Skip to main content

45 Soal Analisis Pangan Lengkap Jawaban

Latihan Soal Pilihan Ganda Bab Analisis Pangan
  1. Bila 0.4 g tepung tapioka dianalisis kandungan proteinnya dengan metode Kjeldahl, dan ternyata diperlukan 32 ml larutan HCL 0.02N untuk titrasi contoh dan 0.2 ml untuk blank maka % protein dalam contoh tersebut adalah (Faktor konversi untuk tapioka adalah 5.7
    A. 2.23%
    B. 12.7%
    C. 8.92%
    D. 25.42%
  2. Penetapan kadar protein bahan dengan metode Lowry memiliki ketentuan:
    A. Terbentuknya kompleks ikatan peptida dengan garan tembaga (Cu) dalam larutan alkali
    B. Terbentuknya komplek berwarna dari protein dengan pewarna amido black dan orange G
    C. Terbentuknya warna ungu dari kompleks ikatan peptida-Cu dan pereaksi Folin Ciocalteau
    D. Terbentuknya warna pink dari kompleks gugus amin protein susu dengan formaldehid
  3. Berikut adalah karakter dari daya ikat air oleh protein bahan pangan, kecuali....
    A. Ditentukan oleh sifat adhesif, kohesif dan elastisitas
    B. Digunakan sebagai indeks kualitas bahan pangan
    C. Berpengaruh terhadap tekstur dari bahan pangan
    D. Dinyatakan sebagai indeks pengikatan air protein
  4. Stabilitas emulsi yang terbentuk oleh adanya isolat protein, dinyatakan sebagai....
    A. Jumlah lemak yang masih dapat diikat yang tidak pecahnya emulsi
    B. Waktu yang diperlukan isolat protein untuk menstabilkan emulsi lemak-air
    C. Jumlah protein yang terdapat pada supernatan yang dicari kadarnya
    D. Besarnya volume emulsi yang terbentuk dalam buffer sitrat-fosfat
  5. Berikut adalah analisis kualitatif terhadap karbohidrat dalam bahan pangan, kecuali....
    A. Uji Fenol untuk menetapkan kadar laktosa dalam susu atau keju
    B. Uji Selwanoff untuk membedakan antara gula ketosa dan gula aldosa
    C. Uji Anthrone untuk menganalisis total karbohidrat dalam campuran gula
    D. Uji Molisch untuk menguji karbohidrat yang dapat menghasilkan pentosa
  6. Penentuan kadar karbohidrat yang tidak dapat dicerna dilakukan dengan cara:
    A. Menganalisis serat kasar bahan dengan menentukan kadar ADF (total selulosa dan lignin)
    B. Menganalisis serat makanan dengan menentukan NDF (total selulosa, hemiselulosa dan lignin)
    C. Menganalisis serat kasar dengan menentukan kadar NDF (total selulosa, hemiselulosa dan lignin)
    D. Menganalisis serat makanan dengan menentukan NDF dengan perlakuan asam dan basa kuat
  7. Berikut merupakan karakter dari lipida bahan pangan, kecuali:
    A. Banyak asam lemak esensial dalam marine oil (alga, ganggang dan ikan)
    B. PUFA pada marine oil terdiri dari: EP A, DHA, DP A dan asam arakidonat
    C. Dibedakan 4 grup minyak nabati yaitu: laurat, palmitat, oleat dan linoleat
    D. Dibedakan sebagai lipida sederhana, lipida majemuk dan turunan lipida
  8. Berikut adalah cara penentuan kadar lemak dengan metode Babcock, kecuali:
    A. Dapat digunakan untuk seluruh bahan berbentuk emulsi
    B. Penetuan kadar dinyatakan dalam satuan volume
    C. Menggunakan asam kuat sebagai pemecah emulsi
    D. Menggunakan skala bagian atas botol Babcock
  9. Untuk mengetahui tingkat kerusakan dan mutu minyak/lemak dapat dilihat pada sifat
    fisiknya yang ditentukan dengan cara:
    A. Titik leleh yang biasa dilakukan dengan metode tabung kapiler terhadap minyak nabati
