Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

40 Soal (Essay) Analisis Informasi Keuangan Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Analisis Informasi Keuangan

1. Contoh dari perubahan strukturan yang dapat berpengaruh terhadap trend keuangan suatu perusahaan yaitu?

2. Jelaskan tentang Rasio Likuiditas!

3. Tuliskan pengertian Rasio Solvabilitas!

4. Uraikan tentang Rasio Profitabilitas!

5. Jelaskan tentang Rasio Pasar!

6. Tuliskan pengertian Rasio Arus Kas Bebas!

7. Tuliskan pengertian Teknik Analisis Sumber dan Penggunaan Dana !

8. Uraikan tentang Teknik Analisis Break Even Point !

9. Uraikan tentang Evaluation!

10. Tuliskan teknik yang dapat dipakai untuk melakukan analisis terhadap laporan keuangan!

11. Uraikan tentang Teknik Komparatif / Perbandingan!

12. Jelaskan tentang Teknik Analisis Trend atau Tendensi!

13. Tuliskan pengertian Teknik Analisis Laporan dengan Persentase per Komponen (Common Size Statement)!

14. Uraikan tentang Teknik Index Time Series!

15. Tuliskan pengertian Analisa Laporan Keuangan!

16. Uraikan tentang Analisa Tren!

17. Uraikan tentang Analisa Industri!

18. Tuliskan Jenis Laporan Keuangan yang bisa di analisa serta jelaskan!

19. Uraikan 9 tujuan dari analisis laporan keuangan !

20. Jelaskan tentang Analisis Horizontal & Vertikal. !

21. Tuliskan pengertian Analisis Rasio!

22. Tuliskan pengertian Analisa Laporan Keuangan menurut Harahap (2015:190)!

23. Uraikan tentang Analisa Laporan Keuangan menurut Prastowo (2015:50)!

24. Jelaskan tentang Analisa Laporan Keuangan menurut Herry (2015:132)!

25. Uraikan tentang Bankruptcy Model !

26. Jelaskan tentang Net Cash Flow Prediction Model!

27. Tuliskan pengertian Take Over Prediction Model!

28. Uraikan Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan!

29. Uraikan tentang Analisa Laporan Keuangan menurut Munawir (2010:35)!

30. Jelaskan tentang Analisa Laporan Keuangan menurut Leopold A. Brenstein (1983:3)

31. Dari sudut pandang lain tujuan analisis laporan keuangan menurut Bernstein (1983:32) yang disampaikan oleh Sofyan (2007:18) adalah?

32. Tuliskan pengertian Screening!

33. Jelaskan tentang Teknik Analisis Gross Profit!

34. Tuliskan pengertian Teknik Dupont Analysis!

35. Jelaskan tentang Analisa Common Size!

36. Tuliskan pengertian Analisa Persentase Perubahan!

37. Tuliskan pengertian Analisa Laporan Keuangan menurut Najmudin (2011:64)!

38. Tuliskan pengertian Diagnosis!

39. Uraikan tentang Understanding!

40. Jelaskan tentang Forcasting!

Kunci Jawaban:

1.
1. Peraturan pemerintah.
2. Perubahan kompetisi.
3. Perubahan teknologi.
4. Akuisisi dan juga marge (penggabungan perusahaan).

2. Rasio likuiditas adalah rasio yang membicarakan apakah perusahaan bisa melunasi atau membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancarnya (likuid) atau tidak.

3. Rasio solvabilitas adalah rasio yang berbicara apakah suatu entitas bisa melunasi semua utangnya (solvent) atau tidak (insolvent).

4. Rasio profitabilitas adalah rasio yang berbicara tentang apakah suatu entitas bisa menghasilkan keuntungan (profitable) atau tidak.

5. Rasio pasar adalah sekumpulan rasio yang membicarakan tentang nilai perusahaan relative terhadap nilai buku perusahaan. Rasio ini terdiri dari Dividen Yield, Price Earning Ratio, Price to Book Value, dan 2 rasio lainnya.

6. Adalah rasio yang membicarakan sisa perhitungan arus kas yang dihasilkan oleh perusahaan pada akhir periode keuangan atau setelah dikurangi belanja modal untuk pengembangan perusahaan.

