Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

17 Soal (Essay) Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Soal (Esai/Uraian) Mengenai Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

1. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang jurnal pembalik!
2. Tuliskan empat langkah-langkah untuk melakukan pemindahbukuan jurnal khusus ke buku besar!
3. Tuliskan lima transaksi-transaksi yang sering terjadi di perusahaan dagangan yang memengaruhi posisi keuangan!
4. Neraca saldo yang tidak seimbang mungkin diakibatkan oleh salah satu kesalahan-kesalahan, sebutkan lima kesalahan-kesalahan tersebut!
5. Jelaskan apa yang dimaksud laporan laba/rugi!
6. Tuliskan dan jelaskan unsur-unsur dari laporan perubahan modal!
7. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang membuat neraca saldo!
8. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang jurnal penyesuaian!
9. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang neraca saldo setelah penyesuaian!
10. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang menyiapkan laporan keuangan!
11. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang membuat jurnal penutup!
12. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang neraca saldo setelah penutupan!
13. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang identifikasi transaksi jurnal umum!
14. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang jurnal khusus!
15. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang buku besar pembantu!
16. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang posting ke buku besar!
17. Tuliskan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang tentang laporan harga pokok penjualan!

Kunci Jawaban:

1. Pada kondisi tertentu tidak perlu dibuat jurnal pembalik karena jurnal pembalik dibuat hanya untuk akun tertentu saja. Misalnya untuk transaksi pendapatan yang diterima di muka, di mana pada saat penjurnalan dicatat sebagai pendapatan atau untuk transaksi biaya yang dibayar di muka (piutang).

2. Empat langkah-langkah untuk melakukan pemindahbukuan jurnal khusus ke buku besar!
a. Jumlahkan jurnal khusus, kemudian tutup dengan memberikan garis ganda
b. Sediakan blangko buku besar yang berhubungan dengan jurnla khusus dan jurnal umum
c. Pindahkan setiap kolom di jurnal khusus ke akun yang bersangkutan, dengan syarat jumlah debit jurnal khusus dipindahkan ke sebelah debit buku besar dan jumlah kredit jurnal khusus dipindahkan ke sebelah kredit buku besar.

3. Lima transaksi-transaksi yang sering terjadi di perusahaan dagangan yang memengaruhi posisi keuangan!
a. Pembelian barang dagang dengan kredit
b. Pembelian barang dagang dengan tunai
c. Retur pembelian dan pengurangan harga
d. potongan pembelian
e. penjualan barang dagangan dengan kredit

4. Lima kesalahan:
a. Kesalahan menjumlah saldo pada kolom neraca saldo
b. Kesalahan mencatat angka ke neraca saldo
c. Kesalahan menghitung saldo di buku besar
d. Lupa mencatat suatu transaksi
e. Salah mencatat suatu pos, baik debit maupun kredit.

5. Laporan laba/rugi merupakan laporan mengenai kinerja keuangan perusahaan selama satu periode akuntansi, laporan laba/rugi mengungkapkan pendapatan, beban-beban, dan laba atau rugi yang diperoleh pada periode yang bersangkutan

6. Unsur-unsur dari laporan perubahan modal
a. Aktiva lancar disusun berdasarkan urutan tingkat likuiditasnya
b. Aktiva tetap disusun berdasarkan urutan jangka waktu perlunasannya.

7. Informasi yang digunakan untuk membuat neraca saldo adalah berasal dari buku besar yaitu setiap saldo akhir pada setiap akun-akun. Posisi debit dan kredit harus balance, jika tidak balance artinya ada kesalahan saat mencatat dari buku besar.

8. Pembuatan jurnal penyesuaian adalah akibat dari terjadinya transaksi yang berpengaruh kepada sejumlah akun perusahaan dan terkadang memunculkan kehadiran akun baru. Contoh transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang biasanya adalah sewa toko yang sudah jatuh tempo.

9. Tahap selanjutnya adalah penyesuaian neraca saldo dengan jurnal penyesuaian yang menghasilkan neraca saldo setelah disesuaikan (adjusted trial balance).

10. Laporan keuangan di buat dengan tujuan memudahkan pencarian informasi mengenai posisi keuangan perusahaan seperti keadaan harta, utang, dan modal perusahaan. Informasi yang digunakan pada laporan keuangan berasal dari neraca saldo setelah disesuaikan.

11. Tahap membuat jurnal penutup dari akun-akun yang terdapat di laporan laba rugi yaitu akun pendapatan dan biaya.

12. Tahap ini adalah penyesuaian antara neraca saldo dengan jurnal penutup. Mengapa perlu disesuaikan? Karena untuk mencatat kembali akun-akun yang telah berubah baik saldo ataupun akunnya.

13. Tahap siklus akuntansi ini dengan cara mengidentifikasi transaksi yang terjadi pada perusahaan dan melibatkan semua akun. Contoh transaksi perusahaan dagang biasanya adalah transaksi penjualan barang dagang. Sebagai penjual Anda telah menyerahkan barang dagang serta sudah memperoleh uang atas pembayaran dari pembeli. Maka transaksi seperti ini bisa kita identifikasikan sebagai transaksi penjualan secara tunai.

14. Bagi perusahaan yang mempunyai transaksi sedikit, mungkin bisa saja hanya menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksinya. Namun, bagaimana jika transaksinya sangat banyak? Pasti akan sulit untuk mengelompokkannya, sehingga membutuhkan jurnal khusus sebagai buku jurnal yang menjadi wadah untuk transaksi-transaksi tertentu. Penggunaan jurnal khusus dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, dan biaya. Jenis-jenis jurnal khusus diantaranya jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan.

15. Setelah jurnal khusus dibuat untuk mencatat transaksi tertentu, perusahaan dagang pada umumnya juga membuat buku besar khusus atau biasa disebut dengan buku besar pembantu. Buku besar pembantu adalah bagian dari buku besar umum yang bertujuan untuk merinci lebih lanjut data dalam satu akun. Pencatatan dari beberapa akun tertentu (akun piutang dan akun utang) kemudian dijadikan dasar informasi dalam menyusun neraca saldo perusahaan dagang.

16. Tahap ini adalah memindahkan data dari jurnal umum ke dalam buku besar. Selain dari jurnal umum, informasi data buku besar untuk perusahaan dagang juga diambil dari jurnal khusus. Peristiwa ini disebut dengan posting buku besar.

17. Bila perusahaan dagang menerapkan metode pencatatan secara perpetual (fisik), secara otomatis besarnya harga pokok barang yang terjual bisa ditentukan saat terjadi penjualan sehingga saat membuat jurnal penjualan sekaligus mencatat harga pokok penjualan. Namun perhitungan HPP tetap dianggap sebagai komponen dari laporan laba rugi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.