Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

21 Soal Keperawatan Gerontik Lengkap Jawaban

Latihan Soal Pilihan Ganda Bab Keperawatan Gerontik 
  1. Seorang laki-laki usia 60 tahun tinggal di Panti Wana Sraya, klien merupakan seorang pensiunan TNI AD yang klien selalu berpakaian rapi dan sering memerintah sesama penghuni panti. Klien sulit diatur dan mau menang sendiri. Kumpulan gejala psikologis pada kasus diatas disebut ?
    a. Depresi
    b. Waham
    c. (Eutanasia)s
    d. Post Power Sindrom
  2. Seorang laki-laki usia 65 tahun tinggal di panti tresna wreda, klien mengeluh mengalami penurunan pendengaran, pandangan kabur,dan mobilisasi dibantu menggunakan kursi roda,.Pada pengkajian fisik didapatkan klien mengalami penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah. Diagnosa keperawatan prioritas pada kasus diatas?
    a. Kelelahan
    b. Risiko Jatuh
    c. Risiko cedera
    d. Intoleransi aktivitas
  3. Seorang laki-laki berusia 70 Tahun dirawat diruang Gandasturi sejak 2 hari lalu klien mengeluhkan sesak pada saat dilakukan pengkajian RR 34 X/menit, HR 100X/Mnt,140/90 mmHg, batuk produktif, sputum di hidung, auskultasi suara nafas ronchi.diagnosa keperawata yang diangkat bersihan jalan nafas tidak efektif. Apakah intervensi dari kasus diatas?
    a. Terapi o2
    b. Catat pergerakan dinding dada
    c. Dorong klien untuk bernafas pelan
    d. Keluarkan secret dengan batuk efektif
  4. Seorang perempuan berusia 75 tahun tinggal di Panti Werdha sejak 2 tahun yang lalu, mengeluh tidak dapat mendengar dengan jelas pada kedua telinga, pasien mengatakan malu betemu dengan sesama penghuni panti karena takut menyinggung perasaan, pasien sering bicara dengan suara yang keras dan hasil test Rinne Negatif. Manakah Pendekatan bawah ini yang paling baik utuk memfasilitasi komunikasi pada kasus diatas?
    a. Berhadapan ,berbicara lebih keras
    b. Berbicara langsung pada telinga pasien
    c. Berhadapan, berbicara pelan dengan volume biasa
    d. Berbicara langsung pada telinga pasien lebih keras
  5. Seorang perempuan berusia 78 tahun Dirawat wisma G sejak 8 bulan yang lalu dengan diagnosa medis multiple sklerosis pada saat pengkajian keluhan utamanya pasien cemas dengan kondisinya karena semakin hari semakin memburuk. setiap hari pasien murung dan takut dengan kondisinya Klien Berharap bisa segera kembali berkumpul dengan anaknya dan bisa pulang ke rumahnya. Apakah diagnosa keperawatan yang muncul dari kasus diatas?
    a. Ansietas berhubungan dengan perubahan fisiologis
    b. Harga Diri Rendah berhubungan dengan perubahan fisiologis
    c. Gangguan Gambaran diri berhubungan dengan perceptual kognitif
    d. Koping Individu Tidak Afektif berhubungan dengan perubahan dalam hidup
  6. Seorang laki-laki yang berusia 78 tahun di panti werda sudah 2 tahun yang ditempatkan diruang isolasi.klien mengeluhkan nyeri pada luka di punggung bagian bawah pada saat pengkajian di pungggung ada luka dengan diameter 10 cm. kondisi tubuh lemah, bau badan, kulit kusam, rambut kotor, bau mulut, kuku panjang. pakaian tidak rapi, dan tidak ganti 2 hari. Makan dibantu oleh teman dekatnya yang masih bisa beraktivitas, untuk BAB Dan BAK dilakukan ditempat tidur. hasil indeks Katz skornya 3 ketergantungan Total, Hasil pengkajian Mini Mental State Exam 20 kerusakan mental berat, Risiko jatuh 9 yaitu risiko jatuh Sedang.
    Apakah diagnosa keperawatan yang muncul dari kasus diatas?
    a. Intoleransi aktifitas
    b. Deficit perawtan diri makan
    c. Deficit perawatan diri mandi
    d. Deficit perawatan diri eliminasi
  7. Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke poli geriatri diantar oleh keluarganya.Klien mengeluh sulit mengingat sesuatu,merasa bingung dan konsentrasinya menurun.Keluarga klien mengatakan klien sulit diajak berinteraksi dan tidak mampu menggambarkan sesuatu secara akurat. Apakah masalah keperawatan yang tepat untuk kasus diatas ?
    a. Risiko terhadap cidera
    b. Perubahan proses pikir
    c. Sindrome stress relokasi
    d. Kerusakan interaksi social
  8. Seorang laki-laki berusia 70 Tahun dirawat diruang penyakit dalam sejak 2 hari lalu klien mengeluhkan sesak, pada saat dilakukan pengkajian RR 34 X/menit, nadi 100X/Mnt, tensi 140/90 mmHg, batuk produktif, sputum di hidung, auskultasi suara nafas ronchi.diagnosa keperawatan yang diangkat bersihan jalan nafas tidak efektif.
