Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Latihan Soal (Esai) Konflik Sosial Lengkap Jawaban

Soal (Uraian/Essay) Bab Konflik Sosial
  1. Tuliskan bentuk-bentuk konflik menurut Soerjono Sukanto!
  2. Bagaimanakah keterkaitan antara konflik dengan keberagaman yang ada dalam masyarakat?
  3. Tuliskan macam-macam konflik berdasarkan fungsinya !
  4. Tuliskan macam-macam konflik berdasarkan bentuknya !
  5. Coba jelaskan bagaimana pengendalian konflik secara konsiliasi?
  6. Konflik dikatakan positif apabila tidak bertentangan dengan pola-pola hubungan social didalam struktur social. Mengapa demikian?
  7. Apa yang menyebabkan timbulnya konflik pribadi?
  8. Pertunjukan music ditengah-tengah lingkungan pemukiman, apakah bisa menciptakan konflik?
  9. Kenapa perbedaan kepentingan bisa menimbulkan suatu konflik, jelaskan beserta contoh 
  10. Kapan Suatu konflik sosial akan berkembang menjadi kekerasan?
  11. Tuliskan macam-macam konflik berdasarkan sifatnya!
  12. Tuliskan teori-teori kekerasan!
  13. Tuliskan cara pengendalian konflik!
  14. Jelaskan pengertian konflik!
  15. Tuliskan faktor-faktor penyebab konflik sosial!
  16. Mengapa terjadi konflik sosial ?
  17. Mengapa konflik merupakan sesuatu yang wajar terjadi di masyarakat ?
  18. Mekanisme seperti apa yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sebuah konflik sosial ?
  19. Bagaimanakah dampak konflik positif dalam suatu masyarakat ?
  20. Bagaimanakah dampak konflik negatif dalam suatu masyarakat ?
  21. Bagaimana keterkaitan antara konflik dan kekerasan?
Kunci Jawaban:
  1. Menurut soerjono soekamto konflik dibedakan menjadi 5 bentuk, yaitu …
    a. Konflik atau pertentangan pribadi
    b. Konflik atau pertentangan rasial
    c. Konflik atau pertentangan antar kelas-kelas sosial
    d. Konflik atau pertentangan politik konflik atau pertentangan yang bersifat internasional
  2. Keberagaman dalam masyarakat merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan konflik sosial dalam masyarakat.
  3. Macam-macam konflik berdasarkan fungsinya
    a. Konflik Konstruktif, adalah konflik yang mempunyai nilai positif kepada pengembangan organisasi
    b. Konflik Destruktif, adalah konflik yang memiliki dampak negatif kepada pengembangan organisasi
  4. Macam-macam konflik berdasarkan bentuknya:
    a.  Konflik Realistis, adalah konflik yang terjadi karena kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutannya
    b. Konflik Non Realistis, adalah konflik yang terjadi karena kebutuhan yang meredakan ketegangan
  5. Pengendalian konflik secara konsiliasi terwujud melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan- keputusan di antara pihak-pihak yang berlawanan mengenai persoalan-persoalan yang mereka pertentangkan.
  6. Karena suatu konflik mempunyai kecenderungan atau kemungkinan untuk mengadakan penyesuaian kembali norma-norma dan hubungan-hubungan social dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu maupun bagian-bagian kelompok tersebut.
  7. Konflik pribadi timbul Karena ada minat yang berlawanan, tidak ada keuletan, atau tidak ada kemampuan untuk mengembangkan diri dan meluaskan hidup. Sehingga menimbulkan keguncangan batin atau perasaan tidak senang terjadap diri sendiri.
  8. Iya. Apabila kegaduhan pertunjukkan music tersebut bisa mengganggu ketenangan penghuni pemukiman.
  9. Perbedaan kepentingan bisa menimbulkan konflik karena setiap manusia memiliki perasaan, pendirian, ataupun latar kebudayaan yang berbeda-beda. Dan masing- masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
  10. Konflik social akan berkembang menjadi kekerasan apabila masyarakat mengabaikan norma dan nilai-nilai social yang ada sehingga akan tindakan yang merusak.
