Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

50 Soal Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lengkap Jawaban

Latihan Soal Pilihan Ganda Bab Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 
  1. Salah satu komponen pemberian layanan bagi anak berbakat adalah komponen sebagai persiapan penentuan jenis layanan. Aspek yang termasuk dalam komponen tersebut adalah.....
    a. Ciri khas layanan yang sesuai dengan kebutuhan anak berbakat 
    b. Strategi pembelajaran dan model layanan 
    c. Layanan perkembangan kreativitas 
    d. Pengidentifikasian anak berbakat 
  2. Pengejawantahan dari kekhususan layanan pendidikan anak berbakat, hasil umpan balik untuk keperluan tertentu, pemantauan tingkat kemantapan penguasaan suatu materi sesuai dengan sifat, keterampilan, dan kemampuan maupun kecepatan belajar seseorang, merupakan acuan dari…… 
    a. Belajar kelompok 
    b. Belajar klasikal 
    c. Belajar tuntas 
    d. Sistem tutorial
  3. Penyandang tunanetra dapat diklasifikasi atas beberapa kelompok, diantaranya adalah yang mengalami butatotal, dan ada yang digolongkan sebagai low vision. Yang dimaksud low vision adalah..... 
    a. Penyandang yang tidak dapat melihat secara total 
    b. Masih memiliki sisa penglihatan yang fungsional 
    c. Penglihatannya dapat dicatat sebagai PL, LP, atau LPO 
    d. Ketajamanan penglihatannya 6/6 hingga 6/18 
  4. Setiap anggota tim akan membahas kasus dari bidang keahliannya masing-masing, dan berdasarkan pembahasan tersebut, tim akan mengambil keputusan yang akan ditindaklanjuti oleh seluruh anggota tim. Pernyataan tersebut merupakan esensi dari pendekatan …… 
    a. Kolaborasi 
    b. Segregasi
    c. Integrasi 
    d. Layanan terpadu 
  5. Adalah anak yang mempunyai kemampuan yang unggul dari anak rata-rata/normal baik dalam kemampuan intelektual maupun nonintelektual sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan secara khusus Pernyataan tersebut merupakan kesimpulan dari anak … 
    a. Tunarungu 
    b. Tunawicara 
    c. Tunagrahita 
    d. Anak berbakat 
  6. Kebosanan terhadap pengajaran reguler, kesulitan hubungan sosial dalam kelompok seusia sulit berkonformitas dalam kelompok, frustrasi karena harus menunggu kelompok, merupakan akibat dari adanya … 
    a. Kecepatan perkembangan kognitif yang tidak sesuai dengan perkembangan dan kekuatan fisik 
    b. Perkembangan kognitif anak berbakat yang lebih cepat dari teman sebaya 
    c. Kemampuan kognitif yang tinggi diikuti oleh kekuatan imajinasi anak berbakat yang hebat
    d. Kemampuan anak berbakat untuk menyerap dan menghimpun informasi yang tidak diimbangi dengan perkembangan emosi dan kesadaran 
  7. Siswa yang tergolong tunarungu ini mengalami kehilangan pendengaran antara 56-70 dB. Ia hanya dapat mendengar suara dari jarak dekat, sehingga ia perlu menggunakan hearing aid. Penyandang tunarungu yang dimaksud tergolong dalam … 
    a. Tunarungu ringan 
    b. Tunarungu sedang 
    c. Tunarungu agak berat 
    d. Tunarungu berat
  8. Salah satu penyebab terjadinya tunarungu pada diri seseorang karena adanya kerusakan/gangguan yang terjadi pada telinga tengah, yang dapat disebabkan antara lain oleh...... 
    a. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang sering berbahaya dan sulit didiagnosa secara klinis 
    b. Terjadinya peradangan pada lubang telinga luar (otitis externa) 
    c. Meningitis, yaitu radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang labyrinth 
    d. Tympanisclerosis, yaitu adanya lapisan kalsium/zat kapur pada gendang dengar (membran timpani) dan tulang pendengaran 
  9. Penyampaian informasi melalui bicara dan bahasa, tekanan, kecepatan, intonasi, kualitas suara, pendengaran dan pemahaman, ekspresi muka, dan gerak-isyarat tangan, merupakan definisi dari ... 
