Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

80 Soal Auditing Beserta Jawaban

Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Auditing

1. Salah satu unsur aktiva tetap dalam pengujian substantif saldo aktiva tetap yang dihitung untuk proses audit adalah:
A. Rekening koran
B. Akumulasi penyusutan
C. Piutang dagang
D. Laba rugi selisih kurs

2. Desain untuk pengujian substantif saldo aktiva tetap dengan menghitung rasio turn over aktiva tetap termasuk dalam kategori:
A. Prosedur audit awal
B. Pengujian terhadap transaksi rinci
C. Verifikasi penyajian dan pengungkapan
D. Prosedur analitik
 
3. Salah satu tujuan audit saldo akun atas penyajian dan pengungkapan adalah:
A. Persediaan telah dinyatakan sebesar harga terendah diantara harga pokok dan harga pasar
B. Harga pokok penjualan meliputi pengaruh semua transaksi penjualan selama periode yang
diperiksa
C. Persediaan dan harga pokok penjualan telah didentifikasi dan dikelompokkan dengan benar
dalam laporan keuangan
D. Persediaan yang tercantum dalam neraca secara fisik benar-benar ada pada tanggal neraca

4. Salah satu objek yang diperiksa oleh auditor adalah bukti memorial, di dalamnya terdapat
pencatatan:
A. Depresiasi aktiva tetap
B. Laporan produk selesai
C. Bukti kas keluar
D. Surat order produksi

5. Aktivitas pengendalian terhadap aktivitas penghitungan fisik persediaan terdapat kegiatan
adjustment buku pembantu persediaan berdasarkan hasil penghitungan fisik persediaan, kegiatan ini merupakan tanggung jawab fungsi:
A. Akuntansi umum
B. Akuntansi biaya
C. Akuntansi keuangan
D. Akuntansi manajemen

6. Untuk mendapatkan keyakinan terhadap ketelitian dan keandalan hasil penghitungan fisik persediaan oleh klien, maka auditor akan melakukan:
A. Pricing test
B. Adjustment test
C. Compilation test
D. Count test
 
7. Salah satu contoh perusahaan yang mencatat gaji dan upah sebagai pengeluaran utamanya dan dianggap material oleh auditor adalah:
A. Perusahaan pengeboran minyak
B. Perusahaan manufaktur
C. Perusahaan jasa konsultan
D. Perusahaan penyewaan kendaraan dan alat berat

8. Dalam pemeriksaan laporan keuangan klien seorang auditor akan melakukan pengujuian substantif terhadap beberapa saldo akun, kecuali saldo akun:
A. Utang gaji dan upah
B. Utang fee eksternal auditor
C. Utang bonus
D. Utang komisi

9. Menurut tujuannya investasi dapat dibedakan menjadi:
A. Investasi lancar dan investasi jangka pendek
B. Investasi jangka pendek dan investasi jangka menengah
C. Investasi lancar dan investasi jangka panjang
D. Investasi jangka menengah dan investasi jangka panjang

10. Salah satu tujuan pengendalian intern terhadap investasi adalah sebagai berikut:
A. Adanya pembatasan penguasaan aktiva
B. Pencatatan jumlah dan periode berdasarkan tahun lalu
C. Pelaksanaan transaksi sesuai dengan permintaan pasar
D. Permintaan investasi harus sesuai kegiatan utama perusahaan

11. Pencatatan perusahaan yang berhubungan dengan transaksi ekuitas pemegang saham adalah:
A. Obligasi
B. Utang bunga
C. Transaksi utang jangka panjang
D. Dividen
 
12. Memeriksa dokumentasi dan otorisasi perolehan perjanjian obligasi dan kontrak jangka panjang lainnya dalam hubungan tujuan audit dan prosedur audit utang jangka panjang termasuk ke dalam tujuan audit:
A. Adanya atau terjadinya penilaian kelengkapan kewajibannya
B. Adanya kewajiban penilaiannya
C. Terjadinya kewajibannya
D. Penyajian dan pengungkapan

13. Membuktikan bahwa utang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktivitas entitas merupakan tujuan substantif terhadap:
A. Risiko deteksi
B. Utang jangka panjang
C. Penyajian dan pengungkapan
D. Verifikasi ketelitian

