Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Latihan Soal (Esai) Kualitas Program Lengkap Jawaban

Soal (Essay/Uraian) Bab Kualitas Program
  1. Uraikan keuntungan dan kerugian menggunakan perangkat lunak komersial!
  2. Uraikan tahapan perancangan perangkat lunak berorientasi objek!
  3. Tuliskan keunggulan 4GL dan 3GL!
  4. Tuliskan isi infomasi pada dokumentasi operasi!
  5. Jelaskan fungsi scriptlt dalam software autolt!
  6. Uraikan strategi klasik pengujian berorientasi objek!
  7. Uraikan aspek yang digunakan untuk menilai seberapa baik kualitas sistem yang sudah dibangun!
  8. Tuliskan faktor-faktor yang memengaruhi readability!
  9. Terangkan pengertian program writability!
  10. Tuliskan faktor-faktor yang memengaruhi writability!
  11. Jelaskan yang dimaksud testing/pegujian!
  12. Tuliskan kegunaan testing!
  13. Terangkan pengertian testing menurut standar ANSI/IEEE 1059!
  14. Terangkan pengertian testabilitas!
  15. Mengapa perlu pengujian pada program/software?
  16. Tuliskan tujuan pengujian!
  17. Uraikan beberapa penyebab kegagalan software!
  18. Tuliskan prinsip-prinsip pengujian umum!
  19. Tuliskan tiga tahapan testing dalam pengujian perangkat lunak!
  20. Tuliskan dua acara desain test case!
  21. Tuliskan fungsi ceklist sabagai bahan untuk mengukur parangkat lunak!
  22. Tuliskan faktor-faktor yang memengaruhi reliability!
  23. Jelaskan kriteria cost untuk menguji program!
  24. Terangkan pengertian kriteria robustness untuk menguji program!
  25. Bagaimana cara kerja prinsip robustness dalam uji program?
  26. Terangkan pengertian dari robust perangkat lunak!
  27. Terangkan pengertian pengujian perangkat lunak!
  28. Tuliskan beberapa sasaran pengujian!
  29. Tuliskan beberapa prinsip pengujian!
  30. Jelaskan yang dimaksud testabilitas perangkat lunak!
Jawaban:
  1. Berikut keuntungannya
    a. Implementasi cepat
    b. Penghematan biaya
    c. Estimasi biaya dan waktu
    Berikut kerugiannya
    a. Kesesuaian rancangan sistem yang tidak baik
    b. Ketergantungan dari vendor
    c. Biaya tidak langsung dari kerusakan SDLC
  2. Tahapan perancangan perangkat lunak berorientasi objek
    a. Mendefinisikan konteks sistem dan model pengguna
    b. Merancang arsitektur sistem
    c. Mengidentifikasi objek utama sistem
    d. Mengembangkan objek desain
    e. Menspesikasi interface objek
  3. Berikut keunggulan 4GL
    a. Jalur kode yang lebih sedikit
    b. Memberikan potensi dilakukannya pemrograman oleh end user untuk aplikasi
    c. Metodelogi pengembangan
    d. Produktivitas yang meningkat
    e. Layanan yang meningkat
    f. Partisipasi pemakai
    Berikut keunggulan 3GL
    a. Kepadatan
    b. Efisiensi mesin
    c. Fungsionalitas
    d. Kompatibilitas
    e. Produktivitas pengkodean
    f. Pengujian dan pemeliharaan
  4. Berikut isi informasi pada dokumentasi operasi
    a. Identifikasi tugas (aplikasi) dan waktu
    b. Identifikasi media input
    c. Nomor form
    d. Instruksi yang digunakan untuk menyesuaikan form pada printer
    e. Perangkat hardware yang diperlukan
    f. Waktu pemrosesan yang diharapkan
  5. Scriptlt digunakan untuk membuat script batch yang digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan administrator di lingkungan Windows NT
  6. Berikut strategi klasik pengukian berorientasi objek
    a. Pengujian kecil – pengujian besar
    b. Pengujian unit
    c. Pengujian integrase
    d. Validasi
    e. Pengujian sistem
  7. Berikut aspek yang digunakan untuk menilai seberapa baik kualitas sistem yang sudah dibangun.
    a. Apakah implementasi sudah sesuai dengan spesifikasi?
