Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

102 Kata-Kata Pendaki Gunung

Kata-Kata Bijak, Motivasi, Mutiara Pendaki Gunung

Ada banyak jalan menuju puncak gunung kehidupan, namun hanya ada satu jalan untuk turun.

Ada Kalanya naik ke atas dan melihat ke bawah untuk menyadari betapa kecilnya kita dihadapan alam semesta.

Aku bukanlah seorang pecandu ketinggian, tapi aku adalah seorang yang mencari ketenangan saat dilanda masalah.

Aku bukanlah seorang pendaki atau bahkan petualang. Namun, aku hanyalah seseorang yang gemar jalan-jalan, tanpa mengotori atau merusak jalan yang telah dilalui

Aku tidak pernah berniat untuk menaklukkan gunung manapun. Pendakian adalah pengabdian kecilku kepada Sang Maha Pencipta.

Anda tidak perlu mendaki gunung untuk mengetahui bahwa itu tinggi.

Bagaikan mendaki gunung, tunduklah ketika mendaki, tegaklah ketika turun.

Bagi saya, pendakian gunung adalah seperti makan dan minum. Aku harus melakukannya, itu bagian dari hidup saya.

Berhasilnya sebuah pendakian adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat

Berkunjunglah ke pantai yang menyenangkan dengan senja tenggelam tetapi, bila anda pergi ke gunung anda akan menikmati ketenangan.

Bila dirimu masih sombong, cobalah mendaki gunung. Apakah kamu sanggup untuk mencapai puncak?

Bukan gunung di depan yang membuatmu lelah, itu adalah kerikil di sepatumu.

Bukan gunung yang harus kita taklukan, melainkan diri kita sendiri

Bukan gunung yang kita taklukan, tapi diri kitalah yang mesti kita taklukan.

Bukan gunung yang kita taklukkan, tapi diri kita sendiri.

Bukan tentang kesombongan, tapi tentang arti sebuah proses yang tidak mudah untuk bisa mencapai puncaknya.

Cinta kubawa naik, rindu kubawa turun

Dalam pendakian, hal terpenting adalah perjalanan menuju puncak, kita akan mendapatkan beberapa jawaban yang ada dalam hati tentang kehidupan, puncak hanyalah bonus.

Dengan keyakinan, kita dapat menaklukkan gunung. Tapi, tanpa persiapan kita dapat tersandung oleh kerikil.

Dengan mendaki gunung kita akan mengerti siapa yang menjadi teman dan lawan. Karena, gunung tidak pernah mengajarkan untuk mempunyai dua muka.

Dengan mendaki gunung, maka kamu akan tahu bagaimana ego, semangat, keyakinan, kelemahan, perjuangan, dan kebersamaan.

Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahi dan jangan takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.

Gunung adalah pelampiasan terbaik saat kita berada di titik jenuh dan memerlukan semangat baru.

Gunung bagaikan tujuan kita. Gapailah puncak dengan penuh semangat agar tujuanmu bisa tercapai.

Gunung dan puncak akan selalu berada pada tempat mereka, hal ini akan membuatmu yakin untuk pulang dengan selamat

Gunung di depan mata bukanlah yang menjadi hambatan, melainkan batu kecil di sepatu yang menghambat kita.

Gunung itu selalu lebih jauh, lebih tinggi dan lebih sulit dari kelihatannya.

Gunung itu seperti ibu, dia adalah tempat pelarian terbaik di saat diri kita sedang membutuhkan semangat baru.

Gunung memutuskan apakah Anda mendaki atau tidak. Seni mendaki gunung adalah mengetahui kapan harus pergi, kapan harus tinggal, dan kapan harus mundur.

Gunung terjauh adalah gunung yang menurutmu tidak akan pernah bisa kamu capai dan bahkan mungkin hanya di sisimu!

Gunung tidak hanya itu saja, selalu ada puncak yang akan kau daki walau kau sudah berada di titik tertinggi sekalipun.

Hidup bagaikan gunung. Dakilah secara pelan-pelan, hingga kamu mencapai puncak tertinggi

Hidup bagaikan gunung. Sebelum Kamu menentukan apa tujuanmu, maka jangan pernah mencoba untuk mendakinya. Atau bahkan kamu tak bisa mencontoh dari tujuan orang lain.

