Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

66 Soal (Esai) Pancasila Lengkap Jawaban

Latihan Soal (Uraian/Essay) Bab Pancasila

1. Nilai-nilai Pancasila mengandung hubungan hak dan kewajiban. Jelaskanlah
2. Masalah pokok filsafat Pancasila bersumber kepada 5 masalah keadilan. Jelaskanlah
3. Tunjukkanlah bukti-bukti rasional yang menyatakan Pancasila adalah nilai dasar fundamental bagi Negara Indonesia!
4. Kenapa Pancasila dan Pembukaan UUD 45 dijadikan sebagai pokok-pokok kaidah Negara yang fundamental ?
5. Kelima Pancasila sebagai satu kesatuan. Jelaskanlah uraian anda!
6. Bagaimanakah konsep Negara menurut Pancasila ?
7. Apakah Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi ? Jelaskan pendapat anda
8. Jelaskan kenapa Pancasila bersifat integralistik?
9. Mengapa Pancasila menjadi ideologi nasional? Jelaskan!
10. Dalam filsafat Pancasila terdapat tiga tingkatan nilai sebagai bentuk aksiologi dari Pancasila, yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praxis. Jelaskan!
11. Bagaimana usaha kita untuk tetap menegakkan Pancasila sebagai filsafah, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara?
12. Kenapa Pancasila dipilih menjadi dasar Negara Indonesia?
13. Apa tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia dengan adanya Pancasila?
14. Apa yang akan terjadi jika Pancasila tidak direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari?
15. Jelaskan pengertian Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum!
16. Tuliskan pasal yang mengatur tentang Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum ?
17. Di sumber hukum mana saja Pancasila tercantum?
18. Apa hubungan HAM dengan Pancasila sila ke-1 dan sila ke-2?
19. Apa hubungan HAM dengan Pancasila sila ke-3?
20. Apa hubungan HAM dengan Pancasila sila ke-4?
21. Apa hubungan HAM dengan Pancasila sila ke-5
22. Apa hubungan UUD 1945 secara keseluruhan dengan Pancasila?
23. Mengapa Pancasila dijadikan sebagai alat pemersatu Bangsa?
24. Apa yang menjadi kendala bagi Pancasila dalam usaha mempersatukan Bangsa?
25. Contoh konkrit Pancasila sebagai pemersatu bangsa?
26. Hubungan Proklamasi dengan Pancasila?
27. Hubungan Pancasila dengan Proklamasi?
28. Apa persamaan Pancasila dan Proklamasi?
29. Apa faktor internal yang dapat mempengaruhi/memperhambat penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat?
30. Apa yang memperkuat ancaman pelestarian dari Pancasila dari luar negeri?
31. Apa faktor luar yang menyebabkan penerapan Pancasila di Indonesia terganggu?
32. Sudahkah bangsa Indonesia menerapkan pancasila sebagai dasar Negara? Jelaskan!
33. Bagaimana cara termudah untuk melestarikan Pancasila dewasa ini?
34. Bagaimana cara melestarikan Pancasila melalui pendidikan ?
35. Bagaimana cara melestarikan Pancasila melalui media massa?
36. Tuliskan Contoh menghayati nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!
37. Tuliskan contoh sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka!
38. Pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat dinamis. Jelaskan maksudnya!
39. Mengapa Pancasila dijadikan sebagai Ideologi negara?
40. Bagaimana cara menumbuhkan kadar dan idealism yang terkandung Pancasila sehingga mampu memberikan harapan optimisme dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita?
41. Mengapa Pendidikan Pancasila diberikan pada tiap Program Studi di Perguruan Tinggi?
42. Mengapa M.K. Pendidikan Pancasila disebut sebagai Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK)?
43. Apa yang dimaksud Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, ditinjau dari Ontologi Pancasila?
44. Apa yang dimaksud Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, ditinjau dari Epistemologi Pancasila?
45. Apa yang dimaksud Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, ditinjau dari Aksiologi Pancasila?
46. Sejak kapan dan dimana Pancasila sah sebagai Landasan Ideologi bangsa Indonesia ?
47. Jelaskan Rumusan sejarah Pancasila!
48. Jelaskan 4 (empat) perwujudan sila persatuan Indonesia di lingkungan sekolah!
49. Jelaskan 4 (empat) perwujudan sila kemanusiaan yang adil dan beradab di lingkungan masyarakat!
50. Jelaskan 5 (lima) nilai yang terkandung dalam sila ketuhanan yang maha esa!
51. Jelaskan hubungan antar sila dalam pancasila!
52. Jelaskan makna sila dalam pancasila merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan!
53. Jelaskan kedudukan dan fungsi pancasila sebagai pandangan hidup bangsa!
54. Jelaskan kedudukan dan fungsi pancasila sebagai dasar Negara!
55. Mengapa kita meyakini kebenaran makna pancasila?
56. Sila Pancasila yang mana yang menjadi sumber nilai kehidupan bagi bangsa Indonesia?
57. Jelaskan faktor-faktor pendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka!
58. Sampai sejauh manakah keterbukaan ideologi Pancasila? Jelaskan!
59. Tuliskan nilai-nilai Pancasila yang terlihat dalam zaman Sriwijaya!
60. Jelaskanlah proses perumusan Pancasila ? bagaimanakah perbedaan pandangan Muh. Yamin dengan Soekarno tentang Pancasila ?
61. Bagaimanakah proses pengesahan Pancasila sbgai dasar Negara ?
62. Apakah akibat dari pelaksanaan asas tunggal Pancasila ?
63. Jelaskan apa yg dimaksudkan dengan revitalisasi Pancasila ?
64. Jelaskan apa yang dimaksud Pancasila sebagai dasar (filsafat) Negara Indonesia!
65. Jelaskan mengapa ideologi Pancasila bukan merupakan ideologi campuran dari ideologi sosialisme maupun liberalisme!
66. Jelaskanlah bagaimana nilai-nilai Pancasila sebagai wujud dari filosofis ?

