Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Latihan Soal (Esai) Integrasi Sosial Lengkap Jawaban

Soal (Uraian/Essay) Bab Integrasi Sosial
  1. Jelaskan yang dimaksud dengan Integrasi Fungsional !
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan Integrasi Koersif !
  3. Apakah syarat-syarat terjadinya integrasi sosial ?
  4. Mengapa integrasi sosial sangat sulit terjadi dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia ?
  5. Kemukakanlah pengertian interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto!
  6. Jelaskan bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif serta berikan contohnya! 
  7. Kemukakan dan berikan contoh jenis-jenis interaksi sosial yang ada di dalam masyarakat! 
  8. Kemukanlah 3 dari 5 faktor-faktor interaksi sosial dan berikan contohnya!
  9. Jelaskan yang dimaksud dengan integrasi sosial!
  10. Tuliskan pendorong integrasi sosial!
  11. Tuliskan bentuk-bentuk integrasi sosial!
  12. Mengapa homogenitas kelompok menjadi pendorong integrasi sosial?
  13. Jelaskan yang dimaksud dengan Integrasi Normatif !
Jawaban:
  1. Integrasi fungsional terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat.
  2. Integrasi koersif terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa, dalam hal ini penguasa menerapkan cara-cara koersif (kekerasan)
  3. Menurut William F. Ogburn, dan Mayer Nimkoff :
    a. Harus ada kesadaran dalam masyarakat bahwa kebutuhan dari setiap individu dapat terpenuhi dalam kelompok yang terintegrasi. 
    b. Harus adanya kesepakatan / konsensus diantara masyarakat untuk memutuskan nilai dan norma mana yang akan dijadikan pegangan dalam melakukan hubungan sosial
    c. Nilai dan norma hasil kesepakatan tersebut harus bertahan dalam waktu yang cukup lama sehingga tidak terus-terusan mengalami perubahan yang menyulitkan proses adaptasi ulang
  4. Karena dalam heterogenitas terdapat perbedaan sikap, perilaku, dan terutama adalah nilai kebudayaan yang bisa saja bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, dalam kebudayaan yang patrilineal, anak perempuan tidak boleh menerima warisan dan warisan yang ditumpahkan padanya akan dikelola oleh suaminya kelak. Sedangkan di masyarakat bergaris matrilineal semua harta warisan harus dikelola oleh anak wanita dan anak laki-laki harus menyerahkannya pada isterinya. Perbedaan ini bersifat prinsipil bagi masing-masing penganut kebudayaan sehingga dapat menyebabkan konflik karena perbedaan pandangan ataupun tradisi.
  5. Interaksi Sosial merupakan proses sosial karena adanya hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan-hubungan orang perorang, antara kelompok -kelompok manusi, maupun antara orang perorang dengan kelompok manusia
  6. Bentuk-bentuk interaksi terbagi atas 2, yaitu: 
    a) Asosiatif
    proses sosial yang masyarakat di dalamnya harmoni dan kondisi sosialnya teratur (Social order). Di dalam asosiatif itu didalamnya adanya kerjasama, Akomodasi, dan asimilasi. Contoh dari Aosiatif yaitu: Pada bulan puasa, bagi umat selain islam tidak makan sembarang tempat, karena bentuk toleransi antar agama. Contoh tersebut merupakan contoh dari bentuk toleransi dari akomodasi. 
    b. Disasosiatif
    Keadaan realitas sosial yang disharmoni sebagai akiabat adanya pertentangan antar-anggota masyarakat. Di dalam Disasosiatif terdapat bentuk persaingan, kontravensi, dan pertntangan/pertikaian. contohnya: Persaingan untuk merebutkan kursi calon presiden dari partai Golkar dan Demokrat. 
  7. Jenis-jenis Interaksi social secara umum ada 3 yaitu: 
    a) Interaksi antar Individu dengan individu. Contohnya: Ani curhat dengan Lusi tentang masa lalu yang penuh siksaan oleh majikannya saat ia di Arab. 
    b) Interaksi antara individu dengan kelompok. Contohnya: Seorang guru yang sedang mengajar dengan siswa di kelas. 
    c) Interaksi antara kelompok dengan kelompok. Contohnya: Siswa kelas X sedang bertanding Voli dengkan siswa kelas XI. 
  8. Faktor yang mempengaruhi Interaksi social yaitu: 
    a. Sugesti 
    Tingkah laku yang mengikuti pola-pola yang berada di dalam dirinya, yaitu ketika seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dalam dirinya lalu diterima nya dalam bentuk dan sikap tertentu. Contohnya: Ayah dian adalah seorang guru. Meskipun demikian, adik Dian lebih percaya dan patuh tanpa pertimbangan terhadap perintah gurunya di taman kanak-kanak (TK).
    b. Imitasi 
    Tindakan manusia untuk meniru tingkah pekerti orang lain yang ada disekitarnya dan dipengaruhi jangkauan indranya, yaitu sebatas yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Contohnya: Seorang siswa yang meniru penampilan penyanyi terkenal yang berambut gondong serta memakai perhiasan seperti layaknya idolanya.
    c. Empati 
    Gejala kejiwaan tetapi dibarengi dengan perasaan organisma tubuh yang sangat dalam sehingga seolah-olah ikut merasakan penderitaan seseorang atau sekelompok orang yang terkena musibah. Misalnya: Seorang siswa SMP di Vietnam menyumbangkan seluruh uang tabungan hasil jerih payahnya dari mengumpulkan botol bekas air mineral kepada anak-anak korban HIV/AIDS.
  9. Integrasi sosial adalah proses sosial berupa kecenderungan untuk saling menarik, saling bergantung, dan menyesuaikan diri baik secara sukarela maupun terpaksa
  10. Pendorong integrasi sosial:
    a. Homogenitas kelompok
    b. Konsesnsus
    c. Rasa saling memiliki
    d. Simbiosis mutualisme.
  11. Bentuk-bentuk integrasi sosial
    a. Integrasi keluarga
    b. Integrasi kekerabatan
    c. Integrasi asosiasi (perkumpulan)
    d. Integrasi masyrakat
    e. Integrasi suku bangsa
    f. Integrasi bangsa
  12. Homogenitas kelompok menjadi pendorong integrasi sosial karena integrasi merupakan hasil dari minat dan kepentingan bersama, ciri-ciri norma, dan tingkah laku yang sama serta adanya kesepakatan bersama tentang tata cara operasional dan peraturan.
  13. Integrasi normatif merupakan bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat