Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

18 Soal (Essay) Sistem, Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Beserta Jawaban

Soal (Uraian) Materi Sistem, Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin


1. Jelaskan kedudukan Presiden menurut UUD 1945!

Jawaban:  
Sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. Sebagai kepala negara, Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan, Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam cabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan sehari-hari.


2. Apa yang anda ketahui tentang Oldefo dan Nefo?

Jawaban:  
Oldefo dan Nefo
a. Nefo (New Emerging Forces) : negara-negara yang antikapitalis dan antikolonialis (kebanyakan negara blok timur)
b. Oldefo (Old Established Forces) : negara-negara yang cenderung kolonialis (kebanyakan negara blok barat)Oldefo dan Nefo
a. Nefo (New Emerging Forces) : negara-negara yang antikapitalis dan antikolonialis (kebanyakan negara blok timur)
b. Oldefo (Old Established Forces) : negara-negara yang cenderung kolonialis (kebanyakan negara blok barat)


3. Jelaskan perkembangan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin!

Jawaban:  
Keluarnya Dekrti Presiden 5 Juli 1959 membuat Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonominya menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan bermuara pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik, dan ekonomi. Tapi nyatanya, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah pada masa itu belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.


4. Pada tahun 1959, Indonesia mengalami inflasi yang sangat tinggi. Jelaskan upaya pemerintah dalam mengatasinya!

Jawaban:  
Pemerintah telah melakukan kebijakan pengetatan moneter sebagai upaya mengatasi tekanan inflasi. Kebijakan pengetatan moneter 1959 tersebut antara lain dilaksanakan dengan mengeluarkan ketentuan pagu kredit bagi tiap-tiap bank secara individual pada tanggal 8 april 1959. Selain itu, pemerintah dengan Undang-undang (UU) No. 2 Prp tahun 1959 melakukan sanering uang pada tanggal 25 Agustus 1959 dengan menurunkan nilai uang pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 menjadi Rp 50 dan Rp 100, serta melalui UU No.3 Rrp tahun 1959 dar membekukan simpanan giro dan deposito sebesar 90% dari jumlah di atas Rp 25.000 yang akan diganti menjadi simpanan jangka panjang. Penanganan laju inflasi ini terus berlangsung hingga awal 1960an dengan melakukan pembatasan kredit perbangkan secara kuantitatif dan kualitatif.


5. Tunjukkan 3 saja penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin!

Jawaban:  
Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin:
a. Pada tahun 1960 Presiden dengan penetapkan Presiden membubarkan DPR hasil pemilu pertama karena menolak untuk menyetujui RAPBN yang diajukan Presiden
b. Majelis Permusyawaratan Rakyat sementara telah mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden seumur hidup. Hal ini jelas bertentangan dengan UUD 45 Bab III pasal 7
c. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Ketua Dewan Perwakilan rakyat Gotong Royong diangkat sebagai menteri. Tindakan ini bertentangan dengan UUD 45, sebab kedudukan DPR selaku lembaga legislative sejajar dengan kedudukan Presiden selaku eksekutif. Dengan diangkatnya Ketua MPRS dan DPRGR sebagai menteri , di mana dalam UUD 45 dinyatakan bahwa kedudukan menteri adalah sebagai pembantu Presiden, maka tindakan tersebut secara terang-terangan telah merendahkan martabat lembaga legislative
d. Membuat Poros Jakarta-Peking-Pyong Yang, jelas menyimpang dari Politik Luar Negeri RI yang bebas aktif.


6. Mengapa pemerintah pada Masa Demokrasi Terpimpin memperbaiki kondisi ekonomi?

Jawaban:  
Karena pada saat itu banyak sekali masalah-masalah antara lain : cadangan kas negara kosong, uang Jepang banyak yang beredar, unsur inkostitusional (penyimpangan konstitusi UUD 1945) yang memperparah kondisi negara, serta banyaknya pemberontakan dan gerakan ekstrim misalnya PKI, APRA, dan DI/TII.


7. Mengapa Konstituante yang ditugasi untuk membentuk UUD baru mengalami kegagalan?

Jawaban:  
Karena masing-masing partai hanya mementingkan kepentingan partainya sendiri.


8. Mengapa terjadi Konfrontasi dengan Malaysia?

Jawaban:  
Konfrontasi antara indonesia dan Malaysia terjadi karena federasi Malaysia atau biasa disebut “persekutaan tanah melayu” yang menggabungkan Brunei, sarabah, dan Sarawak kedalam federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan persetujuan Manila. Oleh karena itu keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan federasi Malaysia yang sekarang dikenal Malaysia sebagai “ Boneka Inggris” merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.


9. Apa yang dimaksud dengan reformasi?

Jawaban:  
Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa