Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

26 Soal (Essay) Sistem Pernapasan Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Sistem Pernapasan

1. Jelaskan faktor efek difusi gas melewati respirasi membran?

2. Apa yang dimaksud dengan tekanan gas parsial? Jelaskan difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler pulmonaris dan antara jaringan kapilar dan jaringan dalam istilah dari tekanan parsial !

3. Jelaskan transportasi oksigen dalam darah. Apa faktor menaikkan pelepasan oksigen dalam jaringan!

4. Jelaskan transportasi karbondioksida dalam darah!

5. Bagaimana pengaruh pH dan CO2 terhadap darah? Bagaimana perubahan ventilasi mempengaruhi pH darah?

6. Nama daerah pernafasan batang otak dan menjelaskan bagaimana ventilasi ritmis dihasilkan!

7. Jelaskan bagaimana pusat otak yang lebih tinggi dan replex Hering Breuer dapat mengubah ventilasi

8. Jelaskan yang dimaksud sistem respirasi !

9. Apa kegunaan pundi-pundi udara pada burung?

10. Jelaskan seseorang terkena penyakit bronchitis!

11. Tuliskan gejala-gejala seseorang terkena emfisema!

12. Tuliskan secara urut dari luar ke dalam saluran pernapasan pada manusia!

13. Apakah Fungsi Silia dan selaput lendir pada rongga hidung?

14. Proses apakah yang mendasari terjadinya respirasi?

15. Mengapa saat inspirasi udara dapat masuk ke saluran pernapasan?

16. Apakah yang dimaksud dengan volume udara residu?

17. Mengapa merokok dapat Berbahaya bagi sistem pernapasan? Jelaskan!

18. Jelaskan struktur dari rongga hidung dan fungsinya.

19. Tuliskan 3 bagian dari pharynx. Dengan apakah struktur masing-masing ketiga bagian berhubungan?

20. Tuliskan fungsi dari 3 cartilago yang ada pada Pharynx

21. Apakah fungsi dari vestibular dan lipatan suara? Bagaimana suara bisa berbeda diciptakan?

22. Dari larynx, berikan nama semua bagian yang menerima udara yang melewati semua bagian sampai di alveolus.

23. pakah fungsi dari Cartilago bentuk–C pada trachea?

24. Apakah yang terjadi pada banyak cartilago disistem peronggaan dari sistem respirasi jika rongga menjadi lebih kecil?

25. Jelaskan kenapa aliran udara menjadi lebih susah pada saat asm

26. Apakah fungsi dari epitelium silia pada pohon trakeobronkial?

Jawaban:

1. Faktor yang mempengaruhi difusi:
a. Luas permukaan paru
b. Tebal membrane respirasi
c. Jumlah eryth/kadar Hb
d. Perbedaan tekanan dan konsentrasi gas
e. Waktu difusi
f. Afinitas gas

2. 
a. Tekanan parsial (bhs. Inggris: partial pressure) adalah tekanan yang diberikan oleh komponen-komponen gas dalam campuran gas.

b. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler pulmonaris dan antara jaringan kapilar dan jaringan dalam istilah dari tekanan parsial:
Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. Difusiadalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli.

3. Transportasi oksigen :
- Hampir 98.5% oksigen diedarkan ke hemoglobin. 1.5% oksigen diedarkan larut dalam plasma.
- Oksigen dibebaskan dari hemoglobin dalam jaringan ketika tekanan parsial untuk oksigen rendah dan tekanan parsial untuk karbondioksida tinggi, pH rendah, dan temperatur tinggi

4. Transportasi karbondioksida :
- Karbondioksida diedarkan seperti HCO3 (70%) dikombinasikan dengan darah protein (23%) dan akhirnya dalam plasma (7%)
- Dalam jaringan kapilar, karbondioksida bergabung dengan air dalam sel darah merah dari karbonat yang dipisahkan dari HCO3- dan H+. Itu adalah reaksi kenaikan transport CO2 .
- Dalam kapiler paru-paru , HCO3- bergabung dengan H+ menjadi karbonat. Karbonat dipisahkan dari CO2 setelah itu berdifusi keluar dari sel darah merah.

5. Keterkaitan kerja pH dan pCO2 pada kemampuan mengikat oksigen terhadap Hb dikenal dengan efek Bohr. Kalau kadar CO2 dan H2O naik, maka kemampuan Hb untuk mengikat oksigen turun. Dengan denikian, kalau eritrosit dengan muatan oksigennya samapai jaringan perifer, maka eritrosit akan menanggapi naiknya kadar CO2 yang telah dihasiklkan oleh metabolisme sel dengan melepaskan oksigen yang dibawanya. Karena tekanan parsial oksigen di sekitar Hb turun, maka afinitas Hb terhadap oksigen juga turun. Ini berarti bila aliran darah melalui jaringan yang kadar oksigennya rendah., Hb melepas oksigennya dengan sangat mudah. Sebaliknya, pada jaringan pada oksigennya tinggi, Hb cepat mengankut oksigen. Di paru-paru, bila molekul Hb mengikat molekul oksigen , maka ia juga melepas H+ . ion H+ yang dilepas bergabung dengan ion bikarbonat dalam plasma membentuk asam bikarbonat, yang kemudian melepas CO2 untuk dihembuskan.

