Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Soal (Esai) Semantik Bahasa Indonesia Lengkap Jawaban

Latihan Soal (Uraian/Essay) Bab Semantik Bahasa Indonesia

1. Jelaskan hubungan semantik dengan sosiologi!

2. Jelaskan hubungan semantik dengan antropologi!

3. Terangkan tentang semantik behavioris!

4. Bahasa terus berkembang seiring dengan perkembangan pemikiran penutur bahasa. Djajasudarma (2009) berpendapat bahwa perkembangan bahasa akan diiringi perkembangan makna yang mencakup perubahan makna dan pergeseran makna. Menurut Edi Subroto (2011), perubahan makna ada yang diakronik dan sinkronik. Jelaskan pendapat kedua tokoh di atas ! berilah contoh !

5. Semasiologi sebagai ilmu baru pada 1820-1925 itu belum disadari sebagai semantik. Istilah Semasiologi sendiri adalah istilah yang dikemukakan Reisig. Berdasarkan pemikiran Resigh tersebut maka perkembangan semantik dapat dibagi dalam tiga masa pertumbuhan, yakni?

Kunci Jawaban:

1. Semantik berhubungan dengan sosiologi dikarenakan seringnya dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu dapat menandai identitas kelompok penuturnya.
Contohnya :
Penggunaan / pemilihan kata ‘cewek’ atau ‘wanita’, akan dapat menunjukkan identitas kelompok penuturnya. Kata ‘cewek’ identik dengan kelompok anak muda, sedangkan kata ‘wanita’ terkesan lebih sopan, dan identik dengan kelompok orang tua yang mengedepankan kesopanan.

2. Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, menalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya.
Contohnya :
Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau ‘lesu’ yang sama-sama berarti ‘lapar’ dapat mencerminkan budaya penuturnya.
Karena kata ‘ngelih’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat Jogjakarta. Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat daerah Jombang.

3. Para penganut aliran behavioris memiliki sikap umum:
(1) penganut pandangan behavioris tidak terlalu yakin dengan istilah-istilah yang bersifat mentalistik berupa mind, concept, dan idea:
(2) tidak ada perbedaan esensial antara tingkah laku manusia dan hewan:
(3) mementingkan factor belajar dan kurang yakin terhadap faktor-faktor bawaan: dan
(4) mekanismenya atau determinasinya.

4. Pendapat Djajasudarman (2009)
Bahwa perkembangan bahasa akan diiringi dengan perkembangan makna yang mencakup perubahan dan pergeseran makna. Manusialah yang menggunakan kata dan kalimat itu dan manusia pula yang menambah kosa kata yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena pemikiran manusia selalku berkembang, maka pemakaian kata dan kalimat berkembang juga. Sehingga makna mengalami perubahan dan pergeseran dikarenakan akibat yang pertama dari lingkungan masyarakat seperti kata hias dilingkungan toko bunga dihubungkan menghias bunga sedangakn dilingkungan salon dihubungkan penata rias pengantin. Yang kedua akibat pertukaran tanggapan indera,indra manusia bermacam-macam seperti indra ciuman seperti kata wangi, indra pendengar seperti kata merdu, dll. Yang ketiga akibat perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi seperti kata bersepeda, dengan seiring berkembangnya teknologi sekarang sepeda sedikit sekali yang menggunakan apalagi berada di kota-kota besar sehingga sekarang sudah tercipta sepeda aki yang hanya digas dengan mengandalkan aki langsung bisa berjalan tanpa harus mengayuh dan tidak polusi, ada juga mobil dengan kekuatan surya. Yang keempat akibat asosiasi contoh kata lapangan makna asosiasi adalah tempat untuk olahraga atau bermain.
Pendapat Edi Subroto (2011)
Perubahan makna yang diakronik adalah perubahan arti dalam suatu bahasa dalam perjalanan bahasa itu dari waktu ke waktu, contoh kata duit dulu berarti ‘mata uang dari tembaga’ sekarang berarti ‘alat pembayaran yang sah’ dan dahulu berbentuk koin tapi sekarang koin malah dibuang-buang karena nilai harganya kecil sehingga banyak yang beralih ke uang kertas. Dan sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja, contoh kata menyempret secara sinkronis “ mobil itu hampir menyempret motor yang berjalan”.

5.
1. Masa pertama, meliputi setengah abad termasuk di dalamnya kegiatan reisig; maka ini disebut Ullman sebagai ‘Undergound’ period.
2. Masa Kedua, yakni semantik sebagai ilmu murni historis, adanya pandangan historical semantics, dengan munculnya karya klasik Breal(1883)
3. Masa perkembangan ketiga, studi makna ditandai dengan munculnya karya filolog Swedia Gustaf Stern (1931) yang berjudul “Meaning and Change of Meaning With Special Reference to the English Language Stern melakukan kajian makna secara empiris..