Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

19 Soal (Essay) Akuntansi Manajemen Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Uraian/Esai) Materi Akuntansi Manajemen

1. Jelaskan pengertian informasi akuntansi diverensil dan jelaskan pulah manfaatnya !

2. Jelaskan pengertian informasi akuntansi pertanggung jawaban dan jelaskan pula manfaatnya!

3. Sebagai salah satu tipe akuntansi, akuntansi manajemen mempunyai peran sebagai pencatat skor, penarik perhatian, penyedia informasi untuk pemecahan masalah:
a. Untuk dapat berperan sebagai penyedia informasi untuk pemecahan masalah, akuntansi manajemen harus melampaui tahap perkembangan sebagai pencatat skor dan penarik perhatian. Setujukah saudara dengan pernyataan tersebut? Jelaskan pernyataan saudara
b. Untuk dapat berperan sebagai pencatat skor, jelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh akuntassi manjemen.

4. Informasi akuntansi hasil usaha perusahaan hanya bermanfaat untuk penyajian posisi keuangan hasil usaha perusahaan bagi kepentingan pihak luar perusahaan. Setuju saudara dengan pernyataan tersebut? Jelaskan jawaban saudara.

5. Perlukah akuntansi manajemen menyediakan informasi keuangan dan non keuangan. Jelaskan ?

6. Jelaskanlah peran pelaporan keuangan pada pengembanan akuntansi manajmen! Mengapa hal ini berubah dalam beberapa tahun terakhir ?

7. Apa yang di maksud dengan akuntansi manajemen ?

8. Jenis organisasi apa sajakah yang membutuhkan system informasi akuntansi ?

9. Tuliskan dua tipe Akuntansi dan jelaskan dua sifat umum yang sama diantara kedua tipe Akuntansi tersebut!

10. Pemakai luar dan pemakai intern Perusahaan mempunyai kepentingan yang berbeda terhadap informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi jelaskan perbedaan tersebut !

11. Lingkup yang dicakup oleh informasi yyang dihasilkan oleh Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen adalah berbeda. Jelaskan perbedaan tersebut !

12. Jelaskan mengapa unsur taksiran dalam informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi Manajemen lebih besar dibanding dengan dalam informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi Keuangan!

13. Mengapa informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi keuangan diatur oleh prinsip akuntansi berterima umum?

14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan throughput time dan unsur waktu saja yang membentuk throughput time?

15. Dimasa lalu, manajemen perusahaan-perusahaan manufaktur di USA memfokuskan perhatian mereka ke value-added activities dan membuat berbagai model untuk membenarkan kehadiran non-value-added activities dalam proses pembuatan produk mereka. Jelaskan apa yang dimaksud dengan non-value-added activities dan berbagai model yang telah dikembangkan oleh manajemen USA untuk membenarkan kehadiran non-value-dded activities !

16. Seusai perang dunia ke-2, manajemen perusahaan manufaktur di Jepang memilih market-driven strategy untuk memenagkan persaingan di tingkat dunia, sementara itu manajemen perushaan-perushaan USA menikmati posisi menang perang dan memasuki pasar dunia dengan menggunakan teknologi driven strategy. jelaskan perbedaan dua macam strategi tersebut dan dampaknya terhadap daya saing perusahaan-perusahaan di kedua negara tersebut dipasar dunia!

17. Jelaskan just in time manufakturing philosophy dan jelaskan dampaknya terhadap:
(a) Sediaan,
(b) Tata letak pabrik,
(c) Jasa pendukung,
(d) Kepedulian terhadap mutu,
(e) Penggunaan komputer dalam teknolohgi manufaktur.