    Apakah intervensi dari kasus diatas?
    a. Terapi o2
    b. Catat pergerakan dinding dada
    c. Dorong klien untuk bernafas pelan
    d. Keluarkan secret dengan batuk efektif
    e. Monitor kecepatan dan kedalaman respirasi
  9. Seorang laki-laki yang berusia 78 tahun di panti werda sudah 2 tahun yang ditempatkan diruang isolasi.klien mengeluhkan nyeri pada luka di punggung bagian bawah pada saat pengkajian di pungggung ada luka dengan diameter 10 cm. kondisi tubuh lemah, bau badan, kulit kusam, rambut kotor, bau mulut, kuku panjang. pakaian tidak rapi, dan tidak ganti 2 hari. Makan dibantu oleh teman dekatnya yang masih bisa beraktivitas, untuk BAB Dan BAK dilakukan ditempat tidur. hasil indeks Katz skornya 3 ketergantungan Total, Hasil pengkajian Mini Mental State Exam 20 kerusakan mental berat, Risiko jatuh 9 yaitu risiko jatuh Sedang.
    apakah diagnosa keperawatan yang muncul dari kasus diatas?
    a. Intoleransi aktifitas
    b. Deficit perawtan diri makan
    c. Deficit perawatan diri mandi
    d. Deficit perawatan diri eliminasi
    e. Deficit perawatan diri berpakaian
  10. Seorang perempuan berusia 75 tahun tinggal di Panti Werdha sejak 2 tahun yang lalu, mengeluh tidak dapat mendengar dengan jelas pada kedua telinga, pasien mengatakan malu betemu dengan sesama penghuni panti karena takut menyinggung perasaan, pasien sering bicara dengan suara yang keras dan hasil test Rinne Negatif.
    Manakah Pendekatan bawah ini yang paling baik utuk memfasilitasi komunikasi pada kasus diatas?
    a. Berhadapan ,berbicara lebih keras
    b. Berbicara langsung pada telinga pasien
    c. Berhadapan, berbicara pelan dengan volume biasa
    d. Berbicara langsung pada telinga pasien lebih keras
    e. Berbicara dengan berulang-ulang di belakang telinga pasien
  11. Seorang laki-laki dengan usia 65 tahun di rawat di rumah skait hari ke 3 menegluh lemas, pusing di sertai sering kencing dan haus. Hasil pemeriksaan fisik yaitu : kesadaran lethargis, badan tampak kurus, kulit prulitus. Hasil pemeriksaan TTV yaitu : TD 100/60 mmhg, N 80x/menit, RR 19X/menit, suhu 36,9O C. Dari kasus tersebut manakah data spesifik yang menunjukan pasien kemungkinan mengalami DM?
    a. Kulit prulitus dan kurus
    b. Lethargis dan kulit prulitus
    c. Badan kurus
    d. Sering kencing dan haus
    e. Pusing dan lemas
  12. Seorang klien usia 59 tahun dirawat karena stroke.Mengalami tetraparase, terdapat luka tekan dibagian bokong dengan diameter 5 cm. Luka tampak merah dibagian pinggir, agak pucat dibagian tengah. Manakah intervensi yang paling tepat untuk mencegah pemburukan luka tersebut?
    a. Bersihkan, dan rawat luka setiap hari
    b. Program miring kiri-kanan-terlentang tiap 2 jam
    c. Berikan pengalas lembut dibagian bokong
    d. Bersihkan perineal dengan cairan antiseptik setiap BAB
  13. Seorang laki-laki 58 tahun dibawa ke rumah sakit setelah mengalami nyeri dada di sebelah kiri yang menjalar ke bahu kiri, dan neri punggung. Dari pengkajian fisik didapatkan data: bibir,dan ujung ujung jari sianosis. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan peningkatan enzim jantung, dan hasil EKG menggambarkan adanya STelevasi di Lead II, III, dan VF. Apakah masalah keperawatan prioritas yang terjadi pada pasien?
    a. Nyeri
    b. Intoleransi aktivitas
    c. Perfusi jaringan perifier tidak efektif
    d. Penurunan cardiac output
  14. Ny. W umur 55 tahun dirawat dengan diagnosa Diabetes Melitus (DM).Terrdapat gangren pedis,keadaan luka kotor banyak jaringan nekrotik, pus, panjang 10 cm, lebar 5 cm, dan kedalaman 1,5 cm. Menurut keluarganya, dia tidak pernah kontrol ke rumah sakit sejak dinyatakan DM, dan memilih pengobatan tradisional. Berdasarkan data di atas, perlambatan proses penyembuhan disebabkan oleh?