14. Menentukan bahwa saldo utang jangka panjang diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan keuangan, dalam pengujian substantif atas asersi utang jangka panjang kategori:
A. Prosedur awal
B. Prosedur analitis
C. Pengujian terinci atas saldo
D. Penyajian dan pengungkapan
 
15. Perbedaan utama pengujian substantif terhadap ekuitas pemegang saham dengan pengujian substantif terhadap aktiva lancar, adalah pengujian substantif untuk ekuitas pemegang bersifat:
A. Frekuensi terjadinya tinggi , jumlah rupiah setiap transaksi kecil
B. Frekuensi terjadinya tinggi, jumlah rupiah setiap transaksi besar
C. Frekuensi terjadinya rendah, jumlah rupiah setiap teransaksi besar
D. Frekuensi terjadinya rendah, jumlah rupiah setiap teransaksi kecil

16. Menentukan bahwa saldo ekuitas pemegang saham diidentifikasi dan diklasfikasikan
dengan tepat dalam laporan keuangan dalam pengujian substantif atas asersi ekuitas pemegang
saham masuk dalam kategori:
A. Penyajian dan pengungkapan
B. Pengujian terinci atas transaksi
C. Prosedur analitis
D. Prosedur awal

17. Resiko yang ditanggung auditor karena sample yang diambil dalam proses pengujian tidak representatif atau mewakili populasi tempat sampel itu diambil, dikenal dengan istilah:
A. Audit risk
B. Sampling risk
C. Nonsampling risk
D. Evident risk

18. Dalam satu contoh audit perusahaan manufaktur, maka populasi untuk audit bagian pembelian adalah:
A. Seluruh transaksi perusahaan
B. Seluruh transaksi pembelian dan penjualan
C. Seluruh voucher pembelian yang telah disetujui
D. Seluruh voucher pembelian yang telah teregistrasi

19. Metode pemilihan sample yang tepat dalam auditor yang umum dilakukan adalah :
A. random sampling dan purposive sampling
B. purposive sampling dan systematic sampling
C. systematic sampling dan audit sampling
D. random sampling dan systematic sampling
 
20. Salah satu tujuan pengambilan sampel dalam pengujian substantif adalah:
A. Menentukan jumlah sampel yang dianggap benar oleh auditor
B. Pengendalian internal perusahaan terhadap berbagai kepentingan
C. Mendemontrasikan apakah pengendalian internal perusahaan telah berjalan efektif atau non
D. Menentukan tingkat deviasi terbaik populasi sesungguhnya yang diramalkan oleh auditor

21. Pertimbangan profesional dalam menentukan ukuran sampel harus memperhatikan tiga faktor, salah satunya adalah :
A. Saldo debet dan kredit perusahaan
B. Resiko pengukuran current ratio (CR) terlalu rendah
C. Wujud Õsik suatu populasi yang terbatas dan tidak mewakili populasi keseluruhan
D. Suatu dokumen yang menjadi bukti terjadinya transaksi

22. Salah satu faktor yang mungkin memotivasi manajemen atas terjadinya salah saji dalam asersi siklus pendapatan adalah:
A. Adanya order pelanggan secara langsung dilakukan oleh pelanggan atau melalui divisi penjualan
B. Order penjualan yang menyajikan data dasar untuk proses internal oleh penjual tentang order
pelanggan.
C. Piutang mungkin salah diklasifikasikan sebagai kepemilikan lancar atau tidak lancar.
D. Dokumen pengiriman yang merupakan kontrak tertulis antara pengangkut barang dengan
penjual atas penerimaan dan pengiriman barang yang keliru.

23. Salah satu proses penjualan kredit yang terdiri dari fungsi penjualan kredit adalah:
A. Pemenuhan order penjualan
B. Order pelanggan
C. Order penjualan
D. Dokumen pengiriman

24. Salah satu tujuan audit penerimaan kas adalah untuk meyakinkan bahwa:
A. Penjualan tunai mungkin tidak dicatat, hal ini disengaja dilakukan dalam rangka pencurian kas
B. Posisi kas pada tanggal neraca benar-benar ada dan merupakan milik perusahaan
C. Penerimaan mungkin dimasukkan ke akun pelanggan yang salah
D. Beberapa penerimaan mungkin tidak dicatat

25. Salah satu transaksi untuk penyesuaian penjualan adalah:
A. Persetujuan penjualan
B. Persetujuan kredit
C. Persetujuan diskon
D. Persetujuan
 
26. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang melakukan penjualan, mengirimkan barang, melakukan penagihan, memberikan otorisasi atas penjualan kredit, membuat faktur penjualan dan melakukan pencatatan merupakan ciri dari:
A. Resiko pengendalian
B. Resiko deteksi yang dapat diterima
C. Tujuan substantif
D. Tujuan pemeriksaan piutang
 
27. Dalam pengujian substantif yang mungkin untuk asersi piutang adalah menghitung rasiorasio, langkah ini termasuk dalam kategori:
A. Prosedur awal
B. Prosedur analitis
C. Pengujian rincian transaksi
D. Penyajian dan pengungkapan

28. Pada audit spesifik maka semua transaksi pembelian dan pengeluaran kas yang terjadi selama periode telah dicatat dalam objek audit kelas transaksi, hal ini merupakan pernyataan yang termasuk dalam asesrsi:
A. Right and obligations
B. Valuation or allocation
C. Completeness
D. Presentation and disclosure

29. Penyusunan program audit harus disusun melalui tiga asersi yang dituju, yaitu keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, dan penilaian. Pembuktian mengenai setiap transaksi pembelian dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi sehingga tercipta adanya pengecekan intern dalam
setiap pelaksanaan transaksi tersebut termasuk ke dalam asersi:
A. Keberadaan dan keterjadian
B. Kelengkapan
C. Penilaian atau alokasi
D. Aktivitas kontrol transaksi

30. Informasi yang dapat dikuantifisir dan dapat bersifat subjektif dalam pelaksanaan pekerjaan audit, hal tersebut dikenal dengan istilah:
A. Objek audit
B. Proses yang kritis
C. Perencanaan audit
D. Kompetensi

31. Perbedaan sifat akuntansi dengan auditing secara umum adalah :
A. Akunting bersifat analitis
B. Akunting bersifat pembuktian
C. Auditing bersifat analitis
D. Auditing bersifat konstruktif

32. Menurut Holmes Auditing dan Akunting “saling melengkapi” maksudnya di sini seperti hubungan:
A. Orang tua dan anak
B. Suami dan istri
C. Rekan dalam usaha
D. Dosen dan mahasiswa

33. Akuntan publik yang biasanya kita kenal dan mempunyai sertifikat dari pemerintah termasuk ke dalam jenis auditor:
A. General Accounting Auditor
B. External Auditor
C. Internal Revenue Agents
D. Internal Auditor

34. Dalam meminimalkan kerugian yang besar dalam auditing dapat dilakukan dengan cara “user verifies information” maksudnya adalah:
A. Pemakai melakukan sendiri pencocokan terhadap catatan yang ada untuk keandalan laporan keuangan
B. Kewajiban manajemen untuk menyajikan informasi yang dapat dipercaya
C. Menyajikan laporan keuangan yang dapat dipercaya untuk kepentingan yang berbeda-beda
D. Informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan yang dapat diandalkan.

35. Misi organisasi profesi akuntan adalah meningkatkan pengabdian profesi dalam pembangunan nasional, salah satu tujuannya adalah:
A. Menciptakan peluang kerja
B. Mencari keuntungan yang digunakan untuk organisasi
C. Mempererat silaturahmi diantara anggota organisasi
D. Menjaga martabat akuntan

36. Tugas utama seorang senior auditor adalah:
A. Melakukan pekerjaan audit secara rinci
B. Bertanggung jawab penuh atas opini yang diberikan
C. Mampu memberikan solusi atas temuan audit
D. Menjabarkan kebijakan partner dan mengawasi pelaksanaannya

37. Bertanggung jawab kepada partner dalam melaksanakan berbagai tugas administratif merupakan salah satu tugas dari:
A. Partner
B. Manajer dan Supervisor
C. Senior Auditor
D. Junior Staà

38. Tingkat audit yang lebih rendah dan tidak memerlukan bukti banyak yang biasa dilakukan pada perusahaan non publik serta berbentuk penelaahan dikenal dengan nama :
A. Review of Historical Financial Statements
B. Audit of Historical Financial Statements
C. Other Attestation Service
D. Other Assurance Service

