Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

22 Soal (Essay) Metode Etnografi

Soal (Esai/Uraian) Mengenai Metode Etnografi

1. Sebutkan dan jelaskan metode apa saja yang digunakan dalam penelitian etnografi?
2. Apa tujuan penelitian etnografi?
3. Apa manfaat penelitian etnografi?
4. Apa kelemahan penelitian etnografi?
5. Sebutkan apa saja tahapan yang digunakan seorang etnografer?
6. Mengapa penelitian etnografi bermanfaat bagi masyarakat?
7. Jelaskan secara sistematis langkah langkah dalam menyusun etnografi?
8. Apa maksud dari sifat holistik pada penelitian etnografi?
9. Etnogarfi ini bercirikan
1). Anggota masyarakat yang benar benar terpelajar menuliskan etnografi dalam bahasa penduduk asli.
2). Etnografer menerjemahkan etnografi ke dalam bahasa Inggris.
Etnografi apa yang dimaksud kan ini ?
10. Tuliskan fungsi dari analisis taksonomi !
11. Jelaskan apa pengertian etnografi dan jelaskan apa yang di maksud dengan etnografi klasik, etnografi modern, dan etnografi baru!
12. Apa itu Metode Penelitian etnografi?
13. Bagaimana melakukan studi etnografi?
14. Apa saja contoh dari kajian etnografi?
15. Apa yang dimaksud dengan etnografi dan contohnya?
16. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “partial truths” dalam etnografi? Mengapa etnografi bersifat demikian.
17. Jelaskan apa yang menjadi pokok kajian dalam etnografi visual dan bagaimanakah cara melakukan analisis terhadap data visual khusunya data yang berupa fotografi.
18. Tuliskan yang dimaksud dengan Etnografi realis!
19. Tuliskan yang dimaksud dengan Etnografi kritis
20. Dalam melakukan kerja lapangan, etnografer membuat kesimpulan budaya dari tiga sumber. Apa sajakah itu ?
21. Sebutkan dan jelaskan ciri khas yang dimiliki oleh etnografi realis !
22. Bahasa dalam Etnografi merujuk pada bagaimana individu berbicara dengan orang lain dalam sebuah latar kultural. Tujuan untuk menemukan pola – pola tingkah laku, keyakinan dan bahasa yang dimilki bersama ini mengimplikasikan dua poin penting. Sebutkan dan jelaskan dua poin penting tersebut !

Kunci Jawaban:

1. Banyak metode yang dapat dipilih dalam melaksanakan studi etnografi. Metode yang paling tepat digunakan, antara lain metode observasi dan metode interview. Observasi atau pengamatan merupakan salah satu metode yang dipergunakan dalam penelitian

2. Etnografi digunakan untuk meneliti perilaku-perilaku manusia berkaitan dengan perkembangan teknologi komunikasi dalam setting sosial dan budaya tertentu. Metode penelitian etnografi dianggap mampu menggali informasi secara mendalam dengan sumber-sumber yang luas.

3. Etnografi digunakan untuk meneliti perilaku-perilaku manusia berkaitan dengan perkembangan teknologi komunikasi dalam setting sosial dan budaya tertentu. Metode penelitian etnografi dianggap mampu menggali informasi secara mendalam dengan sumber-sumber yang luas.

4. Salah satu kelemahan utama penelitian etnografi adalah bahwa dibutuhkan lebih lama daripada bentuk penelitian lainnya. Tidak hanya membutuhkan waktu lama untuk melakukan kerja lapangan, tetapi juga memakan waktu lama untuk menganalisis materi yang diperoleh dari penelitian.

5. 
a. Menetapkan Informan.
b. Melakukan wawancara.
c. Membuat catatan etnografis.
d. Mengajukan pertanyaan deskriptif.

6. Seorang yang akan melakukan penelitian etnografi harus memiliki latar belakang pengetahuan yang menunjang penelitiannya, mengetahui dengan jelas obyek yang akan diteliti atau dipelajari. ... Sehingga metode etnografi sangat berguna untuk menemukan solusi bagi permasalahan sosial.