    B. Uji Crismer untuk berat jenis minyak/lemak suhu tertentu sebagai D
    C. Penentuan densitas dengan metode piknometer pada suhu 25°C sebagai (W’–W”) ⁄ W
    D. Uji V alenta terhadap turbidity point lemak hewani untuk mengetahui tingkat kemurniannya
  10. Untuk 0.4 gr sampel bahan diperlukan 9,5 ml Na2S2O3 untuk titrasi sampel dan 34,7 ml Na2S2O3
    untuk titrasi blanko, bila hasil standarisasi normalitas Na2S2O3 yang digunaka adalah 0,1 N, maka dapat ditentukan bahwa:
    A. Nilai densitas sampel = 80 g/100ml sampel
    B. Bilangan iod sampel = 80 meq/100g sampel
    C. Nilai berat jenis sampel = 8 g/100ml sampel
    D. Derajat ketidakjenuhan sampel = 8 meq/g sampel
  11. Bilangan asam dari lemak suatu bahan pangan dapat ditentukan dengan cara berikut, kecuali:
    A. Dihubungkan dengan proses hidrogenasi lemak/minyak sampel bahan
    B. Berdasarkan reaksi penyabunan lemak bahan dengan KOH atau NaOH
    C. Juga dapat ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri
    D. Ditentukan berdasarkan absorbansi pada panjang gelombang 715 nm
  12. Ada beberapa cara penentuan bilangan peroksida yang dapat dilakukan, diantaranya dengan metode
    A. IUP AC, mereaksikan hidroperoksida dengan potassium iodine dan katalis asam
    B. Mikro dengan mengukur jumlah iod yang dilepaskan KI melalui oksidasiperoksid
    C. Ferry Tiosianat yang mengukur absorbansi bahan pada panjang gelombang 500 nm
    D. Kolorimetri dengan mengukur jumlah iod yang dibebaskan oleh senyawa peroksida
  13. Diantara yang mendasari pengukuran warna secara obyektif adalah sebagai berikut kecuali:
    A. Menggunakan tiga parameter warna: kromatik, akromatik dan intensitas
    B. Merupakan hasil persepsi dari rangsangan warna bahan pada mata
    C.Sifat bahan terhadap cahaya menjadi prinsip penggunaan instrumen
    D. Pada prinsipnya ditentukan berdasarkan radiasi gelombang elektromagnetik
  14. Pernyataan berikut merupakan bagian dari metode pengukuran warna, kecuali:
    A. Untuk menentukan pengaruh dari: ingredien, pengolahan dan konsistensi warna yang ditambahkan
    B. Pengukuran dengan spektrofotometer dilakukan pada panjang gelombang sinar tampak di atas 770 nm
    C. Pengukuran bahan dengan kolorimeter menghasilkan nilai positif, berarti warna bahan lebih putih dari standar
    D. Penentuan warna sintetis pada bahan pangan didasarkan pada kekhasannya terhadap beberapa pelarut
  15. Produk cair yang bersifat Newtonian memiliki karakter berikut, kecuali:
    A. Tidak memiliki sifat pseudoplastis
    B. Umumnya merupakan cairan yang encer
    C. Pengadukan dapat merubah kekentalannya
    D. Memiliki nilai parameter reologi n=1, k=µ, τ =0
  16. Diketahui suatu cairan mengalami pressure drop sebesar 700 Pa setelah diberi gaya ali ke dalam tabung viskometer berdiameter 0.8 cm dan panjang 30 cm dengan laju aliran 50 cm2. Tentukan viskositas dari cairan tersebut dengan persamaan μa= ΔPR2/8L V
    A. 0.046940 Pa.s
    B. 0.036240 Pa.s
    C. 0.004693 Pa.s
    D.0.003624 Pa.s
  17. Diketahui suatu cairan mengalami pressure drop sebesar 700 Pa setelah diberi gaya ali ke dalam tabung viskometer berdiameter 0.8 cm dan panjang 30 cm dengan laju aliran 50 cm2. Tentukan Shear rate dari cairan tersebut dengan persamaan γ = 4V/R