7. Adalah teknik analisis yang dipakai untuk mempelajari bagaimana suatu entitas atau perusahaan dalam mengaplikasikan kebijakan investasi-nya dan mengaplikasikan kebijakan financial-nya selama periode tertentu dari kegiatan operasinya (pada umumnya 1 tahun).

8. Teknik analisis break even point adalah suatu analisis untuk dapat menentukan tingkat penjualan yang harus diraih oleh suatu entitas supaya entitas tersebut tidak mengalami kerugian, namun juga belum mendapatkan keuntungan. Dengan menggunakan analisis ini akan diketahui berbagai macam tingkat keuntungan ataupun kerugian terhadap suatu tingkat penjualan.

9. Proses analisis dilakukan untuk menilai berbagai pencapaian atau prestasi yang sudah di capai oleh semua pihak yang mengelola perusahaan.

10. Berikut beberapa teknik yang digunakan dengan berbagai metode.
a. Teknik komparatif.
b. Teknik analisis
c. Teknik common size statement.
d. Teknik index time series.
e. Teknik rasio.
f. Teknik analisis sumber dan penggunaan dana.
g. Teknik analisis break even point.
h. Teknik analisis gross profit.
i. Teknik dupont analysis.

11. Teknik komparatif atau teknik perbandingan adalah teknik yang digunakan untuk melakukan analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk 2 periode atau lebih dengan menunjukan:
a. Data absolut atau berbagai jumlah dalam satuan rupiah.
b. Kenaikan atau pun juga penurunan dalam jumlah rupiah.
c. Kenaikan atau pun juga penurunan dalam persentase.
d. Perbandingan yang dinyatakan dalam bentuk rasio.
e. Persentase total.

12. Teknik analisis trend adalah teknik yang digunakan untuk mengetahui trend atau tendensi dari kondisi keuangan perusahaan, apakah menunjukan kecenderungan tetap, naik atau bahkan menurun. Hal tersebut dilakukan dengan cara membuat plot atas rasio keuangan dari waktu ke waktu. Hal ini sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah keadaan perusahaan sudah membaik atau memburuk dari waktu ke waktu.

13. Teknik analisis laporan dengan persentase per komponen adalah teknik analisis untuk mengetahui persentase investasi pada setiap aktiva terhadap total aktiva-nya. Selain itu juga untuk mengetahui struktur modal dan juga beban yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.

14. Teknik index time series adalah teknik analisis terhadap informasi historis yang dibutuhkan untuk melihat berbagai trend yang mungkin terjadi. Selanjutnya bisa menganalisis apa yang terjadi dibalik angka trend – trend tersebut. Dalam metode ini berbagai macam perubahan structural yang akan berdampak terhadap angka – angka keuangan harus diperhatikan.

15. Analisa laporan keuangan merupakan sesuatu metode atau teknik yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan. Umumnya, analisa ini digunakan oleh perusahaan atau organisasi dalam memeriksa seluruh jenis laporan keuangan secara berkala. Melakukan analisa ini sangat penting karena dapat melihat stablitas keuangan bahkan menghitung untung rugi sebuah perusahaan. Dalam melakukan analisa keuangan, seorang analis menguraikan setiap komponen-komponen laporan keuangan agar bisa mendapatkan informasi secara detail. Informasi-informasi terhadap komponen laporan keuangan ini sangat penting untuk mengetahui kondisi keuangan dari sebuah perusahaan. Sehingga dapat dijadikan suatu rujukan dalam sebuah pengambilan keputusan.

16. Jenis analisa yang pertama adalah analisa tren atau yang lebih umum disebut sebagai analisa time-series. Jenis analisa ini biasa digunakan oleh manajer keuangan untuk melihat kinerja sebuah perusahaan dari satu waktu dibandingkan waktu yang lain. Untuk melakukan jenis analisis ini, seorang akuntan atau manajer keuangan menggunakan history data dari laporan keuangan. Dalam melakukan Analisa Tren, biasanya seorang manajer keuangan menggunakan metode analisa rasio keuangan. Metode analisis rasio keuangan ini menggunakan perbandingan rasio dari laporan keuangan yang sudah pernah dibuat pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengetahui rasio dari laporan keuangan yang ada, seorang manajer dapat mengetahui performa dari suatu perusahaan serta langkah antisipasi ke depannya.