39. Pada intinya laporan audit memberikan jaminan pada klien atas laporan keuangan yang diauditnya, namun ada saatnya auditor tidak memberikan jaminan pada pihak ketiga. Contoh jenis jasa audit yang tidak memberikan jaminan pada pihak ketiga adalah:
A. Audit Historical
B. Review of Historical Financial Statements
C. Other Attestation Service
D. Accounting & Bookeeping Service

40. Pengendalian mutu merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh Kantor Akuntan Publik untuk mampu memenuhi tanggungjawabnya kepada klien. Jika mutu yang dibutuhkan adalah tingkat pekerjaan audit harus memadai dalam setiap jenis pekerjaannya, merupakan pengendalian mutu untuk ....
A. Konsultansi
B. Supervisi
C. Inspeksi
D. Independensi

41. Persyaratan umum pengendalian mutu dalam audit yang membahas mengenai semua personal harus mempunyai kinerja yang baik dan mempunyai kompetensi terdapat dalam elemen ....
A. Acceptance and continuation
B. Engagement Performance
C. Personal Management
D. Monitoring

42. Standar auditing merupakan rincian dari Pernyataan Standar Auditing terdiri dari:
A. 11 standar
B. 10 standar
C. 9 standar
D. 8 standar

43. Pernyataan mengenai ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum terdapat dalam standar:
A. Pelaporan
B. Pekerjaan Lapangan
C. Umum
D. Pemeriksaan Laporan Keuangan

44. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya, merupakan salah satu pernyataan dari standar ....
A. Umum
B. Pekerjaan Lapangan
C. Pelaporan
D. Atestasi

45. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama, merupakan salah satu pernyataan dalam standar:
A. Umum
B. Pekerjaan Lapangan
C. Pelaporan
D. Atestasi

46. Jika dalam pemeriksaan laporan keuangan klien, seorang auditor yang kurang cermat dan teliti telah gagal mengungkapkan kesalahan yang material dari laporan keuangan klien yang semestinya ada. Dalam audit kesalahan ini masuk dalam kategori:
A. Kegagalan bisnis
B. Kegagalan internal
C. Kegagalan audit
D. Kecurangan audit

47. Dalam setiap proses audit, seorang auditor harus mempunyai kemampuan profesional untuk mendeteksi laporan keuangan klien salah dalam penyajian, namun kesalahan mungkin masih dapat terjadi. Auditor dalam menanggapi jika terdapat kesalahan tersebut dengan pengadilan dengan menjunjung konsep ....
A. Hukum yang mempengaruhi kewajiban
B. Kehati-hatian
C. Kewajiban atas tindakan orang lain
D. Interpretasi kode etik profesi akuntan publik

48. Seorang partner harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan karyawannya, hal ini termasuk dalam kategori:
A. Konsep kehati-hatian
B. Konsep hukum yang mempengaruhi kewajiban
C. Kewajiban atas tindakan orang lain
D. Interpretasi kode etik profesi akuntan publik

49. Prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam penyajian kas di neraca menyebutkan bahwa kas yang dicatat adalah:
A. Kas dalam bentuk valas murni
B. Semua rekening giro di bank
C. Kas yang akan diterima
D. Kas valas konversi dengan rupiah pada tanggal neraca
 
50. Pengujian mendetail transaksi klien perlu dilakukan auditor, salah satunya adalah kumpulan rekonsiliasi atas transaksi perbankan dan saldo yang disesuaikan dengan data per buku dalam
suatu periode waktu dikenal dengan istilah:
A. Proof of cash
B. Transfer bank
C. Cuttoff kas
D. Transfer schedule

51. Transfer kas antar bank akhir tahun telah dicatat pada periode yang benar, hal ini dilakukan auditor untuk memenuhi asersi :
A. Adanya atau terjadinya
B. Hak dan kewajiban
C. Kelengkapannya
D. Penilaian atau alokasinya

52. Dalam pelaksanaan audit seorang auditor harus menentukan control risk yang relevan berkaitan dengan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dalam setiap siklus yang mempengaruhi saldo kas, hal ini menyangkut langkah-langkah yang dilakukan auditor pada proses:
A. Substantive test
B. Detection risk
C. Melakukan prosedur awal
D. Melakukan prosedur analitis

53. Auditing yang diartikan secara luas atau umum dan tidak berfokus pada jenis audit tertentu saja disampaikan oleh ....
A. American Accounting Association (AAA)
B. Generally Accounting Accepted Principle (GAAP)
C. Alvin A Arens
D. Sukrisno Agoes

