Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

157 Kata-Kata Kopi

Kata-Kata Bijak, Motivasi, Mutiara Kopi

Ada banyak caraku untuk menanti kedatanganmu tanpa rasa bosan, Duduk manis sembari kunikmati kopiku dengan perlahan.

Ada yang bilang, kalau mantan itu sejenis kopi, apapun jenis sajiannya, pahitnya tetap mendominasi.

Akan selalu ada nikmat yang tersemat dibalik pahit hitamnya. Kau hanya perlu mendekatkan cangkir ke mulut kemudian menyesapnya.

Aku hanya penikmat secangkir aroma kopi, mana bisa aku mendapatkan gadis jelita penikmat senja.

Aku menunggu kita ada di satu meja, ditemani kopi dengan aroma yang berbeda, membicarakan mimpi, bercengkrama tentang rencana. Bisa kita mulai dengan cincin yang mungkin sudah waktunya ada di jari kita, agar cinta tak berhenti sebagai wacana.

Aku tidak ingin munafik lagi, akan kunyatakan bahwa kopi dan malam adalah perpaduan yang sempurna.

Bangun tidur nggak ngopi itu terasa ada salah satu rantai makanan yang hilang.

Belajar ikhlas pada gula di secangkir kopi ia rela tak disebut meski menghilangkan pahit itu sendiri.

Bersahabatlah dengan secangkir kopi. Maka kamu akan mengerti bahwa segala bentuk rupa tak selalu sama dengan keterlihatannya. Cukuplah menjadi apa adanya. Tanpa berpura-pura agar terlihat istimewa.

Bertukar cerita denganmu sembari menikmati kopi merupakan salah satu kesempatan yang selalu aku tunggu-tunggu, kawan

Biji kopi yang sama bisa jadi citarasa kopi lain di tangan yang beda. sama seperti kasih sayang jika di tangan yang beda maka beda pula kisahnya.

Bikin kopi tuh emang ga bisa cuman pakai kepala ya? Harus pakai hati.

Bulan purnama, bintang di setiap sudut langit, secangkir kopi, kejanggalan hati, merindukan sesuatu yang super sulit untuk di atasi, yaitu kamu.

Cappuccino itu kopi yang genit, ketebalan dan tekstur foam harus presisi. Butuh standar penampilan yang tinggi. Karena capuccino cocok untuk orang yang suka keindahan sekaligus kelembutan.

Cinta itu bebas, namun cinta juga tak bisa dipaksakan. Cinta menyatukan dua perbedaan seperti gula dan kopi yang saya seduh malam ini.

Cinta yang nggak ada pertengkaran sama sekali itu kayak kopi yang sudah kadaluarsa. Basi nggak ada sedap-sedapnya.

Cuma Segelas Kopi yang dari cara penakarannya secara tidak langsung merefleksikan kehidupan si peminumnya.

Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi, kita semua sama.

Dari candu kopi saja aku bisa lepas, apalagi cuma dari kamu yang sekadar masa lalu

Depresi itu ketika Anda kehabisan kopi yang biasa disruput di pagi hari.

Depresso adalah perasaan yang kau alami ketika kehabisan kopi.

Di secangkir kopi yang ku sruput malam ini, serasa ada kamu di sisi. Aku pun tersenyum bukan hanya pada kopi, tapi juga pada bayangmu yang terlukis di langit.

Di secangkir kopi, biarlah aku menjelma menjadi apa saja yang kau inginkan, menjadi pahit ataupun manis asal tetap kau rindukan.

Dibanding omongan manis, kopi hitam ini terasa lebih baik karena tidak menipu dan dengan jujurnya menampakkan rasa pahit.

Gue ganteng, tapi jomblo. Lah kopi, pahit aja banyak yang suka.

Hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji janji dari bibir yang terlihat manis

Hidup ini seperti secangkir kopi di mana pahit dan manis bertemu dalam kehangatan.

Hidup itu ibarat minum kopi, kadang rasanya pahit, tapi itu yang membuat mata terbuka.

Hidup itu perlu dirasakan, selayaknya kamu menikmati secangkir kopi di pagi hari. Meski, terlihat pekat dan harum, selalu ada pahit di antara itu.