Jawaban:

1. Nilai-nilai Pancasila mengandung hubungan hak dan kewajiban
a. Hubungan vertikal ( Manusia dengan Tuhan)
b. Hubungan horizontal (Manusia dengan manusia)
c. Hubungan alamiah (Manusia dengan alam)

2. Masalah pokok filsafat Pancasila bersumber kepada 5 masalah keadilan
a. Pertama bagaimana hubungan antar agama dan negara? Masalah ini dijawab dengan prinsip Ketuhanan YME.
b. Kedua bagamana hubungan antar bangsa/antarnegara ? Masalah ini dijawab dengan prinsip perikemanusiaan.
c. Ketiga siapakah sumber dan pemegang kekuasaan negara ? Masalah ini dijawab dengan prinsip demokrasi.
d. Keempat apa tujuan negara ? Masalah ini dijawab dengan prinsip negara kesejahteraan.
e. Kelima apa negara itu ? Masalah ini dijawab dengan prinsip kebangsaan Indonesia

3. Bukti-bukti rasional yang menyatakan Pancasila adalah nilai dasar fundamental bagi Negara Indonesi
a. Pertama: pengakuan terhadap Tuhan.
b. Kedua: person yang bernilai.
c. Ketiga: menjaga eksistensi Negara kesatuan.
d. Keempat: dari, oleh dan untuk rakyat.
e. Kelima: keadilan sosial menuntut informasi struktur-struktur sosial yaitu ekonomi, politik, budaya, dan ideologi kerah yang lebih baik dan akomodif thd kepentingan masyarakat.

4. Karena didalamnya terkandung pula konsep-konsep sebagai berikut:
a. Dasar-dasar pembentukan Negara yaitu tujuan Negara, asas politik Negara (Negara RI da berkedaulatan rakyat), dan asas kerohanian Negara (pancasila).
b. Ketentuan diadakannya UUD yaitu….. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu UU dasar Negara Indonesia”. hal ini menunjukkan adanya sumber hukum.

5. Kelima Pancasila sebagai satu kesatuan:
a. Terdiri atas bagian2 yg tdk terpisahkan.
b. Masing-masing bagian mempunyai fungsi dan kedudukan tersendiri.
c. Meskipun berbeda tidak saling bertentangan, tetapi saling melengkapi.
d. Keseluruhan membina bagia-bagan
e. Tidak boleh satu sila pun ditiadakan, melainkan merupakan satu kesatuan.