    b. Apakah spesifikasi sesuai dengan kebutuhan user
  8. Faktor-faktor yang memengaruhi readability
    a. Simplicity
    b. Orthogonality
    c. Statement control
    d. Tipe data dan struktur data
    e. Syntax dan lexical convention
  9. Writability artinya program dapat ditulis secara jelas, ringkas, cepat dan benar
  10. Faktor-faktor yang memengaruhi writability
    a. Simplicity
    b. Orthogonality
    c. Mendukung abstraksi
  11. Testing adalah proses yang dibuat sedemikian rupa untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian hasil sebuah sistem informasi dengan hasil yang diharapkan
  12. Testing dilakukan untuk memastikan kualitas (quality assurance) yaitu menguji apakah sistem informasi yang dihasilkan sesuai dengan testing dilakukan untik memastikan kualitas (quality assurance)
  13. Proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defect) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software (Standar ANSI/IEEE 1059)
  14. Testabilitas software adalah seberapa mudah suatu program komputer dapat dites (James Bach)
  15. Mengapa perlu pengujian persepsi umum tentang pengujian adalah bahwa ini hanya terjadi dari pelaksanaan , misalnya menjalankan perangkat lunak itu merupakan bagian dari pengujian , tapi tidak keseluruhan kegiatan pengujian, kegiatan pengujian ada pada sebelum dan sesudah eksekusi pengujian: kegiatan seperti perencanaan dan pengendalian, memiliki ketentuan pengujian , merancang kasus, pengujian dan hasil pengecekan, mengevaluasi kreteria hasil, melaporkan pengujian proses dan sistem selama pengujian, dan penyelesaian (setelah fase pengujian telah dilengkapi) pengujian juga mencakup pengamatan dokumen (termasuk kode sumber) dan analisis statis. Baik pengujian dinamis maupun statis, dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang sama, dan akan menyediakan informasi yang bertujuan untuk meningkatkan sistem untuk diuji, dan proses pengembangan serta pengujian.
  16. Terdapat beberapa pengujian pengujian, yaitu sebagai berikut
    a. Mencari tahu kerusakan
    b. Mencapai keyakinan diri menyangkut tingkat kualitas dan penyediaan informasi
    c. Mencegah kerusakan
  17. Kesalahan dalam mendisain dan analisis dapat mengakibatkan kegagalan pada sistem. Programmer dapat membuat kesalahan dalam pengodean, pada sebuah program, atau dalam sistem sehingga terjadi kegagalan atau ketidakefektifan sistem yang digunakan dalam proses bisnis. Kegagalan dpat disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti radiasi, magnetis, medan magnet, dan polusi dapat menyebebkan kesalahan program atau memengaruhi kondisi perangkat lunak atau perangkat keras.
  18. Berikut prinsip-prinsip pengujian umum!
    a. Prinsip 1-pengujian menunjukan adanya kerusakan
    b. Prinsip 2-pengujian secara mendalam adalah mustahil
    c. Prinsip 3-pengujian awal
    d. Prinsip 4-pengelompokan kerusakan
    e. Prinsip 5-pradokas pestisida
    f. Prinsip 6-pengujian bergantung pada keadaan
    g. Prinsip 7-pemikiran tanpa kesalahan
  19. Dalam pengujian perangkat lunak terdapat, tiga tahapan dalam testing, yaitu sebagai berikut
    a. Unit Testing
    b. System Testing
    c. Acceptence Testing
  20. Terdapat dua acara desain test care, yaitu sebagai berikut
    a. Dengan berdasarkan pada fungsi yang dispesifikasi dari produk, tes dapat dilakukan dengan mendemonstrasikan tiap fungsi telah beroperasi secara penuh sesuai dengan harapan
    b. Dengan pengetahuan operasi internet dari produk, tes dapat dilakukan untuk memastikan semua komponen berjalan semestinya, operasi internal berlaku berdasarkan pada spesifikasi dan semua komponen internal telah cukup diperiksa. Pendekatan cara pertama disebut black box testing, dan pendekatan cara kedua disebut white box testing
  21. Checklist berfungsi memberikan serangkaian karakteristik yang membawa kepada perangkat lunak yang dapat diuji
  22. Faktor-faktor yang memengaruhi reliability
    a. Type checking
    b. Exception handling
    c. Restricted aliasing
