Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

44 Soal (Essay) Auditing Beserta Jawaban

Soal (Uraian) Materi Auditing

1. Jelaskan Tanggung Jawab Auditor Untuk Menemukan Peristiwa Kemudian Yang Terjadi Setelah Selesainya Pekerjaan Lapangan Tetapi Sebelumnya Diterbitkan Laporan Auditor!

Jawaban:
Biasanya ada tenggang waktu antara satu hingga tiga minggu antara tanggal auditor menyelesaikan pekerjaan lapangan dengan tanggal ia menerbitkan laporan auditnya. PSA No. 43, pemberian tanggal atas laporan auditor independen (SA 530), menyatakan bahwa auditor tidak bertanggung jawab untuk mengajukan pertanyaan atau melakukan prosedur pengauditan apa pun selama periode waktu tersebut untuk menemukan peristiwa kemudian yang material. Namun, apabila peristiwa demikian terjadi dan diketahui oleh auditor, maka ia harus mempertimbangkan untuk mengungkapkan atau membuat penyesuaian atas laporan keuangan sehubungan dengan adanya periastiwa tersebut.


2. Apakah Tanggung Jawab Auditor Atas Penemuan Prosedur Yang Tidak Dilaksanakan Setelah Tanggal Laporan?

Jawaban:
SA 390, Pertimbangan atas prosedur yang tidak dilaksanakan pada tanggal laporan auditor (PSA No 49), menyatakan bahwa apabila auditor berkesimpulan bahwa pendapat tidak lagi didukung dan ia percaya bahwa terdapat orang-orang yang sekarang meletakkan kepercayaan atas laporan, maka auditor harus melakukan dengan benar prosedur yg tidak dilaksanakan tersebut atau melaksanakan prosedur alternative yg bisa member dasar yang memuaskan bagi pendapatnya.


3. Risiko apa saja yang mungkin terjadi dalam siklus pembelian? Dan bagaimana pengendalian yang dilakukan atas risiko yang terjadi tersebut?

Jawaban:
Risiko auditnya
- Barang yang datang tidak sesuai dengan pesanan
Pengendaliannya :
-Pemisahan tugas pada masing-masing bagian-bagian perusahaan
a. Bagian Pembelian ; fungsinya otorisasi(bagian mana yang dibeli) ->SOP
b. bagian penerimaan Barang->Otorisasi->melakukan pengecekan fisik SOP
c. Bagian Gudang
d. Bagian Keuangan->Otorisasi
e. Bagian Keuangan->Otorisasi->memegang uang
f. Pengecekan secara fisik dan berkala
g. Ada Dokumentasi


4. Apa kelebihan dan kelemahan dari pembayaran melalui cek? Dan alternative apa yang dapat dilakukan apabila terjadi cek kosong?

Jawaban:
Kelebihan :
-Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
-Alat pembayaran yang dapat diteriama untuk jumlah ynag tidak terbatas
-Lebih aman karena resiko uang hilang lebih kecil
-Jika hilang dapat dilakukan pemblokiran dan pelacakan
-Dapat berpindah tangan tanpa mengeluarkan biaya yang besar
Kelemahan:
-Pemegang cek hanya bisa melakukan pencairan pada jam buka bank yang dituju.
-Tidak efektif digunakan untuk membayar dalam jumlah kecil
-Tidak setiap orang dapat menerimanya.
-ada batas waktu untuk pencairan uangnya, jangan sampai terlewat batas waktunya.
-Kemungkinan bisa terjadi penipuan atau Cek Kosong.
-Cek mudah robek jika tidak digunakan secara hati-hati.
-risiko kehilangan cek tinggi jika jenis cek tersebut cek atas unjuk.
-biaya untuk membuat cek tinggi, tidak semua bisa memiliki cek. Hanya yang memiliki tabungan giro memiliki cek. Dan itu biasanya dimiliki oleh perusahaan saja yang memiliki transaksi besar.
Jika mendapat cek kosong, maka kembalikan lagi cek tersebut ke perusahaan yang memberikan cek tersebut. Lalu bisa kita meminta dalam bentuk uang. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan maka segera melapor kepolisian karena hal ini termasuk kejahatan penipuan tindak pidana.


