Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

16 Soal (Essay) Sosiolinguistik

Soal (Esai/Uraian) Mengenai Sosiolinguistik

1. Sosiolinguistik dibagi mejadi dua bagian yaitu ?
2. Ada beberapa makna sosiolinguistik, dapat digolongkan ke dalam persoalan pokok, seperti ?
3. Yang tidak merupakan persoalan pokok ialah ?
4. Pada 1964, dalam konferensi sosiolinguistik yang pertama telah dirumuskan tujuh dimensi dalam penelitian sosiolinguistik yang merupakan masalah dalam sosiolinguistik, yaitu?
5. Menurut Nababan (dalam Aslinda, 2007: 7) ada masalah sosiolinguistik yaitu ?
6. Manfaat dari pengetahuan sosiolinguistik dalam berkomunikasi, antara lain ?
7. Dalam mengumpulkan data dan menganalisisnya, sosiolinguistik menggunakan metode apa ?
8. Apa yang dimaksud dengan etnografi bahasa ?
9. Jelaskan perbedaan antara kemampuan tata bahasa dengan kemampuan komunikatif !
10. Jelaskan relevansi sosiolinguistik pada pengajaran bahasa !
11. Apa saja sumbangan utama sosiolinguistik kepada pengajaran bahasa ?
12. Bahasa dapat dikaji dari berbagai sudut dan memberi perhatian khusus pada unsur-unsur bahasa yang berbeda-beda. Dengan begitu lahir beberapa cabang ilmu lingusitik. Sebutkan dan jelaskan minimal 4 (empat) cabang ilmu linguistik yang anda ketahui !
13. Salah satu cabang ilmu linguistik yang terbaru adalah sosiolinguistik. Coba jelaskan apa itu sosiolinguistik !
14. Apa saja masalah utama yang dibahas atau dikaji dalam sosiolinguistik ?
15. Apa saja topik-topik yang dibahas atau dikaji dalam sosiolinguistik ? Sebutkan minimal 5 (lima) topik !
16. Apa yang dimaksud dengan idiolek dan dialek ?

Jawaban:

1.
a. Mikro sosiolinguistik yang berhubungan dengan kelompok kecil, misalnya sistem tegur sapa.
b. Makro sosiolinguistik yang berhubungan dengan maslaha perilaku bahasa dan struktur sosial.

2.
a. Tentang profil sosiolinguistik, yaitu bagaimana keanekaragaman bahasa mencerminkan keanekaragaman sosial yang biasanya bersifat statistik.
b. Dinamika sosiolinguistik yang diusahakan dengan mencari ciri – cirinya terhadap berbagai jenis situasi sosiolinguistik yang mencakup bidang pemakaian, sikap bahasa, proses – proses sosiolinguistik, penelitian - penelitian tentang bahasa.

3.
a. masalah perubahan bahasa
b. masalah bahasa kanak – kanak
c. relativisme bahasa.

4.
1. identitas sosial penutur;
2. identitas sosial dari pendengar yang terlibat;
3. lingkungan sosial tempat peristiwa tutur;
4. analisis sinkronik dan diakronik dari dialek – dialek sosial;
5. penilaian sosial yang berbeda oleh penutur terhadap perilaku bentuk – bentuk ujaran;
6. tingkatan variasi dan ragam linguistik; dan
7. penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik.

5.
a. bahasa, dialek, idiolek, dan ragam bahasa,
b. repertoire bahasa (repertoire: kemampuan berkomunikasi yang dimiliki oleh penutur),
c. masyarakat bahasa,
d. kedwibahasaan atau kegandaan,
e. fungsi masyarakat bahasa dan profil sosiolinguistik,
f. penggunaan bahasa/ etnografi berbahasa,
g. sikap bahasa,
h. perencanaan bahasa,
i. interaksi sosiolinguistik, serta
j. bahasa dan kebudayaan.

6.
a. Memberikan pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa, ragam bahasa, atau gaya bahasa apa yang kita gunakan jika kita berbicara dengan orang tertentu, dan di tempat – tempat tertentu pula.
b. Dalam pengajaran, sosiolinguistik bermanfaat dalam menjelaskan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa dan kaidah sosial.
c. Sosiolinguistik juga dapat memberi sumbangan dalam mengatasi ketegangan politik akibat persoalan pemilihan bahasa nasional di negara – negara multilingual.

7. Cara-cara mengumpulkan data dari lapangan (masyarakat) kebanyakan diambil dari metode ilmu sosiologi, khususnya yang berhubungan dengan pengamatan (observasi) dan pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara. Analisis untuk mendapatkan pola-pola umum dalam tindak laku berbahasa juga menggunakan metode statistik dari sosiologi.

8. Etnografi bahasa adalah pengkajian penggunaan bahasa dan laku bahasa.

9. Kemampuan tata bahasa ialah kemampuan untuk membentuk satuan-satuan bahasa (kata, frase dan kalimat) sesuai dengan aturan-aturan tata bahasa (grammatical rules). Sedangkan kemampuan komunikatif adalah kemampuan untuk memilih dan menggunakan satuan-satuan bahasa itu sesuai dengan aturan-aturan penggunaan bahasa dengan keadaan sosiolinguistik.

10. Sosiolinguistik mempunyai relevansi pada pengajaran bahasa oleh karena :
(a) bahasa memang dipakai dalam masyarakat
(b) bahasa seharusnya diajarkan dalam konteks atau latar belakang kemasyarakatan
(c) tujuan pengajaran bahasa bersumber pada keperluan masyarakat dan penggunaan bahasa di masyarakat

11.
1. Penekanan kebermaknaan bahasa dalam pengajaran bahasa
2. Pengertian yang lebih mendalam tentang ragam bahasa
3. Tujuan pengajaran bahasa yang bersumber pada penggunaan bahasa dalam masyarakat
4. Bentuk-bentuk bahasa yang diajarkan disesuaikan dengan bentuk-bentuk bahasa yang terdapat dalam masyarakat

12. Fonologi mempelajari buny-bunyi bahasa; morfologi mempelajari bentuk-bentuk kata; sintaksis mempelajari penggabungan kata-kata menjadi kalimat-kalimat yang berbeda-beda; dan tipologi bahasa yang mempelajari persamaan dan perbedaan antara bahasa.

13. Sosiolinguistik ialah studi atau pembahasan dari bahasa sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat. Sosiolinguistik mempelajari dan membahas aspek-aspek kemasyarakatan bahasa, khususnya perbedaan-perbedaan (variasi) yang terdapat dalam bahasa yang berkaitan dengan faktor-faktor kemasyarakatan (sosial).

14.
1. Mengkaji bahasa dalam konteks sosial dan kebudayaan
2. Menghubungkan faktor-faktor kebahasaan, ciri-ciri, dan ragam bahasa dengan situasi serta faktor-faktor sosial dan budaya
3. Mengkaji fungsi-fungsi sosial dan penggunaan bahasa dalam masyarakat

15.
1. Bahasa, dialek, idiolek, dan ragam bahasa
2. repertoar bahasa
3. Masyarakat bahasa
4. Kedwibahasaan dan kegandabahasaan
5. Fungsi kemasyarakatan bahasa dan profil sosiolinguistik

16. Idiolek adalah sistem bahasa yang dipergunakan oleh seseorang. Sedangkan dialek adalah idiolek-idiolek yang menunjukkan lebih banyak persamaan dengan idiolek-idiolek lain yang dapat digolongkan dalam satu kumpulan kategori.