Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

19 Pertanyaan Tentang Analisis Kesalahan Berbahasa dan Jawaban

Soal (Essay) Materi Analisis Kesalahan Berbahasa

11. Apa yang dimaksud dengan kesalahan transfer!

Jawaban:
Kesalahan transfer, ‘transfer errors’ terjadi apabila kebiasaan-kebiasaan pada bahasa pertama diterapkan pada bahasa yang dipelajari. Misalnya, dalam bahasa Indonesia tidak mempunyai bunyi /Ѳ/ seperti dalam kata inggris “Thank, think”. Orang Indonesia sering menggantikan bunyi tadi dengan /t/ atau /s/. Proses penggantian semacam ini yang disebut transfer (Pateda, 1989:45). Corder (dalam Allen dan Corder. Ed. 1974:130) berkata:

“this observation has led to the widely accepted theory of transfer which states that a learner of a second language transfers into his performance in the second language the habits of his mother-tounge”.


12. Jelaskan mengenai kesalahan guru!

Jawaban:
Kesalahan guru sebenarnya berhubungan dengan teknik dan metode pengajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Kesalahan guru, ‘teaching-induced’ adalah kesalahan yang dibuat si terdidik karena metode atau bahan yang diajarkan salah. Misalnya, dalam bahasa Indonesia terdapat sisipan –el- dan –er-. Guru yang kurang hati-hati mengatakan, sisipan –el- dan –er- dapat di letakan pada beberapa kata yang dikiranya mungkin. Itu sebabnya ia berkata, sisipan –el- terdapat pada kata belebas dan gelas, sisipan –er- terdapat pada kata beras, dan sisipan –em- terdapat pada pemakai.


13. Uraikan tentang kesalahan lokal!

Jawaban:
Kesalahan lokal, ‘local errors’ adalah kesalahan yang tidak menghambat komunikasi yang pesannya diungkapkan dalam sebuah kalimat. Menurut Valdman (1975) yang dikutip oleh Ruru dan Ruru (1985:2), kesalahan lokal adalah suatu kesalahan lungistis, ‘linguistic errors’ yang menyebabkan suatu bentuk ‘form’ atau struktur dalam sebuah kalimat tampak canggung, tetapi bagi seorang penutur yang mahir bahasa asing hampir tidak ada kesulitan untuk mengerti apa yang dimaksud dalam kalimat itu.


14. Jelaskan mengenai kesalahan acuan!

Jawaban:
Di dalam bidang makna, disinggung pula apa yang disebut makna acuan (Pateda, 1986). Dalam kaitannya dengan jenis kesalahan, terdapat pula istilah kesalahan acuan ‘referential errors’. Corder (dalam Allen dan Corder, Ed. 1974:123) mengatakan:

“... where the speaker uses a term with the intention of refering to some feature of the world to which it is conventionally inaplicalbe”. Kesalahan acuan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan tertentu kita meminta ini, yang dibawa itu, kita meminta dibelikan celana panjang yang dibeli celana pendek. Singkatnya, kesalahan acuan berkaitan dengan realisasi benda, proses, atau peristiwa yang tidak sesuai dengan acuan yang dikehendaki pembicara atau penulis. Untuk menghindari kesalahan acuan tidak terjadi, sebaiknya pesan yang kita sampaikan harus jelas dan tidak menimbulkan berbagai tafsiran. Misalnya, kalau kita mengatakan kursi kuliah akan berbeda realisasinya kalau kita hanya mengatakan kursi, karena kata kursi bersifat umum. Dapat kita katakan, makin khusus yang dikatakan makin jelas pesan yang disampaikan dan makin kecil kesalahan yang dibuat si pendengar.