6. Konsep Negara menurut Pancasila:
a. Negara persatuan yang meliputi kehidupan masyarakat yang bersifat sosialistis - religius.
b. Semangat kekeluargaan dan kebersamaan.
c. Semangat persatuan.
d. Musyawarah.
e. Menghendaki keadilan sosial.

7. Sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia, pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat indonesia

8. Pancasila bersifat integralistik:
a. Mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan.
b. Adanya semangat kerja sama (gotong royong)
c. Memelihara persatuan dan kesatuan
d. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

9. Pancasila sebagai ideologi nasional di karenakan karena nilai-nilai terkandung dalam ideology Pancasila menjadi cita-cita normative penyelenggaraan Negara. Secara luas dapat diartikan bahwa visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan, yang ber-Kemanusiaan, yang ber-Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan yang ber-Keadilan.

10. Tiga tingkatan nilai sebagai bentuk aksiologi dari Pancasila:
a. Nilai Dasar
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis
b. Nilai Instrumental
Nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
c. Nilai Praxis
Nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.

11. Usaha kita untuk tetap menegakkan Pancasila sebagai filsafah ialah dengan selalu menjadikan pancasila sebuah dasar setiap apa yang akan kita lakukan, sehingga tujuan bersama dapat tercapai secara maksimal yakni tujuan membentuk masyarakat sejahtera

12. Karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain.

13. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

14. Apabila Pancasila tidak menyentuh kehidupan nyata, tidak kita rasakan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari, maka lambat laun kehidupannya akan kabur dan kesetiaan kita kepada Pancasila akan luntur. Mungkin Pancasila akan hanya tertinggal dalam buku-buku sejarah Indonesia. Apabila ini terjadi maka segala dosa dan noda akan melekat pada kita yang hidup di masa kini, pada generasi yang telah begitu banyak berkorban untuk menegakkan dan membela Pancasila.

15. Pancasila sebagai sumber dari segala hukum atau sebagai sumber tertib hukum Indonesia maka setiap produk hukum harus bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

16. Pasal 2 UU No.10 tahun 2004 tentang pembentukan perundang-undangan yang menyatakan “Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara”.

17. Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu Pembukaan UUD 1945, kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya dikongkritisasikan atau dijabarkan dari UUD1945, serta hukum positif lainnya.

18. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa HAM adalah hak-hak yang dasar yang melekat pada manusia sejak lahir yang diberikan oleh oleh Tuhan yang ada kaitanya dengan sila ke-1 yang berisi tentang setiap manusia yang lahir memiliki hak/kebebasan dalam beragama/menganut agama tertentu yang tercantum dalam undang-undang, seperti Islam, Protestan, Katholik, Hindu dan Budha, sila ke-2 yang berisi tentang manusia memiliki hak untuk mendapatkan keadilan dalam berbagai bidang seperti hukum, pendidikan dan kesehatan

19. Sila ke-3 yang berisi tentang setiap manusia berhak untuk merasakan kedamaian, kenyamanan, keamanan dan ketertiban atau tidak adanya perseteruan. Dan juga mengamanatkan adanya unsur pemersatu diantara warga Negara dengan semangat rela berkorban dan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan, hal ini sesuai dengan prinsip HAM dimana hendaknya sesama manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat persaudaraan.

20. Sila ke-4 berisi tentang kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dicerminkan dalam kehidupan pemerintahan, bernegara, dan bermasyarakat yang demokratis. Menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan, paksaan, ataupun intervensi yang membelenggu hak-hak partisipasi masyarakat.

