Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

16 Soal (Essay) Pengajaran Apresiasi Sastra Beserta Jawaban

Soal (Uraian) Materi Pengajaran Apresiasi Sastra

1. Rahmanto 1988: 16-25 mengungkapkan bahwa pembelajaran apresiasi sastra dapat membantu pendidikan secara utuh apabila cakupannya meliputi 4 manfaat, yaitu?

Jawaban:
a. Membantu keterampilan berbahasa,
b. Meningkatkan pengetahuan budaya,
c. Mengembangkan cipta dan rasa, dan
d. Menunjang pembentukan watak


2. Tuliskan apresiasi sastra secara langsung !

Jawaban:
Apresiasi sastra secara langung adalah kegiatan membaca atau meinkmati cipta sastra berupa teks maupun perfomansi secara langsung. Kegiatan membaca suatu teks sastra secara langsung tiu dapat terwujud dalam perilaku membaca, emmahami, menikmati serta mengevaluasi teks sastra, baik yang berupa cerpen, novel, roman, naskah drama, maupun teks yang berupa puisi. Kegiatan langsung yang mewujud dalam kegiatan mengapresiasi sastra pada perfomansi, misalnya saat anda melihat, mengenal, memahami, menikmati, ataupun memberikan penilaian pada kegiatan membaca puisi, cerpen, pementasan drama, baik di radio, televisi, maupun pementasan di panggung terbuka. Keuda bentuk kegiatan itu dalam hal ini perlu dilaksanakan seara sungguh-sungguh, berulang kali, sehingga dapat melatih dan mengembangkan kepekaan pikiran dan perasaan dalam rangka mengapresiasi suatu cipta sastra, baik yang di paparkan lewat media tulisan, lisan, maupun visual.


3. Tuliskan apresiasi sastra secara tidak langsung !

Jawaban:
Kegiatan apresiasi sastra , selain dilaksanakan secara langsung, juga dapat dilaksanakan secara tidak langsung. Kegiatan apresiasi sastra secara tidak langsung itu dapat ditempuh dengan cara mempelajari teori sastra, membaca artikel yang berhubungan dengan kesastraan, baik di majalah maupun koran, mempelajari buku-buku maupun esei yang membahas dan memberikan penilaian terhadap suatu karya sastra serta mempelajari seharah sastra. Kegiatan itu disebut sebagai kegiatan apresiasi secara tidak langsung karena kegiatan tersebut nilai akhirnya bukan hanya mengembangkan pengetahuan seseorang tentang sastra, melainkan juga akan meningkatkan kemampuan dalam rangka mengapresiasi suatu cipta sastra. Dengan demikian, kegiatan apresiasi sastra secara tidak langsung itu pada gilirannya akan ikut berperan dalam mengembangkan kemampuan apresiasi sastra jika bahan bacaan tentang sastra yang ditelaahnya itu memiliki relevansi dengan kegiatan apresiasi sastra.


4. Untuk mengapresiasi karya sastra yang berupa prosa fiksi (seperti cerpen dan novel), tindakan apresiatifnya ialah?

Jawaban:
1. Memilih cerpen atau novel yang sesuai kehendaknya.
2. Membaca dan menyenangi novel sejenis, menyenangi tema atau pengarangnya, memahami pesan-pesannya, jalan ceritanya, serta mengenal tokoh-tokoh dan watak tokohnya, bahkan secara ekstrim ada yang berkeinginan mengindentifikasi diri menjadi tokoh yang digemari dalam karya prosa tersebut.
3. Membuat karya cerpen atau novel seperti itu. Setidak-tidaknya dapat memberikan komentar atau tanggapan tentang hal yang berhubungan dengan novel yang digemari.


5. Untuk mengapresiasi karya puisi dapat berupa?

Jawaban:
1. Memerhatikan pembacaan puisi,
2. Menyukai puisi-puisi tertentu
3. Berusaha memahami makna puisi yang disukai
4. Mengenal para penyair jenis puisi yang disukai
5. Berusaha dapat membaca puisi dengan baik
6. Membuat puisi sejenis serta menulis tanggapan atau ulasan mengenai puisi itu.


6. Untuk mengapresiasi karya sastra drama dapat berupa?

Jawaban:
1. Menyukai pementasan drama tertentu
2. Mengenal karakter tokohnya, para kru di belakangnya,
3. Melakonkan tokoh tertentu pada drama sejenis.


7. Adapun tujuan pembelajaran sastra dapat dilihat dari dua sisi, yaitu?

Jawaban:
Dilihat secara umum dan kurikulum yang digunakan di sekolah. Secara umum, tujuan pembelajaran sastra adalah agar siswa:
(a) memperoleh pengalaman bersastra, dan
(b) memperoleh pengetahuan sastra.


8. Untuk mengantisipasi kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran sastra dan bahasa pada umumnya diberikan rambu-rambu yang perlu diperhatikan guru. Rambu-rambu tersebut adalah sebagai berikut?

Jawaban:
a. Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi karya sastra berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap budaya masyarakat, dan lingkungan hidup.
b. Perbandingan bobot pembelajaran bahasa dan sastra harus seimbang dan dapat disajikan secara terpadu. Misalnya, wacana sastra dapat digunakan sekaligus sebagai bahan pembelajaran bahasa.
c. Bahan pembelajaran pemahaman adalah mendengarkan dan membaca berlingkup pada pengembangan kemampuan menyerap gagasan, pendapat, pengalaman, pesan, dan perasaan, serta mengapresiasikan karya sastra Indonesia, sastra daerah, dan sastra asing yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia baik dalam bentuk puisi, prosa, maupun drama, termasuk cerita rakyat.
d. Bahan pembelajaran penggunaan adalah berbicara dan menulis yang berlingkup pada pengembangan kemampuan pengungkapan gagasan, pendapat, dan perasaan.
e. Sumber belajar siswa dapat berupa buku-buku yang diwajibkan, media cetak, media elektronika, lingkungan, narasumber, pengalaman dan minat anak, serta hasil karya siswa.