7. Menurut Spradley (2007), langkah-langkah yang harus dipertimbangkan dalam menulis penelitian etnografi, di antaranya sebagai berikut:
a. Memilih Khalayak
Langkah pertama adalah memilih khalayak atau pembaca karena pembaca akan memenangkan setiap aspek dalam etnografi. Semua penulisan merupakan salah satu bentuk komunikasi antar manusia, artinya menulis hampir sama dengan berbicara Penulis memilih pembaca mengidentifikasinya secara jelas. Sehingga selama proses penulisan, penulis dapat mengingat siapa yang akan membaca tulisannya kelak.
b. Memilih Tesis
Langkah kedua adalah memilih tesis. Tesis merupakan pesan utama dari tulisan yang ingin dibuat oleh penulis. Ada beberapa sumber untuk menemukan suatu tesis, di antaranya sebagai berikut:
1) Dapat berasal dari tema-tema yang penulis temukan ketika melakukan penelitian etnografi
2) Dapat berasal dari seluruh tujuan penelitian etnografi
3) Dapat berasal dari literatur-literatur ilmu-ilmu sosial
c. Membuat Daftar Topik dan Garis Besar
Langkah ketiga adalah membuat daftar topik dan garis besar. Dalam penelitian etnografi, tema yang dibahas biasanya berupa aspek-aspek seputar kebudayaan. Untuk membuat daftar topik dan garis besar, penulis dapat menggunakan bahan-bahan penelitian yang telah dikumpulkannya. Dalam hal ini penulis perlu meninjau kembali catatan- catatan lapangan dan data-data kebudayaan yang disusunnya.
d. Menulis Naskah Kasar untuk Masing-Masing Bagian
Langkah keempat adalah menulis suatu naskah kasar untuk masing-masing bagian penelitian. Naskah kasar yang dimaksud adalah naskah yang masih mentah dan belum mendapat perbaikan atau revisi. Salah satu penghambat dalam membuat naskah kasar adalah adanya keinginan penulis untuk merevisi naskah, padahal naskah tersebut ditujukan hanya sebagai kisi-kisi dalam menulis laporan penelitian yang sebenamya. Revisi ini secara tidak langsung dapat mempert proses penuli lisan laporan. Sehingga dalam menulis disarankan untuk menulis secara bebas sepertu ketika berbicara tanpa harus mengikuti aturan baku.
e. Merevisi garis besar dan membuat anak judul
Langkah kelima adalah merevisi garis dan membuat anak judul. Hampir dapat dipast bahwa garis besar yang dibuat sebelu akan berubah selama proses penulisan. Apabila penulis telah selesai membuat naskah kasalr sebaiknya diikuti dengan membuat garis besar penulisan yang baru. Selain itu, dalam anak judul atau sub-sub judul laporan penulis dapat memanfaatkan istilah-istilah khas yang digunakan oleh informannya. Hal ini ues dapat membantu untuk mengsambarkan mengena kebudayaan yang diteliti oleh penulis.
f. Mengedit Naskah Kasar
Langkah eenam adalah mengedit naskał kasar. Pada tahapan ini, penulis harus sudah mempunyai naskah kasar. garis besar, dan sejumlah sub judul yang akandigunakannya dalam penulisan laporan penelitian. Selain mengedit naskah kasar penulis dapat membuat perubahan secara langsung pada halaman-halaman yang telah ditulisnya Apabila penulis ingin menambahkan paragraf atau kalimat baru dalam naskah tersebut, penulis sebaiknya menuliskannya pada bagian belakang halaman atau pada kertas terpisah, dengan disertail petunjuk di mana tambahan paragraf atau kalimat tersebut harus dalam tulisan Selain itu, pada tahap ini penulis dapat meminta bantuan temannya untuk membac kembali naskah kasar yang telah dieditnya, untuk memberikan kritik dan saran mengenai tulisan tersebut secara umum. Karena pendapat dariluar dapat digunakan sebagai masukan untuk membuat berbagai perbaikan, sehingga laporan penelitian tersebut menjadi lebih komunikatif.
g. Menuliskan Pengantar dan Kesimpulan
Langkah ketujuh adalah menuliskan pengantar dan kesimpulan. Beberapa penulis merasa mereka dapat menulis secara lebih baik jika mereka menulis pengantar kasar terlebih dahulu di awal penulisan, dan baru membuat kesimpulannya di akhir penulisan. Namun hal tersebut justru salah, karena sebaiknya penulis membuat pengantar maupun kesimpulan dan merevisinya secara bersama-sama agar sesuai dengan tulisan penelitiannya.
h. Menuliskan Kembali Tulisan Mengenai Contoh-Contoh
Langkah kedelapan adalah menuliskan kembali tulisan mengenai contoh-contoh. Contoh- contoh yang dimaksud meliputi tulisan pada tahapan abstraksi yang paling mudah dipahami. Karena pentingnya contoh, maka sangat dianjurkan kepada penulis untuk membaca kembali tulisan yang telah disusunnya. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah penulis telah memasukkan contoh- contoh yang cukup ke dalam tulisannya.
i. Menulis Naskah Akhir
Langkah kesembilan adalah menulis naskah akhir. Dalam tahapan ini biasanya hanya meliputi pekerjaan berupa pengetikan tulisan penulis di atas kertas. Pengetikan dapat dilakukan oleh penulis sendiri ataupun orang lain yang ditunjuk oleh penulis. Ketika penulis tidak mengetikkan sendiri tulisannya, maka penulis perlu meneliti kembali tulisan tangannya dan membuat beberapa pengeditan dalam tulisan tersebut. Hal ini untuk meminimalkan kesalahan penulisan. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, tulisan penulis telah melalui serangkaian proses pemeriksaan berulang-ulang dan tahapan pengembangan, sehingga tulisan yang dihasilkar bukanlah tulisan yang langsung jadi namun n deskripsi etnografis yang dapat dipertanggungjawabkan.