Hidup ini seperti mendaki gunung - jangan pernah melihat ke bawah.

Hidup ini seperti mendaki gunung, meniti dari bawah dan terus mendaki, sampai akhirnya mencapai puncak.

Jangan banyak merenung, mari kita mendaki gunung.

Jangan buang hari ini dengan mengkhawatirkan hari esok. Gunung pun terasa datar ketika kita sampai di puncaknya.

Jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, Jangan membunuh apapun selain waktu.

Jangan meremehkan kemampuan Anda untuk mendaki puncak gunung tertinggi sebelum Anda berusaha mendakinya terlebih dulu.

Jangan ukur ketinggian gunung sebelum mencapai puncaknya. Setelah itu kamu akan lihat betapa rendahnya gunung yang telah didaki.

Jika ingin tahu apa alasan kita mendaki maka, cobalah untuk mendaki. Maka, kau akan mengerti bila fajar itu selalu menjadi harapan bagi semua orang.

Jika kamu ingin mendapatkan guru yang besar, maka pergilah mendaki. Maka kamu akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.

Jika Kamu ingin mengetahui seberapa besar egomu terhadap temanmu, maka dakilah gunung, maka kamu akan mengetahui. Jika kamu ingin mengetahui seberapa besar rasa kepedulian temanmu terhadapmu, maka dakilah gunung. Maka kamu akan mengetahui.

Kamu bisa saja berjalan sendirian, tapi akan lebih baik jika berjalan bersama teman, atau membiarkan mereka berjalan di depan, sehingga tenda dan makanan sudah siap saat kamu baru datang.

Kamu butuh sepatu spesial untuk mendaki, dan juga jiwa yang spesial.

Kamu harus terus meletakkan satu kaki di depan yang lain, dan kemudian suatu hari Anda melihat ke belakang dan Anda telah mendaki gunung.

Kamu mendaki gunung dengan tekad bukan karena nekat.

Kamu tak akan mampu memindahkan gunung yang menjulang tinggi itu. Namun, kamu bisa memindahkan batunya secara bertahap dengan mendaki

Kau boleh mendakinya, namun jangan sekali-kali kau coba merusaknya.

Kelemahan setiap orang adalah mengalahkan egonya. Oleh karena itu, cobalah naik ke gunung maka kamu akan belajar untuk mengalahkannya

Kita mendaki gunung agar kita bisa melihat dunia ini terbentang luas. Bukan sebaliknya, agar dunia melihat kita.

Makin tinggi Anda mendaki di gunung, makin deras angin yang bertiup.

Melangkahkah ke atas menyusuri alam, pecahkan teka-teki kehidupan

Mendaki bukanlah soal kamu sudah menaklukan sebuah gunung, namun, tentang menaklukan ego, kemampuan dan emosi yang ada dalam diri sendiri

Mendaki gunung adalah perjalanan untuk meninggalkan kesombongan diri karena dengan ini, kita jadi paham bahwa di atas yang tinggi masih ada yang lebih tinggi

Mendaki gunung bukan untuk mengibarkan benderamu, tetapi untuk menerima tantangan, nikmati udara dan lihatlah pemandangannya. Naiki agar Anda bisa melihat dunia, bukan agar dunia bisa melihat Anda.

Mendaki gunung itu bukan supaya dunia melihat kita, namun agar kita melihat dunia yang terbentang luas

Mendaki gunung itu menenangkan, maka nikmat-Nya mana lagi yang kau dustakan?

Mendaki gunung itu sebuah tujuan, tujuan kita sampai ke puncak tertinggi seperti halnya kita menentukan tujuan hidup kita.

Mendaki gunung membantu belajar menghargai kehidupan.

Mendaki gunung mengajarkan kita untuk memahami dan belajar merendahkan angkuh.

Mendakilah ketika kamu lelah menjalani hidup, puncak dan segenap pemandangannya akan menghapus beban yang saat itu kamu pikul.

Mendakilah, maka kamu akan benar-benar melihat, mana sahabat dan mana teman yang biasa

Mengenalmu sama seperti mendaki gunung yang tidak diketahui ketinggiannya.

