Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

19 Soal (Essay) Analisis Kesalahan Berbahasa Beserta Jawaban

Soal (Uraian) Materi Analisis Kesalahan Berbahasa

1. Terangkan kesalahan global!

Jawaban:
Kesalahan global, ‘global errors’ adalah kesalahan karena efek makna seluruh kalimat (Norrish, 1983:127). Kesalahan jenis ini menyebabkan pendengar atau pembaca salah mengerti suatu pesan atau menganggap bahwa suatu kalimat tidak dapat dimengerti. Valdman (1975) yang dikutip Ruru dan Ruru (1985:2) mengadakan modifikasi terhadap batasan yang dikemukakan diatas. Valdman mendefinisikan kesalahan global sebagai kesalahan komunikatif yang menyebabkan seorang penutur yang mahir dalam suatu bahasa asing, salah tafsir terhadap pesan lisan atau yang tertulis.


2. Tuliskan teknik analisis kesalahan berbahasa!

Jawaban:
Norrish (1983: 80-81) mengemukakan dua mekanisme menganalisis kesalahan. Mekanisme yang diusulkan yakni membuat kategori kesalahan dan mengelompokan jenis kesalahan itu berdasarkan daerahnya


3. Jelaskan mengenai implikasi pedagonis analisis kesalahan!

Jawaban:
Brown (1980: 184) mengemukakan, ada tiga cara memperbaiki kesalahan si terdidik:
1. Mengoreksi kesalahan di kelas
2. Menjelaskan bentuk gramatikal yang benar
3. Memolakan bahan yang dikaitkan dengan kurikulum.


4. Uraikan tentang dukungan terhadap analisis kesalahan!

Jawaban:
Agar analisis kesalahan dapat diterapkan kita harus membentengi diri dengan pengetahuan fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik, dan pengetahuan bahasa yang diperlukan.
Penguasaan ini tercapai apabila kita rajin membaca kamus, mempelajari kaidah bahasa melalui buku tata bahasa, melatih kemamapuan berbahasa, baik membaca, berbicara, mendengarkan, maupun menulis.


5. Terangkan prosedur analisis kesalahan!

Jawaban:
Corder (Allen dan Corder, Ed. 1974: 126) mengemukakan tiga taap menganalisis kesalahan, yakni:
1. Pengenalan
2. Pemerian deskripsi
3. Penjelasan
Ketiga langkah ini berhubungan satu sama lain. Perlu diingat bahwa untuk menganalisis kesalahan, datanya harus ada. Data dapat berupa hasil simakan, proses membaca, percakapan dan tulisan si terdidik.


6. Uraikan tentang format analisis kesalahan!

Jawaban:
Format analisis kesalhaan berguna untuk melengkapi penilaian. Seperti telah dikatakan, analisis kesalahan adalah bagian linguistik terapan yang ingin menemukan penyimpangan-penyimpangan berbahasa dengan jalan mengidentifikasi, mengkategorikan dan menentukan daerah, jenis dan sifat kesalahan, baik untuk perorangan, kelompok atau klasikal. Telah dijelaskan pula bahwa daerah kesalahan meliputi bidang fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik, sedangkan yang berhubungan dengan kemampuan berbahasa menyangkut menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Untuk itu format analisis kesalahan dapat dibuat berdasarkan daerah kesalahan.


7. Tuliskan kesulitan menerapkan analsisis kesalahan!

Jawaban:
Banyak kesulitan yang akan dialami, apabila kita akan menganalisis kesalahan. Kesulitan itu terutama berpangkal dari penganalisis, yakni kemampuan mennetukan bentuk yang benar dan salah.
Untuk kesulitan yang berpangkal pada pihak penganailsis perlu diusahakan:
1. Kompetensi dan keterampilan guru untuk menentukan bentuk yang benar dan salah dalam waktu yang relatif singkat.
2. Guru harus melatih terus-menerus menganalisis kesalahan, baik dari surat kabar, majalah atau tulisan siswa.
3. Guru harus mengikuti perkembangan kebahasaan, baik melalui media elektronik maupun non elektronik.
4. Guru harus rajin membaca buku-buku tata bahasa dan kamus serta buku-buku lainnya.
5. Guru harus rajin menghadiri pertemuan ilmiah tentang kebahasaan.
6. Guru harus meningkatkan jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal.
7. Guru harus menyadari bahwa ia menghadapi si terdidik yang penuh kretivitas dan yang potensi bahasanya harus dikembangkan.
Untuk kesulitan yang berasal dari si terdidik dapat diusahakan:
1. Motivasi si terdidik harus dibangkitkan untuk memperbaiki kesalahan sendiri.
2. Si terdidik harus berlatih terus menerus.
3. Guru tidak memvonis kesalahan si terdidik, tetapi menunjukan bahwa kealahan hanya disebabkan oleh belum tahunya si terdidik terhadap kesalahan yang dibuatnya.
4. Guru harus terbuka dan bersedia berkonsultasi yang diadakan si terdidik karena menanyakan persoalan kebahasaan yang ditemukan siterdidik.


8. Uraikan tentang kesalahan perorangan!

Jawaban:
Kesalahan perorangan, ‘errors of individuals’, jelas menggambarkan yang dibuat oleh seseorang dan diantara kawan-kawannya sekelas. Kalau kita mengajar, pelajaran yang kita berikan tentunya ditunjukan untuk sekelompok terdidik yang terdapat dalam sebuah kelas namun yang belajar sesungguhnya individu-individu itu sendiri. misalnya, semuanya menulis huruf kapital diawal kalimat dan hanya seorang yang tidak. Kesalahan seperti ini disebut kesalahan perorangan. Memperbaiki kesalahan perorangan tentu bersifat perorangan pula.


9. Terangkan perihal kesalahan kelompok!

Jawaban:
Mempelajari kesalahan kelompok, ‘errors of group’, hanya berarti apabila kelompok itu homogen, misalnya menggunakan bahasa ibu yang sama dan semuanya mempunyai latar belakang yang sama, baik intelektual maupun sosial. Murid yang menggunakan bahasa yang berbeda-beda, kesalahannya lebih banyak daripada murid-murid yang homogen. Guru yang menyuruh si terdidik berbicara, membaca atau menulis pasti akan menemukan kesalahan. Kesalahan itu, ada yang berulang-ulang dibuat oleh kelompok. Kesalahan seperti itu, disebut kesalahan kelompok.


10. Tuliskan kesalahan menganalogi!

Jawaban:
Kesalahan menganalogi, ‘errors of overgeneralisation or analogycal errors’ adalah sejenis kesalahan pada si terdidik yang menguasasi suatu bentuk bahasa yang dipelajari lalu menerapkannya dalam konteks, padahal bentuk itu tidak dapat diterapkan. Si terdidik melakukan proses pemukul rataan, tetapi proses pemukulrataan yang berlebihan. Si terdidik menggunakan kata atau kalimat yang berpola pada kata atau kalimat yang didengarnya padahal bentuk itu tidak dapat diterapkan. Kesalahan dengan jalan menganggap kata anggota, sentosa, teladan berubah menjadi anggauta, sentausa, tauladan, termasuk kesalahan menganalogi.