5. Contoh pengendalian internal yang baik dalam penerimaan barang?

Jawaban:
Memeriksa barang yang telah sampai apakah sesuai dengan pesanan.
· Memisahkan tanggung jawab aset dan fungsi lainnya. Misalnya memisahkan bagian yang menerima barang dengan bagian penyimpanan dan bagian akuntansi untuk menghindari pencurian.
· Dilakukan pencatatan akuntansi setiap kali barang tersebut dipindahkan.
· Barang perlu dikontrol secara fisik sejak barang diterima hingga barang tersebut digunakan atau dibuang.


6. Kelemahan dari adanya e-commerce pada siklus akuisisi?

Jawaban:
Kelemahan utama terletak dari kemampuan sumber daya perusahaan untuk menggunakan teknologi. Secanggih apapun teknologi yang dimiliki perusahaan jika SDM nya kurang memiliki pemahaman terhadap teknologi tersebut akan sia-sia saja.
-rentan terhadap pencurian data (hacker)
-tidak terciptanya hubungan antara perusahaan dengan pelanggan jika transaksi dilakukan secara komputerisasi.


7. Apakah auditor perlu menguji akurasi/klasifikasi aset tetap pada periode sebelumnya? Jika tidak mengapa? Jika iya apa alasannya?

Jawaban:
Auditor biasanya tidak perlu menguji akurasi atau klasifikasi aset tetap yang tercatat pada periode-periode sebelumnya, karena diasumsikan sudah diverifikasi oleh audit pada masa itu. Akan tetapi, auditor perlu menyadari bahwa perusahaan kadang-kadang memiliki peralatan manufaktur, namun tidak lagi digunakan dalam operasi. Jika jumlah peralatan manufaktur tersebut material, maka auditor perlu mengevaluasi apakah pencatatannya harus dihapuskan ke nilai realisasi bersih (tujuan nilai realisasi) atau setidaknya diklasifikasikan terpisah sebagai “perlengkapan yang tidak digunakan”.


8. Bagaimana cara menentukan risiko bawaan dalam beban dibayar dimuka?

Jawaban:
-ditentukan pada tingkat yang rendah karena akun ini tidak melibatkan isu akuntansi yang kompleks atau mendalam.
-beban yang ditangguhkan dan aktiva tidak berwujud memerlukan pertimbangan risiko bawaan yang serius.
-risiko bawaan tinggi apabila terdapat salah saji yang material.
-risiko bawaan tinggi apabila penilaian dan estimasi umur paten, wiralaba dan goodwill melibatkan pertimbangan mendalam dan perbedaan pendapatan antara auditor dengan klien.


9. Apa yang dilakukan auditor jika pengendalian internal atas pencatatan wesel bayar tidak memadai?

Jawaban:
-Auditor perlu melakukan pengujian kembali terhadap transaksi-transaksi wesel bayar tersebut.
-auditor perlu melakukan prosedur lain untuk menguji adanya wesel bayar yang tidak tercatat. Misalnya auditor dapat mengirimkan konfirmasi kepada kreditur yang memiliki wesel atas klien di masa lampau, tetapi tidak ada di dalam daftar wesel bayar.
-auditor juga dapat menganalisis beban bunga untuk pembayaran kepada kreditur yang tidak termasuk dalam daftar wesel bayar dan melaah notulensi pertemuan dewan direksi untuk mendeteksi kemungkinan adanya wesel bayar yang tidak tercatat.


10. Siapa yang berhak memiliki kertas kerja pemeriksaan?

Jawaban:
Milik akuntan publik


11. Berkas apa saja yang termasuk kertas kerja pemeriksaan ?

Jawaban:
· berkas dari pihak klien
· berkas dari pihak analisis yang dibuat oleh auditor
· berkas dari pihak ke 3


12. Apa yang dimaksud dengan hearsay evidence ?

Jawaban:
Hearsay evidence merupakan bukti dalam bentuk jawaban lisan dari klien atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan auditor.


