Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

16 Pertanyaan Tentang Pengajaran Apresiasi Sastra dan Jawaban

Soal (Essay) Materi Pengajaran Apresiasi Sastra

9. Bahan pembelajaran sastra harus sesuai dengan tingkat perkembangan kejiwaan siswa. Moody mengemukakan tahap perkembangan anak dalam menggeluti karya sastra sebagai berikut?

Jawaban:
a. Tahap autistik (the austistic stage) usia 8-9 tahun. Pada tahap ini imajinasi anak belum mengarah kepada kehidupan nyata, tetapi masih pada tahap dunia fantasi.
b. Tahap romantis (the romantic stage) usia 10-12 tahun. Pada tahap ini siswa berada pada masa perkembangan menuju ke kesenangan pada dunia nyata, mengagumi tokoh hero atau pahlawan, menyenangi kisah-kisah kepahlawanan, pengembaraan hero, kisah-kisah petualangan menjelajahi dunia nyata.
c. Tahap realistis (the realistic stage) usia 13-16 tahun. Pada tahap ini anak mulai berpikir realistis. Pernyataan-pernyataan seperti Benarkah terjadi?, Bagaimana hal itu terjadi? Bagaimana ia melakukannya?, dan sebagainya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang selalu timbul yang memperlihatkan bagaimana perkembangan ke arah kehidupan nyata mulai berkembang.
d. Tahap generalisasi (the generalizing stage) usia lebih dari 16 tahun. Pada tahap ini siswa tidak hanya berminat pada hal-hal yang detil tetapi juga sudah mengarah pada berpikir abstrak, menggeneralisasi fenomena-fenomena kehidupan yang dialaminya, menentukan moral, dan secara umum berpikir secara filosofis


10. Menurut Moody (1971) pembelajaran apresiasi sastra mengikuti penahapan?

Jawaban:
1) Pelacakan pendahuluan,
2) penentuan sikap praktis,
3) introduksi,
4) penyajian,
5) diskusi, dan
6) pengukuhan.


11. Beberapa hal yang berkaitan dengan sastra anak sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra meliputi karakterstik sastra anak, nilai dan fungsi sastra. Jelaskan!

Jawaban:
a. Karakteristik sastra anak
Menurut Davis ada empat sifat sastra anak (Suwardi Endraswara, 2005: 212), yakni: (1) tradisional, yang tumbuh dari lapisan rakyat sejak zaman dahulu, bentuk mitologi, fabel, dongeng, legenda dan kisah kepahlawanan yang romantik, (2) realistis, yaitu sastra yang memuat nilai-nilai universal, dalam arti didasarkan pada hal-hal terbaik penulis zaman dulu dan kini, (3) popular, yaitu sastra yang berisi hiburan, yang menyenangkan anak-anak, dan (4) teoretis, yaitu yang dikomunikasikan kepada anak-anak dengan bimbingan orang dewasa serta penulisannya dikerjakan oleh orang dewasa pula.
Adapun ciri-ciri sastra anak antara lain menurut meliputi: (1) berisi sejumlah pantangan, berarti hanya hal-hal tertentu yang boleh diberikan, (2) penyajiannya secara langsung, kisah yang ditampilkan memberikan uraian secara langsung, tidak berkepanjangan, (3) memiliki fungsi terapan, yakni menerima pesan dan ajaran kepada anak-anak. Selain itu adalah fantastis, hal ini didasarkan pada perkembangan kejiwaan anak yang sarat dengan dunia fantasi.
Dari beberapa ciri sastra tersebut menunjukkan bahwa sastra anak yang dipelajari di sekolah turut andil dalam memberikan nilai positif yang sangat signifikan bagi perkembangan kepribadian siswa. Apalagi dilihat dari isi dan bentuknya sangat mudah dicerna dan dipahami oleh anak.
b. Nilai dan fungsi sastra
Untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan sastra anak sangat berperan dalam memberikan pengetahuan dan pendidikan. Ada beberapa tujuan penulisan sastra anak yaitu: (1) menghibur agar anak tertawa dan senang hatinya, (2) memberikan informasi kepada anak tentang fenomena alam semesta dan khayalan, (3) memberikan tuntunan tingkah laku dan perkembangan pola tingkah laku.


12. Tuliskan pengertian apresiasi sastra !

Jawaban:
Kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga timbul pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.


13. Jelskan tentang pembelajaran apresiasi sastra!

Jawaban:
Pendidikan sastra melalui proses pembelajarannya merupakan pendidikan yang mencoba untuk mengembangkan kompetensi apresiasi sastra, kritik sastra dan proses kreatif sastra. Kompetensi apresiasi adalah kemampuan menikmati dan menghargai karya sastra. Dalam hal ini siswa diajak untuk lansung membaca, memahami, menganalisis, dan menikmati karya sastra secara langsung. Siswa tidak harus menghafal mulai dari nama-nama judul karya sastra atau sinopsisnya, tetapi langsung berhadapan dengan karya sastranya


14. Klasifikasi kegiatan apresiasi sastra berdasarkan tujuan meliputi ?

Jawaban:
(a) Ketepatan apresiasi, yaitu menimbulkan kepekaan psikis, mendengarkan, membaca sendiri, membaca bersama, intpretasi auditif-musikal dan visual, memantaskan, mengundang pelaku seni, memahami serta melatih ketrampilan mempergunakan pengertian teknis.
(b) Kedalaman apresiasi, yaitu dalam hal ini guru berupaya agar siswa mengalami proses kegiatan intelektual, emosional, dan imajinatif yang seimbang dengan proses yang pernah dialami oleh pengarang (sastrawan) dalam menciptakan karyanya.
(c) Keluasan apresiasi; guru mendorong dan mengarahkan perhatian pada hubungan antara sastra dengan kehidupan dengan segala masalahnya.


15. Menurut Rahmanto, pemilihan bahan pengajaran sastra harus memperhatikan aspek-aspek antara lain?

Jawaban:
a. Bahasa, aspek kebahasaan dalam sastra yang perlu diperhatikan adalah cara penulisan yang dipakai pengarang, ciri-ciri karya sastra waktu penulisannya dan kelompok pembaca yang ingin dijangkau pengarang. Oleh karena itu, guru harus mengembangkan keterampilan untuk memilih bahan pengajaran sastra yang bahasanya disesuaikan dengan tingkat penguasaan bahasa siswa.
b. Kematangan jiwa (psikologi) yaitu dalam memilih bahan pengajaran sastra, tahap-tahap perkembangan psikologis harus diperhatikan karena tahap-tahap ini sangat berpengaruh terhadap minat dan keengganan siswa dalam pembelajaran sastra (1989: 27-33).


16. Ada beberapa prinsip dalam pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra. Prinsip-prinsip tersebut adalah?

Jawaban:
(1) pembelajaran sastra berfungsi untuk meningkatkan kepekaan rasa pada budaya bangsa,
(2) pembelajaran sastra memberikan kepuasan batin dan pengayaan daya estetis melalui bahasa,
(3) pembelajaran apresiasi sastra bukan pelajaran sejarah, aliran, dan teori sastra, dan
(4) pembelajaran apresiasi sastra adalah pembelajaran untuk memahami nilai kemanusiaan di dalam karya yang dapat dikaitkan dengan nilai kemanusiaan di dalam dunia nyata.