Hidup itu seperti secangkir kopi kamu perlu menambah gula, untuk membuatnya menjadi manis.

Hidup kadang butuh hal-hal ringan dan bahkan remeh-temeh seperti halnya kopi instan.

Hidup udah pahit? Ngopi aja bro biar makin asoy.

Hitam pekat kopiku, tak sepeka pahit cintamu yang kau beri padaku.

Jadilah biji kopi, ketika masalah datang, ia tidak lembek atau keras, tapi ia bisa berpikir jernih, menghasilkan harum dan rasa yang nikmat, membawa kebaikan bukan untuk dirinya sendiri, tetapi lingkungan di sekitarnya

Jadilah seperti kopi pagi ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.

Jadilah seperti kopi, yang akan tetap menjadi candu, meski dalam pahit dan pekat.

Jadilah seperti secangkir kopi yang tersaji di sore hari. Aromanya memberi ketenangan dan rasanya selalu membangkitkan gairah untuk mensyukuri kuasa Tuhan.

Jalanilah hidupmu sepertihalnya menghabiskan secangkir kopi nikmati pelan-pelan sampai kau merasakan kenikmatan dalam menghabiskanya

Jangan dulu, aku tak semanis yang kau duga tapi tak sepahit yang mereka katakan. Bila tak suka pergi lah kopiku sederhana. Kopimu mulai dingin nikmatilah.

Jangan terburu-buru dalam menjalani sesuatu nikmati saja apa yang ada, seperti halnya minum kopi.

Jika hidupmu terasa pahit, berarti kopimu kurang gula.

Jika kamu hanya ingin sekedar singgah, beri aku kopi, jangan beri aku hati.

Jika kamu menyukai kopi dan senja, maka biarkan aku mencintaimu tanpa henti dan tanpa jeda.

Jika kopimu terlalu manis cobalah meminumnya sembari mengenang masa lalu, barangkali bisa membantu.

Jika kopimu terlalu manis cobalah meminumnya sembari mengenang masa lalu, barangkali bisa membantu.

Kalau saja hidup tidak berevolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu

Kalau secangkir kopi mampu menghapus rindumu. Mampirlah sejenak hanya untuk melepas rindu itu.

Kamu adalah seseorang yang hanya bisa ku nikmati lewat kata dan aksara. Di antara manis dan pahit secangkir kopi yang ku hirup.

Kamu adalah seseorang yang hanya bisa kunikmati lewat kata dan aksara. Di antara manis dan pahit secangkir kopi yang kuseduh.

Kamu dan kopi adalah dua hal yang sama. Sama-sama bikin aku jatuh cinta.

Kamu itu layaknya kopi yang diseduh di pagi hari yang menjadi pelengkap untuk menjalani hari.

Karena dari kopi kita belajar, bahwa rasa pahit itu dapat dinikmati.

Kau sama si Jody itu bila kutengok, udah seperti biji kiri dan biji kanan. Meski ada satu yang lebih tinggi dibanding yang lain, tapi kalian ada di satu habitat yang sama.

Kau tak suka kopi dan akrab dengan teh. Sedangkan aku, terlalu identik dengan kopi dengan segala kepahitannya.

Keberadaanmu bagaikan secangkir kopi yang aku butuhkan setiap pagi, yang dapat mendorongku untuk tetap bersemangat menjalani hari.

Kelak kita akan menikmati secangkir kopi. Di kedai yang sama, di meja yang sama. Namun dengan rasa dan aroma yang berbeda.

Kepekatan dari minuman ini terkadang membuat orang terpikat dan ingin meminumnya. Tapi, persepsinya akan berubah ketika memandang dunia yang pekat, dia enggan untuk mendekatinya.

Kesempurnaan rasa kopi berasal dari rasa pahitnya. Oleh karena itu, kenangan pahit akan membentuk kita yang lebih baik di masa depan.

Ketika aku terpuruk, kehadiranmu seperti secangkir kopi yang mampu membangkitkan semangatku. Terima kasih, kawan.

Ketika kata-kata tak lagi banyak berbicara, secangkir kopi bisa jadi perantara dan mencairkan suasana.

Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti kamu yang selalu ada di hati, selalu mengisi hari-hari.

Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.

Kopi aja bisa bikin deg-degan, apalagi kamu.