17. Dalam jenis analisa ini melibatkan perbandingan kondisi perusahaan terhadap perusahaan lain yang bergerak pada industri yang sama. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara perusahaan melakukan investasi finansial bila dibandingkan dengan perusahaan yang lainnya. Dengan melakukan jenis analisa ini, seorang manajer keuangan dapat melihat dan memutuskan terhadap penyesuaian finansial yang mungkin perlu dilakukan. Seorang manajer atau akuntan keuangan sebuah perusahaan umumnya menggunakan teknik penghitungan rasio saat melakukan jenis analisa ini. Dalam melakukan pembandingan, seorang manajer atau akuntan keuangan harus mengetahui rasio rata-rata sebuah perusahaan yang dibandingkan dengan perusahaan lain yang bergerak pada industri yang sama. Kemudian perbandingan rasio tersebut harus dihitung dengan metode yang sama.

18. Dalam melakukan analisa terhadap laporan keuangan tentu seorang manajer atau akuntan perusahaan tidak bisa menggunakan jenis analisis yang berbeda untuk semua laporan keuangan. Setiap laporan keuangan harus dilakukan analisa dengan jenis analisa yang berbeda pula. Berikut ini beberapa laporan keuangan yang biasanya digunakan untuk melakukan analisa oleh para manajer atau akuntan.
1. Neraca
Neraca dalam dunia akuntansi merupakan sebuah laporan keuangan dari suatu perusahaan. Dalam laporan Neraca akan terlihat kondisi keuangan perusahaan pada waktu-waktu tertentu. Beberapa komponen yang terdapat dalam Neraca adalah data history dari aktiva yang ada. Data tersebut menunjukkan setiap sumber keuangan atau modal baik yang berasal dari pemegang modal atau utang kewajiban perusahaan.
2. Laporan Laba Rugi
Seperti namanya, dalam laporan ini dapat diketahui kondisi finansial suatu perusahaan tersebut mengalami untung atau rugi. Terdapat berbagai catatan keuntungan maupun kerugian yang dialami perusahaan yang tercantum dalam laporan Laba Rugi ini. Catatan keuntungan atau kerugian perusahaan tersebut dapat berasal dari penjualan produk perusahaan dan beban yang harus dikeluarkan perusahaan.
3. Laporan Perubahan Posisi Keuangan
Pada laporan perubahan posisi keuangan, seorang manajer atau akuntan keuangan dapat melihat asal dan bagaimana kas tersebut digunakan. Atau dengan kata lain, seorang manajer dapat melihat setiap sumber dan bagaimana dana perusahaan digunakan. Adanya laporan ini sangat penting bagi seorang manajer atau akuntan untuk melakukan analisis laporan keuangan terhadap perubahan dan arus kas perusahaan.

19.
1. Bahan pertimbangan bagi investor untuk berinvestasi di suatu perusahaan.
2. Memberikan informasi mengenai kesanggupan perusahaan dalam mengembalikan pinjaman serta bunganya.
3. Sebelum melakukan kerjasama dengan pemasok, perusahaan harus melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan, profitabilitas pemasok serta kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban melalui analisis laporan keuangan.
4. Digunakan untuk mengetahui informasi tentang kesanggupan pelanggan dalam memenuhi kewajibannya.
5. Untuk mengetahui apakah perusahaan yang akan dimasuki tersebut memiliki prospek yang bagus.
6. Bahan acuan oleh pemerintah untuk menentukan besarnya pajak perusahaan yang harus dibayarkan.
7. Analisis laporan dibuat untuk menentukan perkembangan perusahaan, karena pihak internal seperti seorang manajer dapat menjadikannya sebagai acuan untuk menyusun strategi kedepannya.
8. Untuk mengetahui kondisi keuangan pesaing.
9. Dapat digunakan untuk mengetahui besarnya kerusakan yang dialami perusahaan.

