Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

44 Soal (Essay) Auditing Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Auditing

1. Jelaskan Tanggung Jawab Auditor Untuk Menemukan Peristiwa Kemudian Yang Terjadi Setelah Selesainya Pekerjaan Lapangan Tetapi Sebelumnya Diterbitkan Laporan Auditor!

2. Apakah Tanggung Jawab Auditor Atas Penemuan Prosedur Yang Tidak Dilaksanakan Setelah Tanggal Laporan?

3. Risiko apa saja yang mungkin terjadi dalam siklus pembelian? Dan bagaimana pengendalian yang dilakukan atas risiko yang terjadi tersebut?

4. Apa kelebihan dan kelemahan dari pembayaran melalui cek? Dan alternative apa yang dapat dilakukan apabila terjadi cek kosong?

5. Contoh pengendalian internal yang baik dalam penerimaan barang?

6. Kelemahan dari adanya e-commerce pada siklus akuisisi?

7. Apakah auditor perlu menguji akurasi/klasifikasi aset tetap pada periode sebelumnya? Jika tidak mengapa? Jika iya apa alasannya?

8. Bagaimana cara menentukan risiko bawaan dalam beban dibayar dimuka?

9. Apa yang dilakukan auditor jika pengendalian internal atas pencatatan wesel bayar tidak memadai?

10. Siapa yang berhak memiliki kertas kerja pemeriksaan?

11. Berkas apa saja yang termasuk kertas kerja pemeriksaan ?

12. Apa yang dimaksud dengan hearsay evidence ?

13. Mengapa auditor menolok memeberikan pendapatan ? berikan alasannya.

14. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengujian pisah batas penjualan, pisah batas retur penjualan dan pengeluaran kas !!!

15. Prosedur” apakah yang harus dilakukan auditor untuk mendapatkan bukti yang cukup tentang kewajaran utang” yang berhubungan dengan pengupahan/penggajian karyawan ?

16. Jelaskan sifat masing” pengujian dibawah ini dan tunjukkan dengan asersi” mana bersangkutan!

17. Audit menurut anda ?

18. Perbedaan siklus audit dan siklus akuntansi ?

19. Mengapa di perlukan kode etik akuntan ?

20. Laporan keuangan terdiri dari ?

21. Siapa saja pihak sebagai pemakai laporan keuangan ?

22. Apa yang dimaksud general audit dan special audit ?.

23. Apa perbedaan audit internal dan audit eksternal ?

24. Apa yang dimaksud dengan compliance audit ?

25. Ada berapa standar pemeriksaan akuntan publik yang anda ketahui ? apa saja ?

26. Apa yang dimaksud auditor harus independen ?

27. Ada berapa jenis opini akuntan ?

28. Apa perbedaan perusahaan terbuka dan perusahaan tertutup selain yang dibuku, dan mengapa perusahaan tertutup jarang membagikan dividen?

29. Contoh riset dari siklus modal ?

30. Tujuan laporan keuangan diaudit oleh auditor independen ?

31. Syarat professional untuk menjadi auditor independen ?

32. Apa yang dimaksud pengendalian intern ?

33. Apakah semua perusahaan memiliki jenis akun kas umum, akun impress, akun bank cabang, dana kas kecil impress, dan setara kas?

34. Tuliskan apa saja bukti audit berupa permanent file ?

35. Apa yang dimaksud dengan kertas kerja pemeriksaan ?

36. Apa tujuan dari kertas kerja pemeriksaan ?

37. Mengapa siklus audit saldo kas mempengaruhi siklus audit yang lain dan siklus apa saja yang mempengaruhinya?

38. Apa saja yang termasuk risiko bawaan terhadap saldo kas?

39. Mengapa perusahaan yang beroperasi dibanyak lokasi biasanya memiliki saldo bank terpisah di setiap lokasi?

40. Apa tujuan pengendalian intern perusahaan ?

41. Apa saja elemen dari pengendalian intern ?

42. Mengapa akuntan/auditor sangat perlu memahami pengendalian intern perusahaan yang sedang di audit ?

43. Menurut konrath terdapat berapa macam bukti audit ?

44. Tuliskan apa saja bukti audit berupa current file ?

Kunci Jawaban:

1. Biasanya ada tenggang waktu antara satu hingga tiga minggu antara tanggal auditor menyelesaikan pekerjaan lapangan dengan tanggal ia menerbitkan laporan auditnya. PSA No. 43, pemberian tanggal atas laporan auditor independen (SA 530), menyatakan bahwa auditor tidak bertanggung jawab untuk mengajukan pertanyaan atau melakukan prosedur pengauditan apa pun selama periode waktu tersebut untuk menemukan peristiwa kemudian yang material. Namun, apabila peristiwa demikian terjadi dan diketahui oleh auditor, maka ia harus mempertimbangkan untuk mengungkapkan atau membuat penyesuaian atas laporan keuangan sehubungan dengan adanya periastiwa tersebut.

2. SA 390, Pertimbangan atas prosedur yang tidak dilaksanakan pada tanggal laporan auditor (PSA No 49), menyatakan bahwa apabila auditor berkesimpulan bahwa pendapat tidak lagi didukung dan ia percaya bahwa terdapat orang-orang yang sekarang meletakkan kepercayaan atas laporan, maka auditor harus melakukan dengan benar prosedur yg tidak dilaksanakan tersebut atau melaksanakan prosedur alternative yg bisa member dasar yang memuaskan bagi pendapatnya.

3. Risiko auditnya
- Barang yang datang tidak sesuai dengan pesanan
Pengendaliannya :
-Pemisahan tugas pada masing-masing bagian-bagian perusahaan
a. Bagian Pembelian ; fungsinya otorisasi(bagian mana yang dibeli) ->SOP
b. bagian penerimaan Barang->Otorisasi->melakukan pengecekan fisik SOP
c. Bagian Gudang
d. Bagian Keuangan->Otorisasi
e. Bagian Keuangan->Otorisasi->memegang uang
f. Pengecekan secara fisik dan berkala
g. Ada Dokumentasi

4. Kelebihan :
-Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
-Alat pembayaran yang dapat diteriama untuk jumlah ynag tidak terbatas
-Lebih aman karena resiko uang hilang lebih kecil
-Jika hilang dapat dilakukan pemblokiran dan pelacakan
-Dapat berpindah tangan tanpa mengeluarkan biaya yang besar
Kelemahan:
-Pemegang cek hanya bisa melakukan pencairan pada jam buka bank yang dituju.
-Tidak efektif digunakan untuk membayar dalam jumlah kecil
-Tidak setiap orang dapat menerimanya.
-ada batas waktu untuk pencairan uangnya, jangan sampai terlewat batas waktunya.
-Kemungkinan bisa terjadi penipuan atau Cek Kosong.
-Cek mudah robek jika tidak digunakan secara hati-hati.
-risiko kehilangan cek tinggi jika jenis cek tersebut cek atas unjuk.
-biaya untuk membuat cek tinggi, tidak semua bisa memiliki cek. Hanya yang memiliki tabungan giro memiliki cek. Dan itu biasanya dimiliki oleh perusahaan saja yang memiliki transaksi besar.
Jika mendapat cek kosong, maka kembalikan lagi cek tersebut ke perusahaan yang memberikan cek tersebut. Lalu bisa kita meminta dalam bentuk uang. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan maka segera melapor kepolisian karena hal ini termasuk kejahatan penipuan tindak pidana.

5. Memeriksa barang yang telah sampai apakah sesuai dengan pesanan.
· Memisahkan tanggung jawab aset dan fungsi lainnya. Misalnya memisahkan bagian yang menerima barang dengan bagian penyimpanan dan bagian akuntansi untuk menghindari pencurian.
· Dilakukan pencatatan akuntansi setiap kali barang tersebut dipindahkan.
· Barang perlu dikontrol secara fisik sejak barang diterima hingga barang tersebut digunakan atau dibuang.

6. Kelemahan utama terletak dari kemampuan sumber daya perusahaan untuk menggunakan teknologi. Secanggih apapun teknologi yang dimiliki perusahaan jika SDM nya kurang memiliki pemahaman terhadap teknologi tersebut akan sia-sia saja.
-rentan terhadap pencurian data (hacker)
-tidak terciptanya hubungan antara perusahaan dengan pelanggan jika transaksi dilakukan secara komputerisasi.

7. Auditor biasanya tidak perlu menguji akurasi atau klasifikasi aset tetap yang tercatat pada periode-periode sebelumnya, karena diasumsikan sudah diverifikasi oleh audit pada masa itu. Akan tetapi, auditor perlu menyadari bahwa perusahaan kadang-kadang memiliki peralatan manufaktur, namun tidak lagi digunakan dalam operasi. Jika jumlah peralatan manufaktur tersebut material, maka auditor perlu mengevaluasi apakah pencatatannya harus dihapuskan ke nilai realisasi bersih (tujuan nilai realisasi) atau setidaknya diklasifikasikan terpisah sebagai “perlengkapan yang tidak digunakan”.

8.
-ditentukan pada tingkat yang rendah karena akun ini tidak melibatkan isu akuntansi yang kompleks atau mendalam.
-beban yang ditangguhkan dan aktiva tidak berwujud memerlukan pertimbangan risiko bawaan yang serius.
-risiko bawaan tinggi apabila terdapat salah saji yang material.
-risiko bawaan tinggi apabila penilaian dan estimasi umur paten, wiralaba dan goodwill melibatkan pertimbangan mendalam dan perbedaan pendapatan antara auditor dengan klien.

9.
-Auditor perlu melakukan pengujian kembali terhadap transaksi-transaksi wesel bayar tersebut.
-auditor perlu melakukan prosedur lain untuk menguji adanya wesel bayar yang tidak tercatat. Misalnya auditor dapat mengirimkan konfirmasi kepada kreditur yang memiliki wesel atas klien di masa lampau, tetapi tidak ada di dalam daftar wesel bayar.
-auditor juga dapat menganalisis beban bunga untuk pembayaran kepada kreditur yang tidak termasuk dalam daftar wesel bayar dan melaah notulensi pertemuan dewan direksi untuk mendeteksi kemungkinan adanya wesel bayar yang tidak tercatat.

10. Milik akuntan publik

11.
· berkas dari pihak klien
· berkas dari pihak analisis yang dibuat oleh auditor
· berkas dari pihak ke 3

12. Hearsay evidence merupakan bukti dalam bentuk jawaban lisan dari klien atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan auditor.

13. Auditor menganggap ada ruang lingkup audit yang dibatasi oleh perusahaan/pemerintah yang diaudit, misalnya karena auditor tidak bisa memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk bisa menyimpulkan dan menyatakan laporan sudah disajikan dengan wajar

