Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Latihan Soal (Esai) Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa Lengkap Jawaban

Soal (Uraian/Essay) Bab Perjuangan Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa
  1. Siapa sajakah pahlawan revolusi itu? Tuliskan!
  2. Apakah latar belakang munculnya DI/TII di Aceh?
  3. Mengapa gerakan DI/TII di Jawa Barat sulit untuk ditumpas?
  4. Jelaskan secara singkat operasi penumpasan terhadap gerakan 30 S/PKI!
  5. Tuliskan isi pengumuman Mayor Jendral Soeharto selaku pimpinan sementara angkatan darat melalui RRI pada tanggal 1 Oktober 1965!
  6. Tuliskan cara-cara PKI agar memperoleh simpati masyarakat sebelum melakukan pemberontakan pada tanggal 1 Oktober 1965!
  7. Apa saja latar belakang munculnya pemberontakan daerah pada awal kemerdekaan indonesia?
  8. Di daerah mana sajakah pemberontakan DI/TII terjadi?
  9. Tuliskan latar belakang terjadinya pemberontaakan andi aziz!
  10. Jelaskan upaya pemerintah dalam mengatasi pemberontakan RMS!
  11. Tuliskan kekuatan-kekuatan yang memperkuat Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah!
  12. Jelaskan latar belakang terjadinya Pemberontakan PKI Madiun! 
  13. Apa yang melatar belakangi pemberontakan DI/TII pimpinan Kahar Muzakar?
  14. Tuliskan tuntutan umum dari gerakan sparatis di daerah-daerah!
  15. Apa keterkaitan antara GAM Dengan DI/TII?
  16. Tuliskan latar belakang munculnya pemberontakan/gerakan 30 September!
  17. Tuliskan tiga tuntutan mahasiswa yang disebut dengan Tritura (tri tuntutan Rakyat)!
  18. Tuliskan beberapa argumen tentang gerakan Gerakan 30 September!
  19. Tuliskan program-program FDR (Front Demokrasi Rakyat)!
  20. Tuliskan usaha pemerintah dalam menumpas PRRI di Sumatra dan Permesta di Indonesia bagian Timur!
  21. Kemukakan tujuan pemberontakan PKI Madiun 1948!
  22. Jelaskan latar belakang munculnya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat!
  23. Bagaimana upaya pemerintah untuk mengakhiri pemberontakan DI/TII aceh?
  24. Kemukakan latar belakang munculnya pemberontakan APRA di Bandung 1950!
  25. Kemukakan apakah isi tuntutan Kahar Muzakar yang disampaikan oleh pemerintah, dan bagaimana jawaban pemerintah!
  26. Bagaimanakah dampak sosial politik dari peristiwa G 30 S/PKI 1965? Berilah penjelasan secukupnya!
  27. Bagaimanakah kondisi politik menjelang terjadinya PRRI/ permesta?
  28. Siapakah pempimpin pemberontakan permesta?
Jawaban:
  1. Pahlawan revolusi:
    a. Jendral Ahmad yani
    b. Letnan Jendral R. Suprapto
    c. Letnan Jendral Haryono
    d. Letnan Jendral siswondo Parman
    e. Mayor Jendral Pandjaitan
    f. Mayor Jendral Sutoyo Siswomiharjo
    g. Kapten Pierren Tendean
    h. AIP Karel Satsuit Tubun
    i. Brigadir Jendral Katamso Darmokusumo
    j. Kolonel Sugiono
  2. Alasan pertama yang menjadi latar dari gerakan DI/TII Aceh adalah kekecewaan para tokoh pimpinan masyarakat di Aceh atas dileburnya provinsi Aceh ke dalam provinsi Sumatra Utara yang beribu kota di Medan. Peleburan provinsi itu seakan mengabaikan jasa baik masyarakat Aceh ketika perjuangan mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia dimasa revolusi fisik kemerdekaan Indonesia (1945-1950).