20. Analisis horizontal terdiri dari perbandingan data keuangan tahun terakhir dengan data keuangan di tahun-tahun lainnya. Jenis analisis laporan keuangan ini juga dikenal sebagai analisis trend, dan sering dinyatakan dalam istilah moneter atau mata uang dan persentase. Perbandingan jumlah mata uang akan memberikan analis wawasan tentang aspek-aspek yang mungkin berkontribusi secara signifikan terhadap profitabilitas atau posisi keuangan suatu bisnis atau perusahaan. Sedangkan analisis vertikal merupakan analisis laporan yang dilakukan dengan cara membandingkan hubungan setiap komponen dengan total akun di dalam laporan keuangan tunggal. Analisis vertikal ini dapat diterapkan pada akun untung dan rugi dengan merepresentasikan tajuk standar sebagai persentase dari total omset tahunan. Hal ini akan memudahkan untuk mendapatkan informasi jika pembagian biaya, pengeluaran, serta laba yang berbeda. Selain itu juga memungkinkan untuk membandingkan tahun-tahun berikutnya dan untuk mengidentifikasi tren tertentu.

21. Analisis Rasio, dapat digunakan untuk mewakili hubungan antara berbagai angka pada neraca, laba dan rugi atau catatan akuntansi lainnya yang dibuat oleh akuntan. Pada analisis laporan berdasarkan rasio, dapat dibandingkan antara 2 kuantitas. Rasio selalu mewakili satu angka yang berkaitan dengan angka yang lainnya. Contoh rasio yang paling umum digunakan diantaranya adalah rasio profitabilitas, rasio likuiditas, rasio efisiensi, dan rasio solvabilitas.

22. “Analisis laporan keuangan adalah menguraikan berbagai pos yang ada di dalam laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang memiliki makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif ataupun data non-kuantitatif. Hal tersebut dilakukan dengan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.”

23. “Analisis laporan keuangan adalah suatu proses yang penuh dengan pertimbangan dalam rangka membantu evaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu. Hal tersebut dengan tujuan utama untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi keuangan dan kinerja perusahaan di masa yang akan datang.”

24. “Analisis laporan keuangan adalah suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur – unsurnya dan menelaah masing – masing dari unsur tersebut guna mendapatkan pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.”

25. Bankruptcy model adalah model yang memberikan rumusan untuk menilai kapan suatu perusahaan akan mengalami kebangkrutan atau gulung tikar. Dengan memakai suatu rumus yang diisi dengan menggunakan rasio keuangan, maka akan bisa diketahui suatu angka tertentu yang akan menjadi bahan untuk memprediksi kapan kemungkinan suatu perusahaan akan bangkrut.

26. Net Cash Flow Prediction model adalah model yang didesain untuk mengetahui seberapa besar arus kas masuk bersih suatu perusahaan pada periode yang akan datang.

27. Take Over Prediction model adalah model yang dimaksudkan untuk mengetahui kapan kemungkinan suatu entitas akan diambil alih oleh perusahaan lain.

28. Terdapat beberapa keterbatasan atau kekurangan dalam melakukan analisis laporan keuangan, yaitu sebagai berikut.
1. Analisis laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan, sehingga kelemahan yang ada di dalam laporan keuangan harus selalu diingat – ingat. Hal tersebut supaya kesimpulan dari hasil analisis tidak salah.
2. Ojek dalam melakukan proses analisis laporan keuangan hanyalah laporan keuangan. Untuk dapat memberikan suatu penilaian terhadap laporan keuangan tidak cukup hanya dengan menggunakan angka – angka yang terdapat pada laporan keuangan. Tapi juga harus melihat beberapa aspek lainnya seperti situasi ekonomi, gaya manajemen, situasi industry, tujuan perusahaan, budaya perusahaan, dan budaya masyarakat.
3. Objek dalam proses analisis adalah informasi historis yang mencerminkan masa lalu dan keadaan ini bisa berbeda dengan keadaan di masa yang akan datang.
4. Apabila melakukan perbandingan dengan perusahaan lain, maka harus dilihat beberapa perbedaan prinsip yang dapat menjadi penyebab perbedaan angka. Misalnya prinsip akuntansi, ukuran perusahaan, jenis industry, periode laporan, laporan individual atau konsolidasi, motif perusahaan.
5. Laporan keuangan hasil konsolidasi atau hasil dari konversi mata uang asing harus mendapatkan perhatian khusus. Hal tersebut dikarenakan perbedaan dapat terjadi karena maslah kurs konversi atau metode konsolidasi.

