Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

47 Soal (Essay) Teori Akuntansi Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Teori Akuntansi

1. Apakah yang dimaksud dengan penalaran logis sebagai suatu teori akuntansi?

2. Jelaskan tataran teori akuntansi bila akuntansi dipandang sebagai bahasa perusahaan dalam komunikasi bisnis!

3. Bagaimana kita tahu bahwa informasi akuntansi bermanfaat bagi yang dituju oleh informasi tersebut?

4. Jelaskan pengertian penalaran deduktif dan deduktif serta berilah suatu contoh penalaran tersebut dalam akuntansi?

5. Jelaskan pendekatan perekayasaan pelaporan keuangan yang disebut dengan decision usefulness approach!

6. Jelaskan berbagai kriteria dan prosedur untuk menverifikasi teori akuntansi!

7. Jelaskan perbedaan konsep pelaporan modal antara entity theory dan proprietory theory!

8. Dalam penyajian suatu laporan keuangan tidak terlepas dengan penggunaan asumsi-asumsi. Tuliskan dan jelaskan asumsi-asumsi dasar yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan menurut PSAK!

9. Prinsip konsistensi (the consistency principle) merupakan salah satu prinsip yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Sehubungan dengan prinsip tersebut, menurut anda apakah diperbolehkan adanya perubahan-perubahan akuntansi (accounting changes).Bila tidak boleh, berikan alasannya. Bila boleh, sebutkan dan jelaskan perubahan-perubahan (accounting changes) yang diperkenankan!

10. Jelaskan mengapa catatan atas laporan keuangan (notes to financial report) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan?

11. Tuliskan dan jelaskan beberapa kata kunci yang membentuk pengertian akuntansi sebagai proses atau fungsi!

12. Mengapa akuntansi sering diartikan sebagai seni?

13. Apakah akuntansi dapat dikatakan sebagai sains?

14. Apakah akuntansi dapat dimasukkan sebagai pengetahuan teknologi?

15. Apakah arti penting teori akuntansi?

16. Berilah beberapa contoh pemecahan masalah praktik akuntansi yang bersifat pragmatis dengan pedekatan taktik jeli!

17. Apabila akuntansi dipandang sebagai teknologi, jelaskan karakteristik teori akuntansi!

18. Apabila akuntansi dipandang sebagai sains, jelaskan pengertian teori akuntansi!

19. Jelaskan bahwa prinsip biaya merupakan derivatif dari postulat going concert!

20. Konsekuensi apa yang timbul, jika postulat going concert tidak valid lagi, berikan ilustrasi!

21. Tunjukan masing-masing di bawah ini, apakah konsep kesatuan akuntansi dapat diaplikasikan pada:
a. Kesatuan unit usaha yang dijamin oleh hukum
b. Segmen produk lini perusahaan
c. A combination of legal unit and or product line segmen
d. Seluruh kegiatan seorang pemilik atau seluruh pemilik
e. Industri
f. Ekonomi Indonesia

22. Menurut SFAS No. 16, jika terjadi kesalahan ditentukan dengan penyesuain awal periode, jelaskan
a. Bagaimana kesalahan seharusnya dilaporkan pada laporan keuangan?
b. Berikan beberapa contoh kesalahan

23. Tuliskan apa yang dimaksud dengan aset dan tiga karakteristik penting dari asset menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 16?

24. Jelaskan kriteria pengakuan pendapatan yang lebih bersifat teknis?

25. Jelaskan kerangka dasar ekuitas yang menyatakan bahwa terdapat pemisahan yang jelas antara modal setoran, laba ditahan dan penyesuaian modal belum direalisasi.

26. Terdapat 3 jenis nilai pertukaran yang dapat digunakan dalam penilaian aktiva yaitu nilai keluaran dan nilai masukan. Jelaskan kontribusi kedua penilaian tersebut terhadap tujuan yang akan dicapat menurut konsep penilaian aktiva!

27. Teori entitas muncul untuk mengatasi kelemahan yang melekat pada teori propietary. Kenyataan menunjukan bahwa perkembangan kegiatan usaha menyebabkan perusahaan menjadi unit usaha yang berdiri sendiri terpisah dari identitas pemilik, Jelaskan mengapa terjadi?

28. Konsep realisasi pendapatan berbeda dengan konsep pembentukan pendapatan dan merupakan penegasan terhadap proses pembentukan pendapatan. Jelaskan konsep realisasi pendapatan apabila ditinjau dari pandangan yang mengatakan bahwa pendapatan dapat direalisasi bila terbukti ada penerimaan kas / piutang / aktiva lain yang likuid.

29. Jelaskan masalah yang dihadapi dalam konsep penandingan dalam menandingkan pendapatan dan biaya?

30. Jelaskan dan bandingkan tujuan laporan keuangan dan karakteristik kualitatif laporan keuangan menurut Trueblood Committee dan yang terdapat PSAK?

31. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen berikut ini:
a. Tujuan laporan keuangan
b. Postulat dan Konsep Teoretis Akuntansi
c. Prinsip Dasar Akuntansi
d. Postulat Akuntansi
Jelaskan masing-masing elemen tersebut ini di atas!

32. Depresiasi merupakan proses pengakolasian biaya dan bukan merupakan penilaian, jelaskan secara singkat!

33. Apa yang dimaksud dengan postulat going concern?

34. Jelaskan pengertian seni, sains, dan teknologi dalam kaitannya dengan karakteristik disiplin akuntansi!

35. Apa yang dimaksud dengan praktik akuntansi dan apa arti penting teori akuntansi?

36. Jelaskan dan beri contoh yang dimaksud dengan ungkapan bahwa “praktik yang sehat harus dilandasi teori yang sehat pula.”

37. Jelaskan peran perguruan tinggi dalam pengembangan akuntansi!

38. Dalam hal bagaimana pengembangan akuntansi mengalami stagnasi?

39. Mengapa transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa harus diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan?

40. Tuliskan pihak-pihak yang dikelompokkan sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa-istimewa!

41. Biaya (expense) merupakan salah satu elemen dalam laporan laba rugi. Jelaskan mengenai waktu pengakuan biaya (the timing of expense recognition) dan bagaimana kaitannya dengan penghasilan?

42. Mengenai Konsep Kesatuan Akuntansi (Accounting Entity), Konsep Kesatuan akuntansi merupakan konsep yang paling fundamental diminta:
a. Jelaskan mengenai konsep kesatuan akuntansi!
b. Jelaskan mengapa konsep kesatuan akuntansi merupakan konsep yang paling fundamental dalam (pervades) akuntansi?

43. Tujuan pelaporan laba adalah menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan. Sebutkan keginaan informasi bagi pihak berkepentingan tersebut.

44. Jelaskan apa yang dimaksud teori pasar dalam pendekatan yang dilakukan untuk menyusun standar akuntansi.

45. Apakah perbedaan antara laporan dan pelaporan serta laporan dan statemen?

46. Jelaskan peran riset, pengajaran, dan praktik dalam pengembangan disiplin akuntansi.

47. Tuliskan dan jelaskan beberapa kata kunci yang membentuk pengertian akuntansi sebagai suatu pengetahuan!

Jawaban:

1. Penalaran logis berisi asumsi, dasar pemikiran, konsep, dan argumen yang saling berkaitan dan yang membentuk suatu kerangka pikir yang logis. Hasil proses penalaran logis dapat dituangkan dalam bentuk dokumen yang berisi prinsip-prinsip umum yang menjadi landasan umum untuk menentukan tindakan atau praktik yang terbaik dalam mencapai suatu tujuan.
Bila diterapkan untuk akuntansi, teori akuntansi sering dimaksudkan sebagai suatu penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu dan tenang struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu. Teori akuntansi membahas proses pemikiran atau penalaran untuk menjelaskan kelayakan prinsip atau praktik akuntansi tertentu yang sudah berjalan atau untuk memberi landasan konseptual dalam penentuan standar atau praktik yang baru.

2. 
a. Teori Akuntansi Semantik
Teori akuntansi semantik menekankan pembahasan pada masalah penyimbolan dunia nyata atau realitas (kegiatan perusahaan) ke dalam tanda-tanda bahasa akuntansi (elemen statemen keuangan) sehingga orang dapat membayangkan kegiatan fisis perusahaan tanpa harus secara langsung menyaksikan kegiatan tersebut. Informasi semantik dalam pelaporan keuangan antara lain adalah likuiditas, solvensi, profitabilitas, dan efisiensi. Teori akuntansi semantik berkepentingan dengan pelambangan dan penafsiran objek akuntansi untuk menghasilkan informasi semantik yang bermakna bagi pemakai laporan.
b. Teori Akuntansi Sintaktik
Teori akuntasi sintaktik adalah teori yang berorientasi untuk membahas masalah-masalah tentang bagaimana kegiatan-kegiatan perusahaan yang telah disimbolkan secara semantik dalam elemen-elemen keuangan dapat diwujudkan dalam bentuk statemen keuangan. Teori sintaktik meliputi pula hubungan antara unsur-unsur yang membentuk struktur pelaporan keuangan atau struktur akuntansi dalam suatu negara yaitu manajemen, entitas pelapor (pelaporan), pemakai informasi, sistem akuntansi, dan pedoman penyusunan laporan.
c. Teori Akuntansi Pragmatik
Teori akuntansi pragmatik memusatkan perhatiaanya pada pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai laporan. Teori ini membahas reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Teori pragmatik akan banyak berisi pengujian-pengujian teori tentang hubungan antara variabel akuntansi dengan variabel perubahan atau perbedaan perilaku pemakai. Subjek pemakai yang diukur perilakunya dapat berupa akuntan, pelaku pasar modal, manajer, dan auditor. Yang dapat menjadi indikator perubahan perilaku anatara lain perubahan harga saham, voluma saham, kinerja manajer, kinerja karyawan, kinerja perusahaan, dan perbedaan pemilihan metoda akuntansi.

