Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Latihan Soal (Esai) Perubahan Sosial Lengkap Jawaban

Soal (Uraian/Essay) Bab Perubahan Sosial
  1. Pada masyarakat majemuk, potensi konflik sangat besar. Sikap apa yang harus dikembangkan biar sanggup terwujud kesinambungan bangsa dan Negara?
  2. Sebagai masyarakat masyarakat yang peduli dengan kedamaian dan ketentraman. Bagaimana pendapat Anda terhadap terjadi konflik antar etnis di Indonesia?
  3. Tuliskan wujud perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat!
  4. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial!
  5. Tuliskan faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial!
  6. Tuliskan faktor-faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial!
  7. Bagaimana ciri-ciri perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto?
  8. Tuliskan syarat-syarat terjadinya perubahan sosial secara revolusi!
  9. Tuliskan faktor penghambat terjadinya perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto!
  10. Tuliskan contoh perubahan sosial yang ada disekitar tempat tinggalmu!
  11. Apakah tujuan diadakannya akomodasi?
  12. Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial?
  13. Meliputi apa saja perubahan sosial itu?
  14. Apa saja contoh-contoh perubahan sosial?
  15. Apa alasan masyarakat mau menerima perubahan?
  16. Gambarkan dan diberi teladan bahwa suatu inovasi gres sanggup menimbulkan perubahan dalam bidang-bidang lain!
  17. Disintegrasi dapat berwujud pergolakan daerah, agresi protes, demostrasi, kebadungan cukup umur dan tindak criminal. Tuliskan masing-masing kedua contohnya!
  18. Apa maksud dengan kejahatan “kerah putih” (white collar crime)?
  19. Bagaimana cara menanggulangi kenakalan remaja yang kini ini cenderung mengarah ke tindak kriminal?
  20. Jika Anda adalah pengamat politik, bagaimana cara Anda menyikapi para tokoh politik yang cenderung saling berkonflik?
  21. Jika Anda seorang pejabat yang mempunyai kedudukan, bagaimana cara Anda menuntaskan masalah-masalah disintegrasi?
Jawaban:
  1. Mengembangkan perilaku toleransi, saling pengertian antarbudaya dan antar bangsa dalam membina suatu dunia baru. Dan ikut menyumbangkan rasa cinta terhadap sesame dan sebagai alat untuk membina dunia yang kondusif dan sejahtera.
  2. Keberagaman itu memang mengatakan betapa banyaknya perbedaan yang harus dipahami. Dari segi bahasa, satu kata sanggup berarti begitu indahnya bagi satu suku, tetapi sebaliknya kata yang mempunyai arti indah itu mempunyai arti yang begitu buruk bagi suku yang lain. Tak ada yang sanggup memahami mengapa ada orang-orang yang begitu gampangnya menganggap dirinya jauh lebih baik dan jauh lebih berhak atas sesuatu di dunia ini. Bangsa ini harus berguru bagaimana menjadikan diri merasa cukup dan tidak hidup hiperbola biar tak ada rasa saling cemburu dan iri dengki.
  3. Wujud perubahan sosial yaitu sebagai berikut: 
    a) Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat. 
    b) Perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar. 
    c) Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki.
  4. Perubahan sosial terjadi dipengaruhi beragam faktor, seperti perubahan kependudukan, penemuan-penemuan baru, pertentangan (konflik), revolusi, perubahan akibat lingkungan fisik, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
  5. Di samping faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sosial, terdapat pula faktor pendukung terjadinya proses perubahan sosial antara lain kontak dengan masyarakat luas, difusi, sistem pendidikan, sikap, toleransi, sistem stratifikasi sosial, heterogenitas penduduk, visi atau orientasi masa depan, dan disorganisasi keluarga, serta sikap mudah menerima hal-hal yang baru.
  6. Perubahan sosial terjadi bukan tanpa hambatan. Terdapat beragam faktor yang dapat menghambat proses perubahan sosial, di antaranya kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, sikap tradisional, adat atau kebiasaan, vested interest, sikap tertutup, dan hakikat hidup.
