Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

22 Soal (Essay) Akuntansi Keuangan Syariah Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Akuntansi Keuangan Syariah

1. Apa yang dipelajari di akuntansi syariah?

2. Apa saja laporan keuangan syariah?

3. Apa perbedaan laporan keuangan syariah dengan laporan keuangan konvensional?

4. PSAK Syariah ada berapa?

5. Lulusan Akuntansi Syariah Jadi Apa?

6. Kenapa harus ada akuntansi syariah?

7. Apa saja ruang lingkup akuntansi keuangan syariah?

8. Entitas syariah apa saja yang harus disajikan dalam laporan keuangan syariah?

9. Apa manfaat dari laporan keuangan syariah yang disajikan?

10. Tuliskan pengertian akuntansi syariah menurut Napier!

11. Tuliskan pengertian akuntansi syariah menurut Dr. Omar Abdullah Zaid!

12. Tuliskan pengertian akuntansi syariah menurut Adnan M. Akhyar!

13. Tuliskan pengertian akuntansi syariah menurut Sofyan S. Harahap!

14. Uraikan Kelebihan Akuntansi Syariah berdasarkan Sistem Bagi Hasil!

15. Uraikan Kelebihan Akuntansi Syariah berdasarkan Menggunakan Prinsip Jual Beli Murabahah!

16. Uraikan Kelebihan Akuntansi Syariah berdasarkan Terhindar dari Riba!

17. Dalam laporan keuangan syariah terdapat beberapa laporan lain yang tidak terdapat di laporan keuangan konvensional. Laporan tersebut antara lain?

18. Laporan apa saja yang wajib ada dalam suatu laporan keuangan entitas syariah?

19. Siapa saja pengguna laporan keuangan syariah?

20. Uraikan Kelebihan Akuntansi Syariah berdasarkan Memiliki Unsur Tenggang Rasa!

21. Uraikan Kelebihan Akuntansi Syariah berdasarkan Landasan Hukum dari Tuhan!

22. Jelaskan Tujuan akuntansi keuangan syariah!

Kunci Jawaban:

1. Pada mata kuliah akuntansi perbankan syariah Kamu akan mempelajari konsep serta praktek akuntansi perbankan syariah pada lembaga bank yang menerapkan prinsip syariah serta membuat laporan transaksi-transaksi dengan basis syariah

2. Berikut kita akan menjabarkan jenis laporan keuangan bank syariah secara singkat sebagaimana jenis laporan keuangan, yaitu :
1. Neraca (Laporan Posisi Keuangan) ...
2. Laporan Laba dan Rugi. ...
3. Laporan Arus Kas. ...
4. Laporan Perubahan Ekuitas. ...
5. Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat. ...
6. Laporan Penggunaan Zakat serta Penggunaan Dana.

3. Laporan keuangan syariah menerapkan aktivitas meliputi kewajiban, investasi tidak terikat serta ekuitas. Sedangkan pada laporan keuangan konvensional menerapkan aktivitas berupa utang dan modal. Selain itu, pada laporan keuangan konvensional juga tidak terlihat adanya penambahan investasi tidak terikat.

4. SAK Syariah Efektif Per 1 Januari 2018
NoStandar Akuntansi Keuangan Syariah
1 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah
2 PSAK 59 Akuntansi Perbankan Syariah
3 PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah (revisi 2016)
3 PSAK 102 Akuntansi Murabahah (amandemen 2016)

5.  Kalau Lulus dari Program Studi Akuntansi Syariah, Mau Jadi Apa Ya? Menurut Cipta, karena ia memiliki ijazah dan sertifikat profesional dalam bidang teknologi informasi, lapangan kerja yang tercipta pun menjadi lebih luas. Ia bisa menjadi seorang professional IT, Akuntan, Konsultan Pajak dan sebagainya.

6. Akuntansi syariah diperlukan sebagai suatu tuntutan atas pelaksanaan syariah dan kebutuhan akibat pesatnya perkembangan transaksi syariah. Di dalam akuntansi syariah ada akad/kontrak/transaksi.