3. Apabila informasi tersebut benar-benar atau seakan-akan digunakan dalam pengambilan keputusan oleh pemakai yang dituju. Hal ini ditunjukkan dengan adanya asosiasi antara angka akuntansi atau peristiwa (event) denga return (return), harga, atau voluma sahan di pasar modal.

4. Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakti (disebut premis) ke pernyataan khusus sebagai simpulan (konklusi). Contohnya, akuntansi menyajikan aset sebesar kos historis karena akuntansi menganut konsep kontinuitas usaha. Degan konsep ini, fungsi neraca adalah untuk menunjukkan sisa potensi jasa dan bukan menunjukkan nilai jual sehingga kos historis merupakan pengukur yang paling tepat. Menganut konsep kontinuitas usaha merupakan premis sedangkan penilaian aset atas dasar kos historis merupakan konklusi.
Penalaran induktif merupakakn kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran ini berawal dari suatu pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi ( perampatan) dari keadaan khusus tersebut. Contohnya, pengamatan menunjukkan bahwa voluma saham beberapa perusahaan yang dijual – belikan beberapa hari setelah penerbitan statemen keuangan meningkat dengan tajam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dengan tingkat keyakinan tertentu bahwa informasi akuntansi bermanfaat bagi investor di pasar modal.” Pengamatan beberapa perusahaan merupakan suatu keadaan khusus yang menjadi premi sedangkan pernyataan bahwa informasi bermanfaat merupakan generalisasi.

5. Penyediaan informasi keuangan historis agar lebih bermanfaat disebut decision usefulness approach. Pendekatan ini memiliki pandangan bahwa apabila kita tidak bisa menyiapkan laporan keuangan yang secara teoritis berkonsep benar, paling tidak kita dapat menyusun laporan keuangan historis lebih bermanfaat.
Penyediaan informasi keuangan yang sesuai untuk tujuan pengambilan keputusan tertentu tentu saja tidak mudah. Untuk mengatasi hal ini, akuntan perlu mempelajari berbagai teori dari ekonomi dan keuangan dan menggunakan teori-teori tersebut sebagai pedoman.

6. Verifikasi teori merupakan prosedur untuk menentukan apakah suatu teori valid atau tidak. Pendekatan untuk mengevaluasi validitas teori bergantung pada sasaran dan tataran teori yang diverifikasi. Teori akuntansi normatif dievaluasi validitasnya atas dasar penalaran logis yang melandasi teori yang diajukan. Penalaran logis menjadi criteria validitas karena teori normative dalam banyak hal tidak mau belum menghasilkan fakta dan observasi untuk mendukungnya.
Teori akuntansi positif dinilai validitasnya biasanya atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi. Menentukan fakta melibatkan observasi secara objektif. Pada umumnya, observasi objektif dapat dicapai melalui penelitian ilmiah dengan metoda ilmiah. Validitas teori akuntansi positif banyak dilakukan dengan penilitian empiris. Penelitian empiris biasanya didasarkan atas pengamatan terbatas untuk menguji teori secara statists. Karena teori akuntansi positif bebas nilai, verifikasi dibatasi pada apa yang nyatanya dipraktikkan tetapi tidak di arahkan untuk menentukan apakah teori tersebut baik atau tidak bila dijadikan basis untuk menentukan kebijakan.
Teori akuntansi sintaktik biasanya tidak berkaitan langsung dengan fakta sehingga verifikasi validitasnya mengandalkan penelaran logis semata-mata. Teori akuntansi semantic melibatkan penyimbolan fakta/realitas sehingga mengandung unsur empiris. Oleh karenanya, validitas dapat diverifikasi secara empiris dengan pengamatan. Untuk menentukan apakah symbol “cost” dalam akuntansi dipahami makanya dengan benar oleh pemakaiannya dapat diuji dengan melakukan penelitian empiris. “perlengkapan” sebagai padan kata “supplies” dapat diuji validitasnya dengan menenyai pemakai tentang persepsinya terhadap istilah tersebut.
Teori akuntansi pragmatik mempunyai kandungan empiris yang besar karena teori ini banyak memanfaatkan fakta atau data empiris perilaku pasar/individual sebagai reaksi terhadap informasi akuntansi. Apabila data empiris belum tersedia, perilaku dapat di ukur dengan menggunakan instrument penelitian di rancang untuk keperluan tersebut.