8. Pandangan holistik menuntut seorang peneliti antropologi untuk mengkaji setiap aspek idiosinkratik dari suatu kebudayaan. ... Artinya, seorang peneliti memfokuskan dirinya untuk mengkaji satu kebudayaan dan menggali informasi yang sebanyak-banyaknya serta melihat keterkaitan antara setiap aspek dalam kebudayaan tersebut.

9. Etnografi Monolingual.
Etnografi monolingual lebih dekat pada deskripsi suatu kebudayaan yang menggunakan istilah-istilah sendiri. Dalam studi tipe ini, anggota masyarakat yang benar-benar terpelajar menuliskan etnografi dalam bahasa penduduk asli. Kemudian setelah mempelajari dengan cermat sistem semantik bahasanya, etnografer menerjemahkan etnografi tersebut kedalam Bahasa Inggris (atau bahasa peneliti).

10. Analisis taksonomi digunakan untuk menjabarkan domain domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahui struktur internalnya

11. Etnografi berasal dari kata ethos, yaitu bangsa atau suku bangsa dangraphein yaitu tulisan atau uraian. Etnografi adalah kajian tentang kehidupandan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat,kebiasaan, hukum, seni, religi, bahasa. Bidang kajian vang sangat berdekatandengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentangkebudayaan dari berbagai masyarakat atau kelompok (Richards dkk.,1985)
Istilah etnografi sebenarnya merupakan istilah antropologi, etnografi merupakan embrio dari antropologi. Metode penelitian antropologi dengan cara berbasis lapangan kemudian diamati (observasi), atau wawancara. Tulisan etnografi mampu melukiskan fenomena dalam masyarakat atau keebudayaan, serta membawa pembaca masuk kedalam dunia tersebut. Pengumpulan data etnografi diperoleh dari fieldwork (kerja lapangan) / filestudy.
a. Etnografi klasik,
Etnografi klasik mengharuskan bahwa penelitian mencakup baik deskripsi perilaku dan menunjukan mengapa dan dalam keadaan apa perilaku tersebut terjadi. Etnografi yang berawal dilakukan untuk membangun tingkatan-tingkatan perkembangan evolusi budaya manusia dari masa mulai munculnya manusia dipermukaan bumi sampai sekarang. Seperti halnya dengan analisis wacana, seorang antropolog waktu itu tidak terjun langsung ke lapangan untuk melakukan sebuah penelitian namun melakukan kajian etnografi menggunakan referensi-referensi dari perpustakaan. Namun pada akhir abad ke-19 mulai muncul pemikiran baru bahwa seorang antropolog harus melihat langsung atau harus terjun langsung ke lapangan untuk melihat sendiri dan ikut serta berada dalam kelompok masyarakat yang menjadi objek kajiannya karena tanpa terjun langsung ke lapangan sebuah laporan masih dipertanyakan sebab tidak adanya fakta yang mendukung interpretasi para peneliti.
b. Etnografi modern
Pada etnografi modern mereka tidak memandang hal ikhwal yang berhubungan dengan sejarah kebudayaan suatu kelompok (Spradley, 1997). Fokus utama para peneliti adalah pada kehidupan masa kini tentang the way of life atau struktur masyarakat dan berdasarkan sudut pandang mereka yang menggunakan cara dengan membanding-bandingkan dengan sistem sosial lain yang bertujuan untuk mendiskripsikan dan membangun struktur sosial dan budaya suatu masyarakat. Dalam hal ini peneliti ikut berada bersama informan sambil melakukan observasi karena kebenaran melalui interpretasi peneliti.
