Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Pertanyaan Tentang Sintaksis Bahasa Indonesia dan Jawaban

Soal (Essay) Materi Sintaksis Bahasa Indonesia

9. Tuliskan unsur-unsur kalimat berdasarkan fungsi. Beri contoh!

Jawaban:
Unsur-unsur kalimat berdasarkan fungsi.
Fungsi Subjek
Contoh:
1) Jalanya, Akhir –nya di sini mengatakan kata benda, meskipun kata benda itu menyatakan suatu kerja.
2) Berperang, Artinya hal perang, dianggap sebagai kata benda.
Fungsi Predikat
Contoh:
1) Penunjuk aspek : sudah, sedang, akan, yang selalu ada didepan predikat.
2) Kata kerja bantu : boleh, harus, dapat.
3) Kata petunjuk modal : mungkin, seharusnya, jangan–jangan.
4) Beberapa ketengan lain : tidak, bukan, justru, memang, yang terletak diantara S, dan P, dan
5) Kata kerja kopula : ialah, adalah, merupakan, menjadi. Biasanya kata ini digunakan merangkaikan predikat nomina dengan S-nya, khusus FB-FB (Frase Benda-Frase Benda).
Fungsi Objek
Contoh :
1) Pembantu membersihkan ruangan saya.
2) Ruangan saya dibersihkan oleh pembantu.
Fungsi Pelengkap
Contoh:
1) .(nothing)
2) .(nothing)
Fungsi Keterangan
Contoh :
1) Dia tidur dikamar depan
2) Mereka sedang belajar bahasa indonesia sekarang


10. Tuliskan pembagian kalimat berdasarkan bentuknya. Beri contoh!

Jawaban:
Jenis kalimat berdasarkan bentuk
1. Kalimat deklaratif
Kalimat ini disebut juga dengan kalimat berita. Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.
a. Macam-macam kalimat berita :
- Kalimat berita kepastian
Contoh : Ani pasti datang ke acara perpisahan ini.
- Kalimat berita pengingkaran
Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.
- Kalimat berita kesangsian
Contoh : Mereka mungkin akan tiba nanti malam.
- Kalimat berita bentuk lainnya
Contoh : Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.
2. Kalimat imperatif
Kalimat ini disebut juga dengan kalimat perintah atau permintaan. Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Biasanya diakhiri dengan tanda seru (!). Dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.
a. Macam-macam kalimat perintah
- Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.
Contoh : tutuplah jendela itu !
- Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.
Contoh : Jangan merokok di tempat umum !
- Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !
3. Kalimat interogatif
Kalimat ini disebut judga dengan kalimat tanya atau juga disebut kalimat yang berisi interogasi. Kalimat Tanya. Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). Secara lisan, kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah.
Contoh :
1) Apakah kamu sakit ?
2) Siapa yang membeli buku ini ?


11. Apa yang dimaksud dengan sintaksis!

Jawaban:
Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa (linguistik) yang mempelajari frasa, klausa, dan kalimat serta bagaimana unsur-unsur tersebut membangun suatu kalimat yang bermakna dalam tuturan


12. Apa perbedaan frase dengan kata majemuk? Berikan 3 contoh masing-masing.!

Jawaban:
a. Frasa adalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Itu yang membedakan frasa dari klausa dan kalimat. Sedangkan,
Contoh: ayam hitam saya, rumah itu besar, dan pintar otak saya
b. Kata majemuk adalah gabungan dua buah morfem dasar atau lebih yang mengandung satu pengertian baru. Kata majemuk tidak menonjolkan arti tiap kata. tetapi gabungan kata itu secara bersama-sama membentuk suatu makna atau arti baru.
Contoh: Meja makan, sapu tangan, dan kapal terbang.


13. Jelaskan perbedaan frasa endosentris dan frasa eksosentris. Berikan masing-masing 3 contoh!

Jawaban:
Frasa endosentris merupakan frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya, baik semua unsur-unsurnya maupun salah satu unsurnya (Ramlan, 1986:146). Sedangkan, frasa eksosentris ialah frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya (Ramlan, 1986:146).
Contoh :
Frasa Endosentris :
– Sejumlah mahasiswa di teras.
– Bola di tendang oleh si Udin.
– Buku sejarah itu baru terbit.
Frasa Eksosentris :
– Ia pergi ke Bandung bersama ayah.
– Ia pergi ke sekolah tanpa pamit kepada ayah.
– Ia bekerja sebagai guru.


14. Jelaskan frasa endosentris terbagi atas frase endosentris koordinatif dan frase endosentris apositif. Berikan masing-masing 3 contoh!

Jawaban:
a. Frasa endosentris koordinatif
Menurut Oscar (1993), frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang intinya mempunyai referensi yang berbeda-beda. Frase ini terdiri atas unsur-unsur yang setara dan kesetaraannya terlihat dari kemungkinan unsur-unsur tersebut itu dihubungkan oleh kata sambung dan atau atau.
Contoh :
Paman dan bibi sudah lama tidak megunjungi kami.
Kerbau, lembu, dan kambing adalah hewan piaraan.
Siapa yang harus pergi, saya atau Anda?
b. Frase endosentris apositif
Frasa endosenttris apositif merupakan frasa yang berinti dua dan kedua inti itu tidak mempunyai referen yang sama, sehingga kedua inti tersebut tidak dapat dihubungkan oleh konektor (Ba’dulu 2005:59).
Contoh :
Yogya, kota pelajar
Indonesia, tanah airku
Bapak Soeharto, Presiden RI


15. Jelaskan Klausa dapat dibagi menjadi klausa bebas dan klausa terikat. Beri 3 contoh masing-masing!

Jawaban:
a. Klausa bebas ialah klausa yang boleh berdiri dengan sendiri dan apabila diucapkan dengan intonasi yang sempurna, klausa bebas ini akan menjadi ayat yang lengkap.
Contoh :
Ahmad menari.
Dia lulus dalam ujian
Robert memenangkan kejuaraan.
b. Klausa terikat adalah klausa yang memiliki struktur yang tidak lengkap. Dengan kata lain, klausa jenis ini tidak memiliki subyek sekaligus predikat. Karena itu, klausa jenis ini selalu terikat dengan klausa yang lain dan tidak pernah bisa menjadi kalimat mayor.
Contoh:
Besok sore. (Jawaban untuk kalimat “Kapan kamu berangkat?”)
Ketika hujan turun, bukit itu longsor.
Ketika senja datang, langit pun mulai menghitam.