7. Perbedaan konsep pelaporan modal antara The Entity Theory dan The Proprietory Theory:
- Menurut The Entity Theory, entity dianggap sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menanamkan modal ke dalam perusahaan dan unit usaha itulah yang menjadi pusat perhatian dan menyajikan informasi yang harus dilayani, bukan pemilik.
- Menurut The Proprietory Theory, entity itu dianggap sebagai agen, perwakilan, wakalah atau penugasan dari pengusaha atau pemilik. Oleh karena itu, proprietor (pemilik) merupakan pusat perhatian yang akan di layani oleh informasi akuntansi, yang di gambarkan dalam pelaksanaan pencatatan akuntansi dan penyajian laporan keuangan.

8. Asumsi-asumsi dan penjelasan dasar yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan menurut PSAK, yaitu:
1. Dapat Dipahami
Kuantitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai.Untuk maksud ini, pemakai di asumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis akuntansi, sert a kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
2. Relevan
Agar bermanfaat informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
3. Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable).Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
4. Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengenditifikasikan kecendrungan (trend) posisi dan kinerja keuangan.

9. Prinsip konsistensi meupakan salah satu prinsip yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Sehubungan dengan prinsip tersebut. Menurut saya boleh mengubahnya apabila alternative lain yang juga sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim dianggap lebih baik .Perubahan itu harus di ungkapkan dan termasuk diungkapkan alasan mengapa prinsip alternative itu dipilih.

10. Catatan atas Laporan Keuangan adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan. Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup informasi tentang hutang , kelangsungan usaha , piutang , kewajiban kontinjensi , atau informasi kontekstual untuk menjelaskan angka-angka keuangan (misalnya untuk menunjukkan gugatan)

11. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses, fungsi atau praktik, sebagai berikut "Proses pengidentifkasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan, pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan dan penyajian datakeuangan dasar (bahan olah akuntansi) yang terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, atau kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan."
Dua kata kunci penting dalam definisi tersebut adalah perekayasaan (engineering) dan cara tertentu (in a certain manner). Akuntansi akan mempunyai peran yang nyata kalau informasi yang dihasilkan oleh akuntansi dapat mengendalikan perilaku pengambil keputusan ekonomik untuk bertindak menuju ke suatu pencapaian tujuan sosial dan ekonomik negara secara efisien.

12. Akuntansi diartikan sebagai seni karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjakan magang pada praktisi.

13. Seperangkat pengetahuan akuntansi tidak tepat diklasifikasikan sebgai sains, karena tujuan akuntansi adalah menghasilkan atau menemukan prinsip-prinsip umum (general principles) untuk menjustifikasi kebijakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu (tujuan pelaporan keuangan) bukan untuk mendapatkan kebenaran penjelasan (teori). Pertimbangan dalam sains dibimbing oleh metoda ilmiah sementara pertimbangan akuntansi dibimbing oleh kebermanfaatan dalam mencapai tujuan ekonomik sehingga prinsip umum dalam akuntansi (termasuk asumsi) tidak dapat diuji validitasnya atau bahkan tidak memerlukan pengujian validitas.
Bahwa akuntansi tidak dapat diklasifikasi sebagai sains bukan berarti bahwa akuntansi tidak ilmiah. Dalam proses pemahaman, pembelajaran, dan pengembagan akuntansi, pendekatan atau sikap ilmiah (scientific approach atau attitude) tetap dapat diterapkan karena pendekatan dan sikap tersebut akan memberikan keyakinan yang tinggi terhadap apa yang dihasilkan akuntansi.

14. Seperangkat pengetahuan akuntansi sebenarnya lebih merupakan suatu teknologi (paling tidak teknologi lunak) dan oleh karenanya harus dikembangkan sesuai dengan sifat teknologi tersebut agar lebih bermanfaat dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan sosial. Karena akuntansi masuk dalam bidang pengetahuan teknologi, akuntansi dapat didefinisi sebagai “rekayasa inforomasi dan pengendalian keuangan.”

15. Jadi Teori akuntansi merupakan landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalar yang secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.
Teori akuntansi membahas perlakuan-perlakuan dan model-model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah-masalah yang dihadapi dalam praktik.

16. Teori akuntansi menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara etis dan ilmiah. Pemecahan masalah semata-mata atas alasan pragmatik atau dengan menggunakan taktik cerdik/jeli hanya berdasarkan pengalaman, dapat dipastikan bahwa hasilnya tidak akan memadai dan tidak akan menuju praktik yang sehat. Pengetahuan tentang teori akan mengimbangi keterbatasan pengalalaman dan kepentingan praktis.
Contoh pemecahan masalah:seorang pria bijaksana menyadari bahwa praktek suara tergantung pada teori suara. ia menyadari dirinya tidak mempunyai wawasan mendalam untuk memberikan ilmu. Ia menggunakan teori berevolusi dari eksperimentasi dari pria lain untuk mendasari praktiknya.