54. Persamaan auditing dengan akuntansi adalah ....
A. merupakan aktivitas yang disebut proses
B. menggunakan sistem informasi akuntansi dalam proses
C. menggunakan seseorang yang harus disupervisi
D. mempunyai sifat konstruktif

55. Arens membagi audit menjadi tiga jenis utama yaitu:
A. Financial Statement Audit, Operasional Audit dan Periodical Audit
B. Financial Statement Audit, Operasional Audit, dan Complience Audit
C. Financial Statement Audit, Operasional Audit dan Interim Audit
D. Financial Statement Audit, Operasional Audit dan External Audit

56. Sukriso Agoes membedakan jenis audit menjadi:
A. General Audit dan Internal Audit
B. Special dan Audit dan Periodical Audit
C. General Audit dan External Audit
D. General Audit dan Special Audit

57. Jika seorang auditor tidak menggunakan standar yang berlaku dalam pelaksanan audit, maka auditor tersebut telah melakukan kelalaian atau penipuan:
A. Penipuan konstruktif
B. Kesalahan karena kelalaian
C. Kelalaian biasa
D. Kelalaian kotor

58. Kantor Akuntan Publik (KAP) berhak melakukan pembelaan terhadap tuntutan klien. Dalam kasus terjadinya pencurian uang oleh karyawan, dan klien menuntut tanggungjawab dari KAP, yang telah memberikan masukan mengenai pengendalian intern. KAP melakukan pembelaan dengan acuan pembelaan ....
A. Tidak ada kewajiban
B. Tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja
C. Kelalaian kontribusi
D. Ketiadaan hubungan timbal balik

59. Upaya untuk mengatasi kewajiban hukum akuntan salah satunya dengan memberitahu klien bahwa auditor tidak menguji keseluruhan semua catatan klien dan kesempurnaan tidak akan pernah tercapai. Hal ini terdapat dalam:
A. Penetapan standar dan aturan
B. Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor
C. Melawan tuntutan hukum
D. Pendidikan bagi pemakai laporan 

60. Dalam prosedur pengendalian untuk mencegah terjadinya pengeluaran aktiva untuk kepentingan pribadi terdapat pada:
A. Pemisahan tugas dalam EDP
B. Pemisahan tanggungjawab operasional dari tanggungjawab pembukuan
C. Pemisahan pemegang aktiva dari akuntansi
D. Pemisahan otorisasi transaksi dari pemegang aktiva yang bersangkutan

61. Dalam penyusunan materialitas salah saji dalam laporan keuangan klien, hal utama yang harus diperhitungkan adalah ....
A. Jumlah aset yang dikelola klien
B. Struktur organisasi klien
C. Jumlah maksimum salah saji menurut pendapat auditor
D. Berapa banyak kesalahan pencatatan yang dimiliki perusahaan klien

62. Jika terdapat kekeliruan laporan keuangan klien di atas toleransi sebelum memperhitungkan faktor efektivitas pengendalian intern di perusahaan, hal ini termasuk ke dalam resiko audit
pada:
A. Inherent risk
B. Control risk
C. Planed detection risk
D. Acceptable audit risk

63. Resiko jika bukti yang dikumpulkan gagal menemukan kekeliruan yang melampaui jumlah yang ditolerir, dikenal dengan istilah:
A. Acceptable Audit Risk
B. Planned Detection Risk
C. Inherent Risk
D. Control Risk

64. Struktur Pengendalian Intern bermanfaat untuk:
A. Mengidentifikasi karakteristik sistem akuntansi yang lazim
B. Penyiapan data akuntansi
C. Menghasilkan dokumen dan laporan
D. Pemrosesan transaksi dan pembaharuan berkas induk

65. Mengkonfirmasi simpanan di bank dan saldo pinjaman merupakan bagian dari pengujian mendetail saldo kas, pada tahap inisalah satu yang dilakukan auditor adalah:
A. Menanyakan saldo pinjaman
B. Memeriksa semua kas
C. Meminta klien menunjukkan kas lain
D. Memastikan semua cek yang belum didepositokan telah dicatat

66. Prosedur audit untuk mendeteksi lapping diantaranya adalah sebagai berikut:
A. Menelusuri semua cek pada tahun sebelumnya
B. Menelusuri deposit on transit
C. Menscan cuttoà statement
D. Melaksanakan suprise cash count
 
