Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

19 Soal (Essay) Sistem Kekebalan Tubuh Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Sistem Kekebalan Tubuh

1. Tuliskan dan Jelaskan tiga macam antigen yang merangsang terbentuknya antibodi!

2. Apakah yang dimaksud dengan interferon?

3. Tuliskan tiga sel darah putih lengkap dengan Fungsinya?

4. Apa yang kalian ketahui tentang kekebalan spesifik dan kekebalan non spesifik?

5. Apa yang dimaksud dengan antigen dan antibodi?

6. Kapankah terjadi respon primer dan respon sekunder? Jelaskan!

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan imuno defesiensi!

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan autoimunitas!

9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hipersensitivitas!

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan memori imunologis!

11. Jelaskan mekanisme pembentukan sistem kekebalan dalam imunisasi!

12. Jelaskan tentang kekebalan yang diperantai sel dan kekebalan humoral!

13. Dalam sistem kekebalan humoral terdapat lima kelas immunoglobulin. Jelaskan!

14. Limfosit T dibentuk di dalam sumsum tulang dan menuju ke kelenjar timus untuk mengalami diferensiasi lebih lanjut, sel T berperan dalam kekebalan selular yaitu dengan menyerang sel penghasil antigen secara langsung, sel T juga turut membantu produksi antibodi oleh sel B plasma, sel T dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

15. Sel B dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu?

16. Penyakit autoimun menurut antigen antibody?

17. Tuliskan faktor penyebab autoimun!

18. Apa yang anda ketahui tentang Vaksin?

19. Mengapa balita sering mengalami demam setelah pemberian Vaksin?

Jawaban:

1. 
1. Autoantigen: antigen ini berasal dari tubuh sendiri, hal ini dikarenakan sistem imun salah mengartikan zat di dalam tubuh sebagai antigen
2. Isoantigen: antigen berasal dari individu berbeda namun dalam satu spesies sama yang memiliki perbedaan genetik
3. Heteroantigen: antigen berasal dari spesies berbeda

2. Interferon adalah hormon berbentuk sitokin berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya.

3. 
A. Neutrofil adalah kelompok terbesar dari sel darah putih, membuat sekitar 45 sampai 75 persen dari jumlah darah putih. Neutrofil adalah fagosit, pemain utama dalam memerangi infeksi bakteri dan virus. Penurunan neutrofil di bawah 1.000 sel per mikroliter meningkatkan risiko pengembangan infeksi.

B. Limfosit terdiri dari kelompok terbesar kedua dari sel-sel darah putih, 20 sampai 40 persen dari sel-sel darah putih adalah limfosit, menurut Merck. Ada tiga jenis limfosit: sel T, sel B dan sel-sel pembu.nuh alami. Sel B membuat antibodi yang menyerang antigen asing. Sel T dan sel-sel pembu.nuh alami menyerang sel-sel asing dan juga membuat racun yang merusak penyerang. Peningkatan limfosit biasanya menunjukkan infeksi virus atau beberapa jenis infeksi bakteri. Sejumlah penurunan sel T ditemukan dalam infeksi, sel-sel tumor dan virus HIV. Limfosit yang meningkat menandakan infeksi dan penyakit seperti mononukleosis, menurut University of Nebraska at Omaha states.

C. Monosit membuat 1 sampai 10 persen dari sel-sel darah putih. Monosit bergerak keluar dari aliran darah dan ke dalam jaringan, di mana mereka berubah menjadi makrofag, sel pemulung besar yang menghancurkan sel-sel asing, mengangkat jaringan mati dan membu.nuh sel kanker. Monosit akan meningkat saat infeksi kronis dan penyakit autoimun, kemoterapi dapat menyebabkan penurunan tingkat monosit.

4. 
1). Kekebalan tubuh spesifik:
a. Sistem kekebalan yang dapat menghancurkan pathogen yang lolos darisistem kekebalan non-spesifik.
b. Bersifat selektif terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh
c. Tidak memiliki reaksi yang sama terhadap semua jenis benda asing,
d. Memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi sebelumnya,
e. Melibatkan pembentukan sel-sel tertentu dan zat kimia ( antibody ),
f. Perlambatan, waktu antara eksposur dan respon maksimal.

2). Kekebalan non-spesifik
a. Dapat mendeteksi adanya benda asing dan melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkannya
b. Tidak dapat mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh

5.
Antigen
a. Zat yang merangsang responimun, terutama dalam menghasilkan antibodi.
b. Biasanya berupa protein atau polisakarida
c. Dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabung dengan protein-pembawa.

Antibodi
a. Merupakan glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadisel plasma,
b. Sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.
c. Dapat ditemukan pada daraha tau kelenjar tubuh vertebrata lainnya
d. Dapat digunakan oleh sistem kekebalan tubuhuntuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus.

6. 
1) Respon Primer :
Ketika ada antigen pertama kali, antibodi baru ada dalam serum beberapahari/ beberapa minggu, waktunya berkisar antara 10-17 hari

2) Sekunder
Untuk kedua kalinya antigen, respon antibodi lebih cepat dan kadar meningkat.
Hal inikarena ada sel memori B. Kekebalan Seluler Diperantarai Sel Limfosit T Fungsi sel limfosit T. Waktunya berkisar 2-3 hari.

7. Sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat,sehingga infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang, luar biasa berat dan berlangsung lebihlama dari biasanya.

8. Kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya, yang membuat respon kekebalan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri.
Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun. Contohnya meliputi penyakit Coeliac, diabetes melitus tipe 1,Systemic Lupus Erythemato sus, dll

9. Reaksi berlebihan, tidak diinginkan (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem kekebalan normal.

10. Bagian dari sistem kekebalan tiruanyang memberikan perlindungan kepada inangnya denganmelakukan respon yang lebih cepat dan lebih efektif terhadap infeksiyang ditimbulkan oleh antigen dari jenis yang sebelumnya pernah melakukan infeksi akut. Kemampuan untuk mengingat mekanisme perlawanan terhadap infeksi akut tersebut bersifat spesifik, satu sel akan mengingat satu jenis antigen. Dan kemampuan ini akan bertahan sangat lama.

11. Imunisasi adalah kekebalan tubuh yang diperoleh setelah melakukan vaksinasi.
Vaksinasi adalah tindakan memasukan vaksin ke dalam tubuh organisme yang sehat agar tubuh menjadi kebal terhadap penyakit tertentu karena membentuk antibody.
Vaksin adalah bibit penyakit(bakteri atau virus) yang telah dilemahkan atau telah mati dan dilarutkan.

12. 
1) Kekebalan yang diperantai sel:
Yang berperan adalah sel limfosit T. (disebut juga kekebalanseluler)

2) Kekebalan humoral:
Melibatkan aktivasi limfosit B yang kan mensekresikan antibodi

13
a. ImunoglobulinG (IgG): reaksi imun yang diproduksi terbanyak sebagai antibodi utama dalamproses sekunder dan merupakan pertahanan inang yang penting terhadap bakteri yang terbungkus dan virus.

b. Imunoglobulin A (IgA): Imunoglobulin utama dalam sekresi selektif, misalnya pada susu, air liur, air mata dan dalam sekresi pernapasan, saluran genital serta saluran pencernaan atau usus. Melindungi selaput mukosa dari serangan bakteri dan virus.

c. Imunoglobulin M (IgM): Imunoglobulin utama yang pertama dihasilkan dalam respon imunprimer. Terdapat pada semua permukaan sel B yang tidak terikat.

d. ImunoglobulinE (IgE): Didalam serum ditemukan dalam konsentrasi sangat rendah. Apabila Ig E disuntikkan ke dalam kulit akan terikat pada Mast Cells dan Basofil.

e. ImunoglobulinD (IgD): fungsi keseluruhannya belum diketahui secara jelas. Dalam serum IgD ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit dan IgD merupakan antibodi inti sel. Zat ini juga terdapat pada sel penderita leukemia getah bening.

14. 
a. Sel T pembunuh (sel T sitotoksik), berfungsi menyerang patogen dan mikroorganisme asing yang masuk ke dalam tubuh, yaitu sel tubuh yang terinfeksi.

b. Sel T pembantu (sel T penolong) berfungsi menstimulasikan pembentukan sel T jenis lainnya serta sel B plasma, serta mengaktifkan dapat mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis.

c. Sel T supressor, berfungsi menghentikan respon imun yaitu setelah infeksi berhasil ditanggulangi.