c. Etnografi baru
Terdapat dua generasi dalam etnografi baru. Etnografi baru generasi pertama (1960-an), etnografi baru memusatkan usahanya untuk menemukan bagaimana masyarakat mengorganisasikan budaya mereka dalam pikiran mereka dan kemudian menggunakan budaya tersebut dalam kehidupan. Analisis dalam penelitian ini tidak didasarkan semata-mata pada interpretasi peneliti tetapi merupakan susunan pikiran dari anggota masyarakat yang dikorek keluar oleh peneliti. Karena tujuannya adalah untuk menemukan dan menggambarkan organisasi pikiran dari suatu masyarakat, maka pemahaman peneliti akan studi bahasa menjadi sangat penting dalam metode penelitian ini. Etnografi baru generasi dua, budaya sebagai yang diamati dalam etnografi (Spradley, 1999). Selain itu juga sebagai proses belajar yang mereka gunakan untuk megintepretasikan dunia sekeliling mereka dan menyusun strategi perilaku untuk menghadapinya.

12. Etnografi merupakan suatu metode penelitian ilmu sosial. ... Di mana titik fokus penelitiannya dapat meliputi studi intensif budaya dan bahasa, bidang atau domain tunggal, ataupun gabungan metode historis, observasi, dan wawancara. Pada awalnya etnografi berakar pada bidang antropologi dan sosiologi

13. Prosedur siklus penelitian etnografi mencakup enam langkah yaitu (1) pemilihan suatu proyek etnografi, (2) pengajuan pertanyaan etnografi, (3) pengumpulan data etnografi, (4) pembuatan suatu rekaman etnografi, (5) analisis data etnografi, dan (6) penulisan sebuah etnografi.

14. Contoh etnografi dalam kehidupan sehari - hari adalah meneliti kebudayaan kelompok sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar. Hal yang dapat diamati untuk penelitian etnografi diantaranya yang berkaitan dengan pola perilaku, sistem kepercayaan, bahasa maupun nilai - nilai budaya dalam kehidupan sehari - hari.

15. Etnografi adalah jenis metode penelitian yang diterapkan untuk mengungkap makna sosio-kultural dengan cara mempelajari keseharian pola hidup dan interaksi kelompok sosio-kultural (culture-sharing group) tertentu dalam ruang atau konteks yang spesifik.

16. Kebenaran Etnografi bersifat partial; ia benar hanya apabila dipahami berdasarkan motivas dari pembatas-pembatas yang turut menentukan pendeskripsian tersebut. Ini berarti bahwa kebenaran yang ditampilkan oleh Etnografi sebenarnya dilandasi dan dibatasi oleh motivasi dan ketentuan yang tidak mempunyai kaitan langsung berada diluar masyarakat dan kebudayaan yang digambarkan. Bahkan bisa jadi kondisi pembatas semacam itu berada diluar jangkauan penelitian dan/atau masyarakat yang diteliti. Dengan demikian kebenaran yang ditampilkan oleh Etnografi bisa dikatakan tidak onyektif sepenuhnya.
Dikatakan bersifat demikian yakni memiliki sifat partial truths karena dalam penulisan sebuah etnografi harus menggunakan perspektif penulis sehingga menimbulkan etnografi yang tidak obyektif sepenuhnya yang terkadang membuat pembaca harus membaca secara berulang untuk memahami maksud dari si penulis dan pembaca harus dapat menerapkan to read between the lines yang mempunyai ketrampilan membaca secara waspada dan mengetauhi detail dari maksud atau isi etnografi tersebut baik yang sudah dipaparkan dalam tulisan maupun tidak terdapat pada tulisan.