Kopi akan memberimu inspirasi tentang apa yang tidak pernah kamu sangka sebelumnya.

Kopi apa yang bikin hari suram? Kopilih untuk pergi meninggalkanku.

Kopi bukan sekedar aroma atau sejenisnya. Tetapi tentang bagaimana memainkan rasa akankah iya lama atau sekedar saja.

Kopi dan perasaan ada memiliki suatu persamaan. Dia akan dingin apabila ditinggalkan

Kopi dan rokok adalah pasangan yang serasi, jangan biarkan pisang goreng ada di antara mereka.

Kopi hitam memang pahit itulah mengapa Tuhan ciptakan senyummu yang manis.

Kopi ini meruncing ingatanku. Saat aku dulu terbawa rasa yang kau tancapkan tanpa alasan.

Kopi ini pahit, tapi kalau minum sambil melihat dirimu, kopi ini terasa manis.

Kopi ini tak lagi butuh gula jika kau ada di hadapanku.

Kopi itu bagai kehidupan, ada pahitnya ada manisnya. Pahitnya kayak congor tetangga, manisnya kayak aku.

Kopi itu hangat dan menenangkan, seperti pria yang kusanding sekarang.

Kopi itu kayak kamu. Bilangnya pingin ngopi bareng ternyata ngobrol doing, kopi cuma kambing hitam.

Kopi itu mampu menghasilkan reaksi macam-macam. Dan dia benar. Kopi tiwus telah membuatku sadar, bahwa aku ini barista terburuk. Bukan cuma sok tahu, mencoba membuat filosofi dari kopi lalu memperdagangkannya, tapi yang paling parah, aku sudah merasa membuat kopi paling sempurna di dunia.

Kopi mengajarkan kita bahwa kehidupan tidak selamanya manis, tapi ada pahitnya juga.

Kopi mengingatkanku pada persahabatan kita. Tidak ada hal yang kita sembunyikan dari satu sama lain, sekalipun itu pahit.

Kopi menjadi penghubung teman atau sahabat, membuat semakin akrab hingga salah satu sahabat sakit dan yang lain ikut berdarah.

Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yang sudah lama saling bosan.

Kopi pertama pagi ini, pahit tertutup manis. Seperti dua orang yang terlalu cinta, lalu saling mengucap janji yang tak mungkin terpenuhi.

Kopi pertama pagi ini. Hitam, pahit, dan penuh ampas. Seperti penolakan yang tidak tega untuk disampaikan.

Kopi pertama pagi ini. Manis, hangat, pekat. Seperti dua orang yang garis hidupnya bersinggungan, oleh sebuah kebetulan.

Kopi pertama pagi ini. Pahit. Seperti dua orang yang terlambat dipertemukan, lalu sama-sama saling melewatkan.

Kopi pertama pagi ini. Pahit-manis. Seperti kata sayang terakhir dari dua orang yang saling berpisah jalan.

Kopi pertama pagi ini. Sehitam pupil mata dua orang yang tidak sengaja beradu. Semanis senyum yang menyusul sesudahnya, tanpa aba-aba.

Kopi pertama pagi ini. Terlalu manis. Seperti dua orang yg sedang melakukan pendekatan, dengan penuh kepalsuan.

Kopi punya cerita. Hitam tak selalu kotor. Pahit tak harus sedih.

Kopi selalu jujur akan pahitnya ,dan membuat kita sadar bahwa yang manis tak selalu berakhir indah.

Kopi sempurna karena rasa pahitnya. Demikian pula cinta.

Kopi tanpa gula adalah kopi yang jujur. Dia tak perlu bermanis-manis di mulut. Tanpa ragu menunjukkan jati diri pada sang peminumnya.

Kopi tidak pernah ragu untuk memberi inspirasi pada siapapun, bahkan pedagang kaki lima sekalipun.

Kopi tubruk itu lugu, kopi yang sederhana. Tapi kalo kita mengenal dia lebih dalam, dia akan sangat memikat.

Kopi yang baik akan selalu menemukan penikmatnya.

Kopi yang tersedu menawarkan kenikmatan. Dia datang menawarkan sebuah kehangatan.

Kopi, hitam pekat dan pahit. Namun mampu memberikan energi baik untukmu.

