Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

45 Pertanyaan Tentang Sejarah Sastra dan Jawaban

Soal (Essay) Materi Sejarah Sastra

16. Terangkan peranan Pujngga Baru dalm perkembangan sastra pada periode ini dan pada periode selanjutnya ?

Jawaban:
Pujangga Baru amat besar peranannya karena pada tahun 30-an Cuma ada satu majalah kebudayaan. Sebagai media bagi pengarang untuk menerbitkan karya-karyanya dan mendorong semangat para pengarang untuk berkarya serta melindungi karya-karya para pengarang, kemudian juga sebagai alat untuk menjaga kelangsungan kesusastraan Indonesia.


17. Perhatikan perubahan yang terjadi pada moto majalah pujangga baru, kemudian terangkan perubahan gagasan yang terkandung didalamnya ?

Jawaban:
Perubahan bunyi moto tersebut mencerminkan terjadinya perluasan dan sekaligus penajaman dalam merumuskan cita-cita orang-orang yang “berhimpin” dalam Pujangga Baru.


18. Jelaskan kelahiran dan konsepsi estetik angkatan 45 ?

Jawaban:
Seperti yang tercantum dalam surat kepercayaan gelanggang . Angkatan 45 tidak dapat dilepaskan dari lingkungan kelahirannya yakni masa penduduk jepang dan masa revolusi Indonesia dan para pengarang pada masa ini berkarya untuk menyampaikan isi pikiran mereka dalam meraih kemerdekaan


19. Sebutkan para sastrawan angkatan 45 ?

Jawaban:
1. Chairil Anwar
2. Idrus
3. Asrul Sani
4. Sitor Aitumorang
5. Muhammad Ali
6. Toto Sudarto Bakhtiar


20. Jelaskan visi dan konsep esteik angkatan 50 ?

Jawaban:
Visi dan konsep pengarang angkatan ini adalah mengangkat tema kedaerahan dan menggunakan gaya bahasa yang sederhana untuk menyatu dengan alam yang nereka wakilkan.


21. Jelaskan sikap budaya para sastrawan yang tergolong pada angkatan 50 ?

Jawaban:
Menurut mereka, kebudayaan nasional Indonesia akan berkembang berdasarkan kenyatan-kenyataan dalam masyarakat masa kini, yaitu pengaruh daerah dan pengaruh dari luar.


22. Sebutkan beberapa peristiwa penting dalam bidang sastra yang terjadi pada periode ini ?

Jawaban:
1. Adanya Manifes Kebudayaan
2. Konfrensi Karyawan Pengarang se Indonesia
3. Muncul istilah “Angkatan 66”


23. Apa yang melandasi kosepsi sastra masa 60-an ? Sebutkan butir kosepsi yang menyatakan sikap para pengarang pada masa itu ?

Jawaban:
Karena para pengarang angkatan 60-an yang berciri politik dan juga berciri keagamaan serta para pengarang mas 60-an tidak bergabung lagi dalm lekra dan ingin membedakan diri daropada pengarng lekra yang cenderung Atheistis. Tahun 60-an meliki konsepsi menegakkan pancasila uud 45, yang berarti pula mengakkan kebenaran dan keadilan.


24. Karya sastra bentuk apakah yang lebih dominan pada masa 60-an ? Sebutkan alas an jawaban anda ?

Jawaban:
Karya yang lebih doniman adalah puisi, prosa dan drama. Karena pada masa ini banyak yang tidak mengganggap pengarang bagian dari rakyat, sehingga mereka menuangkan protes mereka melalui puisi yang mengkritik.


25. Siapakah pelopor “puisi demontrasi “ ? Sebutkan alas an yang melandasi pendapat itu ?

Jawaban:
Taufik Ismail karena puisi-puisinya adalah puisi yang mengungkapkan tuntutan membela keadialn dan kebenaran dan puisi-puisinya juga menandakan suatu kebangkitan angkatan 66 dalam dunia perpuisian.


26. Siapakah pencetus Angkatan 66 ? Sebutkan pula golongan para pengarang yang termasuk angkatan tersebut menurut H.B Jassin !

Jawaban:
H.B Jassin
Golongan para pengarang menurut H.B. Jassin yaitu Ajib Rosidi ,Rendra , Yusach Ananda, Bastani Ashihin, Hartoyo Andangdjaja, Mansur Samin, Saribi Afri, Goenawan Mohammad, Taufik Ismail, A.A Navis, Soewardi Idris, Djamil Soeherman, Bokor Hustasuhut.


27. Sebutkan beberapa lembaga yang memberikan hadiah sastra pada periode 1950- 1970?

Jawaban:
Majalah sastra, Majalah Horison, Yayasan Yamin. Yayasan buku utama, BMKN( Badan musyawarah kebudayaan nasional).


28. Terangkan tentang peristiwa yang menyebabkan H.B .Jasin, selaku penanggung jawab majalah sastra harus berurusan dengan pengadilan?

Jawaban:
Salah satu cerpen yang diterbitkannya yaitu cerita pendek karya Kipanjikusmin dituduh menghina nabi Muhammad serta agama islam. Kipanjikusuma yang merupakan nama samara sehingga identitasnya tidak diketahui. Maka H.B. Jassinlah yang sebagai redaktur majalah tersebut yang berurusan dengan pengadilan.


29. Terangkan apa yang anda bisa simpulkan dari “ kredo puisi Sutardji Calzoum Bachri” ?

Jawaban:
Kata – kata adalah harus kata-kata itu sendiri tanpa ada maksut sebagai pengantar pengertian ataupun ide lain. Kata-kata itu harus bebas sehingga bisa menimbulkan kreatifitas tidak terbelenggu oleh tradisi dan kata harus dikembalikan pada awal mulanya yaitu kata.


30. Siapa yang diadili dalam, acara pengadilan puisi ? Sebutkan apa yang menjadi tuntutan jaksa pada pengadilan tersebut?

Jawaban:
Puisi Indonesia mutakhir
Para kritikus yang tidak mampu lagi mengikuti perkembangan puisi mutakhir khususnya H.B. Jasin dan Ms Hutagalung harus dipensiunkan dari peranan yang pernah mereka miliki.