    A. 9.943 s– 1
    B. 99.43 s– 1
    C. 994.3 s– 1
    D. 0.994 s– 1
  18. Ruang lingkup yang dicakup dalam Good Laboratory Parctices (GLP) pada prinsipnya
    meliputi
    A. Organisasi personalia
    B. Pengoperasian fasilitas pengujian
    C. Mengontrol dan menjamin mutu data
    D. Organisasi pengujian
  19. Suatu kesalahan yang terjadi dalam analisis dapat dikategorikan sebagai:
    A. Kesalahan acak yang diakibatkan oleh keterbatasan ketelitian
    B. Hasil analisis yang menyimpang satu sama lain dari berbagai sampel berbeda
    C. Kesalahan acak yang tidak dapat dihindari tapi dapat dikurangi dengan mengulang analisis
    D. Perbandingan berat basah bahan karena sifatnya stabil
  20. Penyajian data komposisi suatu bahan pangan dapat ditampilkan berdasarkan...
    A. Perbandingan berat basah bahan karena sifatnya stabil
    B. Komponen yang paling dominan dalam bahan pangan
    C. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
    D. Hasil analisis yang menyimpang satu sama lain dari berbagai sampel berbeda
  21. Analisis kadar air dengan metode Karl Fisher pada dasarnya dilakukan dengan...
    A. Teknik titrasi air yang ada pada sampel bahan 
    B. Komponen yang paling dominan dalam bahan pangan
    C. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
    D. Hasil analisis yang menyimpang satu sama lain dari berbagai sampel berbeda
  22. Analisis kadar air dengan metode sonic dan ultrasonic dilakukan dengan:
    A. Teknik titrasi air yang ada pada sampel bahan 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Didasarkan pada sifat-sifat nuklir atom H dan O dari molekul air bahan
    D. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
  23. Keberadaan mineral dalam bahan pangan diantaranya dibedakan berdasarkan jumlah
    kebutuhan tubuh manusia, yaitu:
    A. Teknik titrasi air yang ada pada sampel bahan 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F
    D. Perbandingan berat basah bahan karena sifatnya stabil
  24. Analisis kadar abu bahan pangan dapat dilakukan dengan metode pengabuan basah yang dicirikan oleh:
    A. Teknik titrasi air yang ada pada sampel bahan 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Dapat digunakan untuk menentukan mineral mikro (trace element) atau mineral
    D. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
  25. Penentuan kadar besi suatu bahan pangan dapat dilakukan dengan metode kolorimetri,
    A. Mengkonfersi besi dari bentuk fero menjadi feri 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F
    D. Perbandingan berat basah bahan karena sifatnya stabil
  26. Komponen pangan karbohidrat dikelompokkan sebagai:
    A. Monosakarida yang dapat memiliki gugus funsional aldehid atau keton 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Didasarkan pada sifat-sifat nuklir atom H dan O dari molekul air bahan
    D. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
  27. Analisis total gula bahan pangan dapat dilakukan dengan cara yaitu:
    A. Mengkonfersi besi dari bentuk fero menjadi feri 
    B. Dengan metode Anthrone yang memiliki prinsip penentuan secara kolorimetri 
    C. Dapat digunakan untuk menentukan mineral mikro (trace element) atau mineral
    D. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
  28. Metode Lane-Eynon merupakan metode untuk menentukan kadar gula pereduksi suatu bahan berdasarkan:
    A. Mengkonfersi besi dari bentuk fero menjadi feri 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F
    D. Kemampuan gula bahan mereduksi Cu (II) menjadi Cu (I)
  29. Penentuan total pati dan kandungan amilosa bahan pangan dapat dilakukan dengan:
    A. Teknik titrasi air yang ada pada sampel bahan 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F
    D. Total pati ditetapkan berdasarkan kandungan glukosa dengan Lane-Eynon dan faktor konversi 0.9
  30. Pada penetapan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, dengan penentuan kadarsubstansi pektat dilakukan:
    A. Berdasarkan pada reaksi substansi pektat dengan O-hidroksi difenil 
    B. Dengan metode Anthrone yang memiliki prinsip penentuan secara kolorimetri 
    C. Dapat digunakan untuk menentukan mineral mikro (trace element) atau mineral
    D. Kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat
  31. Penentuan komposisi asam lemak suatu bahan pangan dapat dilakukan dengan metode Gas Kromatografi yang memiliki ketentuan:
    A. Monosakarida yang dapat memiliki gugus funsional aldehid atau keton 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Didasarkan pada sifat-sifat nuklir atom H dan O dari molekul air bahan
    D. Membandingkan RRT sampel dan standar eksternal
  32. Dikenal tiga sistem notasi warna yang sering digunakan yang dapat saling dikonfersikan yaitu:
    A. Berdasarkan pada reaksi substansi pektat dengan O-hidroksi difenil 
    B. Dengan metode Anthrone yang memiliki prinsip penentuan secara kolorimetri 
    C. Hunter , pengukuran warna secara obyektif, cepat, mudah dan mudah dikonversikan ke notasi lain
    D. Total pati ditetapkan berdasarkan kandungan glukosa dengan Lane-Eynon dan faktor konversi 0.9
  33. Berdasarkan sifat reologi bahan pangan maka:
    A. Mengkonfersi besi dari bentuk fero menjadi feri
    B. Bahan padat tidak mengalami deformasi bila ada gaya yang mengenainya 
    C. Didasarkan pada sifat-sifat nuklir atom H dan O dari molekul air bahan
    D. Membandingkan RRT sampel dan standar eksternal
  34. Pengukuran sifat reologi bahan pangan dapat dilakukan dengan cara berikut:
    A. Kekerasan bahan dengan memberikan gaya tekan pada bahan hingga bahan patah atau hancur 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F
    D. Kemampuan gula bahan mereduksi Cu (II) menjadi Cu (I)
  35. Dikenal ada tiga peralatan yang dapat digunakan untuk menentukan sifat viskoelastis bahan dan A. A. Monosakarida yang dapat memiliki gugus funsional aldehid atau keton 
