Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

42 Soal (Essay) Puisi

Soal (Esai/Uraian) Mengenai Puisi

1. Apa itu elegi !
2. Tuliskan pengertian satire !
3. Uraikan tentang distikon !
4. Terangkan tentang terzin4 !
5. Jelaskan tentang kuatren !
6. Apa itu quint !
7. Tuliskan pengertian sekstet!
8. Uraikan tentang septima !
9. Terangkan stanza !
10. Jelaskan tentang soneta !
11. Apa yang kamu ketahui tentang puisi kontemporer!
12. Tuliskan pengertian puisi mantra!
13. Uraikan tentang puisi mbeling!
14. Terangkan puisi konkret!
15. Tuliskan pengertian puisi lama!
16. Jelaskan tentang pantun !
17. Uraikan tentang mantra !
18. Terangkan tentang karmina !
19. Apa itu seloka !
20. Tuliskan pengertian gurindam !
21. Uraikan tentang syair !
22. Terangkan tentang talibun !
23. Jelaskan tentang puisi baru!
24. Apa itu balada !
25. Tuliskan pengertian himne (Gita Puja)!
26. Uraikan tentang ode !
27. Terangkan tentang epigram !
28. Jelaskan tentang romansa !
29. Tuliskan pengertian puisi!
30. Tuliskan unsur puisi!
31. Tuliskan struktur fisik puisi!
32. Jelaskan tentang diksi!
33. Uraikan tentang tipografi!
34. Terangkan tentang majas!
35. Apa itu kata konkret!
36. Jelaskan tentang imaji atau sitraan!
37. Uraikan tentang rima atau irama !
38. Tuliskan pengertian struktur batin puisi
39. Jelaskan tentang tema/ makna!
40. Uraikan tentang nada!
41. Terangkan tentang amanat!
42. Apa itu kata perasaan !

Jawaban:

1. Elegi yaitu syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian.

2. Satire yaitu puisi yang menggunakan gaya bahasa berisi sindiran, atau kritik yang disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.

3. Distikon yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari dua baris (dua seuntai).

4. Terzin4 adalah puisi yang masing-masing bait terdiri dari tiga baris (tiga seuntai).

5. Kuatren adalah puisi yang masing-masing bait terdiri dari empat baris (empat seuntai).

6. Quint yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari lima baris (lima seuntai).

7. Sekstet yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari enam baris (enam seuntai).

8. Septima yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari tujuh baris (tujuh seuntai).

9. Stanza yaitu puisi yang masing-masing bait terdiri dari delapan baris (delapan seuntai).

10. Soneta yaitu puisi yang terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi dua, dimana dua bait pertama masing-masing 4 baris, dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta merupakan puisi paling terkenal karena terkesan susah untuk diciptakan. Namun, hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi para penyair.

11. Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang berusah keluar dari ikatan konvensional. Dalam isinya, puisi ini selalu berusaha menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tidak lagi mementingkan irama, gaya bahasa dan lain-lainnya yang terdapat dalam puisi lama maupun baru.

12. Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat dari mantra.

13. Puisi mbeling yaitu puisi yang sudah tidak mengikuti aturan umum dan ketentuan dalam puisi.

14. Puisi konkret adalah puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lainnya) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.

15. Puisi lama adalah puisi yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Jenis ini terbagi kedalam beberapa jenis pula, diantaranya adalah pantun, talibun, pantun berkait (seloka), pantun kilat (karmina), gurindam, syair, mantra sll.

16. Pantun adalah puisi yang terdiri dari empat larik dengan rima akhir ab-ab. Pantun dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, seperti pantun lucu, pantun anak, dan sebagainya.

17. Mantra yaitu ucapan-ucapan yang dipercaya dapat mendatangkan kekuatan magic. Biasanya dipakai dalam acara tertentu, contohnya mantra yang dirapal untuk menolak turunnya hujan atau sebaliknya.

18. Karmina yaitu salah satu prosa dimana bentuknya lebih pendek dari pantun. Saking pendeknya, biasa juga disebut dengan pantun kilat.

