Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

10 Soal (Essay) Antologi Puisi

Soal (Esai/Uraian) Mengenai Antologi Puisi

1. Apa yang dimaksud dengan antologi puisi?
2. Tuliskan ciri-ciri antalogi puisi!
3. Jelaskan tentang unsur intrinsik puisi!
4. Tuliskan jenis-jenis puisi baru!
5. Mengapa setiap penyair memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda?
6. Bagaimana cara mendemonstrasikan antologi puisi?
7. Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendemonstrasikan antologi puisi!
8. Jelaskan yang dimaksud dengan struktur fisik puisi dan struktur batin puisi!
9. Tuliskan langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk memahami makna puisi!
10. Mengapa puisi lebih bersifat konotaif jika dibandingkan dengan karya sastra lain?

Jawaban:

1. Buku yang memuat kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair.

2.
a. Terdiri atas beberapa puisi.
b. Karya dari seorang penulis atau beberapa penulis.

3.
a. Tema, gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar suatu puisi.
b. suasana merupakan unsur pemikiran dan perasaan penyair yang mampu membuat suatu suasana terhadap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar suatu puisi.
c. Imaji merupakan gambaran yang ditimbulkan ketika membaca puisi tersebut melalui indra manusia, pendengaran, pengelihatan, perabaan, dan sebagainya.
d. Simbol merupakan unsur puisi yang menyatakan bahwa kata-kata dalam puisi sebagai suatu lambang untuk maksud dan tujuan yang lain.
e. Musikalitas puisi (nada/bunyi), sebuah puisi disusun atas kata-kata tertentu yang penuh makna dan indah untuk didengar yang berfungsi terhadap keseluruhan makna yang terdapat dalam puisinya.
f. Gaya bahasa merupakan cara penyair menyampaikan pikiran dan perasaan saat membuat puisi tersebut.
g. Amanat merupakan pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar setelah memahami tema, bunyi, dan makna dalam puisi tersebut.

4. Belanda, Himne, Ode, Epigram, Romansa, Elegi, Soneta, dan sebagainya.

5. Setiap penyair mempunyai gaya bahasa yang berbeda-beda, sesuai dengan pikiran dan perasaan saat membuat puisitersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan pemilihan kata pada puisi, seperti bedanya zaman, pengalaman hidup penyair, perbedaan tempat budaya, dan sebagainya.

6. Mendemonstrasikan antalogi puisi akan berbeda dengan membaca sebuah teks cerita. Penjiwaan dan penghayatan dalam demonstrasi atau musikalisasi antalogi puisi harus diperhatikan. Kita juga harus memperhatikan lafal dan intonasi yang jelas. Memahami isi puisi adalah upaya awal yang harus dilakukan oleh pembaca puisi agar dapat mengungkapkan makna tersirat dari untaian kata yang tersirat.

7.
a. Vokal merupakan hal pertama yang harus diperhatikan dalam membacakan puisi. Suara yang lantang, bersih, dan jernih akan sangat berpengaruh dalam mendemonstrasikan puisi. Dalam hal ini, vokal mencangkup artikulasi, diksi, tempo, dinamika, modulasi, intonasi, jeda, dan pernapasaan.
b. Penampilan merupakan faktor lain untuk keberhasilan seseorang dalam membaca puisi. Penampilan ini berkaitan dengan kepribadian atau performance sesorang diatas pentas saat mempersembahkan sebuah puisi.usahakan terkesan tenang, tak gelisa, tak gugup, berwibawa dan meyakinkan serta mengasyikan (tidak demam panggung). Hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penampilan saat mendemonstrasikan antologi puisi, antara lain gerak, komunikasi, ekspresi, dan konsentrasi.

8. Struktur fisik puisi merupakan unsur pembangun puisi yang bersifat fisik atau nampak dalam bentuk susunan kata-kata. Adapun struktur batin puisi merupakan unsur pembangun puisi yang tidak tampak langsung dalam penulisan kata-katanya.

9.
a. Menemukan kata kunci dalam setiap baris atau lirik karna kata-kata tersebut merupakan inti baris tersebut.
b. Menguraikan bait puisi ke dalam bentuk prosa atau parafrasa.
c. Menafsirkan makan kata.
d. Mengaitkan isi puisi dengan kehidupan nyata.

10. Karena banyak digunakan makna hias dan makna lambang. Dibandingkan dengan bentuk dengan bentuk karya sastra lain, puisi lebih bersifat konotatif. Bahasanya lebih banyak mengandung kemungkinan makna. Hal ini disebabkan ternjadinya pengonsentrasian atau pemadatan segenap kekuatan bahasa dalam puisi. Apabila dilihat dari segi bentuk penulisannya, puisi memiliki suatu tata wajah atau penampilan khusus diatas kertas, yang biasa disebut tipografi.