    a. Hubungan sosial 
    b. Komunikasi 
    c. Melakukan hubungan telepon 
    d. Bercakap-cakap 
  10. WHO mempunyai strategi yang terdiri dari beberapa langkah untuk memerangi kebutaan dan kurang awas.Langkah langkah tersebut, salah satunya adalah....... 
    a. Memperkuat program kesehatan dasar mata dan menghapuskan faktor-faktor penyebabnya yang dapat dicegah 
    b. Mendirikan banyak rumah sakit khusus mata 
    c. Pelatihan personel untuk perawatan mata 
    d. Membuka seluas-luasnya fakultas kedokteran bagian mata 
  11. Seorang tunanetra dapat dilatih atau melatih dirinya untuk mengoptimalkan fungsi indera-inderanya yang masih berfungsi. Tujuan dari pelatihan terhadap tunanetra tersebut, adalah .....
    a. Mengoptimalkan seluruh indera yang ada pada tunanetra 
    b. Meminimalkan dampak negatif ketunanetraan mereka 
    c. Memfungsikan seluruh indera termasuk indera penglihatan 
    d. Membantu tunanetra agar dapat hidup mandiri 
  12. Pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa tunarungu untuk belajar bersamasama dengan siswa mendengar di sekolah biasa/regular, disebut pendidikan dengan sistem.......
    a. Segregasi
    b. Kelas jauh/kelas kunjung
    c. Integrasi
    d. Pendidikan inklusif 
  13. Klasifikasi penyandang tunagrahita yang menitikberatkan pada kebutuhannya, seperti:
    (1) Bantuan itu dibutuhkan secara berkala atau tidak selalu membutuhkan bantuan,
    (2) Sering membutuhkan bantuan,
    (3) Yang membutuhkan bantuan dalam jangka lama dan bantuanya serius; dan
    (4) Kebutuhan bantuan sepanjang waktu. Klasifikasi tersebut dikelompokkan …..
    a. Oleh AAMR 1992
    b. Sesuai dengan PP 72 Tahun 1991
    c. Berdasarkan kelainan jasmani yang disebut tipe klinis
    d. Oleh American Asociation on Mental Deficiency  
  14. Tunagrahita pada diri seseorang bisa disebabkan oleh adanya penyakit Rubbela (campak Jerman) pada janin. Selain itu adanya infeksi penyakit Syphilis. Faktor penyebab seperti ini diakibatkan oleh ....
    a. Genetik dan kromosom
    b. Pada pra Kelahiran
    c. Pada saat Kelahiran
    d. Selama masa perkembangan anak-anak 
  15. Seseorang mengalami kesulitan dalam pembentukan bunyi-bunyi, suku kata, maupun kata-kata, sehingga ucapannya sulit dipahami. Penderita seperti ini tergolong dalam gangguan
    a. Artikulasi
    b. Suara
    c. Kelancaran
    d. Kehilangan pendengaran
  16. Salah satu dampak tunarungu bagi anak adalah munculnya sifat membeo, yaitu anak meniru suara-suara yang dibuat orang lain, dan suara-suara yang ditiru tersebut masih belum mempunyai arti. Fase yang dimaksud adalah …
    a. Fase reflexive vocalization
    b. Fase babling/vocal play
    c. Fase lalling
    d. Fase echolalic 
  17. Berikut ini merupakan hal yang penting untuk diketahui berkaitan dengan saat terjadinya ketunarunguan pada seseorang, yaitu .........
    a. Mengoptimalkan fungsi sisa pendengarannya
    b. Mempertimbangkan alat bantu dengar yang sesuai dengan anak
    c. Pemerolehan bahasa anak
    d. Memberikan bimbingan dalam menggunakan bahasa tubuh 
  18. Berikut merupakan strategi yang paling efektif diterapkan pada kelompok murid yang memiliki kemampuan heterogen, adalah …..
    a. Pengajaran yang diindividualisasikan
    b. Modifikasi tingkah laku
    c. Kooperatif
    d. Belajar kelompok 
  19. Anak tunadaksa yang dapat mengikuti pelajaran sama dengan anak normal, adalah …..
    a. Yang mengalami kelainan pada sistem otot dan rangka
    b. Yang mengalami kelainan persepsi
    c. Anak cerebral palsy yang kelainannya berat
    d. Anak yang mengalami gangguan pada simbolisasi 
  20. Umumnya masyarakat mengganggap anak berkelainan jenis ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu dan dianggap sebagai beban masyarakat serta lingkungannya. Maksud dari pernyataan di atas adalah anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam ….