  7. Ciri-ciri perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto:
    a. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang karena setiap masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau cepat
    b. Perubahan yang terjadi pada lembaga masyarakat tertentu akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. Lembaga-lembaga itu sifatnya interdependen maka sulit sekali untuk mengisolasi perubahan lembaga-lembaga sosial tertentu saja.
    c. Perubahan sosial yang cepat biasanya menyebabkan disosialisasi yang bersifat sementara karena berada dalam proses penyesuaian diri. Disorganiasi akan diikuti suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai baru.
    d. Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan dan bidang spiritual saja karena kedua bidang itu mmepunyai kaitan yang sangat kuat.
    e. Secara tipologis, perubahan-perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai:
    1) Proses sosial
    2) Segmentasi
    3) Perubahan struktural, dan
    4) Perubahan-perubahan pada struktur kelompok
  8. Syarat-syarat terjadinya perubahan sosial secara revolusi:
    a. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan perubahan
    b. Adanya seorang pemimpin atau kelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat itu.
    c. Pemimpin itu dapat menampung keinginan masyarakat untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas untuk dijadikan program dan arah bagi gerakan masyarakat.
    d. Pemimpin harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat, artinya tujuan itu sifatnya konret dan dapat dilihat masyarakat. Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai gerakan revolusi.
  9. Faktor penghambat terjadinya perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto:
    a. Kurangnya hubunan dengan masyarakat lain
    b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat
    c. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
    d. Adanya kepentingan yang telah tertanam kuat sekali
    e. Rasa takut akan adanya kegoyahan dalam integrasi budaya
    f. Prasangka terhadap hal yang baru atau asing atau sikap tertutup
    g. Hambatan yang bersifat ideologis
    h. Adat atau kebiasaan tertentu dalam masyarakat yang cenderung sukar diubah.
  10. Contoh perubahan sosial yang ada disekitar tempat tinggal:
    a. Keamanan lingkungan: dulu, untuk menjaga keamanan sekitar Rt dan Rw, masyarakat bersama-sama atau dibagi secara berkelompok/bergiliran tiap malamnya. Sekarang ini, ada keamanan RT/RW yang bertugas menjaga lingkungan, dengan menerima bayaran tiap bulannya dari warga.
    b. Pertanian: masyarakat yang dulunya banyak bertani, sekarang tidak lagi dapat bertani, dikarenakan lahan yang semakin sempit, dan tidak ada lagi sawah atau kebun, yang bisa dijadikan untuk bercocok tanam.
  11. Tujuan diadakannya akomodasi:
    a. Untuk mengurangi pertentangan antarperorangan atau antarkelompok manusia karena perbedaan paham.
    b. Untuk mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu atau temporer
    c. Akomodasi terkadang diusahakan untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antarkelompok sosial yang karena faktor sosial psikologis dan kebudayaan, hidupnya berpisah. Misalnya, akomodasi yang dijumpai pada masyarakat yang menerapkan sistem kasta
    d. Mengusahakan peleburan antarkelompok sosial yang terpisah.
  12. Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat, dari yang bersifat sederhana sampai yang lebih kompleks.
  13. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, lembaga, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar-manusia, organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
  14. Contoh-contoh perubahan sosial:
    a. Perubahan sistem mata pencaharian manusia, dari sistem berburu dan nomaden (berpindah-pindah) menjadi sistem bertani dan menetap. 
    b. Perubahan stratifikasi menurut adab yang memerlukan waktu yang relatif usang alasannya ialah adanya perasaan yang tertanam berpengaruh (vested interest). 
    c. Revolusi Amerika yang terjadi untuk menentang penjajahan, dengan revolusi yang spesial untuk berjalan 8 tahun (1775-1786) berhasil membuat sistem pemerintahan baru, yakni demokrasi, dimana sebelumnya banyak sekali dunia menerapkan sistem feodalisme. 
    d. Revolusi Industri di Inggris menimbulkan cara pandang gres terhadap teknologi. 
    e. Perubahan mode pakaian yang tidak merubah sistem pada masyarakat. 
    f. Perubahan gaya rambut yang spesialuntuk ditujukan pada fashion. 
    g. Migrasi yang dilakukan oleh masyarakat akan membuat tempat tujuan menjadi padat.