  11. Macam-macam konflik berdasarkan sifatnya:
    a. Konflik terbuka
    b. Konflik tertutup
  12. Teori-teori kekerasan
    a. Teori faktor individual
    b. Teori faktor kelompok
    c. Teori dinamika kelompok
    d. Teori alternatif
  13. Cara pengendalian konflik dengan mediasi, kompromi, arbitrasi, konsiliasi, rekonsiliasi, toleransi, adjudikasi, koersi, stalemate.
  14. Konflik adalah bentuk interaksi sosial yang ditandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan di antara pihak-pihak yang terlibat.
  15. Faktor-faktor penyebab konflik sosial
    a. Perbedaan antarindividu
    b. Perbedaan latar belakang kebudayaan
    c. Perbedaan kepentingan
    d. Perubahan sosial
  16. Menurut Soerjono Soekanto, konflik sosial dapat terjadi karena 4 faktor, yaitu :
    a. Perbedaan Antarindividu, karena perbedaan inilah setiap individu memiliki beragam reaksi dalam menyikapi masalah dan perbedaan ini bisa saja bertentangan satu dengan yang lainnya
    b. Perbedaan Kebudayaan, dimana kebudayaan yang berbeda dapat membuat masyarakat lebih tidak menyukai budaya lain terutama budaya yang mendukung hal-hal yang tidak disukai oleh kebudayaannya
    c. Perubahan Sosial, dimana adanya perubahan dalam struktur sistem sosial dan kelembagaan masyarakat tidak bisa diikuti sepenuhnya oleh masyarakat yang belum siap sehingga terjadilah konflik
    d. Perbedaan Kepentingan, dimana setiap orang yang memiliki tujuan masing-masing ingin mengutamakan pemenuhan kepentingannya
  17. Karena pada dasarnya, sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa berubah dan memiliki pandangan serta pola pikir yang berbeda. Pandangan tersebut tentunya merupakan pandangan yang ingin dibela oleh orang-orang tertentu sehingga ketika orang-orang ini bertemu dan tidak mampu mengakomodasikan nilai yang dipercaya masing-masing, maka akan timbul konflik.
  18. Terdapat berbagai mekanisme dan cara pendekatan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik sosial, misalnya
    a. Mediasi, yang dilakukan dengan cara mengundang pihak ketiga yang tidak terlibat masalah dan bersifat netral, dimana pihak ketiga ini dapat memberikan saran-saran dan pertimbangan yang boleh diterima ataupun tidak, namun mungkin dapat memberi pencerahan bagi kedua pihak yang bertikai dan belum menemukan solusi
    b. Konsiliasi, yaitu ketika kedua pihak sepakat untuk menyerhkan pembahasan permasalahan ini pada lembaga lain yang otonom, demokratis, monopolistis, dan siap berperan untuk membantu proses penyelesaian masalah
    c. Arbitrasi, dimana kedua pihak meminta pihak ketiga untuk memberikan penyelesaian masalah yang harus diterima oleh kedua belah pihak yang sedang berselisih
  19. Dampak Positif
    a. Menghasilkan nilai dan norma baru yang telah disesuaikan dengan lembaga masyarakat dan sistem sosial yang telah berubah
    b. Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas dalam masyarakat
    c. Adanya musuh dari luar dapat meningkatkan solidaritas in group / internal
    d. Menghilangkan ketergantungan individu / kelompok
    e. Mengaktifkan kembali norma lama dan melahirkan norma baru yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat pasca konflik
  20. Dampak Negatif
    a. Keretakan hubungan antarmanusia
    b. Dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah
    c. Perubahan karakter dan sifat-sifat manusia
    d. Disintegrasi sosial
    e. Rusaknya harta benda dan jatuhnya korban jiwa
  21. Konflik sering kali berubah menjadi kekerasan terutama apabila upaya-upaya yang berkaitan dengan pengelolaan konflik tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pihak yang berkaitan.