    a. Usia klien
    b. Besarnya luka
    c. Pengobatan tradisional
    d. DM yang tidak terkontrol
  15. Ny. Sarmi (64 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa medis Gout. Ny. Sarmi megeluh nyeri pada sendi terutama kaki dengan skala 6, terasa nyeri terutama malam hari. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 83 x/menit, frekuensi napas x/menit, suhu 37,5oC, tampak adanya pembengkakan pada persendian karpal kaki, dan kemerah merahan dengan palpasi terdapat nyeri tekan, dan klien meringis kesakitan. Dari pengkajian diatas data yang merupakan tanda khas dari gout yaitu:
    a. Ekspresi wajah meringis
    b. Skala nyeri 6
    c. Nyeri malam hari
    d. Bengkak pada sendi
  16. Seorang kepala keluarga umur 60 tahun, tinggal bersama cucunya yang berusia 5 tahun. Klien mengeluh batuk, berkeringat pada malam hari, nafsu makan berkurang, dan sesak. Klien pernah memeriksakan diri ke puskesmas dan didiagnosa menderita penyakit TB. Hasil pengkajian diketahui klien pernah tidak mengkonsumsi obat yang diberikan selama 1 minggu, BB 50 kg, TB 170 cm. Apakah intervensi keperawatan yang dapat diberikan perawat kepada keluarga klien?
    a. Menganjurkan untuk menjemur alas tidur di bawah sinar matahari.
    b. Menyampaikan klien untuk membuka jendela setiap pagi.
    c. Merujuk klien ke pusat pelayanan kesehatan setempat.
    d. Menunjukpengawas minum obat.
    e. Memberikan makanan tambahan.
  17. Laki-laki berusia 65 tahun dirawat di ruang isolasi Panti Tresna Wreda sejak satu minggu yang lalu. Dari hasil pengkajian klien terlihat lemah, bau feses, kulit perianal kemerahan, dan terdapat rembesan feses lunak, klien mengatakan tidak ada keinginan BAB. Apa diagnosa keperawatan yang tepat pada kasus diatas?
    a. Disfungsi motilitas gastrointestinal
    b. Inkontinesia defekasi
    c. Persepsi konstipasi
    d. Risiko konstipasi
  18. Seorang Perempuan berusia 70 tahun datang ke puskesmas diantar oleh keluarga dengan keluhansering terbangun saat tidur dimalam hari, kesulitan saat akan mulai tidur kembali, badan lemas dan sering merasa ngantuk dipagi hari. Apakah pengkajian selanjutnya pada kasus diatas?
    a. Kognitif
    b. Daya ingat
    c. Katz indeks
    d. Status mental
  19. Seorang laki-laki usia 60 tahun tinggal di Panti Tresna Wreda sejak 2 tahun yang lalu. klien memerlukan bantuan minimal dalam tindakan keperawatan dan pengobatan. Klien mampumelakukan aktivitas perawatan diri sendiri secara mandiri, hanya sesekali memerlukan bantuan petugas kesehatan. Apakah Kategori keperawatan klien menurut Swanburg dari kasus diatas ?
    a. Self-care
    b. Minimal care
    c. Intensive care
    d. Intermediate care
  20. Seorang perempuan usia 65 tahun dirawat di ruang perawatan geriatri sebuah RS dengan acute miocard infarction. Pasien mampu melakukan ADL, mampu mandi, makan dan minum sendiri, ambulasi dengan pengawasan, pemantauan tanda-tanda vital setiap pergantian shift. Apakah tingkat ketergantungan perawatan pada pasien tersebut menurut Douglass ?
    a. Total care
    b. Partial care
    c. Minimal care
    d. Mediate care
  21. Seorang laki-laki usia 86 tahun mengalami proses penuaan, klien mampu menarik diri dari kegiatan terdahulu dan memusatkan diri pada kegiatan pribadi serta mempersiapkan diri menghadapi kematian. Pada kasus diatas merupakan pernyataan yang sesuai dengan teori ?
    a. Teori Interaksi Sosial
    b. Teori Penarikan Diri
    c. Teori Kepribadian
    d. Teori Pembebasan
Kunci Jawaban:
  1. d. Post Power Sindrom
  2. a. Kelelahan
  3. c. Dorong klien untuk bernafas pelan
  4. c. Berhadapan, berbicara pelan dengan volume biasa
  5. d. Koping Individu Tidak Afektif berhubungan dengan perubahan dalam hidup
  6. c. Deficit perawatan diri mandi
  7. b. Perubahan proses pikir
  8. d. Keluarkan secret dengan batuk efektif
  9. d. Deficit perawatan diri eliminasi
  10. c. Berhadapan, berbicara pelan dengan volume biasa
  11. d. Sering kencing dan haus
  12. b. Program miring kiri-kanan-terlentang tiap 2 jam
  13. b. Intoleransi aktivitas
  14. d. DM yang tidak terkontrol
  15. d. Bengkak pada sendi
  16. c. Merujuk klien ke pusat pelayanan kesehatan setempat.
  17. b. Inkontinesia defekasi
  18. d. Status mental
  19. a. Self-care
  20. c. Minimal care
  21. b. Teori Penarikan Diri