18. Jelaskan dampak perkembangan teknologi inforkmasi tehadap kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi!

19. Jelaskan respon akuntansi manajemen terhadap kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi!

Kunci Jawaban:

1. Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan atau biaya dalam alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok: merupaka informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambilan keputusan.
Manfaat informasi masa yang akan datang yaitu untuk pengambilan keputusan pemilihan alternatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang

2. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupaka informasi aktiva, pendapatan, dan atau biaya yang dihubungankan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Pelaksanaan anggaran tersebut memerlukan informasi akuntansi guna memantau sampai berapa jauh setiap manajer tersebut melaksanakan rencananya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan
Manfaat dapat dijadikan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam pelaksanaan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing dan juga penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan menejer pertanggungjawaban terhadap perencanaan dan pelaksanaan

3. 
a) Ya. Setuju, karena pencatat skor adalah untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksaan rencana yang telah disusun, sementara penarik perhatian merupakan penyajian informasi penyimpangan pelaksaan rencana yang memerlukan parhatian manajemen, agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi.
b) Persyaratan: teliti, relevan, dan andal (reliable). Ketelitian pencatatan skor setiap manajer merupakan syarat mutlak, karena informasi yang disajikan kepada manajemen akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka.

4. Tidak setuju, Mengapa..? karena kesuksesan sebuah perusahaan merupakan hasil kerja keras dari pihak dalam perusahaan oleh karena itu keungan perusahaan tidak hanya diketahui oleh pihak luar saja tetapi sebagai pihak dalam perusahaan justru harus lebih mengetahui keuangan perusahaantersebut.

5. Perlu, karena kedua informasi tersebut dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja para karyawan dan manajer yang bekerja dalam suatu perusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan oleh pemilik perusahaan.

6. Saat ini bisnis bergerak lebih cepat daripada sebelumnya. Perubahan-perubahan dalam teknologi, komunikasi, dan lingkungan hukum memengaruhi perusahaan dan akuntan manajemen dalam cara-cara yang baru. Akuntan manajemen harus mendukung manajemen dalam semua tahap pengambilan keputusan bisnis. Sebagai ahli dalam akuntansi, mereka harus cerdas, siap sedia, mengikuti perkembangan terbaru, serta memahami kebiasaan dan praktik dari semua negaratempat perusahaan mereka beroperasi. Mereka diharapkan memiliki pengetahuan tentang lingkungan hukum dari bisnis.

7. Tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.

8. Perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, perusahaan jasa dan perusahaan nirlaba.

9. Dalam Akuntansi kita mengenal ada dua tipe, yakni :
1) Akuntansi Keuangan
2) Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen memiliki dua arti
a. Sebagai Tipe Akuntansi:
Akuntansi Manajemen merupakan suatu system Pengolah Informasi Keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi
b. Sebagai Tipe Informasi .
Akuntansi Manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan.
Persamaan Akuntansi Keuangan dan Manajemen :
a) Prinsip akuntansi yang lazim diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen.
b) Menggunakan Sistem informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya.

10. Pemakai intern merupakan pihak yang berwenang dalam hal pengelolaan Aktivitas Perusahaan, sedangkan pemakai luar merupakan mereka yang tidak ikut dalam pengelolaan perusahaan. Informasi Akuntansi diperlukan oleh pemakai luar untuk membuat keputusan ekonomi Organisasi, sedangkan bagi Pemakai Intern Informasi Akuntansi digunakan untuk membuat keputusan yang harus dilakukan oleh organisasi.

11. Informasi Akuntansi Keuangan
a. Dibutuhkan oleh manajemen puncak maupun pihak luar perusahaan untuk pengambilan keputusan.
b. Informasi ini biasanya disajikan kepada pihak luar perusahaan di dalam laporan keuangan berbentuk neraca, laporan rugi/laba, laporan laba ditahan dan sebainya.
Informasi Akuntansi Manajemen
a. Diperlukan oleh Manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen yakni : perencanaan dan pengendalian aktivitas
b. Dihasilkan oleh Sistem pengolah informasi yang disebut akuntansi manajemen
c. Bentuk laporan yang dihasilkan : anggaran, laporan penjualan, laporan biaya produksi, laporan biaya menurut pusat pertanggungjawaban, laporan menurut aktivitas, laporan biaya mutu, laporan biaya daur hidup produk (product life cycle cost)

12. Karena Akuntansi Manajemen merupakan akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Sedangkan Akuntansi Keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi.