15. 
a. Sel B plasma, berfungsi untuk memproduksi antibodi.

b. Sel B pengingat, berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh dan menstimulasi sel Limfosit B plasma jika terjadi infeksi kedua.

c. Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat dalam jumlah yang banyak serta cepat.

16. 
a. Lupus eritematosus sistemik (SLE)

b. Artritis reumatoid

c. Sicca complex. Penyakit inflamasi kromis yang menyerang kelenjar eksokrin. Organ sasaran adalah epitel duktus kelenjar lakrimal dan ludah. Ciri dari penyakit ini adalah matakering (keratokonjungtiva sicca) dan kulit kering( xerostomia).

d. Sindrom good pastured adalah penyakit paru dan ginjal yang jarang tetapi progresif.

e. Demam reuma adalah gejala sisa nonsupuratif dari penyakit streptokok A, biasanya berupa faringitis yang bermanifestasi 2-4 minggu pasca infeksi akut. Gambaran klinis yaitu artritis, karditis, chorea ( gerakan tidak terkontrol, tidak teratur dari otot muka, lengandan tungkai).

f. Sindrom pasca perikardiotomi dan sindrom pasca infark miokard (penyakit dressler) berupa inflamasi akut yang terjadi sesudah terjadi kerusakan pada jaringan jantung.

g. Skleroderma penyakit yang kronis, proresif, menimbulkan cacat. Cirinya ialah peningkatan endapan kolagen dikulit dan kadang diorgan internal.

h. Trombositopenia idoplastik (TSI) ditimbulkan oleh antibody yang merusak trombosit. Gambaran klinis adalah perdarahan pada gusi dan saluran gastrointestinal dan kencing.

i. Penyakit bulosa( vesikuler) penyakit kulit kronis yang terjadi karena dekstruksi jembatan-jembatan interselular (dermosom) yang menggangu kohesi epidermis

17. 
1) Infeksi dan kemiripan molekuler Sequestered antigen
a. Adalah antigen sendiri yang karena letak anatominya, tidak terpajan dengan sistem imun. Pada keadaan normal sequestered antigen tidak ditemukan sistem imun. Perubahan anatomik dalam jarinagn seperti inflamasi (sekunder oleh infeksi, kerusakan iskemia atau trauma) dapat memajankan sequestered antigen dengan sistem imun yang tidak terjadi pada keadaan normal.

b. Kegagalan autoregulasi. Regulasi imun berfungsi untuk mempertahankan homeostasis. Gangguan dapat terjadi pada presentasi antigen, infeksi yang meningkatkan respons MHC, kadar sitokin yang rendah (misalnya TGF-beta) dan gangguan respons imun terhadap IL-2. Pengawasan beberapa sel autoreaktif diduga bergantung pd sel Ts atau Tr. Bila terjadi kegagalan sel Ts atau Tr, maka sel Th dapat dirangsang sehingga menimbulkan autoimunitas.

2) Aktivasi Sel B poliklonal.

Autoimunitas dapat terajdi oleh karena aktivasi sel B poliklonal oleh virus (EBV), LPS (Lipopolisakarida) dan parasit malaria yang dapat merangsang sel B secara langsung yang menimbulkan autoimunitas. Antibodi yang terbentuk terdiri dari berbagai autoantibodi.

3) Obat-obatan

Antigen asing dapat diikat oleh permukaan sel dan menimbulkan reaksi kimia dengan antigen permukaan sel tersebut yang dapat mengubah imunogenitasnya. Trombositopenia dan anemia merupakan contoh penyakit umum dari penyakit autoimun yang dicetuskan obatFaktor keturunan. Penyakit autoimun mempunyai persamaan predisposisi genetik. Bagaimana hal tersebut diturunkan,umumnya kompleks dan diduga terjadi atas pengaruh beberapa gen.

18. Vaksin (dari kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar), adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organismealami atau “liar”.

19. Karena vaksin merupakan virus yg telah dikristalkan dan di non aktifkan dg tujuan untuk memancing metabolisme tubuh agar membntuk pertahanan jika sewaktu-waktu si bayi terserang virus. Sehingga saat virus yg sebenarnya dtang dan menyerang si bayi, metabolisme tubuh siap untuk menghadapi virus.