13. Mengapa auditor menolok memeberikan pendapatan ? berikan alasannya!

Jawaban:
Auditor menganggap ada ruang lingkup audit yang dibatasi oleh perusahaan/pemerintah yang diaudit, misalnya karena auditor tidak bisa memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk bisa menyimpulkan dan menyatakan laporan sudah disajikan dengan wajar


14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengujian pisah batas penjualan, pisah batas retur penjualan dan pengeluaran kas !!!

Jawaban:
Pengujian Pisah Batas adalah Pengujian pencocokan transaksi dari bukti ke laporan keuangan.
a. Pengujian Pisah Batas Penjualan dan Retur Penjualan
- Pengujian pisah batas dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bukti yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha dicatat pada periode akuntansi yang sesuai dengan periode terjadinya transaksi , dan (2) ayat-ayat jurnal untuk persediaan dan harga pokok penjualan yang bersangkutan dibuat pada periode yang sama.
Pengujian pisah batas penjualan dibuat per tanggal neraca. Untuk penjualan barang yang dikeluarkan dari gudang, pengujian menyangkut pembandingan antara penjualan yang terjadi sekitar beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sesudah tanggal neraca menurut pembukuan dengan dokumen pengiriman untuk menentukan apakah transaksi-transaksi tersebut telah dicatat pada periode yang tepat.
- Pengujian pisah batas retur penjualan terutama ditujukan untuk mencermati kemungkinan terjadinya retur sebelum akhir tahun tetapi pencatatannya baru akan dilakukan pada tahun buku berikutnya, sehingga terjadi lebih saji pada penjualan dan piutang.
b. Pengujian Pisah Batas Penerimaan Kas
Pengujian pisah batas penerimaan kas dirancang dengan maksud untuk mendapatkan jaminan yang layak bahwa penerimaan kas telah dicatat pada periode akuntansi terjadinya penerimaan. Pisah batas yang tepat pada tanggal neraca penting artinya baik bagi kas maupun piutang usaha.
Observasi langsung atau review atas dokumen-dokumen bisa menghasilkan bukti mengenai ketepatan pisah batas. Apabila auditor bisa hadir pada tanggal tutup buku, maka ia akan dapat mengamati bahwa semua peneriman sebelum penutupan buku telah termasuk dalam kas yang ada diperusahaan atau telah disetor ke bank dan telah dikreditkan ke rekening piutang usaha.auditor dapat juga mereview dokumen pendukung seperti ikhtisar kas harian dan bukti setoran ke bank per tanggal tutup buku. Tujuan review ini adalah untuk memastikan bahwa total dalam bukti setoran ke bank sama dengan jumlah yang tercantum dalam ikhtisar kas harian. Disamping itu auditor juga bisa memastikan bahwa penerimaan telah dicatat pada tanggal tutup buku.


15. Prosedur” apakah yang harus dilakukan auditor untuk mendapatkan bukti yang cukup tentang kewajaran utang” yang berhubungan dengan pengupahan/penggajian karyawan ?

Jawaban:
Prosedur-prosedur :
- Menghitug ulang utang-utang yg berkaitan dengan penggajian/pengupahan
- Mengaudit program kesejahteraan karyawan dan program pension
- Mengaudit opsi saham
- Melakukan verifikasi atas kompensasi kepada para pejabat perusahaan.
Dalam mendapatkan bukti yang berkaitan dengan kewajaran utang” tersebut, auditor harus mereview perhitungan yg dibuat manajemen atau melakukan perhitungan secara independen. Utang pajak penghasilan karyawan harus dibandingkan dengan bukti” pembayaran pajak penghasilan karyawan ke kas Negara. Bukti tambahan bisa diperoleh dengan cara memeriksa pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dilakukan klien setelah akhir tahun buku, sebelum berakhirnya pemeriksaan lapangan. Bukti yang diperoleh dari pengujian ini terutama berkaitan dengan asersi penilaian atau pengalokasian.