29. “Analisis laporan keuangan adalah penelaahan atau mempelajari daripada hubungan – hubungan dan tendensi atau kecenderungan (trend) untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan yang bersangkutan.”

30
. “Analisis laporan keuangan adalah proses penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data / informasi lainnya untuk melihat dari laporan itu berbagai ukuran dan hubungan tertentu yang sangat bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan.”

31. Screening, Understanding, Forcasting, Diagnosis dan Evaluation

32. Proses analisis dilakukan dengan tujuan untuk dapat mengetahui kondisi dan juga situasi suatu entitas dan laporan keuangan tanpa harus terjun secara langsung ke lapangan.

33. Teknik analisis gross profit adalah suatu analisis yang bertujuan untuk mengetahui berbagai macam sebab perubahan laba kotor suatu entitas dari suatu periode ke periode lainnya atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang dianggarkan untuk periode tersebut.

34. Dupont analysis adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktivanya dan bisa mengukur tingkat profit atas penjualan yang didapatkan oleh perusahaan. Analisis ini dipakai degan tujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas perusahaan dalam memutar modalnya. Para manajemen perusahaan dapat memakai teknik ini untuk menganalisa berbagai cara yang bisa memperbaiki kinerja perusahaan.

35. Analisa Common Size ini biasa digunakan untuk melakukan analisa terhadap neraca dan laporan untung-rugi sebuah perusahaan dengan menggunakan persentase. Dalam analisa ini, setiap komponen laporan untung-rugi dibagi dengan penjualan lalu disajikan dalam persentase penjualan. Sementara komponen neraca dibandingkan dengan total aset dan disajikan sebagai persentase total aset. Format persentase ini menggunakan metode perbandingan dan bukan angka absolut. Format ini jauh lebih mudah untuk dibuat dan dimengerti oleh seorang manajer keuangan. Jenis analisa ini sangat memudahkan seorang manajer atau akuntan keuangan untuk mengetahui laporan untung-rugi karena disajikan dalam format yang sederhana dan mudah dimengerti.

36. Analisa ini lebih banyak digunakan dengan cara menghitung tingkat pertumbuhan dari setiap komponen laporan untung-rugi maupun komponen neraca terhadap tahun dasar pembuatannya. Jenis analisis ini memang sedikit lebih sulit bila dibandingkan dengan jenis analisa laporan keuangan lainnya. Namun, jenis analisa ini merupakan jenis analisa laporan keuangan yang sangat baik dan kuat. Analisis ini membuat seorang manajer keuangan dapat melihat kondisi berbagai akun laporan untung rugi maupun akun neraca. Kondisi yang dilihat oleh manajer keuangan ini adalah kondisi-kondisi akun untung rugi atau akun neraca terhadap total aset. Selain terhadap total aset juga bisa dilihat kondisi akun terhadap pertumbuhan atau penurunan nilai penjualan.

37. “Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penguraian data atau informasi yang terdapat dalam laporan keuangan menjadi komponen – komponen tersendiri, menelaah setiap komponen, dan mempelajari hubungan antara komponen tersebut dengan memakai teknik analisis tertentu agar didapatkan pemahaman yang tepat dan gambaran yang komprehensif tetantang informasi tersebut.”

38. Proses analisis dimaksudkan untuk dapat menggambarkan atau melihat berbagai kemungkinan masalah yang terjadi, baik dalam manajemen, operasi, keuangan, atau masalah lain yang ada di perusahaan.

39. Dengan melakukan proses analisis, informasi yang masih mentah dari laporan keuangan akan menjadi lebih detail, mendalam, dan luas. Hubungan satu pos dengan pos yang lainnya ini akan bisa menjadi suatu indicator atau tolak ukur tentang posisi dan juga prestasi keuangan perusahaan serta memperlihatkan bukti kebenaran dalam penyusunan laporan keuangan. Oleh karena itu dapat memahami kondisi dari perusahaan, keuangannya, dan apa yang dihasilkannya.

40. Proses analisis dipakai untuk bisa memprediksi atau meramalkan keadaan keuangan suatu entitas atau perusahaan di masa depan.