19. Seloka yaitu pantun berkait berasal dari Melayu klasik yang berisi pepatah.

20. Gurindam yaitu puisi yang terdiri dari dua bait, yang mana tiap baitnya terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama. Biasanya terkandung nasihat dan amanat.

21. Syair adalah puisi yang tersusun atas empat baris dengan bunyi akhiran yang serupa. Syair biasanya menceritakan sebuah kisah dan di dalamnya terkandung amanat yang ingin disampaikan penyairnya.

22. Talibun yaitu pantun yang lebih dari empat baris dan memiliki rima abc-abc.

23. Puisi baru adalah puisi yang lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima.

24. Balada adalah sajak sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat yang mengharukan. Terkadang disajikan dalam bentuk dialog, atau dinyanyikan.

25. Himne adalah sejenis nyanyian pujaan yang ditujukan untuk Tuhan, atau Dewa, atau sesuatu yang dianggap penting dan sakral.

26. Ode adalah puisi lirik berisikan sanjungan kepada orang yang berjasa dengan nada agung dan tema serius. Umumnya ode ditujukan untuk orang tua, pahlawan dan orang-orang besar.

27. Epigram yaitu puisi yang berisi tentang ajaran dan tuntunan hidup. Epigram berarti unsur pengajaran, nasihat, membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman hidup.

28. Romansa yaitu puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Puisi romansa menimbulkan efek romantisme.

29. Pengertian puisi secara umum adalah karya sastra seseorang dalam menyampaikan pesan melalui diksi dan pola tertulis.

30. Dalam puisi terdapat unsur-unsur yang membentuknya. Unsur Puisi terdiri dari struktur batin dan struktur fisik.

31. Berupa unsur puisi yang bisa dilihat dan diamati secara langsung dengan mata. Struktur ini terdiri dari diksi, citraan/imaji, majas, kata konkret, tipografi dan rima.

32. Diksi adalah pemilihan kata oleh seorang penyair untuk mendapatkan efek yang sesuai dengan keinginannnya. Pemilihan diksi pada puisi sangat berpengaruh dengan makna yang ingin disampaikan penyair.

33. Tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, batas tepi kertas kanan, kiri, atas, bawah, jenis huruf yang digunakan. Unsur ini berpengaruh pada pemaknaan dari isi puisi itu sendiri.

34. Majas adalah pemakaian bahasa dengan cara melukiskan sesuatu dengan konotasi khusus sehingga arti sebuah kata bisa mempunyai banyak makna.

35. Kata Konkret adalah susunan kata yang memungkinkan terjadinya imaji. Kata konkret seperti permata senja menggambarkan pantai, atau tempat yang sesuai dengan datangnya senja.

36. Imaji atau Citraan adalah pemberi gambaran kepada para pendengar/pembaca agar seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan atau mengalami hal-hal yang terkandung dalam puisi. Citraan mempunyai 6 macam, diantaranya citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, perabaan dan pergerakan.

37. Rima atau Irama Adalah persamaan bunyi dalam penyampaian puisi dari awal hingga akhir puisi.
Beberapa bentuk rima di antaranya:
(1) Onomatope: Tiruan bunyi, misalnya prank yang mengungkapkan sesuatu yang pecah.
(2) Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.
(3) Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.

38. Struktur batin puisi adalah unsur pembangunan puisi berupa makna yang tidak terlihat oleh mata. Contohnya adalah tema, nada, suasana, perasaan dan amanat/tujuan.

39. Tema/ Makna adalah unsur ini berupa makna yang tersirat yang ingin disampikan penulis kepada pembaca/ pendengar.

40. Nada adalah sikap penyair terhadap audience-nya, yang berkaitan dengan makna dan rasa. Dari nada yang terdengar, audience dapat menyimpulkan sikap penulis sedang mendikte, menggurui, memandang rendah, atau sikap lainnya.

41. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis pada para audience-nya.

42. Perasaan adalah sesuatu hal yang dilatari oleh latar belakang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dsb.