13. Agar setiap pihak yang membuat informasi Akuntansi Keuangan selalu mengacu pada ketentuan atau aturan yang telah ditetapkan untuk mencegah terjadinya penipuan/manipulasi data keungan disetiap pembuat informasi keuangan dan juga pihak/badan yang berwenang akan lebih muda melakukan kotroling.

14. Tthroughput time merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengelolah bahan baku menjadi bahan baku jadi.
Pengklasifikasian empat komponen throughput time sebagai value added activities dan non value added activities dilukiskan sebagai berikut:
a. Global Village
b. Global Competition
c. World Class Company
d. Enterprice Excelence

15. Berikut gambar strategi perusahaan USA: Non value added activities strategy. Produsen jepang menemui kesulitan dalam memasuki pasar dunia, jika menerapkan strategi yang sama dengan yang ditempuh oleh produsen USA. Produsen Jepang menitikberatkan strategi produksinya pada usaha-usaha untuk menghilangkan non value added activities, sementara itu mereka juga mengambil semu penyempurnaan value added activities yang dilakukan produsen Amerika.

16. Tecnology Driven Strategy adalah suatu cara berfikir manajemen yang meletakkan teknologi sebagai pendorong perusahaan memasuki pasar.
Market Driven Strategy adalah suatu cara berfikir manajemen yang memberi prioritas kepada persyaratan pasar atau konsumen dibandingkan dengan keterbatasan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan.

17.
a) Sedian. Salah satu dampak JIT manufacturing adalah kekurangan sediaan ke tingkat yang sangat rendah dibandikan dengan sistem produksi yang tredisional. Dalam sistem produksi tradisional, bahan disediakan dan suku cadang diproduksi dan ditransfer ke oprasi berikutnya tanpa memperhatikan permintaan dari oprasi berikutnya. Dalam sistem tersebut, sediaan akan terjadi jika produksi melebihi jumlah yang diminta.
b) Cellular manufacturing. Dalam sistem ini mesin yang memiliki fungsi yang sama ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. Berbeda dengan JIT yang mengubah pola tata letak mesin tersebut dengan membentuk manufacturing cell yang terdiri dari mesin-mesin yang dikelompokkan dalam suatu keluarga mesin dan daapat digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan dalam memproduksi produk tertentu. Sehingga, karyawan memiliki keterampilan beragam yang mampu mengoperasikan semua mesin yang ada dalam cell.Karyawan yang memiliki keahlian yang sama dalam mengoprasikan mesin ditempatkan dalam departemen untuk mengoprasikan satu kelompok mesin yang sama.
c) Jasa Pendukung JIT memerlukan akses yang cepat dan mudah terhadap jasa pendukung. Oleh karena itu, departemen jasa yang dibentuk untuk melayani secara terpusat semua departemen produksi perlu diperkecil skalanya dan karyawannya dibebani tugas untuk sevara langsung mendukung produksi dalam cell tertentu.
d) Tuntutan Mutu JIT manufacturing menuntut ketepatan waktu produksi yang menyerahkan produk akhir kepada customer maupun produk antara dari satu tahap produksi ketahap produksi selanjutnya. Untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi mutu yang dijanjikan kepada customer dibutuhkan pengendalian penyeluruhan atau total quality control (TQS). TQS merupakan konsep pengendalian yang meletakan tanggung jawab pengendalian di punda setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk, sejak desai sampai proses produksi, sampai produk mencampai pembeli. Tanggung jawab pengendalian produk bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi pengendalian mutu ( Departemen Pengendalian Mutu). Konsep pengendalian mutu tradisional menitikberatkan pada identifikasi kesalaha, bukan pada pencegahan terjadinya kesalahan. Konsep ini menggunakan pendekatan acceptable quality level (AQL), yang dapat menerima produk rusak atau cacat sampai tingkat tertentu.
e) Computer – Intergrayed Manufacturing Teknologi informasi maju yang diterapkan dalam proses pengolahan produk menjadikan perusahaan manufactur fleksibel dalam memberikan respon terhadap perubahan kebutuhan pasar.