7. Akuntasi syariah memuat informasi mulai dari neraca, L/R, laporan arus kas, laporan perubahan equitas, perubahan dana investasi terkait, laporan sumber dan penggunaan zakat, laporan sumber dan penggunaan dana qardh, serta catatan atas laporan keuangan

8. Komponen laporan keuangan entitas syariah:
1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode.
2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode.
3. Laporan perubahan ekuitas selama periode.
4. Laporan arus kas selama periode.
5. Laporan sumber dan penyaluran dana zakat selama periode.

9. Untuk menyediakan informasi keuangan
tujuan pertama dari laporan keuangan syariah adalah menyediakan informasi keuangan entitas syariah yang dibuat dalam satu periode akuntansi. Umumnya juga periode tersebut ditentukan oleh perusahaan terkait yang menggunakan sistem syariah untuk mengatur kebijakan laporan keuangannya

10. Akuntansi syariah adalah bidang akuntansi yang menekankan pada 2 (dua) hal yaitu akuntabilitas dan pelaporan. Akuntabilitas tercermin dari tauhid yaitu dengan menjalankan segala aktivitas ekonomi sesuai dengan ketentuan Islam. Sedang pelaporan ialah bentuk pertanggungjawaban kepada Allah dan manusia.

11. Suatu aktivitas yang teratur berkaitan dengan pencatatan transaksi, tindakan, serta keputusan yang sesuai dengan syariat dan jumlah-jumlahnya di dalam catatan yang representatif, sehingga berkaitan dengan pengukuran dengan hasil keuangan yang berimplikasi pada transaksi, tindakan, dan keputusan tersebut untuk membantu pengambilan keputusan yang tepat.

12. Akuntansi syariah adalah praktek akuntansi yang bertujuan untuk membantu mencapai keadilan sosial ekonomi dan mengenal sepenuhnya akan kewajiban kepada Tuhan, individu, dan masyarakat yang berhubungan dengan pihak-pihak terkait pada aktivitas ekonomi seperti akuntan, manajer, auditor, pemilik, pemerintah sebagai sarana bentuk Ibadah.

13. Akuntansi syariah adalah penggunaan akuntansi dalam menjalankan syariah Islam. Akuntansi syariah ada dua versi, akuntansi syariah yang yang secara nyata telah diterapkan pada era di mana masyarakat menggunakan sistem nilai islami khususnya pada era Nabi SAW, Khulaurrasyidiin, dan pemerintah Islam lainnya. Kedua Akuntansi syariah yang saat ini muncul di era kegiatan ekonomi dan sosial dikuasai oleh sistem nilai kapitalis yang berbeda dari sistem nilai Islam.

14. Sistem Bagi Hasil
Akuntansi syariah tidak memiliki sistem bunga, namun menggunakan sistem bagi hasil dengan menanggung risiko bersama-sama oleh semua pihak yang terlibat. Dengan menggunakan sistem bagi hasil, keuntungan bisa dilihat dengan jelas, dan sistem pembagian hasil telah ditetapkan sesuai kesepakatan di awal. Misalnya, terdapat dua pihak, di mana pihak pertama berperan sebagai pemilik modal, dan pihak kedua sebagai pengelola modal. Kedua pihak ini akan mengetahui bagaimana keuntungan datang dan pembagiannya sesuai dengan kesepakatan di awal.

15. Menggunakan Prinsip Jual Beli Murabahah
Dalam transaksi jual beli, akuntansi syariah menerapkan sistem yang sesuai dengan ketentuan agama islam. Misalnya transaksi antara Bank dan nasabah yang ingin mengajukan kredit. Dengan prinsip murabahah, nasabah dan Bank akan membuat sistem kerja berdasarkan kesepakatan awal yang dibicarakan di awal antara dua pihak yang bersangkutan. Menerapkan prinsip ini berarti kedua belah pihak juga harus membicarakan berapa bunga yang akan dibayar dan diterima oleh masing-masing pihak tanpa melihat suku bunga yang berlaku.

