Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

16 Soal (Essay) Akuntansi Biaya Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Akuntansi Biaya

1. Apa yang menjadi alasan sebuah perusahaan akan menggunakan tarif overhead yang telah ditetapkan daripada membebankan biaya overhead aktual ke produk atau jasanya?

2. Tingkat kapasitas apa saja yang akan dipakai sebagai dasar penaksiran biaya overhead pabrik? Jelaskan!

3. Jelaskan perbedaan pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk dalam metode full costing dan variable costing!

4. Rekening apa yang digunakan untuk mencatat biaya overhead yang sesungguhnya terjadi? Jelaskan!

5. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya selisih biaya overhead pabrik? Jelaskan!

6. Tuliskan dua metode perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik!

7. Jika seorang operator mesin bubut, Gunadi, memperoleh Rp 12.000 per jam untuk kerja biasa dan lemburnya dibayar satu setengah kali tarif biasa, maka preminya adalah Rp 6.000 per jam lembur. Jika dia bekerja 44 jam termasuk 4 jam lembur dalam satu minggu, dan jika mesin operator bubut diberhentikan selama 3 jam, berapakah total upah Gunadi dan buatlah jurnalnya?

8. Apakah perbedaan antara biaya sebuah produk dan sebuah biaya periode?

9. Bagaimana perhitungan biaya serapan bisa berbeda dari perhitungan biaya variabel dalam akumulasi biaya dan penyajian laporan laba rugi?

10. Dalam memilih sistem perhitungan biaya produk, apakah dua pilihan yang tersedia untuk sistem akuntansi biaya? Bagaimana sistem ini di bedakan?

11. Perusahaan X menetapkan kebijakan bahwa, jika karyawan bekerja lebih dari 45 jam dalam seminggu, maka mereka memiliki hak untuk memperoleh premi lembur. Dalam hal ini, tarif lembur adalah 50% dari tarif upah. Jika dalam seminggu seorang karyawan bekerja selama 50 jam dengan tarif upah Rp 1.500 per jam, maka berapakah total upah yang diperoleh oleh karyawan tersebut ?

12. Suatu perusahaan menetapkan bahwa karyawan harus bekerja selama 5 jam dalam sehari sehingga, setidaknya jam kerja karyawan selama seminggu adalah 35 jam. Adapun upahnya adalah sebesar Rp 2.000 per jam. Dari 35 jam kerja tersebut, 5 jam digunakan sebagai waktu menganggur. Tentukanlah jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut ?

13. Jika menurut penyelidikan waktu (time study), di butuhkan waktu 10 menit untuk menghasilkan 1 satuan produk, maka jumlah keluaran standar per jam adalah 6 satuan. Jika upah pokok sebesar Rp 2400 per jam, maka tarif upah per satuan adalah 400 (Rp 2400 : 6). Karyawan yang tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam tetap dijamin mendapatkan upah Rp 2400 per jam, tetapi bila ia dapat menghasilkan 10 satuan per jam (ada kelebihan 4 satuan dari jumlah satuan standar per jam). Maka bagaimana perhitungan upahnya?

14. Dalam suatu perusahaan, jika karyawan bekerja lebih dari 50 jam dalam seminggu, maka mereka memiliki hak untuk memperoleh premi lembur. Dalam hal ini, tarif lembur adalah 50% dari tarif upah. Jika dalam seminggu seorang karyawan bekerja selama 52 jam dengan tarif upah Rp 1.000 per jam, maka berapakah total upah yang diperoleh oleh karyawan tersebut ?

15. Misalkan seorang karyawan harus bekerja 45 jam per minggu. Upahnya Rp 500 per jam. Dari 45 jam kerja tersebut, 10 jam merupakan waktu mengangggur, dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu. Maka bagaimanakah jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut ?

16. Menurut penyelidikan waktu, jumlah keluaran standar per jam adalah 10 satuan. Jika upah pokok sebesar Rp 800 per jam, maka tarif upah per satuan adalah Rp 80. Jika karyawan tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam, ia tetap dijamin mendapatkan upah Rp 800 per jam. Tetapi bila karyawan dapat menghasilakan 15 satuan per jam, maka berapakah upah yang diperoleh oleh karyawan tersebut ?

Kunci Jawaban:

1. 
a. Tarif overhead yang telah ditetapkan memperbaiki ketepatan waktu dari informasi
b. Membuat proses alokasi biaya overhead lebih efektif
c. Untuk mengalokasikan sejumlah biaya overhead yang seragam ke barang-barang atau jasa berdasarkan usaha produksi yang berhubungan
d. Memungkinkan manajer untuk lebih waspada pada produk individual atau daya laba (profitabilitas) lini produk juga profitabilitas dalam menjalankan bisnis dengan pelanggan atau penjual tertentu.

2. Tingkat kapasitas :
a. Kapasitas teoritis adalah kapasitas pabrik atau suatu departemen untuk menghasilkan produk pada kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.
b. Kapasitas normal adalah kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka panjang.
c. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan adalah kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang.