21. Sila ke-5 berisi tentang keadilan dalam hal bermasyarakat atau tidak adanya diskriminasi/perbedaan perlakuan.

22. Dengan tetap menyadari keagungan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan dengan memperhatikan hubungan dengan batang tubuh UUD yang memuat dasar falsafah negara pancasila dan UUD 1945 merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan bahkan merupakan rangkaian kesatuan nilai dan norma yang terpadu. UUD 1945 terdiri dari rangkaian pasal-pasal yang merupakan perwujudan dari pokok-pokok pikiran terkandung dalam UUD 1945 yang tidak lain adalah pokok pikiran: persatuan Indonesia, keadilan sosial, kedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan dan ketuhanan Yang Maha Esa menurut kemanusiaan yang adil dan beradab, yang tidak lain adalah sila dari Pancasila, sedangkan Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu memberikan semangat kepada dan terpancang dengan khidmat dalam perangkat UUD 1945. semangat dan yang disemangati pada hakikatnya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seperti telah disinggung di muka bahwa di samping Undang-Undang dasar, masih ada hukum dasar yang tidak tertulis yang juga merupakan sumber hukum, yang menurut penjelasan UUD 1945 merupakan ‘aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelengaraan negara, meskipun tidak tertulis’. Inilah yang dimaksudkan dengan konvensi atau kebiasaan ketatanegaraan sebagai pelengkap atau pengisi kekosongan yang timbul dari praktek kenegaraan, karena aturan tersebut tidak terdapat dalam Undang-Undang Dasar.

23. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat dijadikan dasar dalam motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, untuk mencapai tujuan nasional, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan berbangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial, seperti yang terkandung dalam arti Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila lahir sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri. Artinya adalah, bahwa mendirikan sebuah negara hanya semata-mata untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat yang sejahtera, makmur dan sentosa. Bahwa tujuan tersebut adalah "kontrak sosial" antara Negara dengan rakyatnya, dan Negara sebagai organisasi yang mengatur, berkewajiban untuk membawa rakyat kepada tujuan yang dimaksud, tanpa menghilangkan hak-hak rakyatnya, sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, karena rakyatlah yang memiliki negara, bukan negara yang memiliki rakyat.

24. Dalam prakteknya saat ini, nilai Pancasila diuji kekuatnnya oleh tantangan dalam era globalisasi seperti halnya dengan Amandemen UUD 1945 yang sarat akan kontroversi, sedangkan pada elite reformasi hanya mempraktekkan budaya demokrasi liberal atas nama HAM. NKRI sebagai Negara hukum prakteknya justru menjadi menjadi Negara yang tidak menegakkan kebenaran, keadilan dan kerakyatan yang berdasrkan pancasila dan UUD 45. Prakteknya dalam budaya korupsi makin menggunung, mulai dari tingkat pusat samapai pada berbagai daerah. Kekayaan Negara yang di peruntukkan pada rakyatnya demi kesejahteraan malah di nikmati oleh elite reformasi. Demikian pula NKRI sebagai Negara hukum, keadilan dan supermasi hukum termasuk juga HAM belum bisa di tegakkan.

25. Contohnya, sampai sekarang ini, jika Pancasila tidak ada, maka pada saat dan detik ini, pasti ada pemberontakan dimana-mana – mengetahui bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, tetapi karena adanya Pancasila, Undang-Undang pun dibentuk dan akhirnya ada sanksi dan hukuman jika ada warga negara yang melanggar Undang – undang, biarpun mirisnya pada zaman ini, ada Pancasila pun mereka masih memberontak, bisa kita bayangkan jika tidak ada Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

26. Proklamasi merupakan titik kluminasi (jenuh/tinggi) perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah. Perjuangan bangsa indonesia ini kemudian di jiwai,disemangati,didasari oleh nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Sehingga bisa dikatakan bahwa nilai-nilai dalam pancasila yang mendasari perjuangan bangsa indonesia untuk merebut kemerdekaan yang puncaknya ditandai dengan proklamasi.

27. Nilai-nilai pancasila pada saat penjajah (kolonial) sebelum terjadinya proklamasi selalu direndahkan, dilecehkan, diinjak-injak. Kemudian dengan dilakukannya proklamasi nilai pancasila ditegakkan, diselamatkan, di tinggikan, dijunjung tinggi. Sehingga dengan melakukan proklamasi yang pada awalnya pada masa penjajahan pancasila tidak dianggap bahkan di lecehkan maka dengan perjuangan rakyat bangsa indonesia kedudukan pancasila sebagai dasar negara kembali di tegakkan.

28. Pancasila merupakan jiwa bangsa Indonesia; sebagai asas kerohanian dan dasar filsafat negara; merupakan unsur penentu daripada ada dan berlakunya tertib hukum bangsa Indonesia dan pokok kaidah negara yang fundamental. Sedangkan proklamasi merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia yang bertekat untuk merdeka yang disemangati oleh jiwa Pancasila. Proklamasi merupakan perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah. Perjuangan bangsa indonesia ini kemudian di jiwai, disemangati, didasari oleh nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Sehingga bisa dikatakan bahwa nilai-nilai dalam pancasila yang mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan yang puncaknya ditandai dengan proklamasi.