Kopi. Cairan hitam pekat yang pahit. Mirip dengan pahitnya hidup atau pahitnya sindiran mertua.

KOPI. Ketika Otak Perlu Inspirasi.

Kopiku memang lebih hitam dari rambutmu tetapi tidak lebih dari senyummu.

Kualitas hidup sesungguhnya adalah seperti kualitas kopi dalam cangkir. Apapun bentuk dan kualitas cangkirnya. Kopi yang baik tetaplah terasa nikmat bagi siapapun yang meminumnya.

Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.

Lelaki itu seperti segelas kopi. Mereka kuat, hangat, dan akan senantiasa menjagamu baik siang maupun malam.

Malam beradu dengan hawa dingin yang menusuk tubuh, tapi dengan hadirnya secangkir kopi akan menghangatkan dan menjadikan malam begitu syahdu.

Malam makin menampakan gelapnya. Bintang selalu menemani nya. Imajinasi liarku makin menjadi, karena secangkir kopi telah tersaji.

Manusia hanya penikmat, entah dia menjadi penikmat pahit atau manis, atau jangan-jangan dia penikmat keduanya. Percayalah semua memiliki nikmat tersendiri, seperti malam dan kopi.

Manusia memiliki derajat yang sama di mata Tuhan dan setiap orang memiliki hak yang sama. Selayaknya kopi yang tidak pernah memilih siapa yang bisa menikmatinya.

Masalah itu seperti gula yang diaduk dalam secangkir kopi semakin lama mengaduk dan terus larut akan menjadi manis pada setiap teguknya.

Masalah itu seperti gula yang diaduk dalam secangkir kopi semakin lama mengaduk dan terus larut akan menjadi manis pada setiap teguknya.

Melukismu di kala senja, memanggil namamu sampai ujung dunia. Sungguh tidak ada yang lebih pilu selain hati dan ombak yang menderu.

Membingkai pagi mewarnakan mentari, jangan lupa menyoreka hari dengan segelas kopi berbagi, agar hati menjadi pelangi di malam nanti.

Membuat orang menyukai sesuatu yang enak dan indah itu mudah. Tapi, membuat orang menyukai hal yang pahit dan terlihat pekat itu luar biasa.

Mengaduk kopi agar menjadi satu kesatuan dengan pahit manis yang ada di dalamnya. Selayaknya hidup, terkadang perlu dicampuradukkan agar menjadi perpaduan yang pas untuk dirasakan.

Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukanmu kelak akan melengkapi.

Menyayangi tanpa disayangi balik bagaikan menyeruput kopi tanpa ada "aaaah" di ujungnya.

Meskipun hingga saat ini kamu masih sendiri, percayalah bahwa dirimu adalah bilangan ganjil yang kelak akan mengenapkan aku seperti kopi dan gula yang teraduk menjadi satu

Mungkin kita bisa sejenak bercengkrama. Tanpa perduli besok kita dipisahkan dengan cara yang bagaimana? yang terpenting nikmati kopimu pagi ini dengan seksama.

Ngopi dapat menyebabkan penyakit santai dan gangguan tidur.

Ngopi dulu bang, biar pas nikung pacar temen nggak kalah sama ngantuk.

Nikmatnya terhenti saat aku duduk berpayung malam. Di tempat ini ku sembunyikan tangisan dan untuk kesekian kalinya air mata menetes dicangkirku.

Percakapan yang menarik bisa jadi stimulan seperti kopi hitam, dan efeknya sama-sama bisa menjadi susah tidur.

Perlu tambah secangkir kopi untuk mengobati gagal pahammu.

Persahabatan kita itu kayak kopi tubruk, permukaanya kasar. Tapi ketika dicium, terus kenal lebih dalam, kamu enggak akan bisa ngelupain itu.

Persahabatan kita itu kayak kopi tubruk, permukaanya kasar. Tapi ketika lu cium, terus kenal lebih dalem, lu ngga akan bisa ngelupain itu.

Pikiran suntuk karena cinta tak kunjung dibalas? Seruput kopimu dan rasakan kedamaian serta nikmat dari Tuhanmu yang melebihi dunia.