14. Pengujian Pisah Batas adalah Pengujian pencocokan transaksi dari bukti ke laporan keuangan.
a. Pengujian Pisah Batas Penjualan dan Retur Penjualan
- Pengujian pisah batas dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bukti yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha dicatat pada periode akuntansi yang sesuai dengan periode terjadinya transaksi , dan (2) ayat-ayat jurnal untuk persediaan dan harga pokok penjualan yang bersangkutan dibuat pada periode yang sama.
Pengujian pisah batas penjualan dibuat per tanggal neraca. Untuk penjualan barang yang dikeluarkan dari gudang, pengujian menyangkut pembandingan antara penjualan yang terjadi sekitar beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sebelum tanggal neraca hingga beberapa hari sesudah tanggal neraca menurut pembukuan dengan dokumen pengiriman untuk menentukan apakah transaksi-transaksi tersebut telah dicatat pada periode yang tepat.
- Pengujian pisah batas retur penjualan terutama ditujukan untuk mencermati kemungkinan terjadinya retur sebelum akhir tahun tetapi pencatatannya baru akan dilakukan pada tahun buku berikutnya, sehingga terjadi lebih saji pada penjualan dan piutang.
b. Pengujian Pisah Batas Penerimaan Kas
Pengujian pisah batas penerimaan kas dirancang dengan maksud untuk mendapatkan jaminan yang layak bahwa penerimaan kas telah dicatat pada periode akuntansi terjadinya penerimaan. Pisah batas yang tepat pada tanggal neraca penting artinya baik bagi kas maupun piutang usaha.
Observasi langsung atau review atas dokumen-dokumen bisa menghasilkan bukti mengenai ketepatan pisah batas. Apabila auditor bisa hadir pada tanggal tutup buku, maka ia akan dapat mengamati bahwa semua peneriman sebelum penutupan buku telah termasuk dalam kas yang ada diperusahaan atau telah disetor ke bank dan telah dikreditkan ke rekening piutang usaha.auditor dapat juga mereview dokumen pendukung seperti ikhtisar kas harian dan bukti setoran ke bank per tanggal tutup buku. Tujuan review ini adalah untuk memastikan bahwa total dalam bukti setoran ke bank sama dengan jumlah yang tercantum dalam ikhtisar kas harian. Disamping itu auditor juga bisa memastikan bahwa penerimaan telah dicatat pada tanggal tutup buku.

15. Prosedur-prosedur :
- Menghitug ulang utang-utang yg berkaitan dengan penggajian/pengupahan
- Mengaudit program kesejahteraan karyawan dan program pension
- Mengaudit opsi saham
- Melakukan verifikasi atas kompensasi kepada para pejabat perusahaan.
Dalam mendapatkan bukti yang berkaitan dengan kewajaran utang” tersebut, auditor harus mereview perhitungan yg dibuat manajemen atau melakukan perhitungan secara independen. Utang pajak penghasilan karyawan harus dibandingkan dengan bukti” pembayaran pajak penghasilan karyawan ke kas Negara. Bukti tambahan bisa diperoleh dengan cara memeriksa pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dilakukan klien setelah akhir tahun buku, sebelum berakhirnya pemeriksaan lapangan. Bukti yang diperoleh dari pengujian ini terutama berkaitan dengan asersi penilaian atau pengalokasian.

16.
a. Kecocokkan ayat jurnal ke buku besar atau akun utang jangka panjang ke dokumen pendukungnya.
Terdapat 4 asersi , yaitu : keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban serta penilaian atau pengalokasian. Dalam hal ini asersi kelengkapan yg dibuktikan melalui pencocokan ke dokumen, hanya terbatas pada pembuktian bahwa ayat-ayat jurnal yg telah mengurangi utang jangka panjang adalah pendebetan yg sah dan benar. Namun pencocokan ke dokumen atas ayat-ayat jurnal tidak bisa menemukan adanya utang jangka panjang yg tidak dicatat.
b. Konfirmasi utang
Prosedur ini bersifat opsional karena konfirmasi tidak menjamin bahwa utang yang tidak dicatat akan dapat dideteksi, dan bukti eksternal berupa faktur dan laporan bulanan dari penjual biasanya sudah tersedia untuk sebagian besar utang. Konfirmasi mengenai keberadaan utang jangka panjang dan ketentuan” yg berkaitan dengan utang jangka panjang dilakukan auditor dengan melakukan komunikasi lgsg kpd kreditur dan wali amanat obligasi.
Konfirmasi utang jangka panjang berkaitan dengan asersi –asersi yg sama dengan konfirmasi utang dagang, yaitu asersi keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban dan penilaian atau pengalokasian.
c. Penghitungan ulang biaya bunga
Bukti mengenai biaya bunga dan utang bunga mudah diperoleh auditor. Auditor menghitung ulang perhitungan bunga yg telah dilakukan klien dan slanjutnya menelusur pembayaran bunga tersbut ke dokumen pendukungnya.
Pengujian ini terutama pada asersi keberadaan atau keterjadian, penilaian atau pengalokasian dan kelengkapan, untuk biaya bunga dan utang bunga. Pengujian ini juga menghasilkan bukti tentang asersi hak dan kewajiban untuk utang dagang.