    B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
    C. Didasarkan pada sifat-sifat nuklir atom H dan O dari molekul air bahan
    D. Dengan Ekstensograph dapat ditentukan kemampuanrentang adonan, luasan dibawah kurva dan nilai rasio
  36. Faktor-faktor dalam laboratorium yang mempengaruhi data analitik adalah...
    A. Bahan kimia, instrumen analisis, kondisi analisis, persiapan dan penarikan sampe
    B. Standar kalibrasi peralatan, komputasi data, analisis data temuan dan kalibrasi instrumen
    C. Penarikan dan persiapan sampel, Instrumen analisis, kondisi analisis dan komputasi data
    D. Bahan kimia, standar kalibrasi, instrumen analisis, kondisi analisis dan komputasi
  37. Pernyataan berikut berkaitan dengan perhitungan nilai rata-rata, kecuali:
    A. Untuk mengetahui data yang paling mendekati nilai sebenarnya
    B. Ditentukan dengan persamaan 
    C. Merupakan cara terbaik untuk mengambil data dari satu analisis
    D. Dianggap kurang mewakili keseluruhan data yang didapat
  38. Berdasarkan keterikatan air dalam bahan pangan, maka tipe air yang berpengaruh pada pengendalian mikroba adalah...
    A. Air terikat yang disebut juga sebagai kadar air
    B. Air multilayer yang terikat pada molekul bahan
    C. Air bebas yang dilambangkan juga sebagai aw
    D. Air monolayer yang terikat pada komponen bahan
  39. Proses berikut berlangsung pada analisis kadar air dengan metode pengeringan, kecuali
    A. Penguapan air terjadi pada 60-70°C dengan oven vakum
    B. Selalu dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara luar
    C. Penguapan air terjadi pada 100°C dengan oven udara
    D. Dipengaruhi kecepatan pergerakan udara ruang pengering
  40. Metode analisis air yang menggunakan cara menguapkan air bahan bersama pelarut yang imisibel adalah:
    A. Metode desikasi kimia
    B. Metode termogravimetri
    C. Metode destilasi langsung
    D. Metode destilasi azeotropi
  41. Metode analisis kadar air yang didasarkan pada pengukuran tahanan yang ditimbulkan dari bahan pangan yang mengandung air adalah....
    A. Metode spektroskopi inframerah
    B. Metode konduktivitas DC dan AC
    C. Metode konstanta dielektrik
    D. Metode penyerapan gelombang mikro
  42. Untuk menganalisis kadar abu dari bahan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi dapat dilakukan dengan....