Rindu ini telah mengendap ikhlas walau tak terbalas. Seperti endapan kopi yang tak pernah diteguk

Rintik gerimis yang berselimut rindu mulai turun menambah kegelisahan rasa ketika kisah kita hadir disela tegukan kopi hitamku.

Saat bangun tanpa ada secangkir kopi itu bikin diri ini merasa ada salah satu rantai makanan yang hilang.

Saat kepenatan mulai membebanimu, kamu bisa bangkit dan memulainya dengan secangkir kopi

Sabar itu seperti halnya meminum kopi. Pahit di pangkal namun manis di penghujung. Nikmatnya akan terasa.

Satu langkah kecil dari sebuah niat baik mampu membawa kita menuju sesuatu yang di luar imajinasi.

Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya dan menikmati setiap kenikmatan yang terjadi disitu, sesuatu yang mendalam seperti filsafat.

Secangkir kopi ekspreso di pagi hari memang tidak ada tandingannya, selayaknya kata sayang yang kau ucapkan saat aku terbangun dari tidur panjang.

Seharusnya kusuguhkan kopi bukan hati, karena kamu hanya sekedar mampir bukan hadir.

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?.

Sekalipun hidupmu tampak sangat penuh…tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.

Selalu ada kamu di sini. Manis yang menyisakan pahit. namun, selalu membuatku ingin menikmatimu kembali.

Semenjak kau pergi aku semakin akrab dengan kopi, karena hangatnya mampu berteman sementara aku sedang menggigil dalam kesedihan.

Sementara menunggu kopi tersaji, rinduku resah sendiri, mengaisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela berbatu.

Semua itu ada pasangannya, kopi sama pahit, mawar sama duri dan jatuh cinta sama patah hati.

Sepahit-pahitnya kopi, lebih pahit jika tidak ada kopi.

Sepahit-pahitnya kopi, lebih pahit lagi kalau nggak ada kamu di sisiku.

Seperti kopi, ku aduk sesukaku, ku teguk semauku, hingga ku temukan rasa pahit indah bersamamu.

Seperti nikmat dalam kopi. Aku mencintaimu dengan segala candu manis pahitku. Biarkan bersetubuh satu.

Sepimu berdua bersama secangkir kopi adalah pahit yang rasanya pun nikmat, tambahan gula sekadar teman yang menyapa sekejap mendengungkan kata Hai.

Sesempurna apapun kopi yang kamu buat. Kopi tetaplah kopi. Yang memiliki sisi pahit. Yang tidak akan pernah mungkin bisa kamu sembunyikan.

Setiap karakter dan arti kehidupan dapat kita temukan dalam secangkir kopi. Selama ada yang namanya kopi, orang-orang dapat menemukan dirinya disini.

Tak peduli cuaca hujan ataupun panas. Kopi tetaplah kopi yang selalu bisa dinikmati. Dan tak peduli ditambah gula, susu ataupun creamer. Kopi mempunyai sisi pahit sebagai jatidiri.

Tak perlu menjauh, sebentar saja. Biar ku tenggak habis gelas kopiku, lalu bergegas lari dari hidupmu

Tapi yang benar-benar membuat tempat ini istimewa adalah Ben. Ia tidak sekadar meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang ia buat.

Terinspirasi dari secangkir kopi, bahwa dia tak pernah dusta atas nama rasa. Kopi punya cerita, hitam tak selalu kotor, pahit tak harus sedih.

Terkadang memang sesuatu lbh baik apa adanya, tak perlu berubah. Seperti kopi yg tetap pahit, seperti rindu yg bertahan di antara rasa sakit

Ternyata, bangun lebih pagi adalah pembunuh gerutu. Karena kita punya waktu untuk secangkir kopi, setampuk lamunan, dan secarik rindu.

Teruntuk kalian semua, jadilah seperti kopi yang tetap dicintai tanpa menyembunyikan pahitnya diri.

Tos! Perbanyak karya, perbanyak teman, lalui proses dengan happy. Gas diri lo!

Tuhan, tolong beri tahu aku 10 menit sebelum waktu kiamat agar aku bisa ngopi dulu.

Untuk hati yang patah, segeralah merekah. Untuk jiwa yang sepi, segeralah minum kopi.

Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya sama seperti kopi banyak yang menyukainya walau pahit