    a. Keleluasaan gerak dan memposisikan diri
    b. Komunikasi
    c. Keterampilan memelihara diri
    d. Psikososial
  21. Salah, satu isi dari KTSP dalam bentuk pendidikan segregasi (terpisah) untuk kurikulum anak tunarungu, adalah pengembangan kemampuan dasar, pengembangan bahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan dan pendidikan jasmani, merupakan materi dari kurikulum tingkat ……
    a. TKLB (Taman Kanak-kanak Luar Biasa)
    b. SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa)
    c. SLTPLB (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Luar Biasa)
    d. SMLB (Sekolah Menengah Luar Biasa)
  22. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan terjadinya tunagrahita pada seorang anak, salah satunya adalah ….
    a. Selama kehamilan, si ibu harus rajin beribadah kepada Tuhan YME
    b. Tidak ada rasa dendam kepada orang lain
    c. Setelah anak lahir, si ibu dilarang melakukan hubungan sex bebas
    d. Sanitasi lingkungan 
  23. Dari segi akademik, anak penyandang tunagrahita lebih menyukai terhadap mata pelajaran …
    a. Matematika
    b. Kesenian dan olah raga
    c. Agama
    d. IPA
  24. Tujuan pendidikan anak tunagrahita dikemukakan oleh Suhaeri HN (1980) terbagi atas tiga bagian, yaitu tujuan pendidikan anak tunagrahita ringan tujuan pendidikan anak tunagrahita sedang , dan tujuan pendidikan anak tunagrahita berat. Salah satu tujuan pendidikan anak tunagrahita seperti berikut ini adalah agar anak tunagrahita dapat ….
    a. Bergaul di masyarakat
    b. Mengurus diri secara sederhana
    c. Mengerjakan sesuatu secara rutin dan sederhana
    d. Melakukan kesibukan yang bermanfaat 
  25. Kesulitan belajar pada gangguan jenis ini dialami anak terutama dalam pemahaman atau dalam penggunaan bahasa, lisan atau tulisan, dimana (gangguannya) dimanifestasikan dalam ketidak sempurnaan dalam mendengarkan, memikirkan, mengucapkan,membacakan, menuliskan, mengeja atau perhitungan matematis. Kesulitan belajar yang dimaksud adalah …
    a. Perceptual disabilities dan brain injury
    b. Specific learning disabilitiy
    c. Learning problem
    d. Brain damage 
  26. Ayah dari Agus adalah seorang guru besar pada salah satu universitas ternama di Bandung, sementara ibunya seorang dokter ahli penyakit dalam pada rumah sakit swasta ternama di kota yang sama. Sejak kecil Agus tinggal bersama neneknya. Di sekolahnya Agus bukanlah anak yang cerdas, bahkan di kelas 3, dia pernah tidak naik kelas. Jika dibandingkan dengan kedua orangtuanya, Agus sangat jauh berbeda terutama dalam hal kecerdasannya. Kesulitan belajar yang dialami oleh Agus diakibatkan oleh faktor …
    a. Keturunan/genetik
    b. Teratogenik
    c. Pola asuh
    d. Medis 
  27. Dampak dari anak berkesulitan belajar jenis ini adalah anak menjadi kurang percaya diri , merasa cemas, dan takut melakukan kesalahan yang akan menjadi bahan cemoohan temantemannya, sehingga ia menjadi ragu-ragu dalam berinteraksi dengan lingkungannya atau mengasingkan diri. Berkesulitan belajar yang dimaksud adalah …
    a. Mengalami gangguan dalam masalah mengingat dan berpikir
    b. Gangguan dalam perhatian dan hiperaktif
    c. Masalah persepsi dan koordinasi
    d. Pemisahan pandangan laki-laki dengan perempuan 