    d. Readibility dan writability
  23. Permasalahan biaya merupakan salah satu faktor yang terpenting juga dalam mengambil keputusan program apa yang akan dipakai dalam pembuatan software ataupun aplikasi. Pikirkan matang-matang berapa biaya awal dan biaya berjalan yang akan kita tanggung jika menggunakan suatu program. Apakah program tersebut bersifat open source atau berlisensi? Apakah butuh membeli/menyewa server khusus untuk menjalankan program yang dibuat dengan bahasa tersebut? Apakah sampai perlu melakukan training programmer? Dan lain sebagainya
  24. Robustness maksudnya adalah kemampuan sebuah sistem komputer dalam menghadapi eror ketika eksekusi program sedang dijalankan
  25. Penerapan robustness ini bisa termasuk dalam hal apa saja, salah satu contohnya adalah algoritma sebuah program. Ketika terjadi error, program tersebut masih bisa berjalan atau tidak; fungsi-fungsi lainnya terpengaruh atau tidak; intinya itu program bisa diandalkan atau tidak ketika terjadi error atau failure.Guna mendapatkan algoritma yang robust ini tidak mudah, perlu dilakukan serangkaian test dengan kombinasi berbagi kemungkinan input atau kondisi
  26. Maksud dari robust perangkat lunak adalah kinerja atau hasil yang diharapkan meskipun dalam kondisi yang tidak ideal seperti adanya gangguan yang tidak terkendali yang dapat memengaruhi kinerja perangkat lunak
  27. Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan pengodean
  28. Beberapa sasaran pengujian diantaranya sebagai berikut
    a. Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan
    b. Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya
    c. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkapkan semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya
  29. Prinsip pengujian meliputi sebagai berikut
    a. Semua pengujian harus dapat ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan. Sebagaimana telah kita ketahui, sasaran pengujian perangkat lunak adalah untuk mengungkapkan kesalahan. Hal ini memenuhi kriteria bahwa cacat yang paling fatal (dari titik pandang pelanggan) adalah cacat yang menyebabkan program gagal memenuhi persyaratannya
    b. Pengujian harus direncanakan lama seblum pengujian itu mulai. Perencanaan pengujian dapat dimulai segera setelah model dilengkapi. Definisi detail mengenan test case dapat dimulai segera setelahmodel desain diteguhkan. Dengan demikian, semua pengujian dapat direncanakan dan dirancang sebelum semua kode dibangkitkan
    c. Prinsip pareto berlaku untuk pengujian perangkat lunak. Secara singkat prinsip pareto mengimplikasikan bahwa 80 persen dari semua kesalahan yang ditemukan selama pengujian sepertinya akan dapat ditelusuri sampai 20 persen dari semua modul program. Masalahnya, bagaimana mengisolasi modul yang dicurigai dan mengujinya dengan teliti
    d. Pengujian harus mulai “dari yang kecil” dan berkembang ke pengujian “yang besar” Pengujian pertama yang direncanakan dan dieksekusi biasanya berfokus pada modul program individual. Selagi pengujian berlangsung maju, pengujian mengubah focus dalam usaha menemukan kesalahan pada cluster modul yang terintegrasi dan akhirnya pada sistem secara keseluruhan.
    e. Pengujian yang mendalam tidak mungkn. Jumlah jalur permutasi untuk program yang berukuran menengah sangat besar. Oleh karena itulah, tidak mungkin untuk mengeksekusi setiap kombinasi jalus skema pengujian. Tetapi dimungkinkan untuk secara tepat mencakup logika program dan memastikan bahwa semua kondisi dalam desain procedural telah diuji
    f. Supaya menjadi paling efektif, pengujian harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Pengertian kata “yang paling efektif” adalah pengujian yang memiliki probabilitas tertinggi di dalam menemukan kesalahan (sasaran utama pengujian). Hal tersebut karena perekayasa perangkat lunak yang membuat sistem tersebut bukanlah orang yang paling tepat untuk melakukan semua pengujian bagi perangkat lunak.
  30. Testabilitas perangkat lunak adalah seberapa mudah sebuah program komputer dapat diuji