6. Ventilasi, proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke dalam atmosfer. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor :
a. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer
b. Adanya kondisi jalan napas yang baik
c. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis
d. Pusat pernapasan, yaitu medulla oblongata dan pons, dapat dipengaruhi oleh ventilasi.
e. Difusi, merupakan pertukaran antara O2 dari alveoli ke kapiler paru-paru dan CO2 dari kapiler ke alveoli.

Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu :
a. Luasnya permukaan paru-paru
b. Tebal membran respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial.
c. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2.
d. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb.

7. Ventilasi, proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke dalam atmosfer. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh salah satu factor, yaitu adanya kondisi jalan napas yang baik. Pusat otak yang tinggi akan menyebabkan lambatnya O2 menuju pusat otak.

8. Sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.

9. Membantu proses pernafasan burung ketika terbang.

10. Bronchitis adalah peradangan pada selaput lender bronkus, saluran udara yang membawa aliran udara dari trakea ke dalam paru-paru.

11. Gejala emfisema:
a. sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.
b. nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema

12. 
A. Hidung
Hidung adalah awal dan akhir dari udara yang masuk ke paru-paru.

B. Faring
Faring adalah percabangan dua saluran, yaitu tenggorokan (saluran pernapasan) dan kerongkongan (saluran pencernaan).

C. Laring
Laring adalah akhir dari batang tenggorokan yang tersusun atas tulang rawan.

D. Trakea
Trakea adalah sebutan lain untuk tenggorokan.

E. Bronkus
Bronkus adalah cabang tenggorokan.

F. Bronkiolus
Bronkiolus terdapat di dalam paru-paru dan bercabang-cabang.

G. Alveolus
Alveolus juga terdapat di dalam paru-paru.

13. Untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara yang dihirup, mendeteksi bau, dan mengatur suhu udara pernapasan.

14. Respirasi tidak sama dengan breathing/bernafas. Respirasi adalah reaksi kimia yang terjadi di semua sel hidup, termasuk tumbuhan dan hewan. ini merupakan proses pelepasan energi dari glukosa sehingga semua proses kimia lain yang diperlukan untuk kelangsungan hidup bisa berjalan. Istilah yang lebih tepat untuk proses pernafasan adalah ventilation, bukan respiration.

15. Karena tekanan udara di paru saat inspirasi lebih rendah daripada tekanan udara luar, sehingga udara akan masuk kedalam paru-paru.

16. Udara residu (UR) adalah udara yang masih tersisa dalam paru-paru setelah ekspirasi tersisa dala paru-paru setelah ekspirasi maksimal jumlah volume ± 1000 cc.

17. Karena rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya. Lebih kurang 1.000 jenis senyawa kimia terkandung didalam rokok. Dan ada juga 3 racun
-Tar dapat menimbulkan kanker paru2 dan menimbulkn iritasi pada paru2
-Nikotin bersifat adiktif sehingga dapat menyebabkan ketagihan
-Karbon monoksida mengurangi suplai oksigen.

18. Rongga hidung terdiri atas Concha (Superior, Middle (tengah), Inferior), Vestibula dan Lubang hidung. Concha berfungsi untuk memperluas bidang permukaan dari rongga hidung. Lubang hidung berfungsi sebagai tempat masuk dan keluarnya gas O2 dan CO2 dan Vestibula berfungsi sebagai penghubung antara lubang hidung dengan Concha.

19. Nasopharynx, merupakan bagian paling atas pharynx. Lokasinya dibelakang Choanae dan pada bagian atas langit-langit lembut. Oropharynx, dimulai dari uvula sampai epiglothis dan terbukanya rongga mulut langsung berhubungan ke oropharynx. Laryngopharynx, adalah bagian paling belakang dari pharynx dan dimulai dari epiglothis menuju esophagus. Ketiganya saling berhubungan dengan membentuk suatu bagian yang disebut pharynx.

20. Cartilago Thyroid berfungsi sebagai pembentuk tulang Hyoid, Cartilago Circoid merupakan bagian paling banyak dari cartilago dilarynx yang bertempat pada bagian bawah (dasar) dari larynx dan cartilago lainnya yang tak berfungsi. Epiglothis adalah bentuk lain dari cartilago yang elastis lain daripada tulang rawan.

21. Vestibular berfungsi menghalangi udara yang meninggalkan paru-paru, selainitu juga dapat mencegah makanan dan minuman yang masuk ke larynx. Lipatan suara berfungsi untuk menghasilkan suara. Suara dapat diciptakan berbeda karena ada otot yang mengontrol pergerakan lipatan suara tersebut.

22. Hidung – Pharynx – Larynx – Trachea – Broncus – Paru-paru – Bronciolus – Alveolus – Udara bertukaran.

23. Fungsi dari Cartilago bentuk–C pada trachea adalah menjaga trachea dan memelihara agar terbukanya jalan bagi udara.

24. Jika rongga menjadi lebih kecil terjadi pada banyak cartilago disistem peronggaan maka aliran udara yang ada akan terganggu sehingga menyebabkan susahnya pernafasan.

25. Aliran udara menjadi lebih susah pada saat asma karena rongga pada trachea menjadi lebih kecil sehingga aliran darah tersumbat

26. Epitelium silia berfungsi sebagai escalator mucuscilia yang menangkap puing-puing di udara dan mengeluarkannya dari system respirasi.