17. Teknologi merupakan seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bermanfaat dan pengertian teknologi sendiri tidak hanya fisis (hard technology) tetapi juga teknolgi lunak (soft tecnology). Akuntansi dipandang sebagai teknologi karena akuntansi merupakan alat institusi sosial untuk menyediakan pedoman pengukuran dan metode untuk mengendalikan kegiatan dan prilaku pengambilan keputusan ekonomik yang dominan dalam lingkup organisasi, perusahaan ataupun lembaga pemerintahan (negara).

18. Teori akuntansi akan merupakan seperangkat hipotesis-hipotesis yang bersifat deskriptif sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metoda ilmiah tertentu. Oleh karena itu, teori akuntansi berisi keseluruhan analisis dan komponen-komponennya (asumsi, definisi, dan hipotesis) yang menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala atau peristiwa dalam akuntansi.

19. Postulat going concert ini juga dapat dipergunakan untuk mendorong agar manajer bersikap forward looking, melihat jauh ke depan dan investorpun dengan pemahaman ini diharapkan ia akan bersedia menanamkan modalnya dalam perusahaan dalam jangka waktu yang lama atau terus menerus agar ia mendapatkan value added dari kinerja perusahaan.

20. Dalam kenyataan ini aset perusahaan yang sudah berhenti dan menunggu akan dibubarkan umumnya berbeda atau lebih rendah dibandingkan dengan nilai aset dari perusahaan yang masih terus beroperasi dan lancar.

21.
a. Pada dasarnya, setiap badan (hokum) yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia dan menjalankan usaha atau melakukan kegiatan untuk memperoleh penghasilan, memberikan jasa pada anggota atau pemiliknya merupakan subyek atau wajib pajak penghasilan. Adanya entitas legal, usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh entitas tersebut untuk memperoleh penghasilan, atau untuk memberikan jasa pada anggota, pendiri atau pemiliknya adalah kriteria terpenting untuk menenentukan apakah suatu badan (hukum) merupakan subyek pajak.
b. Akuntansi segmen, Informasi segmen harus disusun dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi atau perusahaan.
c. Aset yang digunakan bersama oleh dua segmen atau lebih harus dialokasikan kepada setiap segmen dan hanya jika pendapatan dan beban terkait juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.
d. Seluruh kegiatan seorang pemilik atau seluruh pemilik
- Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif
- Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi (biasanya bekerjasama dengan MD atau CEO)
- Memimpin rapat umum, dalam hal: untuk memastikan pelaksanaan tata-tertib; keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat; menyesuaikan alokasi waktu per item masalah; menentukan urutan agenda; mengarahkan diskusi ke arah konsensus; menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan
- Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar
- Memainkan bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari board dan sub-komite, sehingga tercapainya keselarasan dan efektivitas
- Mengambil keputusan sebagaimana didelegasikan oleh BOD atau pada situasi tertentu yang dianggap perlu, yang diputuskan, dalam meeting-meeting BOD.
- Menjalankan tanggung jawab dari direktur perusahaan sesuai dengan standar etika dan hukum, sebagai referensi dalam … (apapun standar dokumen kebijakan direktur yang mungkin Anda gunakan).
e. Akuntansi sangat diperlukan perusahaan, pemerintah, perseorangan serta kesatuan-kesatuan lain dalam hal memperoleh data-data keuangan yang pentung, kemudian menyampaikannya dalam bentuk laporan, sehingga dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan.
f. Akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi baik pihak internal maupun pihak eksternal yang menyelenggarakan kegiatan akuntansi.

22.
a. Membuat jurnal pembalik (untuk membatalkan), kemudianmembuat jurnal yang benar untuk mencatat transaksi yang bersakutan. Lalu Membuat jurnal koreksi secara khusus yang secara langsung membetulkan saldo rekening-rekening yang salah.
b. Kesalahan penerapan metode harga pokok eceran untuk menemukan persediaan akhir.

23.
Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu
Tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi agar suatu objek atau pos dapat disebut aset, yaitu:
1. Manfaat ekonomik yang datang cukup pasti
Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek harus mengandung manfaat ekonomik di masa datang yang cukup pasti.Uang atau kas mempunyai manfaat atau potensi jasa karena daya belinya atau daya tukarnya.Sumber selain kas mempunyai manfaat ekonomik karena dapat ditukarkan dengan kas, barang, atau jasa, karena dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa, atau karena dapat digunakan untuk melunasi kewajiban.
2. Dikuasai atau dikendalikan entitas
Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek atau pos tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Oleh, karena itu, konsep penguasaan atau kendali lebih penting daripada konsep kepemilikan. Penguasaan disini berarti kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara/menahan, menukarkan, menggunakan manfaat ekonomik dan mencegah akses pihak lain terhadap manfaat tersebut. Hal ini dilandasi oleh konsep dasar substansi mengungguli bentuk yuridis (substance over form). Pemilikan (ownership) hanya mempunyai makna yuridis atau legal.
3. Timbul akibat transaksi masa lalu
Kriteria ini sebenarnya menyempurnakan kriteria penguasaan dan sekaligus sebagai kriteria atau tes pertama (first-test) pengakuan objek sebagai aset.Aset harus timbul akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu adalah kriteria untuk memenuhi definisi.Penguasaan harus didahului oleh transaksi atau kejadian ekonomik.FASB memasukkan transaksi atau kejadian sebagai kriteria aset karena transaksi atau kejadian tersebut dapat menimbulkan (menambah) atau meniadakan (mengurangi) aset.Misalnya perubahan tingkat bunga, punyusutan atau kecelakaan.