17. Yang menjadi pokok kajian dalam etnografi visual adalah;
(a). Produksi materi visual oleh peneliti sebagai bagian dari proses penelitian.
(b). Analisa terhadap materi visual yang diproduksi oleh partisipan riset baik secara spontan(foto domestik, laman web, foto dari telepon genggam, dll) atau yang diproduksi secara terrencana sebgai bagian proses riset(meminta partisipan riset memotret atau membuat rekaman vidio tentang aspek tertentu dari lingkungan dan aktifitas sehari-hari mereka).
(c). Penggunaan materi visual, dikombinasikan dengan materi lain, untuk menampilkan hasil dari penelitian.
Cara melakukan analisis terhada data visual khusunya data yang berupa fotografi yahkni dengan cara melihat, mengamati mendiskripsikan gambar apa yang ada di data visual tersebut. Lalu kita dapat mengetahui bagaimana isi dari data visual itu sendiri, seperti perasaan yang sedang mengalami sedih atau susah, bentuk ekspresi tubuh.

18. Tipe ini adalah tipe yang tradisional dimana peneliti berusaha memperoleh data individu atau situasi menurut sudut pandang orang ketiga. Peran orang ketiga sangat signifikan karena mampu memberi pandangan yang dianggap objektif terhadap fenomena yang diteliti.
Tipe ini memberi kesempatan etnografer untuk menarasikan suara dari orang ketiga terkait apa yang diobservasi. Etnografer mengambil posisi di ”belakang panggung” dan memposisikan pandangan objektif partisipan sebagai sebuah ”fakta sosial”. Laporan yang disusun oleh etnografer realis ditulis dengan tanpa terkontaminasi bias personal dan politis serta justifikasi terhadap ”fakta sosial” atau disebut juga bebas nilai.

19. Tipe ini adalah tipe yang lebih kontemporer dimana peneliti ikut menyuarakan atau mengadvokasi suara kelompok sosi-kultural yang diteliti. Etnografer kritis merespons kondisi mayarakat kontemporer yang mengasumsikan bahwa sistem relasi kuasa, prestis dan otoritas cenderung memarjinalkan individu yang berasal dari kelas, ras dan gender yang berbeda.
Oleh karena itu, suara dari orang pertama hidup dalam situasi atau konteks yang diteliti sangat penting. Salah satu karakteristik tipe etnografi ini adalah adanya dorongan nilai emansipatoris yang diadvokasi oleh peneliti, dengan kata lain, tidak bebas nilai.

20. Dalam melakukan kerja lapangan, Etnografer membuat kesimpulan budaya dari tiga sumber, yaitu:
a. Dari yang dikatakan orang
b. Dari cara orang bertindak
c. Dari berbagai artefak yang digunakan orang.

21.
a. Peneliti mengungkapkan laporan dari sudut pandang orang ketiga berdsarkan data yang mereka peroleh melalui pengamatan atas partisipan dan pandangan pandangan mereka.
b. Peneliti memaparkan data – data obyektif dalam bentuk informasi yang terukur dan bebas dari bias, afilisasi politik, dan penilaian personal.
c. Peneliti mengungkapkan pandangan para partisipan melalui kutipan - kutipan penuturan mereka yang diedit tanpa merubah makna.

22.
A. Pertama, kelompok yang diteliti harus memiliki/menganut pola pola bersama yang dapat didteksi oleh peneliti.
B. Kedua, setiap anggota kelompok yang diteliti sama sama mengadopsi setiap tingkah laku, keyakinan dan bahasa maupun kombinasi ketiga unsur itu.