16. Terhindar dari Riba
Riba adalah penetapan bunga saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Biasanya persentase yang ditentukan bisa lebih dari nilai barang yang ditransaksikan. Dalam akuntansi syariah, penyajian laporannya tidak ganya menggunakan konsep time value of money dan dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat lebih bagus dan memenuhi kebutuhan di mata investor. Akuntansi syariah menunjukkan bahwa transaksi bisnis juga bisa mengandung nilai moral dan norma.

17. Laporan:
a. Analisis laporan keuangan tentang sumber dan penggunaan dana zakat.
b. Laporan ini memuat informasi tentang sumber dana zakat, metode pengumpulan dana termasuk mekanisme kontrol untuk menjaga dana zakat tersebut, dan proses penyalurannya.
c. Analisis laporan keuangan tentang sumber dan penggunaan dana yang dilarang oleh syariah (non halal)
d. Laporan ini memuat informasi tentang alasan diperolehnya pendapatan non halal tersebut, pengelolaan dan pendistribusiannya, serta prosedur untuk melindungi masuknya hasil transaksi yang dilarang syariah.
e. Laporan berkaitan dengan upaya perbankan syariah dalam mewujudkan pertanggung jawaban sosial (social responsibility)
f. Laporan-laporan tentang peningkatan SDM perbankan syariah.
g. Laporan ini menginformasikan upaya perbankan syariah dalam meningkatkan kualitas SDM dan upaya bank untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi karyawan dalam menjalankan tugasnya.

18. Unsur-unsur yang ada dalam laporan keuangan lembaga syariah antara lain neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi terikat, laporan penggunaan dana kebajikan.

19. Pengguna laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial; pemilik dana qardh; pemilik dana investasi syirkah temporer; pemilik dana titipan; pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah dan wakaf; pengawas syariah; karyawan; pemasok dan mitra usaha lainnya; pelanggan; pemerintah serta lembaga-lembaga

20. Memiliki Unsur Tenggang Rasa
Akuntansi syariah tidak hanya fokus pada pelaksanaan akuntansi, tapi juga terdapat unsur zakat yang menjadi salah satu kelebihannya. Teori yang ada dalam akuntansi juga tidak sekedar mengatur dan memperhitungkan kepentingan bisnis, tapi juga memperhitungkan kepentingan yang memiliki unsur toleransi pada semua pihak.

21. Landasan Hukum dari Tuhan
Dengan menggunakan sistem akuntansi syariah, landasan hukum yang digunakan sesuai dengan kaidah agama Islam. Di mana ketentuan dan dasar hukumnya tidak dibuat oleh tangan manusia, tapi berasal dari Tuhan. Untuk ketentuannya pun tidak dapat diragukan lagi dan tidak akan berubah seiring perkembangan zaman. Menerapkan sistem akuntansi syariah berarti perusahaan akan memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar dan memiliki etika bisnis yang lebih baik.

22. Tujuan akuntansi keuangan syariah adalah:
a. Menentukan hak dan kewajiban semua pihak, termasuk hak dan kewajiban yang dihasilkan dari proses transaksi yang tidak lengkap dan kejadian lain, disesuaikan dengan prinsip syariah Islam dan konsepnya tentang kewajaran, kedermawanan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis Islami.
b. Memberikan kontribusi untuk menjaga aset-aset perbankan syariah. Hak-haknya, dan hak-hak pihak lain dengan cara yang wajar.
c. Memberikan kontribusi dan peningkatan kerja manajerial dan kemampuan produktif perbankan syariah serta mendorong kepatuhan terhadap tujuan dan kebijakanorganisasi yang telah ditetapkan, dan di atas semuanya adalah kepatuhan terhadap ketentuan syariah Islam dalam semua transaksi dan kegiatannya.
d. Menyediakan, melalui laporan keuangan, informasi yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan, dan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang berdasar berkaitan dengan aktivitas yang berhubungan dengan perbankan syariah.