67. Yang bukan menjadi tanggung jawab seorang auditor atas kejadian transaksi menurut SAS 1 adalah sebagai berikut:
A. Memiliki dampak material terhadap laporan keuangan
B. Terjadi setelah tanggal penerbitan laporan dan berdampak luar biasa
C. Peristiwa penting dan bersifat luar biasa
D. Terjadi setelah tanggal neraca tapi sebelum tanggal laporan auditor

68. Dalam pemberian opini jika subsequent event tidak berhasil diungkapkan maka opini yang tidak boleh diberikan pada laporan klien adalah:
A. Unqualified opinion
B. Qualified opinion
C. Disclaimer opinion
D. Adverse opinion

69. Bentuk komunikasi auditor dengan pihak klien yang melibatkan komite audit dan pihak manajemen biasanya berbentuk:
A. Konfirmasi
B. Opini
C. Management letter
D. Rekonsiliasi

70. Opini auditor dalam laporan auditor independen terdapat dalam paragraf :
A. Pendahuluan
B. Ketiga
C. Luas pemeriksaan
D. Pertama

71. Seseorang yang berprofesi sebagai akuntan publik yang dapat mengeluarkan suatu pernyataan atau komunikasi tertulis yang mencerminkan suatu konklusi atau kehandalan asersi tertulis suatu pihak dikenal dengan istilah:
A. Management letter
B. Opini report
C. Konfirmasi letter
D. Attest engagement

72. Salah satu tanggapan akuntan publik terhadap kewajiban hukum adalah menarik diri apabila klien tidak dapat dipercaya, terdapat dalam langkah ....
A. Mengikuti standar profesi
B. Berurusan dengan klien yang memiliki integritas
C. Mempertahankan independensi
D. Melaksanakan audit yang bermutu

73. Syarat utama laporan audit dengan opini unqualiÕed Audit Report menurut Arens, adalah sebagai berikut kecuali:
A. Semua laporan neraca, laba rugi, laba ditahan dan arus kas tercakup dalam laporan keuangan auditan
B. Tiga standar umum telah diikuti dalam setiap penugasan
C. Terdapat penambahan paragraf penjelas dan modifikasi kata-kata dalam laporan auditan
D. Laporan keuangan disajikan sesuai standar akuntansi yang berlaku umum

74. Jika auditor ingin menjelaskan sesuatu yang penting dalam laporan auditan, maka auditor akan menempatkannya pada paragraf ....
A. Paragraf pendahuluan
B. Paragraf ruang lingkup
C. Paragraf pendapat
D. Paragraf tambahan

75. Jika dalam pemeriksaan auditor menemukan beberapa hal yang mempengaruhi laporan akuntan dikarenakan tidak menemukan bukti audit yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), maka opini yang tepat untuk laporan akuntan adalah:
A. Adverse opinion
B. Disclaimer opinion
C. Qualified opinion
D. Unqualified opinion

76. Adverse opinion diberikan oleh auditor jika:
A. Auditor yakin jika laporan keuangan klien memuat salah saji yang material
B. Auditor tidak yakin bahwa laporan keuangan klien telah disajikan secara wajar
C. Terdapat kesalahan yang masih dapat ditolerir
D. Semua laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.

77. Jika pemeriksaan laporan keuangan dialihkan kepada auditor lain dan hasil laporan auditor tersebut mempunyai tingkat materialitas yang sangat rendah sehingga tidak mempengaruhi laporan auditan, maka opini yang layak diberikan adalah:
A. Adverse opinion
B. Disclaimer opinion
C. Qualified opinion
D. Unqualified opinion

78. Jika auditor menulis surat ke bank dan pihak ketiga yang berhubungan dengan audit perusahaan untuk mendapatkan bukti, maka prosedur untuk mendapatkan bahan bukti ini dilakukan dengan:
A. Pemeriksaan fisik
B. Konfirmasi
C. Dokumentasi
D. Pengamatan

79. Tujuan utama dari kertas kerja pemeriksaan adalah ....
A. Sebagai bahan bagi auditor untuk mencari kejanggalan laporan klien
B. Sebagai catatan untuk mengetahui kondisi perusahaan klien
C. Untuk membantu auditor memberikan keyakinan memadai bahwa audit yang layak telah dilakukan
D. Untuk membantu auditor mencatat laporan keuangan klien semaksimal mungkin