29. Karena Indonesia adalah negeri yang sungguh kaya akan lahan, hasil bumi dan etnis, maka faktor geografi, heteroginitas etnis, agama dan kultur, kesenjangan ekonomi dan sosial yang aman besar, pertentangan politik dan ideologi aliran serta fragmentasi dikhotomik dapat menjadi faktor yang dapat menghambat pelestarian Pancasila.

30. Letak geografis Indonesia yang sangat strategis yang terletak pada posisi silang sangat berpengaruh terhadap kepentingan internasional dan Indonesia dengan kekayaan alamnya merupakan sasaran yang akan menjadi Hakikat Ancaman.

31. Akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bentuk-bentuk ancaman dalam spektrumnya juga berubah dengan cepat, sehingga perlu kecermatan dan pengamanan yang terus menerus terhadap setiap perkembangan dan perubahan yang terjadi.

32. Upaya dalam mempertahankan Pancasila bukan berawal dari diri kita sendiri. Apakah sudah menerapkannya dikehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dimulai dari kita sendiri yang melakukan dan menjalankan kehidupan sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Sehingga dapat memberi contoh kepada orang lain bagaimana mengimplementasi Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta tujuan negara dapat terwujud.

33. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan seperangkat usaha yang berpola, dengan mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi kelestarian nilai-nilai Pancasila. Faktor-faktor itu antara lain ideologi lain yang berkembang dewasa ini; perkembangan teknologi mutakhir di bidang komunikasi massa; transportasi dan sebagainya.

34. Dalam melaksanakan Pancasila, maka peranan pendidikan sangat penting, baik pendidikan di sekolah (formal) maupun pendidikan di luar sekolah (non formal) yang terletak di dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.

35. Walaupun pola pelaksanaan Pancasila melalui jalur media massa dapat pula digolongkan sebagai salah satu jalur aspek pendidikan dalam arti luas, namun peran media massa sedemikian pentingnya sehingga perlu mendapat penonjolan sebagai jalur tersendiri. Dalam hubungannya dengan ini, ditekankan pula pentingnya media tradisional seperti pewayangan serta bentuk-bentuk seni rakyat lainnya. Disamping media moderen seperti perusahaan, radio, televisi dan internet. Dalam menggunakan komunikasi moderen ini perlu dijaga agar terhindar dari siaran yang tidak menguntungkan bagi pelaksanaan Pancasila.

36. Contoh menghayati nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
a. Menjaga kerukunan hidup antar umat beragama,
b. Merasakan penderitaan orang lain atau tenggang rasa
c. Menjalin persatuan dan kesatuan,
d. Menghormati pendapat orang lain, dan
e. Tidak membedakan si kaya dan si miskin.

37. Contoh sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka:
a. Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai filter masuknya budaya asing (Barat)
b. Terbuka terhadap nilai-nilai baru namun tetap sesuai dengan nilai dasar Pancasila
c. Bersedia mengkaji Pancasila melalui wacana, diskusi, tulisan maupun penelitian
d. Mentaati norma social maupun norma hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila

38. Karena pancasila dapat selalu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

39. Pancasila dasar negara kita dirumuskan dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang berasal dari pandangan hidup bangsa yang merupakan kepribadian, bangsa perjanjian luhur serta tujuan yang hendak diwujudkan. Karena itu pancasila dijadikan ideologi negara.