  28. Sekilas dilihat dari wajahnya, Neneng nampak begitu cantik, ia duduk di kelas 4 SD namun hampir semua nilai mata pelajaran yang diperolehnya di bawah rata-rata, padahal orangtuanya sudah memberinya les dengan memanggil guru khusus untuknya, namun tidak ada perubahan sehingga di sekolah ia seringkali menjadi olok-olok temannya. Di samping itu Neneng lambat sekali dalam menerima pelajaran yang diberikan gurunya maupun guru lesnya. Setelah dilakukan tes IQ, ternyata IQ Neneng di bawah rata-rata, maka Neneng dikelompokkan ke dalam ……
    a. Tunagrahita ringan
    b. Tunanetra ringan
    c. Tunarungu ringan
    d. Tunadaksa 
  29. Dalam pembelajaran tematik, Ibud seringkali tidak dapat menemukan hubungan antara satu materi pada satu pelajaran dengan materi dari pelajaran lain, sehingga apabila dia diminta gurunya menyebutkan materi pelajaran yang sedang dipelajari, Ibud tidak dapat menjelaskannya. Bantuan atau layanan khusus yang pantas diberikan kepada Ibud adalah …
    a. Menjelaskan keterkaitan antara mata pelajaran satu dengan lainnya
    b. Memberikan contoh-contoh dari semua materi pelajaran
    c. Memperkenalkan tematik dan kaitannya dengan beberapa bidang studi yang sesuai
    d. Secara berkala selalu memberikan tugas untuk mencari kaitan/tema dari seluruh bidang studi yang dipelajari 
  30. Hasil asesmen yang dilakukan tim tidak akan berarti jika tidak ditindaklanjuti dengan …
    a. Penanganan kasus ABK
    b. Secara berkala memberikan tugas
    c. Pengembangan program
    d. Memberikan layanan yang sesuai 
  31. Sebelum pelaksanaan program berbagai hal perlu dipersiapkan, antara lain ….
    a. Sarana dan prasarana sekolah
    b. Soal-soal tes untuk evaluasi
    c. Jadwal pelaksanaan yang sesuai dengan rencana yang ada pada PPI
    d. Buku-buku pelajaran (buku paket) 
  32. Tes ini terdiri dari 50 item dan setiap kartu berisi 10 item meliputi konsonan dan vokal. Tes yang dimaksud adalah …
    a. Pengenalan huruf
    b. Menganalisa kata
    c. Pengenalan kata
    d. Pemahaman kata 
  33. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam mengidentifikasi ABK, seperti teknik observasi, wawancara, dan tes sederhana. Bagi guru ada cara lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ABK asal guru tersebut memiliki kemampuan …
    a. Menguasai materi pelajaran dengan baik
    b. Telah lulus sertifikasi mengajar
    c. Mempunyai wawasan yang memadai tentang ABK, kepekaan dan perhatian akan perilaku anak
    d. Menguasai berbagai teknik dan metode mengajar 
  34. Anak tunalaras adalah anak yang secara kondisi dan terus menerus menunjukkan penyimpangan tingkah laku tingkat berat yang mempengaruhi proses belajar. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh …
    a. Kauffman (1977)
    b. Nelson (1981)
    c. Sechmid dan Mercer (1981)
    d. Public Law 94-242 
  35. Akibat dari penggunaan metode dan teknik mengajar yang kurang mengaktifkan anak tunalaras…
    a. Menjadikan anak merasa bosan dan tidak betah berada di sekolah
    b. Membuat anak merasa tidak puas terhadap sekolah
    c. Membuat anak bosan dan merasa lelah
    d. Murid sering membolos berkeliaran di luar sekolah pada jam-jam belajar, kadang-kadang digunakan untuk merokok, tawuran, dan lain-lain.
  36. Model ini menghendaki dalam memperbaiki problem perilaku agar mengupayakan interaksi yang baik antara anak dengan lingkungannya. Model yang dimaksud adalah …
    a. Biogenetic
    b. Behavioral (tingkah laku)
    c. Psikodinamika
    d. Ekologis
  37. Untuk dapat merumuskan program pendidikan yang tepat, yang dapat memenuhi kebutuhan pendidikan khusus anak-anak tunanetra, perlu dilakukan asesmen yang tepat. Manfaat asesmen yang tepat bagi anak-anak tunanetra adalah...... 
