseran dikarenakan akibat yang pertama dari lingkungan masyarakat seperti kata hias dilingkungan toko bunga dihubungkan menghias bunga sedangakn dilingkungan salon dihubungkan penata rias pengantin. Yang kedua akibat pertukaran tanggapan indera,indra manusia bermacam-macam seperti indra ciuman seperti kata wangi, indra pendengar seperti kata merdu, dll. Yang ketiga akibat perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi seperti kata bersepeda, dengan seiring berkembangnya teknologi sekarang sepeda sedikit sekali yang menggunakan apalagi berada di kota-kota besar sehingga sekarang sudah tercipta sepeda aki yang hanya digas dengan mengandalkan aki langsung bisa berjalan tanpa harus mengayuh dan tidak polusi, ada juga mobil dengan kekuatan surya. Yang keempat akibat asosiasi contoh kata lapangan makna asosiasi adalah tempat untuk olahraga atau bermain.
Pendapat Edi Subroto (2011)
Perubahan makna yang diakronik adalah perubahan arti dalam suatu bahasa dalam perjalanan bahasa itu dari waktu ke waktu, contoh kata duit dulu berarti ‘mata uang dari tembaga’ sekarang berarti ‘alat pembayaran yang sah’ dan dahulu berbentuk koin tapi sekarang koin malah dibuang-buang karena nilai harganya kecil sehingga banyak yang beralih ke uang kertas. Dan sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja, contoh kata menyempret secara sinkronis “ mobil itu hampir menyempret motor yang berjalan”.

17.
1. Masa pertama, meliputi setengah abad termasuk di dalamnya kegiatan reisig; maka ini disebut Ullman sebagai ‘Undergound’ period.
2. Masa Kedua, yakni semantik sebagai ilmu murni historis, adanya pandangan historical semantics, dengan munculnya karya klasik Breal(1883)
3. Masa perkembangan ketiga, studi makna ditandai dengan munculnya karya filolog Swedia Gustaf Stern (1931) yang berjudul “Meaning and Change of Meaning With Special Reference to the English Language Stern melakukan kajian makna secara empiris..