40. Kita harus menempatkan Pancasila dalam pengertian sebagai moral, jiwa, dan kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia keberadaanya/lahirnya bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. Selain itu,Pancasila juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Artinya, jiwa bangsa Indonesia mempunyai arti statis dan dinamis. Jiwa ini keluar diwujudkan dalam sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia yang pada akhirnya mempunyai cirri khas. Sehingga akan muncul dengan sendirinya harapan optimisme dan motivasi yang sangat berguna dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

41. Mahasiswa diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan memahami landasan dan tujuan Pendidikan Pancasila, Pancasila sebagai karya besar bangsa Indonesia yang setingkat dengan ideologi besar dunia lainnya. Pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan kekaryaan, kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan, sehingga memperluas cakrawala pemikirannya, menumbuhkan sikap demokratis pada mereka dalam mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Mahasiswa diarahkan untuk dapat memahami latar belakang historis kuliah Pendidikan Pancasila, dengaan memahami fakta budaya dan filsafat hidup bangsa Indonesia yang merupakan suatu pandangan hidup. Mereka diarahkan untuk memahami tujuan hidup bersama dalam suatu negara dengan cara mendiskusikannya diantara mereka.

42. Karena Materi kuliah pendidikan pancasila bertujuan untuk mengembangkan aspek kepribadian mahasiswa, yaitu suatu aspek yang paling fundamental dalam kehidupan manusia, serta menjadi dasar dan landasan bagi semua aspek lainnya.Seperti contoh berjiwa nasional yaitu mengepentingkan kepentingan bangsa dan kemanusiaan daripada kepentingan pribadi,lalu memiliki sikap toleransi yang tinggi,dan berjiwa pancasila yang memiliki integrasi moral yang tinggi

43. Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. Mengapa?, karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha berkemanusian yang adil dan beradab, berkesatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia. Dengan demikian, secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila Pancasila adalah manusia. Untuk hal ini, Notonagoro lebih lanjut mengemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontol memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu terdiri atas susunan kodrat, raga dan jiwa, jasmani dan rohani. Selain itu, sebagai makhluk individu dan sosial, serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, secara hierarkis sila pertama Ketuhanan \ Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila.

44. Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Oleh karena itu, dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana telah dipahami bersama, adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles, bahwa nilai-nilai tersebut sebagai klausa material isi Pancasila.

45. Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Selanjutnya, aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan" (worth) atau "kebaikan" (goodnes), dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian.

46. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad ke-14 yang terdapat dalam buku Negara Kertagama karangan Empu Prapanca, dan dalam buku Sutasoma karang empu Tantular. Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, Panca berarti lima, sila berarti satu sendi, dasar, alas atau asas.Dan sedangkan Pancasila dijadikan ideologi negara secara implisit sejak tanggal 17 Agustus 1945, tetapi secara yuridis Pancasila baru disahkan tanggal 18 Agustus 1945.

47. Sejarah singkat perumusan pancasila
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu:
Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam pidatonya meragukan pendapat Muh.Yamin tersebut.Dan selanjutnya Pancasila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya: Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

48. 4 (empat) perwujudan sila persatuan Indonesia di lingkungan sekolah
a. Bergotong royong,
b. Tidak saling mengejek
c. Tidak bertengkar
d. Melakukan persatuan dalam kerja kelompok

49. 4 (empat) perwujudan sila kemanusiaan yang adil dan beradab di lingkungan masyarakat:
a. Saling menghargai antar sesama masyrakat
b. Tidak mencari perkara yang merugikan bagi masyrakat
c. Menunjukkan prilaku yang baik, sopan, santun di masyarakat
d. Menunujukkan sikap adil dalam suatu forum dalam masyarakat

50. 5 (lima) nilai yang terkandung dalam sila ketuhanan yang maha esa:
Ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa,toleransi,kebebasan beribadah,penghormatan kepada agama/kepercayaan lain,benturan dan kerja sama antar umat beragama.

51. Seluruh sila dari Pancasila tersebut tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah. Karena Pancasila merupakan satu-kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Sila-sila dalam Pancasila merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain atau tidak dapat dibagi-bagi.

52. Tidak terpisahkan karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Sila – sila dalam pancasila merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain atau tidak dapat dibagi-bagi

53. Kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah sebagai dasar negara.
Fungsinya: Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun prilaku masyarakat Indonesia haruslah selalu dijiwai oleh nilai – nilai luhur pancasila.

54. Kedudukan pancasila di indonesia sangat tinggi,ia mempunyai kedudukan ke2 setelah UUD 1945 dan merupakan dasar negara indonesia.

55. Pancasila adalah falsafah negara yang hadir di indonesia melalui proses perjuangan yang panjang, mulai dari perjuangan melawan belanda sampai melawan jepang waktu itu.