    a. Lebih paham mengenai layanan pendidikan khusus bagi siswa tunanetra 
    b. Melakukan penyesuaian metode pengajaran secara tepat 
    c. Memastikan agar anak tunanetra dapat mencapai tahap-tahap perkembangan secara benar 
    d. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan 
  38. Dampak kelainan anak yang menderita kebutuhan khusus jenis ini jauh lebih parah dibandingkan dengan jenis penderita kebutuhan khusus lainnya. Kebutuhan khusus yang dimaksud adalah … 
    a. Tunanetra 
    b. Tunarungu 
    c. Tunawicara 
    d. Tunagrahita 
  39. The Education of All Handicapped Children Act (-Gerakan Pendidikan bagi Semua Anak Penyandang Cacat) merupakan undang-undang yang memberikan jaminan kepada ABK dalam hal …… 
    a. Bebas mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma 
    b. Bebas mendapatkan pendidikan sampai tingkat setinggi-tingginya 
    c. Menjamin hak setiap ABK untuk mendapat pendidikan yang sesuai, bebas biaya, dan dilaksanakan dalam lingkungan yang paling tidak terbatas 
    d. Semua ABK berhak mendapatkan pendidikan dasar, dan layanan bimbingan 
  40. Segresi berbeda dengan integrasi, hal tersebut dikarenakan segresi merupakan bentuk layanan pendidikan bagi ABK yang bersifat …… 
    a. Terpadu 
    b. Terpisah 
    c. Terpisah penuh 
    d. Terpadu penuh 
  41. Semua jenis layanan pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kekurangan dari layanan pendidikan terintegrasi terhadap ABK, adalah ….. 
    a. Mendapat perlakuan/perhatian yang lebih intensif karena para guru memang disiapkan khusus untuk melayani mereka. 
    b. Dapat menghayati dunia yang sama dengan anak normal, demikian pula anak-normal akan mendapat kesempatan untuk menghayati keanekaragaman dalam hidup 
    c. Keinginan untuk bersaing mungkin lebih tinggi karena para ABK merasa mempunyai kemampuan setara sehingga kesempatan untuk unggul akan semakin terbuka 
    d. Setiap anak diakui sebagai bagian dari anak-anak lain yang ada dalam satu sekolah Jawab: 
  42. Tujuan mengapa guru harus memahami dan mengetahui kebutuhan anak yang berkelainan (kebutuhan khusus) adalah …..
    a. Lebih menyayangi dan mengasihani anak-anak yang berkelainan 
    b. Mampu memahami dan bahkan memberi layanan yang sesuai 
    c. Mudah memberikan semua keperluan mereka 
    d. Mudah memberikan hukuman kepada mereka
  43. Selain memiliki hak, penyandang kelainan juga mempunyai kewajiban yang sama dengan orang lain pada umumnya. Salah satu kewajiban mereka menurut Undang- undang No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Bab IV adalah … 
    a. Mendapatkan pelayanan kesehatan 
    b. Mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan agama yang mereka anut 
    c. Mengikuti pendidikan dasar 
    d. Memperoleh penghidupan yang layak 
  44. Dari berbagai macam layanan yang diberikan pada anak yang berkelainan, layanan berikut ini merupakan layanan yang paling dibutuhkan, yaitu …… 
    a. Kesehatan 
    b. Pendidikan 
    c. Pemberian kebutuhan hidup 
    d. Bidang keagamaan 
  45. Layanan pendidikan yang berkaitan dengan kebutuhan emosional sosial, seperti kebutuhan yang berkaitan dengan konsep diri, penyesuaian diri dengan lingkungan/masyarakat sekitar, menghadapi peristiwa penting dalam hidup, dan kebutuhan bersosialisasi, membutuhkan ahli dalam bidang … 
    a. Ahli terapi fisik
    b. Ahli pendidikan dari berbagai bidang 
    c. Ahli geologi 
    d. Para psikolog dan pekerja sosial 
  46. Anak penyandang kelainan sama haknya dengan anak-anak normal lainnya dalam hal pendidikan. Hal ini telah diatur dalam Bab IV Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 6 ayat 5, yang berbunyi …… 
    a. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu 
    b. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus 
    c. Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus 
    d. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat
  47. Menurut PP 72 tahun 1991 penyandang tunagrahita terbagi menjadi tiga yaitu ringan IQnya 50 - 70, sedang IQ-nya 30 - 50, dan berat dan sangat berat IQ-nya kurang dari 30. Istilah yang digunakan untuk anak berkebutuhan khusus menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas adalah anak ......... 