    A. Penambahan beberapa tetes minyak zaitun pada bahan yang telah kering
    B. Pengabuan fraksi larut air dan tidak larut air dilakukan secara terpisah
    C. Penambahan cottonwoll untuk mencegah timbulnya muncratan sampel bahan
    D. Pembasahan sampel bahan dengan penambahan asam-asam sulfat dan klorat
  43. Analisis kandungan mineral bahan dengan menggunakan metode titrasi didasarkan pada:
    A. Kemampuan mengendap dari mineral bahan
    B. Kemampuan mengikat senyawa amonium fosfat
    C. Kemampuan melarut dalam asam klorida encer
    D. Kemampuan membentuk ikatan dengan EDT A
  44. Analisis kandungan mineral suatu bahan pangan juga dapat ditentukan dengan metode AAS, yaitu....
    A. Mengukur emisi gelombang oleh logan mineral diukur pada berbagai panjang gelombang
    B. Menyebarkan larutan sampel yang hanya diperoleh dari pengabuan kering
    C. Menyebarkan larutan sampel dari pengabuan ke dalam nyala api pada alat AAS
    D. Menyebarkan larutan sampel yang hanya diperoleh dari pengabuan basah
  45. Kriteria-kriteria berikut merupakan ciri dari protein, kecuali....
    A. Memiliki sifat fungsional sebagai bahan pengemulsi, pembentuk gel dan buih, penyerap lemak
    B. Dalam bahan pangan dibedakan protein globular larut air , protein serat dan protein konyugasi
    C. Gugus R-nya membedakan nonpolar, polar tak bermuatan, polar bermuatan positif atau negatif
    D. Memiliki satu gugus amin (-NH2) bersifat asam dan satu gugus karboksil (-COOH) bersifat basa
Kunci Jawaban:
  1. B. 12.7%
  2. C. Terbentuknya warna ungu dari kompleks ikatan peptida-Cu dan pereaksi Folin Ciocalteau
  3. A. Ditentukan oleh sifat adhesif, kohesif dan elastisitas
  4. B. Waktu yang diperlukan isolat protein untuk menstabilkan emulsi lemak-air
  5. D. Uji Molisch untuk menguji karbohidrat yang dapat menghasilkan pentosa
  6. B. Menganalisis serat makanan dengan menentukan NDF (total selulosa, hemiselulosa dan lignin)
  7. C. Dibedakan 4 grup minyak nabati yaitu: laurat, palmitat, oleat dan linoleat
  8. A. Dapat digunakan untuk seluruh bahan berbentuk emulsi
  9. D. Uji V alenta terhadap turbidity point lemak hewani untuk mengetahui tingkat kemurniannya
  10. B. Bilangan iod sampel = 80 meq/100g sampel
  11. A. Dihubungkan dengan proses hidrogenasi lemak/minyak sampel bahan
  12. C. Ferry Tiosianat yang mengukur absorbansi bahan pada panjang gelombang 500 nm
  13. B. Merupakan hasil persepsi dari rangsangan warna bahan pada mata
  14. B. Pengukuran dengan spektrofotometer dilakukan pada panjang gelombang sinar tampak di atas 770 nm
  15. C. Pengadukan dapat merubah kekentalannya
  16. C. 0.004693 Pa.s
    Pembahasan:
    V = 50/{π(0.4)2} = 0.9943 m/detik
    Maka Visikositas cairan = Visikositas apparent = µ = ΔPR2/(8LV) 
    =700(0.004)2/{8(0.3)0.9943}= 0.004693
  17. B. 99.43 s– 1
    Pembahasan:
    V  = 50/{π(0.4)2} = 0.9943 m/detik 
    Visikositas cairan = Visikositas apparent = γ = 4/R = 4(0.9943)/(0.004}= 99.43 s– 1
  18. C. Mengontrol dan menjamin mutu data
  19. B. Hasil analisis yang menyimpang satu sama lain dari berbagai sampel berbeda
  20. A. Perbandingan berat basah bahan karena sifatnya stabil
  21. A. Teknik titrasi air yang ada pada sampel bahan 
  22. B. Derajat penyerapan energi bergantung pada jumlah air dalam bahan
  23. C. Mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F
  24. C. Dapat digunakan untuk menentukan mineral mikro (trace element) atau mineral
  25. A. Mengkonfersi besi dari bentuk fero menjadi feri 
  26. A. Monosakarida yang dapat memiliki gugus funsional aldehid atau keton 
  27. B. Dengan metode Anthrone yang memiliki prinsip penentuan secara kolorimetri 
  28. D. Kemampuan gula bahan mereduksi Cu (II) menjadi Cu (I)
  29. D. Total pati ditetapkan berdasarkan kandungan glukosa dengan Lane-Eynon dan
    faktor konversi 0.9
  30. A. Berdasarkan pada reaksi substansi pektat dengan O-hidroksi difeni
  31. D. Membandingkan RRT sampel dan standar eksternal
  32. C. Hunter , pengukuran warna secara obyektif, cepat, mudah dan mudah dikonversikan ke notasi lain