17. Auditing adalah Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan

18.
- Siklus akuntansi meliputi : transaksi → Jurnal → buku besar → menghasilkan laporan keuangan
- Siklus audit meliputi : laporan keuangan → buku besar → transaksi → menghasilkan opini atas penyajian lap keuangan yg telah diperiksa.

19. Karena kode etik tersebut sebagai pedoman bagi para anggota institute akuntan publik Indonesia untuk bertugas secara bertanggung jawab dan objektif.

20.
· Laporan posisi keuangan (neraca)
· Laporan laba rugi
· Laporan perubahan ekuitas
· Laporan arus kas
· Catatan atas laporan keuangan

21.
· Pihak internal perusahaan (manajer)
· Pihak eksternal perusahaan ( investor, karyawan, kreditur, pemerintah, pelanggan, masyarakat)

22.
· General Audit ( Pemeriksaan Umum) : meliputi semua akun dineraca seperti daftar asset per 31 des, nilai buku, ekuitas, laporan laba-rugi, seluruh beban. dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
· Spesial Audit ( Pemeriksaan Khusus) : pemeriksaan terbatas bagian tertentu seperti (kas , inventory dan pada akhir pemerikasaan auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruh.

23.
· Audit internal : pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijaka manajemen yang telah dilakukan.
· Audit eksternal : audit yang dilakukan oleh badan(independent) eksternal yang memenuhi syarat-syarat. Yang bertujuan untuk menentukan antara lain, apakah catatan akutansi itu akurat dan lengkap, apakah disusun sesuai dengan ketentuan PSAK, dan apakah laporan yang disiapkan dari data menyajikan posisi keuangan dan hasil usaha keuangan secara wajar.

24. Suatu pemeriksaan tujuannya untuk mengetahui kepatuhan suatu perusahaan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan ( manajemen, dewan komisaris) maupun pihak eksternal

25. Terdiri dari 10 standar dikelompokkan 3 kelompok besar yaitu
· standar umum,
· standar pekerjaan lapangan,
· standar pelaporan.

26. Agar tidak memihak kepada 2 kubu yaitu pengguna laporan keuangan dan manajemen / pembuat laporan keuangan.

27. Ada lima yaitu :
· Pendapat wajar tanpa pengecualian
· Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku
· Pendapat wajar dengan pengecualian
· Pendapat tidak wajar
· Pernyataan tidak memeberikan pendapat

28. Pada perusahaan terbuka modal didapatkan dari orang lain(investor) sehingga laba yang diperoleh harus dibagikan juga kepada investor. Keputusan tertinggi ada pada RUPS. Sehingga investor yang menanamkan sahamnya jangka panjang minimal satu tahun akan mendapatkan dividen sesuai presentase kepemilikan saham.
Pada perusahaan tertutup biasanya pemiliknya hanya dari anggota keluarga saja. Jarang terjadi pembagian dividen karena laba digunakan untuk pengembangan usaha baru.

29. BU DIOTA : modal dibagi menjadi dua yaitu modal sendiri dan pinjaman.
Jika modal sendiri : tidak perlu membayar bunga, tidak ada pengembalian, laba bisa dinikmati sendiri, tidak perlu memerlukan dokumen yang ribet untuk memperoleh modal. Kelemahannya ; jumlahnya terbatas karena sumber daya manusia terbatas hanya bersumber dari warisan atau tanah. Tidak termotivasi dalam bekerja, jika terjadi rugi berpikir tidak masalah karena modal sendiri.
Jika Modal Pinjaman : termotivasi untuk membayar kewajiban, dana yang diperoleh tidak terbatas, peluang mengembangkan usaha lebih besar.