24.
a. Keterukuran nilai aktiva
Apabila tidak ada aliran masuk aktiva yang dapat ditentukan secara obyektif ke dalam perusahaan secara otomatis tidak ada pendapatan yang dimiliki.
b. Terjadinya transaksi
Pendapatan dapat diakui apabila terjadinya pertukaran antara barang yang dihasilkan perusahaan dengan aktiva baru yang diterima oleh perusahaan. Keterlibatan pihak luar dalam transaksi yang wajar menunjukan adanya bukti obyektif naiknya nilai perusahaan.
c. Proses pembentukan pendaparan telah selesai
Untuk memperoleh pendapatan, perusahaan harus melakukan kegiatan produksi barang dan jasa. Barang dan jasa ini merupakan sumber utama pendapatan perusahaan. Pendapatan dikatakan terbentuk apabila kegiatan menghasilkan pendapatan telah berjalan dan secara substansial telah selesai. Kegiatan menghasilkan pendapatan secara konseptual terdiri dari tahap produksi, penjualan, dan pengumpulan kas. Oleh karena itu, setiap kali cost dikeluarkan pada tahap-tahap tersebut berarti sejumlah pendapatan telah dibentuk.

25.
 Modal setoran mencakup modal yuridis dan modal setoran lainnya, modal yuridis yang dihitung berdasarkan nilai nominal saham menunjukkan aktiva neto yang tidak dapat didistribusikan ke pemegang saham. Kelebihan nilai diatas nilai nominal diakui sebagai agio saham.
Laba ditahan terdiri dari dari laporan laba rugi penyesuaian periode sebelumnya dan dividen. Oleh karena laporan laba rugi merupakan bagian dari laba ditahan, maka dapat dikatakan bahwa ada hubungan saling terkait atau artikulasi antara laporan laba rugi dan neraca.
Penyesuaian modal belum terealisasi terdiri dari kerugian portofolio yang belum direalisasikan untuk efek non pasar, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi serta modal sumbangan.

26. Nilai keluaran menunjukan aliran dana yang diperkirakan akan diterima perusahaan di masa mendatang sesuai dengan harga pertukaran output / produk yang dihasilkan perusahaan. sedangkan nilai masukan menunjukkan jumlah rupiah yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva yang akan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.

27. Karena terdapat pemisahan antara kepentingan pribadi pemilik dengan kepentingan perusahaan. dengan demikian, transaksi / kejadian yang dicatat dan dipertanggungjawabkan adalah transaksi yang melibatkan perusahaan. Perusahaan bertindak atas nama dan kepentingannya sendiri yang terpisah dari pemilik.

28. Untuk menggunakan konsep realisasi sebelum mengakui modal kerja perusahaan dalam kaitannya dengan pembayaran dividen. Hal ini disebabkan dividen harus dibayar dengan aktiva likuid. Alasan yang lain berkaitan dengan provisi legal bahwa dividen merupakan distribusi keluar atas laba perusahaan, laba perusahaan sering diistilahkan sebagai aktiva likuid yang tersedia yang didistribusikan sebagai aktiva dengan adanya pandangan tersebut, kelihatannya aktiva penukar haruslah likuid agar pendapatan dapat segera diakui.
Namun demikian, apabila dilihat dari kriteria yang diajukan FASB, sebenarnya aktiva penukar tidak harus likuid. Realisasi telah dianggap sudah terjadi apabila aktiva penukar dapat segera dikonversi menjadi kas / setaranya diterima aktiva penukar baik likuid maupun tidak sebagai kriteria pengakuan pendapatan masih tergantung pada kondisi yang mendasari pertukaran tersebut.

29. Masalah utama dalam menandingkan pendapatan dan biaya adalah mencari dasar penandingan yang paling tepat antara pendapatan dengan biaya yang berhubungan langsung dengan pendapatan. Hubungan fisik antara yang dapat dilihat sebenarnya dapat digunakan sebagai media untuk melacak dan membebankannya, meskipun demikian harus diakui bahwa dengan melihat kondisi yang ada, dasar penandingan yang paling penting adalah kelayakan bukannya pengukuran fisik.
Dari pernyataan tersebut jelas terlihat bahwa tidak semua biaya dapat ditandingkan secara langsung dengan pendapatan berdasarkan hubungan fisik. Oleh karena itu umumnya akuntansi menggunakan dasar unit waktu sebagai dasar penandingan pendapatan dengan biaya.

30. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi ang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

31. 
a. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi ang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b. Konsep Teoetis Akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima karena kesesuainnya dengan (untuk menompang dan mewujudkan) tujuan laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang disajikan sesuai kebutuhan dan penekanannya yang berperan dalam ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan pribadi.
c. Prinsip Dasar Akuntansi adalah peraturan-peraturan khusus yang disebarkan dari prinsip dasar akuntansi yang mengatur tentang bagaimana standar perlakuan pencatatan dan pe;aporan terhadap semua transaksi atau kejadian-kejadian tertentu yang dialami oleh suatu lembaga (entity), organisasi atau perusahaan.
d. Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima karena kesesuainnya dengan (untuk menopang dan mewujudkan) tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik, sosiologis, dan hukum dari suatu lingkungan di mana akuntansi itu beroperasi.

32. Pengertian Depresiasi menurut Efraim F.G (hal 234 thn 1993) Adalah proses alokasi aktiva tetap menjadi biaya, yang dilakukan secara sistematik dan rasional pada periode-periode yang menikmati manfaat aktiva tetap tersebut, depresiasi bukan merupakan penilaian, tetapi alat untuk mengalokasikan biaya. Depresiasi merupakan alokasi bukan penilaian. Beban depresiasi untuk suatu tahun adalah sebagian dari jumlah total beban itu yang dengan sistem tersebut dialokasikan ke tahun ybs

33. Postulat going concert juga Continuity. Postulat ini menganggap bahwa perusahaan akan terus melaksanakan operasinya sepanjang proses penyelesaian proyek, perjanjian, dan kegiatan yang sedang berlangsung.

34. Akuntansi dapat dikatakan sebagai kerajinan (art) karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjakan magang (apprenticeship) pada praktisi.
Akuntansi dipandang sebagai sains maka akuntansi akan membahasa seperti mengapa perusahaan memilih metoda akuntansi tertentu, faktor-faktor yang mendorong manajemen memanipulasi laba dan partisipasin dalam penyusunan anggaran mempengaruhi kinerja manajer divisi.
Seperangkat pengetahuan akuntansi sebenarnya lebih merupakan suatu teknologi dan oleh karenanya harus dikembangkan sesuai dengan sifat teknologi tersebut agar lebih bermanfaat dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan sosial tertentu. Akuntansi masuk dalam bidang pengetahuan teknologi, maka akuntansi dapat dideinisikan sebagai “rekayasa informasi dan pengendalian keuangan.”

35. Praktik akuntansi merupakan seperankat gagasan-gagasan yang melandasi praktik tersebut berupa asumsi-asumsi dasar, konsep-konsep, penjelasan, dan penalaran yang keseluruhannya membentuk bidang pengetahuan teori akuntansi.
Teori akuntansi membahas perlakuan-perlakuan dan model-model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah-masalah yang dihadapi dalam praktik.
Jadi Teori akuntansi merupakan landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalar yang secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.

36. Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa suatu teori baik yang melandasinya. Praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran (causes and reasons). Dari argumen-argumen tersebut, dapat dikatakan bahwa teori merupakan unsur yang penting dalam mengembangkan dan memajukan praktik akuntansi. Teori merupakan obor yang menerangi praktik dengan prinsip-prinsip yang masuk akal.
Ilustrasinya, kalau orang melihat suatu kota dari sebuah helikopter, orang akan kehilangan pandangan terhadap hal-hal yang kecil tetapi jika dia akan mampu melihat prinsip kerja (teori) tentang tata kota itu : batas-batasnya, pengkawasannya, jaringan jalan lalu-lintasnya, pusat-pusat kegiatan, dan keterkaitan antara unsur-unsur tersebut.

37. Perguruan tinggi memandang akuntansi sebagai dua bidang kajian yaitu bidang praktik dan teori. Bidang praktik berkepentingan dengan masalah bagaimana praktik dijalankan sesuai dengan PABU. Bidang teori berkepentingan dengan penjelasan, deskripsi, dan argumen yang dianggap melandasi praktik akuntansi yang semuanya dicakup dalam suatu pengetahuan yang disebut teori akuntansi. Pendidikan akuntansi di perguruan tinggi harus mampu mengubah praktik akuntansi yang berjalan menjadi lebih baik. Pendidik akuntansi berperan untuk menjembatani praktik dan teori akuntansi sehingga praktik akuntansi selalu berkembang menuju ke keadaan yang lebih baik. Ini berarti bahwa pendidikan dan pengajaran akuntansi tidak hanya membatasi pada apa yang nyatanya dipraktikan (aspek teknis) tetapi juga memasukkan alternatif-alternatif dan penalarannya sehingga peserta didik nantinya dapat menerapkan gagasan alternatif yang menuju ke perbaikan praktik.