  3. Gerakan DI/TII dibawah pimpinan Kartosuwiyo sulit ditumpas karena beberapa faktor :
    a. Medannya berupa daerah pegunungan-pegunungan sehingga sangat mendukung pasukan DI/TII untuk bergerilya
    b. Pasukan Kartosuwiryo dapat bergerak dengan leluasa di kalangan rakyat
    c. Pasukan DI /TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda, antara lain pemilik-pemilik perkebunan dan para pendukung negara Pasundan
    d. Suasana politik yang tidak stabil dan sikap beberapa kalangan partai politik telah mempersulit usaha-usaha pemulihan keamanan.
  4. Dalam situasi yang tidak menentu pimpinan angkatan darat di ambil alih oleh Panglima Kostrad Mayor Jendral Soeharto. Ia melakukan konsolidasi pasukan TNI yang masih setia kepada pemerintah. Dengan kekuatan ini Mayor Jendral Soeharto melakukan serangkaian operasi penumpasan G30S/PKI. Setelah merebut kembali stasiun komunikasi RRI, Mayor Jendarl Soeharto menjelaskan melalui siaran radio bahwa telah terjadi penghianatan yang dilakukan Gerakan 30 September/PKI. Mereka telah menculik beberapa perwira TNI AD. Lebih Lanjut Mayjen Soeharto menyampaikan bahwa Presiden Soekarno dan Jendral A.H. Nasution dalam keadaan sehat dan situsi Jakarta telah dikendalikan. Langkah selanjutnya adalah merebut Bandara Halim Perdana Kusuma yang diduga sebagai pusat Gerakan 30 September/PKI. Dalam waktu singkat tempat ini dapat dikuasai pasukan RPKAD. Dari bukti-bukti yang telah dikumpulkan ABRI dan masyarakat menyimpulkan bahwa dibalik Gerakan 30 September/PKI ini terlibat PKI. Maka dimulailah operasi pengejaran terhadap anggota PKI ini. Pada operasi di Tegal, Letkol Untung berhasil di tangkap, sementara D.N. Aidit tertembak mati di Daerah Boyolali. Para tokoh PKI yang tertangkap kemudian di adili. Di antaranya ada yang di hukum mati.
  5. Isi pengumuman mayor jendral Soeharto selaku pimpinan sementara Angkatan Darat melalui RRI pada tanggal 1 Oktober 1965
    a. Adanya usaha usaha perebutan kekuasaan oleh yang menamakan dirinya gerakan 30 September
    b. Telah diculik 6 petinggi Angkatan Darat
    c. Presiden dan Menko Hankam /Kasab dalam keadaan aman dan sehat
    d. Kepada rakyat dianjurkan untuk tetap tenang dan waspada
  6. Cara-cara PKI agar memperoleh simpati masyarakat sebelum melakukan pemberontakan pada tanggal 1 Oktober 1965.
    a. Mengirim sukarelawan dalam konfrontasi dengan Malaysia
    b. Melakukan “aksi sepihak” tahun 1963 terutama di Jawa, Bali dan Sumatera Utara dengan memberikan tanah kepada petani
    c. Melakukan demonstrasi, menuntut kenaikan upah di pabrik-pabrik perusahaan, dan perkebunan
    d. Memberikan latihan politik dan militer kepada anggota pemuda rakyat dan gerwani
    e. PKI akhirnya menuntut pemerintah agara membentuk angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh, petani, dan nelayan yang dipersenjatai.
    f. Menghancurkan lawan politiknya dengan jalan mendukung pemerintah untuk membubarkan Masyumi, Murba, Manikebu (Manifesto Kebudayaan).
    g. Menyebarkan isu tentang adanya Dewan Jendral dalam Angkatan Darat yang akan mengambil alih kekuasaan secara paksa dengan bantuan Amerika Serikat.