56. Sila ke-5 dalam panasila sebagai dasar dan tujuan negara Indonesia, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah ataupun batiniah.

57. Faktor-faktor pendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka
a. Adanya kenyataan bahwa dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
b Adanya realita menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi yg tertutup dan beku, cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
c. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau. (RIS)

58. Keterbukaan ideologi pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu:
a. Stabilitas nasional yang dinamis
b. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat.
c. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.

59. Nilai-nilai Pancasila yang terlihat dalam zaman Sriwijaya:
a. Nilai sila pertama, terwujud dengan adanya umat agama Budha dan Hindu hidup berdampingan secara damai.
b. Nilai sila kedua, terjalinnya hubungan antara Sriwijaya dengan India (Dinasti Harsha). Pengiriman para pemuda untuk belajar di India. Telah tumbuh nilai-nilai politik luar negeri yg bebas dan aktif.
c. Nilai sila ketiga, sebagai negara maritim, Sriwijaya telah menerapkan konsep negara kepulaua sesuai dengan konsepsi Nusantara.
d. Nilai sila keempat, Sriwijaya telah memiliki kedaulatan yang sangat luas, meliputi (Indonesia sekarang) Siam, dan Semenanjung Melayu.
e. Nilai sila Kelima, Sriwijaya menjadi pusat pelayanan dan perdagangan, sehingga kehidupan rakyatnya sangat makmur .

60. Perwujudan dari janji Jepang dibentuknya BPUPKI, melalui sidang pertamanya dalam membentuk dasar Negara (29 Mei 1945). Pendapat M. Y amin dan Soekarno berbeda pada urutan dasarnya saja tapi nilai yang dibawa dalam 5 dasar sama. Tapi yang mendekati dengan dasar negara yang disepakati adalah pendapat M. Y amin yang disampaikan secara lisan.

61. Setelah adanya perubahan pada Piagam Jakarta ke Pembukaan UUD 1945 yang didalamny terkandung dasar negara Pancasila, maka rumusan dasar negara Pancasila adalah sah dan benar karena disamping mempunyai kedudukan konstitusional, juga disahkan oleh suatu badan yang mewakili seluruh bangsa Indonesia (PPKI) yang berarti telah disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia.

62. Akibat dari pelaksanaan asas tunggal Pancasila yaitu lahirnya partai tunggal walaupun secara formal ada 3 partai, tetapi secara terselubung sebenarnya hanya ada satu.

63. Revitalisasi Pancasila adalah pemberdayaan kembali kedudukan, fungsi dan peranan Pancasila sebagai dasa, pandangan hidup, ideologi dan sumber nilai-nilai bangsa Indonesia.

64. Pancasila sebagai dasar Negara yang dimaksud adalah sebagai dasar filsafat atau dasar falsafah Negara dari Negara Indonesia. Pancasila sebagai dasar filsafat oleh karena Pancasila merupakan rumusan filsafat atau dapat dikatakan nilai-nilai Pancasila adalah nilai-niali filsafat. Pancasila sebagai dasar (filsafat) Negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara. Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintah Negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila. Penyelenggaraan bernegara mengacu dan memilikitolak ukur yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.

65. Ideologi Pancasila bukan merupakan ideologi campuran dari ideologi sosialisme maupun liberalisme Karena sosialisme sering dikatakan sebagai anti kapitalisme, yang tingkah laku masyarakaynya dikuasai oleh kepentingan untuk memperoleh keuntungan maksimal lewat persaingan bebas, sistem pasar, dan harga. Selain itu sosialisme masyarakatnya dapat memunculkan kelas kaya dan miskin, majikan dan buruh,yang tidak sesuai dengan sila-sila yang terdapat dalam Pancasila.

66. Nilai-nilai Pancasila sebagai wujud dari filosofis:
a. Cerminan dari Pembukaan UUD 1945.
b. Uraian terperinci dari Proklamasi.
c. Suatu kebulatan yg utuh dalam Pembukaan UUD 45.
d. Menjiwai setiap pasal pada UUD 45 yg merupakan pokok2 pikiran yg terkandung dalam Pembukaan UUD 45.
e. Pada setiap butir2 pancasila bersumber pada Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 45.