18.
a) Informasi Biaya Produk yang Cermat : Persaingan tingkat dunia memaksa manajemen perusahaan memperhitungkan dengan cermat biaya produk mereka dengan tujuan: (1) konsumen tidak dibebani biaya bukan penambahan nilai (non-value-added costs) bagi mereka, (2) laba yang diperboleh perusahan yang memasuki persaingan global dan tajam adalah rendah sehingga hanya perusahaan-perusahaan yang cost-effective saja yang mampu bertahan dan berkembang dalam situasi persaingan semacam itu. Dengan demikian, manajemen perusahaan-perusahaan yang memasuki persaingan global memerlukan informasi biaya produk mereka jauh lebih cermat.
b) Informasi Biaya Overhead yang Cermat : Penggunaan teknologi maju dalam proses manufaktur menyebabkan kenaikan yang signifikan persentase biaya overead pabrik dalam struktur biaya produk. Besarnya proporsi biaya overhead pabrik dalam keseluruhan biaya produk tersebut memaksa manajemen untuk tidak sekedar mengalokasikan biaya tersebut kepada produk, namun mendorong manajemen untuk mencari cara agar mereka mampu mengelola biaya tersebut. Biaya overhead pabrik yang besar memerlukan teknologi pengelolaan biaya yang dirancang untuk memungkinkan manajemen memantau konsumsi sumber daya dalam setiap aktifitas yang dilaksanakan untuk menghasilkan produk. Manajemen memerlukan informasi konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas perusahaan untuk menghasilkan produk agar mereka mampu melakukan perbaikan secarta terus menerus terhadap value added activities dan dapat menghilangkan non value added activities. Dalam posisi ini manajemen akan mampu menjadikan perusahaannya cost-effective, salah satu daya saing (competitive edge) yang harus dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia.
c) Informasi Biaya Daur Hidup Produk : Dengan pesatnya perkembangan pemanfaatan computer dalam tahap desain, engineering, dan produksi, jarak waktu yang diperlukan dari ide rancangan sampai dengan produksi menjadi sangat pendek. Kondisi ini memungkinkan perusahaan-perusahaan kelas dunia memilih strategi inovasi sebagai senjata untuk memenangkan perebutan pasar dunia. Strategi ini menjadikan daur hidup produk (produk life cycle) menjadi pendek. Oleh karena itu, manajemen yang bersaing di kelas dunia, tidak lagi cukup hanya memperoleh informasi biaya periodic yang dihasilkan oleh system akuntansi biaya tradisional, namun jauh lebih penting dari itu, manajemen memerlukan informasi product life cycle costs. Informasi product life cycle costs memungkinkan manaemen melakukan strategic cost analysis pada saat mempertimbangkan peluncuran produk baru, penghentian produksi produk yang ada, dan product profitability analysis.

19. Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi didalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan beragai peruahan yang sifatnya mendasar sebagai berikut.
a. Akuntansi manajemen melepaskan dominasi akuntansi keuangan dengan memfokuskan perekayasaan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhanmanajemen.
b. Akuntansi manajemen memanfaatkan teknologikomputer untuk merekayasa informasi biaya produk yang lebih cermat.
c. Akuntansi manajemen berusaha mencerminkan konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk dengan menerapkan activity-based cost system.
d. Akuntansi manajemen menciptakan target costing untuk memungkinkanmanajemen menerapkan market-driven strategy dalam memasuki pasar dunia.
e. Akuntansi manajemen menyajikan informasi product life cycle cost untuk memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analysis