80. Perencanaan audit adalah salah satu yang harus dilakukan oleh auditor, tujuan utamanya adalah:
A. Membuat laporan keuangan auditan
B. Membuat design audit
C. Pendekatan informal dengan klien
D. Mengefisienkan biaya

Kunci Jawaban:

1. B. Akumulasi penyusutan
2. D. Prosedur analitik
3. C. Persediaan dan harga pokok penjualan telah didentiÕkasi dan dikelompokkan dengan benar dalam laporan keuangan
4. A. Depresiasi aktiva tetap
5. B. Akuntansi biaya
6. D. Count test
7. C. Perusahaan jasa konsultan
8. B. Utang fee eksternal auditor
9. C. Investasi lancar dan investasi jangka panjang
10. A. Adanya pembatasan penguasaan aktiva
11. D. Dividen
12. C. Terjadinya kewajibannya
13. B. Utang jangka panjang
14. D. Penyajian dan pengungkapan
15. C. Frekuensi terjadinya rendah, jumlah rupiah setiap teransaksi besar
16. A. Penyajian dan pengungkapan
17. B. Sampling risk
18. C. Seluruh voucher pembelian yang telah disetujui
19. D. random sampling dan systematic sampling
20. A. Menentukan jumlah sampel yang dianggap benar oleh auditor
21. B. Resiko pengukuran current ratio (CR) terlalu rendah
22. C. Piutang mungkin salah diklasifikasikan sebagai kepemilikan lancar atau tidak lancar.
23. A. Pemenuhan order penjualan
24. B. Posisi kas pada tanggal neraca benar-benar ada dan merupakan milik perusahaan
25. C. Persetujuan diskon
26. D. Tujuan pemeriksaan piutang
27. A. Prosedur awal
28. C. Completeness
29. A. Keberadaan dan keterjadian
30. A. Objek audit
31. C. Auditing bersifat analitis
32. D. Dosen dan mahasiswa
33. B. External Auditor
34. A. Pemakai melakukan sendiri pencocokan terhadap catatan yang ada untuk keandalan laporan keuangan
35. D. Menjaga martabat akuntan
36. C. Mampu memberikan solusi atas temuan audit
37. B. Manajer dan Supervisor
38. A. Review of Historical Financial Statements
39. D. Accounting & Bookeeping Service
40. B. Supervisi
41. C. Personal Management
42. B. 10 standar
43. A. Pelaporan
44. B. Pekerjaan Lapangan
45. A. Umum
46. C. Kegagalan audit
47. B. Kehati-hatian
48. C. Kewajiban atas tindakan orang lain
49. D. Kas valas konversi dengan rupiah pada tanggal neraca
50. A. Proof of cash
51. C. Kelengkapannya
52. B. Detection risk
53. C. Alvin A Arens
54. A. merupakan aktivitas yang disebut proses
55. B. Financial Statement Audit, Operasional Audit, dan Complience Audit
56. D. General Audit dan Special Audit
57. A. Penipuan konstruktif
58. C. Kelalaian kontribusi
59. D. Pendidikan bagi pemakai laporan
60. A. Mengidentifikasi karakteristik sistem akuntansi yang lazim
61. C. Jumlah maksimum salah saji menurut pendapat auditor
62. A. Inherent risk
63. B. Planned Detection Risk
64. C. Pemisahan pemegang aktiva dari akuntansi
65. A. Menanyakan saldo pinjaman
66. D. Melaksanakan suprise cash count
67. B. Terjadi setelah tanggal penerbitan laporan dan berdampak luar biasa
68. A. Unqualified opinion
69. C. Management letter
70. B. Ketiga
71. D. Attest engagement
72. B. Berurusan dengan klien yang memiliki integritas
73. C. Terdapat penambahan paragraf penjelas dan modifikasi kata-kata dalam laporan auditan
74. B. Paragraf ruang lingkup
75. C. Qualified opinion
76. A. Auditor yakin jika laporan keuangan klien memuat salah saji yang material
77. D. Unqualified opinion
78. B. Konfirmasi
79. C. Untuk membantu auditor memberikan keyakinan memadai bahwa audit yang layak telah dilakukan
80. D. Mengefisienkan biaya