Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Soal (Essay) Sistem Regulasi Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Sistem Regulasi

1. Tuliskan jalur perjalanan rangsang pada gerak biasa!

2. Apakah fungsi dari neuron intermediet?

3. Tuliskan empat lobus dari otak besar dan fungsinya!

4. Tuliskan dan Jelaskan bagian-bagian sel saraf!

5. Apakah yang dimaksud dengan jembatan Varol?

6. Kelenjar hipofisis terdiri dari tiga lobus, sebutkan macam-macam hormon yang dihasilkan tiap lobus pada kelenjar hipofisis!?

7. Hormon apa saja yang dihasilkan bagian Medika adrenal? Jelaskan fungsinya masing-masing!

8. Tuliskan secara skematis mekanisme pendengaran!

9. Apakah fungsi dari rumah siput?

10. Tuliskan dan jelaskan macam-macam reseptor pada kulit!

11. Jelaskan fungsi nodus ranvier!

12. Jelaskan mengenai sel saraf sensorik!

13. Apakah fungsi pancreas?

14. Jelaskan fungsi retina pada mata!

15. Mengapa orang pemakai obat psikotropika menimbulkan halusinasi seperti perasaan melayang?

Jawaban:

1. Gerak Biasa
Rangsang » reseptor »saraf sensorik » otak » saraf motorik » efektor » gerakan.

2. Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.

3. 
A. Lobus oksipital
Lobus oksipital, ditemukan di belakang pada otak Anda, berperan dalam memproses informasi visual. Hal ini dapat berhubungan dengan oculus, kata Latin untuk mata.

B. Lobus temporal
Lobus temporal, satu di setiap belahan dekat dengan tempat telinga Anda. Fungsinya dalam pengolahan pendengaran. Namun, mungkin juga terlibat dalam emosi, belajar, dan pengucapan / belajar bahasa baru. Jika mendengar dalam tempo keras, mungkin kita akan menutup telinga, sehingga menghalangi suara dari mendapatkan ke lobus temporal.

C. Lobus frontal
Lobus frontal memungkinkan kita untuk memecahkan tugas yang kompleks, menjalani gerakan sukarela bagian tubuh, kemampuan untuk membentuk kalimat lengkap, dan berfungsi untuk ciri-ciri kepribadian kita.

D. Lobus parietalis
Lobus parietalis berfungsi dalam sensasi umum dan perasaan.
Sepanjang otak besar kita menemukan daerah ditinggikan disebut gyri (gyrus untuk tunggal). Mereka membantu untuk memisahkan lobus berdasarkan peran fungsional dan meningkatkan ukuran keseluruhan dari otak besar.

4.
1. dendrit(menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel)
2. badan sel(menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke neurit)
3. inti sel(pengatur kegiatan sel saraf)
4. neurit/akson(meneruskan rangsangan dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya)
5. selubung mielin(melindungi neurit dan mencegah.
6. sel schwann(mempercepat jalannya impuls, membantu menyediakan makanan untuk neurit, dan membantu regenerasi neurit)
7. nodus ranvier(pelindung akson dan membungkusnya)
8. oligodendrosit(membentuk selubung mielin yang sama pada sistem saraf pusat dan sebagai sel penyokong)
9. sinapsis(mengirimkan impuls dari akson ke dendrit di sel saraf lain)

5. Jembatan Varol merupakan serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, serta menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Jembatan Varol berfungsi menghantarkan rangsang dari kedua bagian serebelum.

6. 
A. Bagian depan (lobus anterior)
Menghasilkan hormon berikut ini:
– Hormone somatotropin/Growth Hormon
(STH/GH) yang berfungsi mempengaruhi pertumbuhan. Kekurangan pada anak-anak menyebabkan kretinisme. Kelebihan pada saat anak-anak menyebabkan gigantisme, bila terjadi pada masa dewasa menyebabkan akromegali.

– Tiroid Stimulating Hormone (TSH)
Merangsang tiroid untuk mengekskresikan tiroksin.

B. Bagian belakang (lobus posterior)
menghasilkan hormon berikut ini.
Oksitosin berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan.Hormon ADH (Antidiuretik Hormon). Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah.Pitresin atau Vasopresin mempertinggi tekanan darah.

7. 
A. Hormon Aldosteron
Hormon ini dihasilkan oleh bagian korteks. Fungsi utama dari hormone ini adalah untuk mengatur banyaknya kalium dan natrium yang dilewatkan ke urin. hormon ini juga dapat menyempitkan pembuluh darah oleh peningkatan natrium dan retensi air sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.

B. Hormon hidrokortison dan Kortikosteron
Hormon hidrokortison berfungsi sebagai pengatur metabolism karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan hormone kortikosteron berfungsi sebagai agen kekebalan tubuh.

C. Hormon Adrogenik Steroid
Hormon ini adalah bagian dari hormone seks pria yang berperan penting dalam perkembangan karakteristik laki-laki dan perkembangan organ seks laki-laki selama fase embrio.

D. Hormon Epinefrin dan Norepinefrin
berfungsi untuk merespon kondisi stress fisik atau mental.

8. Getaran ditangkap oleh daun telinga—>disalurkan melalui lubang telinga—> menggetarkan gendang telinga—> menggetarkan tulang2 pendengaran ( maleus–> incus–> stapes) –> menggetarkan oval window—> menggetarkan perylimph yang terdapat pada cochlea–> menggetarkan membran cochlea–> menggetarkan endolymph—> menggetarkan silia2 pndengaran –> menghasilkan aksi potensial ke syaraf vestiblo cochlear–> ke otak —> persepsi suara–> disampaikan ke telinga.

9. Koklea (Rumah Siput) adalah organ berbentuk tabung berisikan cairan yang melengkung mengelilingi tulang dan ujungnya berbentuk seperti kerucut sehingga menyerupai bentuk rumah siput. Koklea merupakan organ yang terletak pada telinga dalam.

10.
1. Korpuskula Paccini, perasa tekanan kuat.
2. Korpuskula Merkel, perasa sentuhan dan tekanan ringan
3. Korpuskula Krause, perasa dingin
4. Korpuskula Meissner, peraba.
5. Korpuskula Ruffini, perasa panas.

11. Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat tranmisi impusls saraf.

12. Sel saraf sensorik adalah sel saraf yang mempunyai fungsi menerima rangsangan yang datang kepada tubuh atau panca indera. Dirubah menjadi impuls (rangsangan) saraf, dan meneruskannya ke otak. Badan sel saraf ini bergerombolan membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang.

13. Kelenjar ini mensekresikan glucagon, insulin dan somatostatin yang membantu dalam menjaga tingkat stabil gula (atau glukosa) dalam darah.

14. Retina berfungsi sebagai untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh saraf mata ke otak.

15. Halusinogen adalah zat yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan timbulnya halusinansi. Jadi kesimpulannya sistem saraf nya sudah terpengaruhi oleh obat psikotropika.