  33. B. Bahan padat tidak mengalami deformasi bila ada gaya yang mengenainya 
  34. A. Kekerasan bahan dengan memberikan gaya tekan pada bahan hingga bahan patah atau hancur
  35. D. Dengan Ekstensograph dapat ditentukan kemampuanrentang adonan, luasan dibawah kurva dan nilai rasio 
  36. C. Penarikan dan persiapan sampel, Instrumen analisis, kondisi analisis dan komputasi data
  37. D. Dianggap kurang mewakili keseluruhan data yang didapat
  38. C. Air bebas yang dilambangkan juga sebagai aw
  39. B. Selalu dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara luar
  40. D. Metode destilasi azeotropi
  41. B. Metode konduktivitas DC dan AC
  42. A. Penambahan beberapa tetes minyak zaitun pada bahan yang telah kering
  43. D. Kemampuan membentuk ikatan dengan EDT A
  44. C. Menyebarkan larutan sampel dari pengabuan ke dalam nyala api pada alat AAS
  45. D. Memiliki satu gugus amin (-NH2) bersifat asam dan satu gugus karboksil (-COOH) bersifat basa

Popular posts from this blog

59 Soal Teks Eksplanasi

Soal Pilihan Ganda Mengenai Teks Eksplanasi 1. Karakteristik atau ciri dari teks eksplanasi ialah … a. Isinya memuat fakta b. Muatannya didasarkan pada pendapat / opini c. Adanya langkah prosedur d. Memuat unsur kekonyolan e. Terdapat unsur persuasif di dalamnya 2. Teks eksplanasi ditulis untuk menjawab pertanyaan …. a. apa dan siapa b. kapan dan dimana c. bagaimana dan mengapa d. berapa dan bagaimana e. siapa dan mengapa 3. Berikut ini ciri-ciri teks eksplanasi, kecuali …. a. struktur terdiri atas pernyataan umum, deretan penjelas, dan penutup b. memuat informasi sesungguhnya/fakta c. memuat informasi yang bersifat keilmuan d. menjelaskan suatu kondisi atau fenomena e. berisi langkah-langkah kerja 4. Kutipan berikut untuk nomor 4 dan 5 Korean Pop atau yang disebut K-Pop adalah jenis musik populer yang berasl dari Korea Selatan. Demam K-Pop pun kini sudah mendunia, termasuk di Indonesia. Demam K-Pop di Indonesia dilatarbelakangi fenomena Piala Dunia Korea – Jepang 2002 yang berakhir de

33 Soal Media Promosi

Soal Pilihan Ganda Mengenai Media Promosi 1. Contoh penggunaan katalog antara lain digunakan oleh a. Detik b. Alfamart c. Okezone d. Liputan 2. Semacam booklet (buku kecil) yang tak berjilid... a. Brosur b. Radio c. Website d. Pamflet 3. Media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran, larangan-larangan kepada khalayak massa dan berbentuk cetakan... a. Majalah b. Ebook c. Booklet d. Koran 4. Suatu media informasi dan promosi yang sering digunakan oleh para perusahaan dalam memasarkan sebuah produk, biasanya spanduk terdapat pada tepi jalan raya atau diwarung-warung... a. Majalah b. Ebook c. Booklet d. Spanduk 5. Berikut kelebihan dari media promosi banner, kecuali... a. Iklan banner dapat memberikan di atas rata-rata iklan lainnya. b. Pertumbuhan penggunaan blocker iklan mencegah pengguna melihat iklan c. Iklan banner adalah alat branding yang sangat baik. d. Iklan banner dapat membawa traffic bertarget yang tertarik dengan penawaran Anda.

33 Soal Pengolahan dan Kewirausahaan Makanan Asli Khas Daerah (Orisinil) Lengkap Jawaban

Latihan Soal Pilihan Ganda Bab Pengolahan dan Kewirausahaan Makanan Asli Khas Daerah (Orisinil) 1. Bahan pembuatan makanan asli khas daerah Nusantara yang orisinil dari bahan hewani contohnya sebagai berikut, kecuali …. A. ikan B. telur C. kacang D. daging sapi E. kepiting 2. Kandungan makanan asli khas daerah berupa karbohidrat, protein, dan lemak berfungsi sebagai sumber …. A. energi B. zat pembangun C. zat pegganti sel yang rusak D. zat pengatur E. zat perintis 3. Tahu yang berasal dari asli daerah jawa barat, dikenal dengan nama tahu …. A. pong B. sutra C. sumedang, misihu D. jepang E. bacem 4. Perhatikan gambar dibawah ini! Gambar semur jengkol tersebut adalah makanan asli khas daerah …. A. Maluku B. batak C. Bali D. Betawi E. Makassar 5. Masakan dengan memakai sayur mayor mentah merupakan khas dari daerah … A. jawa tengah B. jawa timur C. jawa barat D. bali E. ambon 6. Berikut beberapa teknik dalam mengolah makanan khas daerah nusatara, kecuali …. A. menggoreng B. mengukus C. ove