3. Jika perusahaan menggunakan metode full costing didalam penentuan harga pokok produksinya, maka produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel dan tarif biaya overhead tetap sedangkan Jika perusahaan menggunakan metode variabel costing didalam penentuan harga pokok produksinya, maka produk akan dibebani biaya overhead pabrik dengan menggunakan tarif biaya overhead pabrik variabel saja.

4. Rekening kontrol biaya overhead pabrik sesungguhnya. Rekening ini dirinci lebih lanjut dalam kartu biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.

5. Salah satu faktor penyebab terjadinya selisih adalah kurang tepatnya taksiran biaya overhead pabrik yang digunakan untuk menghitung tarif.
Sementara faktor lainnya adalah:
a. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih besar atau lebih kecil bila dibandingkan dengan biaya overhead pabrik yang dianggarkan yang telah disesuaikan pada tingkat kapasitas sesungguhnya.
b. Kegiatan produksi lebih besar atau kurang untuk menyerap bagian biaya overhead pabrik tetap untuk bulan tertentu.

6. Selisih biaya overhead pabrik mungkin terjadi sebagai akibat faktor-faktor musiman seperti perbedaan jumlah hari dalam bulan dan sifat-sifat musiman elemen biaya overhead pabrik tertentu.
a. Metode 1 : selisih biaya overhead pabrik dibagikan kepada rekening-rekening persediaan dan harga pokok penjualan.
b. Metode 2 : selisih biaya overhead pabrik diperlakukan sebagai pengurang atau penambah rekening harga pokok penjualan.

7. Tenaga Kerja Langsung 41 jam x Rp 12.000 Rp 492.000Premi Lembur 4 jam x Rp 6.000 Rp 24.000
(Overhead Pabrik)
Waktu menganggur 3 jam x Rp 12.000 Rp 36.000
(Overhead Pabrik)
Total upah untuk 44 jam Rp 552.000
Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut adalah :
Barang dalam proses -biaya tenaga kerja langsung Rp 492.000
Biaya overhed pabrik sesungguhnya Rp 60.000
Gaji dan upah Rp 552.000

8. Jika biaya produk berhubungan dengan hal hal yang dapat menghasilkan pendapatan untuk perusahaan seperti bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead.
Sedangkan biaya periode adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung tidak dapat dihubungkan dengan suatu produk seperti biaya administrasi dan biaya pemasaran.

9. Itu karena perhitungan biaya serapan memasukkan semua biaya-biaya manufaktur, kedua biaya tetap dan variabel sebagai biaya-biaya produk, serta biaya-biaya non manufaktur berjalan pada laporan laba rugi sesuai dengan area-area fungsional.
Sedangkan perhitungan biaya variabel hanya memasukkan biaya-biaya variabel produksi (bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel), serta kedua biaya-biaya manufaktur dan non manufaktur berjalan pada laporan laba rugi sesuai dengan perilaku biaya.

10. Yaitu sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan dan sistem perhitungan biaya berdasarkan proses Perbedaannya, jika perhitungan biaya berdasarkan pesanan
a. Sifat produksi yang dilakukan terputus-putus dan tergantung pada pesanan yang diterima
b. Spesifikasi dan bentuk produk tergantung pada pemesan
c. Pencatatan biaya produksi masing-masing pesanan dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terperinci untuk masing-masing pesanan
Sedangkan perhitungan biaya berdasarkan proses
a. Aktivitas produksi bersifat terus menerus
b. Produksi bersifat massal, dengan tujuannya mengisi persediaan yang siap dijual
c. Produk yang dihasilkan dalam suatu departemen atau pusat biaya relatif homogen dan berdasarkan standar

11. Jam Biasa 45 x Rp 1.500 = Rp 67.500
Lembur 5 x Rp 1.500 = Rp 7.500
Premi Lembur 5 x Rp 750 = Rp 3.750 +
Total Upah Karyawan Tersebut Dalam Satu Minggu = Rp 78.750

12. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut adalah:
Barang dalam proses -biaya tenaga kerja langsung Rp 60.000
Biaya overhed pabrik sesungguhnya Rp 10.000
Gaji dan upah Rp 70.000

13. Upah Dasar per jam Rp 2.400
Insentif : 4 x Rp 400 (2.400 : 6) 1.600 +
Upah yang di terima pekerja per jam Rp 4.000

14. Jam Biasa 50 x Rp 1.000 = Rp 50.000
Lembur 2 x Rp 1.000 = Rp 2.000
Premi Lembur 2 x Rp 500 = Rp 1.000 +
Total Upah Karyawan Tersebut Dalam Satu Minggu = Rp 53.000

15. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut adalah :
Barang dalam proses -biaya tenaga kerja langsung Rp 17.500
Biaya overhed pabrik sesungguhnya Rp 5.000
Gaji dan Upah Rp 22.500

16. Tarif upah per satuan Rp 800 : 10 = Rp 80
Upah standar per jam = Rp 800
Insentif 5 x Rp 80 = Rp 400
Upah yang diterima pekerja per jam = Rp 1.200