    a. Kelaparan 
    b. Yang mengalami gangguan pencernaan 
    c. Luar biasa 
    d. Menderita karena penyakit kanker
  48. Sejak berlakunya UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, maka digunakan istilah pendidikan khusus, pendidikan khusus dimaksudkan untuk peserta didik yang ……… 
    a. Nakal 
    b. Sering membolos sekolah 
    c. Tidak disiplin 
    d. Memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa
  49. Salah satu penyebab munculnya kebutuhan khusus bagi anak-anak tertentu adalah …… 
    a. Memiliki kondisi fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau kecerdasan atau bakat istimewa
    b. Adanya perbedaan antara siswa yang satu dengan lainnya 
    c. Adanya kebutuhan umum < yang dimiliki oleh anak-anak 
    d. Kurangnya kasih sayang dari orang tua dan lingkungan anak
  50. Anak-anak pada umumnya sama-sama memiliki kebutuhan khusus dalam pendidikan, begitu pula bagi anak berbakat, mereka juga memiliki kebutuhan pendidikan, diantaranya adalah ……. 
    a. Kebutuhan sandang dan pangan 
    b. Kebutuhan perlengkapan sekolah 
    c. Peluang untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak lainnya 
    d. Peluang untuk melakukan kegiatan keagamaan 
Kunci Jawaban:
  1. d. Pengidentifikasian anak berbakat 
  2. c. Belajar tuntas 
  3. b. Masih memiliki sisa penglihatan yang fungsional 
  4. a. Kolaborasi 
  5. d. Anak berbakat 
  6. b. Perkembangan kognitif anak berbakat yang lebih cepat dari teman sebaya 
  7. c. Tunarungu agak berat 
  8. d. Tympanisclerosis, yaitu adanya lapisan kalsium/zat kapur pada gendang dengar (membran timpani) dan tulang pendengaran 
  9. b. Komunikasi
  10. a. Memperkuat program kesehatan dasar mata dan menghapuskan faktor-faktor penyebabnya yang dapat dicegah 
  11. b. Meminimalkan dampak negatif ketunanetraan mereka 
  12. d. Pendidikan inklusif 
  13. a. Oleh AAMR 1992 
  14. b. Pada pra Kelahiran
  15. a. Artikulasi 
  16. d. Fase echolalic
  17. c. Pemerolehan bahasa anak
  18. c. Kooperatif
  19. a. Yang mengalami kelainan pada sistem otot dan rangka 
  20. d. Psikososial
  21. a. TKLB (Taman Kanak-kanak Luar Biasa) 
  22. d. Sanitasi lingkungan 
  23. b. Kesenian dan olah raga
  24. c. Mengerjakan sesuatu secara rutin dan sederhana 
  25. b. Specific learning disabilitiy 
  26. c. Pola asuh 
  27. d. Pemisahan pandangan laki-laki dengan perempuan 
  28. a. Tunagrahita ringan 
  29. c. Memperkenalkan tematik dan kaitannya dengan beberapa bidang studi yang sesuai 
  30. c. Pengembangan program 
  31. c. Jadwal pelaksanaan yang sesuai dengan rencana yang ada pada PPI 
  32. b. Menganalisa kata 
  33. c. Mempunyai wawasan yang memadai tentang ABK, kepekaan dan perhatian akan perilaku anak 
  34. c. Sechmid dan Mercer (1981) 
  35. c. Membuat anak bosan dan merasa lelah 
  36. d. Ekologis
  37. b. Melakukan penyesuaian metode pengajaran secara tepat
  38. d. Tunagrahita 
  39. c. Menjamin hak setiap ABK untuk mendapat pendidikan yang sesuai, bebas biaya, dan dilaksanakan dalam lingkungan yang paling tidak terbatas 
  40. c. Terpisah penuh 
  41. b. Dapat menghayati dunia yang sama dengan anak normal, demikian pula anak-normal akan mendapat kesempatan untuk menghayati keanekaragaman dalam hidup 
  42. b. Mampu memahami dan bahkan memberi layanan yang sesuai 
  43. c. Mengikuti pendidikan dasar 
  44. b. Pendidikan 
  45. d. Para psikolog dan pekerja sosial 
  46. d. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat
  47. c. Luar biasa 
  48. d. Memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa
  49. a. Memiliki kondisi fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau kecerdasan atau bakat istimewa
  50. c. Peluang untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak lainnya