Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

21 Pertanyaan Tentang Perbandingan Administrasi Negara dan Jawaban

Soal (Essay) Materi Perbandingan Administrasi Negara

8. Menurut berbagai literatur yang membahas dan mengupas tentang lahir dan perkembangan studi perbandingan dalam Ilmu Administrasi Negara secara umum dapat dibedakan ke dalam dua sudut pandang, yaitu?

Jawaban:
(1) Tinjauan dari sudut perkembangan ilmu  (dalam hal ini adalah telaah yang dilakukan oleh para ilmuwan administrasi Negara atau Public Administrationist, sewaktu melakukan berbagai aktivitas penelitian dan penelaahan akademis dalam memajukan administrasi negara), dan 
(2)  Tinjauan dari sudut perkembangan praktek (yakni apa yang dirasakan dan dialami langsung oleh para praktisi administrasi negara atau Public Administrator, pada waktu harus mengatus mengurus, menangani dan mengelola negara serta dalam rangka memberikan pelayanan kepada publik sebagai wujut pertanggungjawaban terhadap publik yang membutuhkan pemenuhan berbagai kebutuhan baik berupa barang atau jasa maupun pemenuhan tuntutan dan atau kepentingannya).


9. Masalah apa saja yang dihadapi dalam memahami studi administrasi negara perbandingan?

Jawaban:
Tuntutan lahirnya studi perbandingan dalam administrasi Negara yang didorong oleh kebutuhan para ilmuwan maupun praktisi administrasi Negara ternyata melahirkan permasalahan baru atau menghadapi tiga masalah utama yaitu : tujuan dan sasaran, data, serta metoda.


10. Berdasarkan isi dari metoda perbandingan administrasi Negara, menurut Ferrel Heady dapat dibedakan ke dalam empat jenis metoda, yaitu?

Jawaban:
(1) Modified Traditional (MT - Metoda Tradisional yang Dimodifikasi),
(2) Development Oriented (DO - Metoda Berorientasi pada Pembangunan), 
(3) General System Model Building (GSMB – Metoda Sistem Umum menggunakan Model), dan 
(4) Middle Range Theory Formulation (MRTF - Metoda Formulasi Teori Bentuk Tengah).


11. Jelaskan Metoda Perbandingan Administrasi Negara yang Tradisional yang Dimodifikasi (Modified Traditional)!

Jawaban: 
Metoda ini merupakan metoda yang sudah ada dan dipakai dalam studi perbandingan ilmu politik dan pemerintahan pada waktu itu. Ciri-ciri legal, formal, institusional, struktural dan fungsional sangat kentara. Upaya untuk memperbaiki metoda pinjaman ini dengan melakukan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan perbandingan administrasi negara baik sebagai suatu keseluruhan ataupun pada aspek-aspek tertentu saja. Kelemahan Pendekatan Tradisional, antara lain 
(1) Tidak semua lembaga yang ada di Barat terdapat juga di negara lain (terutama pada negara sedang berkembang), 
(2) Mungkin ada kesamaan dalam struktur tapi mungkin fungsi masing-masing berbeda, 
(3) Di dalam berbagai sistem politik pasti dapat diketemukan fungsi yang sama, meskipun dilakukan oleh lembaga yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Kelemahan lain yang terkait dengan metoda ini menurut Dwight Waldo adalah bahwa perbandingan administrasi bersifat Culture bound (terikat pada kebudayaan tertentu), legalistik dan formalistik, deskriptif, tidak mendalam, dan tidak betul-betul komparasi. Metoda perbandingan yang culture bound adalah cara membandingkan sasaran perbandingan yang terdapat di dalam lingkungan kebudayaan tertentu atau metoda perbandingan yang terikat dengan kebudayaan tertentu (dalam hal ini adalah memusatkan pada negara-negara maju yang didominasi oleh budaya barat/Eropa). Metoda perbandingan yang legalistik dan formalistik, memberikan perhatian kepada lembaga-lembaga politik, pemerintahan dan adfministrasi negara yang ditentukan secara formal berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Oleh karena perhatiannya diutamakan kepada yang formal,  maka yang diperhatikan adalah lembaga-lembaga politik dalam keadaan yang statik sehingga mengabaikan hubungannya dengan konteksnya. Dengan perkataan lain melepaskan hubungannya dengan kondisi sosial, ekonomi dan kebudayaan yang melingkupi, padahal setiap struktur hanya dapat difahami dengan sebaik-baiknya jika dipelajari jalinan hubungannya dengan kondisi ekologinya. Metoda perbandingan yang bersifat deskriptif merupakan cara perbandingan dengan jalan hanya menggambarkan atau melukiskan saja. Kelemahannya adalah tidak mengarah pada analisis tertentu, sehingga hasilnya tidak dapat dipergunakan untuk memberikan kejelasan, dan lebih jauh lagi tidak dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi secara umum. Kelemahan keempat metoda perbandingan tradisional tidak cukup mendalam sehingga tidak berhasil menemukan kesamaan dan perbedaan dalam fungsi dari sistem politik yang diperbandingkan. Sedangkan kelemahan yang terkahir metoda tradisional berusaha mempelajari sistem demi sistem sehingga tidak bersiafat analitis. Karena yang dipelajari adalah sistem demi sistem secara individual maka dapat disebut metoda ini bersifat individualistik sehingga terkesan tidak betul-betul melakukan perbandingan.


12. Penggunaan suatu model dalam melaksanakan perbandingan administrasi negara ditemukan dan digunakan  dalam dua metoda terakhir yaitu?

Jawaban:
General System Model Building dari Fred W Riggs dan Midle Range Theory Formulation dari Ferrel Heady.


13. Lahirnya studi perbandingan dalam administrasi Negara didorong oleh?

Jawaban
Kebutuhan para ilmuwan maupun praktisi administrasi Negara yang ada di berbagai Negara di dunia. 


14. Jelaskan Metoda Perbandingan Administrasi Negara yang Berorientasi pada Pembangunan (Development Oriented)!

Jawaban: 
Metoda yang kedua menyatakan bahwa pusat perhatian dari studi perbandingan administrasi negara diarahkan pada proses/usaha pembangunan berbagai negara bangsa, terutama pada negara-negara yang relah lama berdiri dan merdeka yang dalam hal ini adalah negara-negara di belahan barat dunia yaitu di Eropa dan Amerika. Pada negara-negara tersebut dilakukan penglihatan/observasi secara langsung terhadap apa yang sudah dilakukan dalam pengalaman-pengalaman empiris berbagai negara bangsa terutama yang sudah lebih dahulu membangun. Secara lebih spesifik lagi dengan mempelajari faktor-faktor yang mendorong dan mendukung baik keberhasilan maupun kegagalan yang dialami pada program pembangunan di negara bangsa yang lebih maju. Pusat perhatian dari metoda ini pada usaha-usaha untuk menemukan dan mengenali (1) kondisi dan persyaratan yang dibutuhkan dalam usaha-usaha untuk mencapai tingkat kemajuan yang optimal, dan (2) kondisi yang menyertai atau mempengaruhi kemajuan atau tingkat perkembangan yang telah dicapai. Hasil dari pengamatan dan pembelajaran dengan Negara lain itu kemudian dipilih yang sekiranya sesuai dengan kondisi negara untuk dapat ditrapkan sesuai dengan situasi, kebutuhan dan kondisi dari negara-negara yang membutuhkannya. Metoda ini memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan administrasi negara sebagai ilmu yaitu berkembangnya kajian administrasi pembangunan.