15. Uraikan tentang kesalahan register!

Jawaban:
Kesalahan register berhubungan dengan variasi bahasa yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Dengan demikian kesalahan register, register error adalah kesalahan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan seseorang. Dalam bahasa Indonesia terdapat kata operasi. Bagi seorang dokter, kata operasi selalu dihubungkan dengan usaha menyelamatkan nyawa seseorang dengan jalan membedah tubuh atau bagian tubuh. Misalnya, kita dengar dari kalimat dokter yang berbunyi “operasi usus buntu anak Bapak, insyallah akan dilaksanakan besok”, terdengar pula kalimat, “operasi jantung Pak Koko berjalan lancar ”. bagi seorang petugas pemerintahan, kata operasi biasanya dihubungkan dengan pemungutan pajak, penertiban keamanan, ajakan membersihkan selokan, sehingga muncul kalimat “operasi IPEDA akan dilaksanakan hari Jumat”. Adapula kalimat, “operasi pembersihan sampah berhasil dengan baik karena ada partisipasi para pegawai”. Bagi seorang militer, kata operasi selalu dikaitkan dengan usaha penumpasan musuh sehingga munculah kalimat, “operasi kami kelambung pertahanan musuh berhasil baik”.


16. Terangkan perihal kesalahan sosial!

Jawaban:
Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak mungkin hidup sendiri dalam kenyataan seperti itu, ia harus berkomunikasi dengan orang lain. Dalam sosial linguistik dikenal variasi bahasa yang dikaitkan dengan latar belakang sosialpembicara dan pendengar. Yang dimaksud dengan latar belakang sosial disini, misalnya yang berhubungan dengan jenis kelamin, pendidikan, umur, tempat tinggal, dan jabatan. Latar belakang sosial ini mengharuskan kita untuk pandai-pandai memilih kata kalimat yang sesuai dengan latar belakang orang yang diajak bicara. Kesalahan memilih kata yang dikaitkan dengan status sosial dengan orang yang diajak berbicara menimbulkan kesalahan yang disebut kesalahan sosial, ‘social errors’ (Pateda, 1989:41).


17. Tuliskan kesalahan tekstual!

Jawaban:
Kesalahan tekstual, ‘textual errors’ muncul sebagai akibat salah menafsirkan pesan yang tersirat dalam kalimat atau wacana. (Pateda, 1989:42). Jelas disini bahwa kesalahan tekstual mengacu pada jenis kesalahan yang disebabkan oleh tafsiran yang keliru terhadap kalimat atau wacana yang kita dengar atau yang kita baca. Misalnya kalimat “anak dokter Ahmad Ali sakit” memperlihatkan berbagai kemungkinan tafsiran. Seandainya yang dimaksud ada dua orang yang sakit dan orang lain berpendapat bahwa ada empat orang yang sakit maka tafsiran orang lain itu dapat digolongkan ke dalam kesalahan tekstual.


18. Apa yang dimaksud dengan kesalahan penerimaan!

Jawaban:
Kesalahan penerimaan, ‘receptive errors’, biasanya berhubungan dengan keterampilan menyimak atau membaca. Dihubungkan dengan menyimak kesalahan penerimaan disebabkan oleh, (1) pendengar yang kurang memperhatikan pesan yang disampaikan oleh pembicara, (2) alat dengar pendengar, (3) suasana hati pendengar, (4) lingkungan pendengar, misalnya kebisingan, (5) ujaran yang disampaikan tidak jelas, (6) kata atau kalimat yang di gunakan pembicara menggunakan makna ganda, (7) antara pembicara dan pendengar tidak saling mengerti, dan (8) terlalu banyak opesan yang disampaikan sehingga sulit diingat oleh si pendengar.


19. Jelaskan mengenai kesalahan pengungkapan!

Jawaban:
Kesalahan pengungkapan, ‘expressive errors’, berkaitan dengan pembicara. Pembicara atau penulis salah mengungkapkan atau menyampaikan apa yang dipikirkannya, dirasakannya, atau yang diinginkannya. Misalnya petugas bandar udara mengungkapkan fifteen, padahal yang dimaksud fifty. Akibat salah pengungkapan itu pilot segera menukikkan pesawat nya dan tentu saja kecelakaan tidak dapat dihindari.