Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Soal (Esai) Sistem, Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer Lengkap Jawaban

Latihan Soal (Essay/Uraian) Bab Sistem, Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer 
  1. Meskipun indonesia telah merdeka kondisi ekonomi masa demokrasi liberal masih sangat buruk, jelaskan pendapatmu mengenai buruknya perekonomian indonesia saat itu!
  2. Jelaskan mengenai berakhirnya kekuasaan cabinet Wilopo!
  3. Mengapa pada masa pemerintahan cabinet Ali Sastroamijoyo II, PNI dan Masyumi yang semula berkoalisi dengan pemerintah kemudian mengalami perpecahan yang menyebabkan jatuhnya cabinet?
  4. Mengapa formatur kabinet yang ditunjuk oleh presiden soekarno sebelum terbentuknya kabinet Wilopo menemui kegagalan?
  5. Apa tugas utama dari konstituante?
  6. Bagaimanakah berakhirnya kekuasaan Kabinet Sukiman?
  7. Tuliskan isi dari Panca Karya!
  8. Apakah yang dimaksud sistem ekonomi gerakan Benteng?
  9. Tuliskan bentuk-bentuk kabinet yang pernah terbentuk pada masa demokrasi liberal!
  10. Tuliskan program kerja dari Kabinet Wilopo!
  11. Apa yang anda ketahui mengenai peristiwa Tanjung Marawa?
  12. Keadaan ekonomi masyarakat pada demokrasi liberal masih tersendat-sendat Jelaskan faktor penyebabnya!
  13. Jelaskan program kerja dari sistem ekonomi gerakan Benteng!
  14. Tuliskan ciri-ciri pelaksanaan demokrasi liberal pada awal kemerdekaan Indonesia!
  15. Tuliskan program kerja Kabinet Natsir!
Jawaban:
  1. Buruknya perekonomian Indonesia saat ini dikarenakan
    a. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB.
    b. Defisit yang harus ditanggung oleh Pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar.
    c. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis eksport terutama hasil bumi
    d. Politik keuangan Pemerintah Indonesia tidak dibuat di Indonesia melainkan dirancang oleh Belanda
    e. Pemerintah Belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi colonial menjadi sistem ekonomi nasional.
    f. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai
    g. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan separatisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia
    h. Tidak setabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran peerintah untuk operasi-operasi keamanan semakin meningkat
    i. Kabinet terlalu sering berganti menyebabkan program-program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulai dirancang
    j. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar
  2. Akibat peristiwa Tanjung Morawa muncullah mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia terhadap kabinet Wilopo. Sehingga Wilopo harus mengembalikan mandatnya pada presiden
  3. Masyumi menghendaki agar Ali Sastroamijoyo menyerahkan mandatnya sesuai dengan tuntutan daerah, sedangkan PNI berpendapat bahwa mengembalikan mandat berarti meninggalkan asas demokrasi dan parlementer. Pada Januari 1957 Masyumi menarik menteri-menterinya dari kabinet. Hal tersebut sangat melemahkan posisi cabinet Ali II sehingga pada 14 Maret 1957 Ali Sastroamijoyo terpaksa menyerahkan mandatnya kepada presiden.
  4. Karena tidak ada kesepakatan tentang calon-calon yang akan duduk dalam kabinet sehingga pada tanggal 19 Maret 1952, kedua formatur (Sidik Djojosukarto/PNI dan Prawoto Mangkusamito/Masyumi) mengembalikan mandatnya kepada presiden
  5. Tugas utama dari konstituante ialah merupakan UUD yang baru sebagai pengganti UUDS 1950.
  6. Munculnya pertentangan dari Masyumi dan PNI atas tindakan Sukiman sehingga mereka menarik dukungannya pada kabinet tersebut DPR akhirnya menggugat Sukiman dan terpaksa sukiman harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden 
  7. Isi program Pancakarya, yaitu :
    a. Membentuk Dewan Nasional
    b. Normalisasi keadaan republic
    c. Melancarkan pelaksanaan pembatalan persetujuan KMB
    d. Memperjuangkan Irian Barat
    e. Mempercepat proses pembangunan
  8. Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Djojohadikusumo (menteri perdagangan) Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia)
  9. Kabinet pada masa demokrasi liberal :
    1. Kabinet Natsir (6 september 1950-21 maret 1951)
    2. Kabinet Sukiman (27 april 1951-3 april 1952)
    3. Kabinet Wilopo (3 april 1952-3 juni 1953)
    4. Kabinet Ali Sastroamidjojo (31 juli 1953-12 agustus 1955)
    5. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 agustus 1955-3 maret 1956)
    6. Kabinet Ali Sastromidjojo II (20 Meret 1956- 4 maret 1957)
    7. Kabinet Djuanda (9 april 1957-10 juli 1959)
  10. Program kerja cabinet wilopo :
    a. Program dalam negeri
    - Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante, DPR, dan DPRD)
    - Meningkatkan kemamkmuran rakyat
    - Meningkatkan pendidikan rakyat
    - Pemulihan keamanan
    b. Program luar negeri
    - Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda
    - Pengambilan Irian Barat ke pangkuan Indonesia
    - Menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif
  11. Peristiwa perebutan lahan oleh petani di Sumatra Utara. Yang diperebutkan adalah lahan seluas 255 ribu hectare lahan perkebunan kelapa sawit, the, dan tembakau yang jadi konsensi milik sebuah perusahaan Belanda, Deli Plantres Vereniging (DPV) sebelum perang dunia II. Tanah itu diambil dan digarap rakyat pribumi dan keturunan tianghoa setempat saat jepang masuk ke indonesia. Tapi tanah itu kembali dipermasalahankan usai indnesia duharuskan mengembalikan tanah itu, sebagai imbas kesepakatan Konfrensi Meja Bundar (KMB). Kesepakatan itu membuat indonesia mendapat pengakuan kemerdekaan, tapi salah satu syaratnya mengembalikan lahan Kabinet Wilopo, diwakili Mentri dalam Negeri Mohamad Roem, memerintahkan Gubernur Sumatra Timur A, Hakim untuk melakukan pengosongan lahan
  12. Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat pada masa demokrasi liberal adalah sebagai berikut.
    a. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 triliun rupiah
    b. Defisit yang harus ditanggung oleh pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar
    c. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila pemerintah ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian indonesia
    d. Politik keuangan pemerintah indonesia tidak dibuat di indonesia melainkan dirancang oleh belnda
    e. Pemerintah belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi colonial menjadi sistem ekonomi nasional
  13. Programnya dari gerakan benteng :
    a. menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa indonesia
    b. Para pengusaha indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional
    c. Para pengusaha indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit
    d. Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju
  14. Ciri-ciri demokrasi liberal adalah sebagai berikut
    a. Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat diganggu gugat
    b. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah
    c. Presiden bisa dan berhak membubarkan DPR
    d. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden
  15. Program kerja Kabinet Natsir, antara lain :
    1) Mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilu Konstituante dalam waktu singkat
    2) Menggiatkan usaha mencapai keamanan dan ketentraman
    3) Memperjuangkan penyelesaian maslah Irian Barat