  7. Latar belakang munculnya pemberontakan di awal kemerdekaan
    a. Ingin mendirikan negara sendiri dengan berasaskan agama
    b. Ingin menanamkan paham ideologi komunis
    c. Tidak setuju dengan kembalinya negara Indonesia ke bentuk negara kesatuan
  8. Daerah pemberontakan DI/TII:
    a. Jawa Barat
    b. Jawa Tengah
    c. Aceh
    d. Kalimantan Selatan
    e. Sulawesi Selatan
  9. Latar belakang pemberontakan Andi Azis adalah.
    a. Menuntut bahwa keamanan di Negara Indonesia Timur hanya merupakan tanggung jawab pasukan bekas KNIL saja
    b. Menentang campur tangan pasukan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat)
    c. Mempertahankan berdirinya Negara Indonesia Timur
  10. Dalam upaya penumpasan, pemerintah berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan cara berdamai. Cara yang dilakukan oleh pemerintah yaitu, dengan mengirim misi perdamaian yang dipimpin oleh seorang tokoh asli Maluku, yakni Dr. Leimena. Namun, misi yang dilakukan tersebut ditolak oleh Soumokil. Selanjutnya misi perdamaian yang dikirim oleh pemerintah terdiri atas para pendeta, politikus, dokter, wartawan pun tidak dapat bertemu langsung dengan pengikut Soumokil. Karena upaya perdamaian yang diajukan oleh pemerintah tisak berhasil, akhirnya pemerintah melakukan operasi militer untuk membersihkan gerakan RMS dengan mengerahkan pasukan Gerakan Operasi Militer (GOM) III yang dipimpin oleh seorang colonel bernama A.E. Kawilarang, yang menjabat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium Indonesia Timur.
  11. Kekuatan-kekuatan yang memperkuat Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah:
    a. Angkatan Umat Islam (AUI)
    b. Merapi-Merbabu
  12. Jatuhnya kabinet yang dipimpin oleh Amir Syariffudin sehingga ia menyusun kekuatan untuk menunjukkan sikap anti pemerintah Indonesia, dengan membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada tanggal 26 Februari 1948. Tujuan dibentuk FDR adalah merebut kekuasaan yang sah dari pemerintah dengan berbagai cara, seperti agitasi, demonstrasi, dan tindakan keras lainnya
  13. Rasa kesukuan yang ditanamkan DI/TII telah berakar di hati rakyat Kahar Muzakar dan gerombolannya mengenal sifat rakyat. Kahar Muzakar dan pasukannya juga memanfaatkan lingkungan alam yang sangat dikenalnya sehingga sulit ditumpas.
  14. Mengoptimalkan potensi dan kekayaan daerah, menuntut otonomi daerah yang seluas-luasnya, dan mengusahakan pembangunan daerah agar setara dengan pembangunan di ibu kota Jakarta.
  15. Gerakan separatis GAM dan gerakan DI/TII Aceh memiliki keterkaitan yaitu kedua gerakan tersebut menuntut keadilan dari pemerintah pusat terhadap Aceh. Gerakan DI/TII Aceh menuntut status wilayah propinsi kepada pemerintah pusat, mengingat tidak sedikit bantuan yang diberikan rakyat Aceh selama perang kemerdekaan. Sedangkan, Gerakan Aceh Merdeka menuntut Aceh lepas dari RI akibat kesejahteraan rakyat Aceh kurang diperhatikan oleh pemerintah pusat karena pembangunan hanya terfokus di Pulau Jawa.
  16. Pada bulan Agustus 1965, Presiden Soekarno dikabarkan sakit keras. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh PKI untuk merebut kekuasaan. Pimpinan Biro Khusus PKI kemudian mengadakan rapat untuk mempersiapkan gerakan yang akan dilaksanakan pada 30 September. Pada 30 September 1965, PKI menculik dan membunuh enam orang perwira tinggi dan seorang perwira pertama Angkatan Darat. Ketujuh perwira tersebut dibawa ke Lubang Buaya. Selain itu, PKI juga membunuh Ade Irma Suryani, putri Jenderal Nasution. Bersamaan dengan waktu penculikan, PKI juga menduduki RRI dan Pos Telekomunikasi. Di Jawa Tengah, G30S/PKI berhasil merebut kekuasaan di Semarang dan Yogyakarta. PKI berhasil menculik dan membunuh Kolonel Katamso dan Letkol. Sugiyono. ABRI kemudian mengadakan Operasi Penumpasan yang mulai dilancarkan pada 1 Oktober 1965.
  17. Pembubaran PKI, pembersihan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI, dan penurunan harga serta perbaikan ekonomi.
  18. Harold Crouch mempunyai tiga penafsiran sebab G30S/PKI. Pertama, ia melihat bahwa penyebab dari munculnya tragedi tersebut berasal dari adanya fraksi di dalam tubuh militer yang tidak puas akan kepemimpinan petinggi militer pada kala itu. Kedua, tragedi tersebut muncul akibat adanya argumen bahwa pergerakan ABRI seluruhnya didalangi PKI. Ketiga, penyebab peristiwa tersebut adalah adanya kemitraan antara beberapa pejabat pemerintah dengan pimpinan PKI.
  19. Program-program FDR antara lain:
    a. Menuntut dibatalkannya perjanjian Renville
    b. Penghentian perundingan-perundingan dengan Belanda sampai Belanda bersedia menarik diri dari Indonesia
    c. Menuntut dibubarkannya kabinet Hatta
    d. Membentuk cabinet baru yang mengikutkan FDR/PKI
  20. Berbagai operasi yang dilaksanakan antara lain:
    a. Operasi Tegas di bawah pimpinan kolonel Kaharuddin Nasution untuk menguasai daerah Riau
    b. Operasi 17 Agustus dibawah pimpinan Kolonel Ahmad yani untuk mengamankan daerah Sumatra Barat
    c. Operasi Sapta Marga di bawah pimpinan Brigadir Jendral Djatikusumo untuk mengamankan daerah Sumatra utara, dan
    d. Operasi sadar di bawah pimpinan Letnan Kolonel Dr. Ibnu Sutowo untuk mengamankan daerah Sumatra selatan
  21. Tujuan pemberontakan Madiun adalah untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan paham komunis
  22. Kekecewaan Kartosuwiryo terhadap isi perjanjian renville yang mengharuskan wilayah Jawa Barat dikosongkan oleh tentara RI. Adanya kekosongan kekuasaan militer di Jawa Barat (Divisi Siliwangi) Kemudian dimanfaatkan kartosuwiryo untuk memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII)
  23. Operasi militer dilakukan untuk menumpas pemberontakan DI/TII Aceh akan tetapi mengalami kegagalan. Atas prakarsa colonel M.Yasin, diadakan musyawarah kerukunan Rakyat Aceh yang berlangsung pada tanggal 17-21 Desember 1962. Akhir pemberontakan DI/TII aceh diselesaikan dengan cara damai
  24. Latar belakang Gerakan APRA didalangi oleh kelompok kolonialis belanda yang ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia.  Tujuan Pemberontakan APRA mempertahankan bentuk federal, berdirinya negara federal, dan adanya tentara sendiri di setiap negara bagian
  25. Pada 30 April 1950 Kahar Muzakar mengirim surat kepada pemerintah dan pimpinan APRIS yang isinya menuntut agar semua anggota KGSS dimasukan dalam APRIS dengan nama Brigade hasanudin. Tuntutan ini ditolak dengan alasan yang diterima APRIS hanya mereka yang lulus seleksi. Pemerintah memberikan tempat bagi para gerilyawan dalam wadah yang dinamakan Korps Cadangan Nasional
  26. Kondisi politik juga belum stabil, karena sering terjadi konflik antar partai politik. Demokrasi terpimpin justru mengalah ke system pemerintahan dictator. Kehidupan ekonomi semakin suram. Harga barang-barang menjadi naik dan inflasi sangat tinggi, bahkan melebihi 600 persen setahun. Sehingga kemelaratan dan kekurangan makanan terjadi dimana-mana. Untuk mendapatkan bahan-bahan pokok, orang harus antri lebih dulu. Keamanan nasional juga sulit dikendalikan
  27. Pertentangan antara pemerintah pusat dan beberapa daerah yang menjadi pangkal permasalahan adalah masalah otonomi dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Pertentangan ini semakin meruncing dan terbentuklah Dewan Banteng, Dewan Gajah, Dewan Manguni, dan pengambilalihan kekuasaan pemerintah setempat akhirnya pecah menjadi perang terbuka pada bulan Februari 1958, yang dikenal sebagai pemberontakan PRRI-Permesta.
  28. Pemimpin Permesta:
    a. Letkol Kolonel Ahmad Husien
    b. Letkol Ventje Sumual
    c. Kapten Wim Najoan
    d. Mayor Eddy Gagola
    e. Mayor Dolf Runturambi
    f. Kolonel D.J. Somba