30. Untuk menyatakakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

31.
· Memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor
· Memiliki independent dalam setiap mental
· Menggunakan keahlian professional nya dengan cermat dan seksama sebagai seorang auditor

32. Pengendalian intern : suatu proses yang dijalankan oleh seluruh komponen/pelaku dalam suatu organisasi

33. Tidak semua perusahaan memiliki 5 jenis akun tersebut tergantung pada tujuan masing-masing perusahaan. Jika dirasa akun kas umum saja cukup untuk memenuhi tujuan perusahaan maka akun yang lainnya tidak diperlukan lagi.

34. Permanent file , berisi kertas kerja yang mempunyai kegunaan untuk beberapa tahun, misalnya
· Akta pendirian
· Buku pedoman akuntansi
· Kontrak-kontrak
· Notulen rapat

35. Kertas kerja pemerikasaan adalah semua berkas-berkas yang dikumpulkan oleh auditor dalam menjalankan pemeriksaan.

36.
· Mendukung opini auditor mengenai kewajaran laporan keuangan
· Sebagai bukti bahwa auditor telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar professional akuntan publik
· Sebagai referensi dalam hal ada pertanyaan dari : pihak pajak, pihak bank, pihak klien
· Sebagai salah satu dasar penilaian asisten
· Sebagai pegangan untuk audit tahun berikutnya

37. Audit saldo kas mempengaruhi siklus audit lainnya kecuali siklus persediaan dan pergudangan tidak memerlukan akun kas karena hanya menyimpan barang saja. Seperti halnya :
Siklus penjualan pada saat barang dijual akan melibatkan akun kas sebagai penghasilan. Pada siklus penggajian pada saat pembayaran gaji akan melibatkan akun kas. Pada siklus modal saat membayarkan dividen kepada pemegang akan melibatkan akus kas. Pada siklus akuisisi dan pembayaran saat melakukan pembelian barang dagangan akan melibatkan akun kas.

38.
-Kas mudah dicuri, mudah dipindah tangankan, kas sangat liquid sudah berbentuk uang sehingga tidak susah menukarkan lagi. Uang mudah dibawa daripada set lainnya.
-risiko bawaan cukup tinggi untuk :
Tujuan keberadaan ; saldo kas tercatat benar-benar ada pada tanggal neraca.
Tujuan kelengkapan ; saldo kas tercatat meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah terjadi. Transfer antar bank pada akhir tahun telah dicatat pada periode yang tepat.
Tujuan akurasi.
-tingginya potensi salah saji akibat volume transaksi yang tinggi.
-kesempatan manipulasi dalam bentuk kitting atau window dressing.

39. Karena masing-masing perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pada setiap cabang. Selain itu untuk memudahkan memantau kinerja pada masing-masing cabang perusahaan. Dengan memisahkan akun bank cabang perusahaan induk dapat menilai kinerja pada cabang apakah tinggi biaya yang dikeluarkan atau rendah. Sehingga dapat membantu dalam pembuatan keputusan managemen.

40.
· Agar aktifitas operasi dapat dijalankan dengan efektif & efisien
· Dapat dipatuhinya seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan
· Untuk memperoleh laporan keuangan yang dapat diandalkan.

41.
· Lingkungan pengendalian
· Penaksiran risiko
· Aktivitas pengendalian
· Informasi dan komunikasi
· Pemantauan

42. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus dipeoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.

43. Ada enam yaitu
· Physical evidence ( bukti pisik )
· Confirmation evidence ( bukti konfirmasi )
· Documentary evidence ( bukti dokumen )
· Mathematical evidence ( bukti perhitungan )
· Analytical evidence ( bukti analisis )
· Hearsay evidence ( bukti lisan )

44. Current file, berisi kertas kerja yang mempunyai kegunaan untuk tahun berjalan, misalnya :
· Neraca saldo
· Berita acara kas opname
· Rekonsiliasi bank
· Rincian piutang
· Rincian persediaan
· Rincian liabilities
· Rincian biaya dan lain –lain