  15. Alasan masyarakat mau mendapatkan perubahan:
    a. Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada. 
    b. Timbulnya harapan untuk mengadakan perbaikan
    c. Kesadaran akan adanya belum sempurnanya dalam kebudayaan sendiri sehingga berusaha mengadakan perbaikan
    d. Adanya perjuangan masyarakat untuk beradaptasi dengan keperluan, keadaan, dan kondisi gres yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat
    e. Banyaknya kesusahan yang dihadapi yang memungkinkan insan berusaha untuk sanggup diatasinya
    f. Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin komplek dan adanya harapan untuk meningkatkan taraf hidup
    g. Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru, baik yang hadir dari dalam maupun dari luar masyarakat tertentu
    h. Sistem pendidikan yang sanggup mempersembahkan nilai-nilai tertentu bagi insan untuk meraik masa depan yang lebih baik
  16. Penemuan gres sanggup mempengaruhi dari satu bidang ke bidang lain. Misalnya, inovasi mobil, kereta api, dan telepon yang mengakibatkan tumbuhnya lebih banyak pusat-pusat kehidupan di tempat pinggiran kota.
  17. Pergolakan tempat 
    a. Konflik antar-suku di Papua
    b. Pemberontakan PKI Madiun
    Aksi protes 
    a. Demontrasi kaum buruh untuk kenaikan upah
    b. Demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa yang menuntut diadakannya reformasi
    Kebadungan cukup umur:
    a. Tawuran antar pelajar sekolah
    b. S3ks bebas Kriminalitas:
    a. Pembunuhan
    b. Perampokan
  18. Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime) ialah Suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada sektor pemerintahan atau sektor swasta, yang mempunyai posisi dan wewenang yang sanggup mempengaruhi suatu kebijakan dan keputusan.
  19. Perubahan social dan budaya membawa dampak positif dan negative terhadap kehidupan kita. Kita sebagai cukup umur ketika ini harus waspada terhadap hal-hal yang menimbulkan perubahan yang mengarah ke hal negative. . Pengawasan yang kurang dan mental yang dimiliki oleh cukup umur menjadi salah satu faktor timbulnya kebadungan tersebut. Kita harus mempunyai perilaku tegas menolak terhadap perubahan yang membawa ke arah negative. Kita sanggup mengambil dampak positifnya yaitu dengan tetap berpedoman pada nilai dan norma masyarakat , mengambil dampak positif dari budaya Barat, menyerupai tepat waktu , berguru keras , dan rajin berguru ilmu pengetahuan serta mengenal dan menyayangi kebudayaan sendiri dengan berusaha melestarikannya dan yang terpenting ialah dengan membentengi diri dengan ilmu agama.
  20. Ketika para tokoh politik terus berkonflik, itu membuktikan belum siapnya mereka untuk bersaing. Seharusnya mereka sanggup saling bertukar pikiran terkena dunia politik yang mereka dalami. Para tokoh politik harus melihat tujuan bekerjsama dari politik, bukan spesialuntuk kekuasaan tetapi memahami harapan masyarakat luas. Bukan memperdebatkan perbedaan pendapat.
  21. Cara menuntaskan masalah-masalah disintegrasi:
    a. Memajukan semangat multikulturalisme dengan menuntut masyarakat untuk hidup bertoleransi, saling pengertian dan saling memahami keadaan.
    b. Mengadakan diskusi terbuka antarkelompok dan golongan untuk mencapai janji bersama dan tidak ada yang dirugikan