38. Dalam kenyataan, proses pengajaran yang ideal tidak selalu dapat dilaksanakan karena berbagai faktor. Keadaan yan menggambarkan proses pengajaran yang bersifat menguatkan praktik tetapi tidak akan mengembangkan praktik dilukiskan oleh sterling dalam gambar berikut.

39. Karena akan di masukan dalam buku besar

40. Antara perusahaan induk dan anak

41. Kaitannya terhadap perusahaan adalah perusahaan menggunakan sumber daya ekonomi yang ada. Biaya berasal dari aktiva atau terjadi langsung tanpa melalui aktiva. Sedangkan mengenai waktu pengakuan biaya

42.
a. Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dianggap sebagai suatu kesatuan atau badan usaha ekonomik yang berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri, dan kedudukannya terpisah dari pemilik atau pihak lain yang menanamkan dana dalam perusahaan dan kesatuan ekonomik tersebut menjadi pusat perhatian atau sudut pandang akuntansi.
b. Konsep kesatuan akuntansi suatu konsep yang berlaku secara umum tentang suatu asumsi, anggapan, pandangan maupun pendapat dalam menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.Seperti konsep kesatuan usaha, konsep harga perolehan, konsep kesinambungan, dan sebagainya. Baiklah, untuk lebih jelasnya mari dilanjutkan beberapa contoh konsep dasar akuntansi.

43.
- Sebagai indikator efisiensi penggunaan dana yang tertanam
- Sebagai pengukur prestasi manajemen
- Sebagai dasar penentuan besarnya pengenaan pajak.
- Sebagai dasar pengendalian alokasi sumber daya ekonomi suatu negara.
- Sebagai dasar kompensasi dan pembagian tugas.
- Sebagai alat motivasi manajemen dalam pengendalian perusahaan
- Sebagai dasar kenaikan kemakmuran
- Sebagai dasar pembagian dividen.

44. Pendekatan pasar bebas dilandasi asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan komoditi ekonomi serupa dengan barang atau jasa yang lain. Atas dasar asumsi tersebut, jumlah informasi akuntansi disajikan akan dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan muncul dari pemakai yang berkepentingan dengan informasi, sedang penawaran dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Melalui interaksi antara kekuatan pasar tersebut, maka akan dicapai suatu keseimbangan dimana jumlah infrormasi yang optimal akan diungkapkan pada harga yang optimal. Pada saat informasi tertentu diminta, pasar akan menghasilkan informasi tersebut apabila harga yang ditawarkan tepat.
Konsekuensinya pasar dipandang sebagai mekanisme yang ideal untuk menentukan jenis informasi yang harus diungkapkan dan kelompok penerima informasi. Dengan demikian, standar akuntansi akan menentukan informasi yang dihasilkan dan siapa yang akan menerima informasi tersebut.

45. Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor.
Pelaporan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi.
Statement merupakan suatu perulangan penyeleksi kondisi yang digunakan agar program dapat terseleksi sehingga program dapat menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari kondisi yang diseleksi. Atau dengan kata lain merupakan aksi akan dilaksanakan berulang kali selama kondisi bernilai benar, jika salah maka badan pengulangan tidak akan dilaksanakan yang berarti pengulangan selesai.

46. Peran riset, pengajaran, dan praktik dalam pengembangan akuntansi akan mengalami perkembangan yang pesat dan memuaskan apabila terjadi interaksi yang baik antara ketiga aspek di atas. Aliran yang berlawanan dengan arah jarum jam (aliran luar) menunjukkan kontribusi riset terhadap pengajaran/pendidik yang pada gilirannya pengajaran menambahkan pengetahuan profesional untuk meningkatkan kualitas praktik. Aliran panah searah jarum jam (aliran dalam) menunjukkan kemampuan pengajar untuk mengevaluasi apa yang nyatanya dipraktikkan dan apa yang secara normatif atau ideal harus dipraktikkan sehingga timbul gagasan-gagasan baru untuk pengembangan praktik. Gagasan-gagasan baru ini harus merupakan bahan penelitian dan pembahasan di tingkat akademik sehingga dihasilkan praktik-praktik alternatif yang dapat menjadi solusi bila ditemukan masalah dalam praktik atau bila solusi tersebut lebih baik daripada apa yang nyatanya dipraktikkan.

47. The body of knowledge : akuntansi didefinisikan seperangkat pengetahuan karena wilayah materi dan kegiatan cukup luas dan dalam serta telah membentuk kesatuan pengetahuan yan terdokumentasi secara sistematis dalam bentuk literatur akuntansi.
Service activity : akuntansi sebagai kegiatan penyedia jasa mengisyaratkan bahwa akuntansi yang akhirnya harus diterapkan untuk merancang dan menyediakan jasa berupa informasi keuangan harus bermanfaat untuk kepentingan sosial dan ekonomik negara tempat akuntansi diterapkan (to be useful in making econimic decisions).