Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

28 Soal (Essay) Ancaman Disintegrasi Bangsa Beserta Jawaban

Soal (Uraian) Materi Ancaman Disintegrasi Bangsa


1. Siapa sajakah pahlawan revolusi itu? Tuliskan!

Jawaban:  
Pahlawan revolusi:
a. Jendral Ahmad yani
b. Letnan Jendral R. Suprapto
c. Letnan Jendral Haryono
d. Letnan Jendral siswondo Parman
e. Mayor Jendral Pandjaitan
f. Mayor Jendral Sutoyo Siswomiharjo
g. Kapten Pierren Tendean
h. AIP Karel Satsuit Tubun
i. Brigadir Jendral Katamso Darmokusumo
j. Kolonel Sugiono


2. Apakah latar belakang munculnya DI/TII di Aceh?

Jawaban:  
Alasan pertama yang menjadi latar dari gerakan DI/TII Aceh adalah kekecewaan para tokoh pimpinan masyarakat di Aceh atas dileburnya provinsi Aceh ke dalam provinsi Sumatra Utara yang beribu kota di Medan. Peleburan provinsi itu seakan mengabaikan jasa baik masyarakat Aceh ketika perjuangan mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia dimasa revolusi fisik kemerdekaan Indonesia (1945-1950).


3. Mengapa gerakan DI/TII di Jawa Barat sulit untuk ditumpas?

Jawaban:  
Gerakan DI/TII dibawah pimpinan Kartosuwiyo sulit ditumpas karena beberapa faktor :
a. Medannya berupa daerah pegunungan-pegunungan sehingga sangat mendukung pasukan DI/TII untuk bergerilya
b. Pasukan Kartosuwiryo dapat bergerak dengan leluasa di kalangan rakyat
c. Pasukan DI /TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda, antara lain pemilik-pemilik perkebunan dan para pendukung negara Pasundan
d. Suasana politik yang tidak stabil dan sikap beberapa kalangan partai politik telah mempersulit usaha-usaha pemulihan keamanan.


4. Jelaskan secara singkat operasi penumpasan terhadap gerakan 30 S/PKI!

Jawaban:  
Dalam situasi yang tidak menentu pimpinan angkatan darat di ambil alih oleh Panglima Kostrad Mayor Jendral Soeharto. Ia melakukan konsolidasi pasukan TNI yang masih setia kepada pemerintah. Dengan kekuatan ini Mayor Jendral Soeharto melakukan serangkaian operasi penumpasan G30S/PKI. Setelah merebut kembali stasiun komunikasi RRI, Mayor Jendarl Soeharto menjelaskan melalui siaran radio bahwa telah terjadi penghianatan yang dilakukan Gerakan 30 September/PKI. Mereka telah menculik beberapa perwira TNI AD. Lebih Lanjut Mayjen Soeharto menyampaikan bahwa Presiden Soekarno dan Jendral A.H. Nasution dalam keadaan sehat dan situsi Jakarta telah dikendalikan. Langkah selanjutnya adalah merebut Bandara Halim Perdana Kusuma yang diduga sebagai pusat Gerakan 30 September/PKI. Dalam waktu singkat tempat ini dapat dikuasai pasukan RPKAD. Dari bukti-bukti yang telah dikumpulkan ABRI dan masyarakat menyimpulkan bahwa dibalik Gerakan 30 September/PKI ini terlibat PKI. Maka dimulailah operasi pengejaran terhadap anggota PKI ini. Pada operasi di Tegal, Letkol Untung berhasil di tangkap, sementara D.N. Aidit tertembak mati di Daerah Boyolali. Para tokoh PKI yang tertangkap kemudian di adili. Di antaranya ada yang di hukum mati.


5. Tuliskan isi pengumuman Mayor Jendral Soeharto selaku pimpinan sementara angkatan darat melalui RRI pada tanggal 1 Oktober 1965!

Jawaban:  
Isi pengumuman mayor jendral Soeharto selaku pimpinan sementara Angkatan Darat melalui RRI pada tanggal 1 Oktober 1965
a. Adanya usaha usaha perebutan kekuasaan oleh yang menamakan dirinya gerakan 30 September
b. Telah diculik 6 petinggi Angkatan Darat
c. Presiden dan Menko Hankam /Kasab dalam keadaan aman dan sehat
d. Kepada rakyat dianjurkan untuk tetap tenang dan waspada


6. Tuliskan cara-cara PKI agar memperoleh simpati masyarakat sebelum melakukan pemberontakan pada tanggal 1 Oktober 1965!

Jawaban: 
Cara-cara PKI agar memperoleh simpati masyarakat sebelum melakukan pemberontakan pada tanggal 1 Oktober 1965.
a. Mengirim sukarelawan dalam konfrontasi dengan Malaysia
b. Melakukan “aksi sepihak” tahun 1963 terutama di Jawa, Bali dan Sumatera Utara dengan memberikan tanah kepada petani
c. Melakukan demonstrasi, menuntut kenaikan upah di pabrik-pabrik perusahaan, dan perkebunan
d. Memberikan latihan politik dan militer kepada anggota pemuda rakyat dan gerwani
e. PKI akhirnya menuntut pemerintah agara membentuk angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh, petani, dan nelayan yang dipersenjatai.
f. Menghancurkan lawan politiknya dengan jalan mendukung pemerintah untuk membubarkan Masyumi, Murba, Manikebu (Manifesto Kebudayaan).
g. Menyebarkan isu tentang adanya Dewan Jendral dalam Angkatan Darat yang akan mengambil alih kekuasaan secara paksa dengan bantuan Amerika Serikat.


7. Apa saja latar belakang munculnya pemberontakan daerah pada awal kemerdekaan indonesia?

Jawaban:  
Latar belakang munculnya pemberontakan di awal kemerdekaan
a. Ingin mendirikan negara sendiri dengan berasaskan agama
b. Ingin menanamkan paham ideologi komunis
c. Tidak setuju dengan kembalinya negara Indonesia ke bentuk negara kesatuan


8. Di daerah mana sajakah pemberontakan DI/TII terjadi?

Jawaban:  
Daerah pemberontakan DI/TII:
a. Jawa Barat
b. Jawa Tengah
c. Aceh
d. Kalimantan Selatan
e. Sulawesi Selatan


9. Tuliskan latar belakang terjadinya pemberontakan andi aziz!

Jawaban:  
Latar belakang pemberontakan Andi Azis adalah.
a. Menuntut bahwa keamanan di Negara Indonesia Timur hanya merupakan tanggung jawab pasukan bekas KNIL saja
b. Menentang campur tangan pasukan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat)
c. Mempertahankan berdirinya Negara Indonesia Timur


10. Jelaskan upaya pemerintah dalam mengatasi pemberontakan RMS!

Jawaban:  
Dalam upaya penumpasan, pemerintah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan cara berdamai. Cara yang dilakukan oleh pemerintah yaitu, dengan mengirim misi perdamaian yang dipimpin oleh seorang tokoh asli Maluku, yakni Dr. Leimena. Namun, misi yang dilakukan tersebut ditolak oleh Soumokil. Selanjutnya misi perdamaian yang dikirim oleh pemerintah terdiri atas para pendeta, politikus, dokter, wartawan pun tidak dapat bertemu langsung dengan pengikut Soumokil. Karena upaya perdamaian yang diajukan oleh pemerintah tisak berhasil, akhirnya pemerintah melakukan operasi militer untuk membersihkan gerakan RMS dengan mengerahkan pasukan Gerakan Operasi Militer (GOM) III yang dipimpin oleh seorang colonel bernama A.E. Kawilarang, yang menjabat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur.