Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

16 Pertanyaan Tentang Akuntansi Biaya dan Jawaban

Soal (Essay) Materi Akuntansi Biaya

9. Bagaimana perhitungan biaya serapan bisa berbeda dari perhitungan biaya variabel dalam akumulasi biaya dan penyajian laporan laba rugi?

Jawaban:
Itu karena perhitungan biaya serapan memasukkan semua biaya-biaya manufaktur, kedua biaya tetap dan variabel sebagai biaya-biaya produk, serta biaya-biaya non manufaktur berjalan pada laporan laba rugi sesuai dengan area-area fungsional.
Sedangkan perhitungan biaya variabel hanya memasukkan biaya-biaya variabel produksi (bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel), serta kedua biaya-biaya manufaktur dan non manufaktur berjalan pada laporan laba rugi sesuai dengan perilaku biaya.


10. Dalam memilih sistem perhitungan biaya produk, apakah dua pilihan yang tersedia untuk sistem akuntansi biaya? Bagaimana sistem ini di bedakan?

Jawaban:
Yaitu sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan dan sistem perhitungan biaya berdasarkan proses Perbedaannya, jika perhitungan biaya berdasarkan pesanan
a. Sifat produksi yang dilakukan terputus-putus dan tergantung pada pesanan yang diterima
b. Spesifikasi dan bentuk produk tergantung pada pemesan
c. Pencatatan biaya produksi masing-masing pesanan dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terperinci untuk masing-masing pesanan
Sedangkan perhitungan biaya berdasarkan proses
a. Aktivitas produksi bersifat terus menerus
b. Produksi bersifat massal, dengan tujuannya mengisi persediaan yang siap dijual
c. Produk yang dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya relatif homogen dan berdasarkan standar


11. Perusahaan X menetapkan kebijakan bahwa, jika karyawan bekerja lebih dari 45 jam dalam seminggu, maka mereka memiliki hak untuk memperoleh premi lembur. Dalam hal ini, tarif lembur adalah 50% dari tarif upah. Jika dalam seminggu seorang karyawan bekerja selama 50 jam dengan tarif upah Rp 1.500 per jam, maka berapakah total upah yang diperoleh oleh karyawan tersebut ?

Jawaban:
Jam Biasa 45 x Rp 1.500 = Rp 67.500
Lembur 5 x Rp 1.500 = Rp 7.500
Premi Lembur 5 x Rp 750 = Rp 3.750 +
Total Upah Karyawan Tersebut Dalam Satu Minggu = Rp 78.750


12. Suatu perusahaan menetapkan bahwa karyawan harus bekerja selama 5 jam dalam sehari sehingga, setidaknya jam kerja karyawan selama seminggu adalah 35 jam. Adapun upahnya adalah sebesar Rp 2.000 per jam. Dari 35 jam kerja tersebut, 5 jam digunakan sebagai waktu menganggur. Tentukanlah jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut ?

Jawaban:
Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut adalah:
Barang dalam proses -biaya tenaga kerja langsung Rp 60.000
Biaya overhed pabrik sesungguhnya Rp 10.000
Gaji dan upah Rp 70.000


13. Jika menurut penyelidikan waktu (time study), di butuhkan waktu 10 menit untuk menghasilkan 1 satuan produk, maka jumlah keluaran standar per jam adalah 6 satuan. Jika upah pokok sebesar Rp 2400 per jam, maka tarif upah per satuan adalah 400 (Rp 2400 : 6). Karyawan yang tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam tetap dijamin mendapatkan upah Rp 2400 per jam, tetapi bila ia dapat menghasilkan 10 satuan per jam (ada kelebihan 4 satuan dari jumlah satuan standar per jam). Maka bagaimana perhitungan upahnya?

Jawaban:
Upah Dasar per jam Rp 2.400
Insentif : 4 x Rp 400 (2.400 : 6) 1.600 +
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 4.000


14. Dalam suatu perusahaan, jika karyawan bekerja lebih dari 50 jam dalam seminggu, maka mereka memiliki hak untuk memperoleh premi lembur. Dalam hal ini, tarif lembur adalah 50% dari tarif upah. Jika dalam seminggu seorang karyawan bekerja selama 52 jam dengan tarif upah Rp 1.000 per jam, maka berapakah total upah yang diperoleh oleh karyawan tersebut ?

Jawaban:
Jam Biasa 50 x Rp 1.000 = Rp 50.000
Lembur 2 x Rp 1.000 = Rp 2.000
Premi Lembur 2 x Rp 500 = Rp 1.000 +
Total Upah Karyawan Tersebut Dalam Satu Minggu = Rp 53.000


15. Misalkan seorang karyawan harus bekerja 45 jam per minggu. Upahnya Rp 500 per jam. Dari 45 jam kerja tersebut, 10 jam merupakan waktu mengangggur, dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu. Maka bagaimanakah jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut ?

Jawaban:
Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut adalah :
Barang dalam proses -biaya tenaga kerja langsung Rp 17.500
Biaya overhed pabrik sesungguhnya Rp 5.000
Gaji dan Upah Rp 22.500


16. Menurut penyelidikan waktu, jumlah keluaran standar per jam adalah 10 satuan. Jika upah pokok sebesar Rp 800 per jam, maka tarif upah per satuan adalah Rp 80. Jika karyawan tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam, ia tetap dijamin mendapatkan upah Rp 800 per jam. Tetapi bila karyawan dapat menghasilakan 15 satuan per jam, maka berapakah upah yang diperoleh oleh karyawan tersebut ?

Jawaban:
Tarif upah per satuan Rp 800 : 10 = Rp 80
Upah standar per jam = Rp 800
Insentif 5 x Rp 80 = Rp 400
Upah yang diterima pekerja per jam = Rp 1.200