Menuju puncak kehidupan itu mudah. Seperti halnya mendaki gunung bila apa yang kamu percaya dengan apa yang kamu lakukan itu sama.

Menuruni gunung memang akan lebih mudah dibandingkan mendakinya. Namun ketahuilah, bahwa keindahan tak terdapat dibawah, namun pada puncaknya.

Meski kau berada di puncak gunung, jangan sombong karena orang dibawah terlihat kecil. Sebab jika kamu dipandang oleh orang dibawah pun, kamu terlihat kecil.

Meskipun sudah berada di atas, setidaknya sempatkan waktu untuk menengok ke bawah. Karena bagaimanapun juga, tidak dapat dipungkiri bawah hidup semua dimulai dari bawah.

Mungkin aku memang berbeda dengan mereka tetapi, aku bangga bila sampai saat ini aku menjadi anak gunung yang menghadirkan keindahan sempurna.

Orang yang merasa kagum kepada ketinggian gunung, tidak akan pernah mengukur tingginya.

Pandangan kosong pendaki tak sekosong hati dan pikirannya. Kosongnya pandangan pendaki menikmat alam memuji kebesaran Tuhan.

Panjatlah gunung agar Anda bisa melihat dunia, bukan agar dunia bisa melihat Anda.

Pemandangan terbaik datang setelah pendakian yang paling sulit.

Pendaki yang berpengalaman tidak terintimidasi oleh gunung, dia terinspirasi olehnya

Pengalaman itu bukan pada puncaknya akan tetapi pada perjalanannya.

Percayalah, mendaki gunung tak akan membuatmu ling-lung.

Pergi ke gunung seperti pulang ke rumah.

Perjalanan hidup memang seperti gunung. Ketika belum mencapai puncak, maka kamu belum boleh turun.

Perjalanan mendaki, sebenarnya bukan gunung yang kamu taklukan. Namun, dirimu sendiri-lah yang ditaklukan. Apakah kamu bisa?

Proses itu tidak ada yang enak. Seperti halnya mendaki gunung. Kita lelah, tapi saat di puncak, lelahnya terbayar semua.

Puncak gunung itu seperti cita-cita. Saat kita melangkah kita harus berdo’a terlebih dahulu, karena kita akan merasakan jatuh dan bangkit berulang kali dan dari situlah kita menunjukkan jati diri kita sebenarnya.

Puncak gunung tidak mungkin bisa dicapai hanya dengan memandangnya dari kejauhan.

Ragamu boleh kau bawa ke tempat yang tinggi, tapi jangan kau biasakan hatimu meninggi. Karena diatas awan masih ada awan.

Rasa lelah mendaki yang kamu rasakan akan sebanding dengan inspirasi yang kamu dapatkan

Saat kamu bingung, dakilah gunung.

Saya menyadari bahwa saat di puncak gunung, ada gunung lain yang lebih tinggi.

Sebuah bangsa tidak akan kehilangan pemimpin yang bijaksan dan adil, selama para pemuda yang hidup di dalamnya masih menyukai menjelajahi hutan dan mendaki gunung.

Sekecil apapun langkahnya, semesta akan menghargai setiap upaya.

Semakin banyak pendakian yang kita lalui maka, akan bijak pula setiap perkataan yang akan kita ucapkan.

Semakin tinggi Anda mendaki gunung, semakin kencang angin bertiup

Semoga impian Anda lebih besar dari gunung dan semoga Anda memiliki keberanian untuk mendaki puncaknya.

Seorang pendaki tak mungkin mampu menemukan puncak, bila tak memiliki keberanian untuk memulai mengarungi gunung

Seseorang yang sedang mendaki gunung adalah seseorang yang sedang mengangkat batu-batu kecil ke puncak secara bertahap

Setiap puncak gunung dapat dijangkau jika Anda terus mendaki.

Tak ada gunung yang tak dapat kau daki, tak ada jurang yang ingin kau turuni. Semua hanya butuh usaha.

Temani aku sampai puncak gunung, maka aku akan menemanimu sampai puncak hidupmu.

Tempat awal pendakian sampai tempat akhir pendakian adalah sebuah jawaban dari pertanyaan kenapa saya mendaki.

Tiada gunung terlalu tinggi buat kamu daki, tiada jurang terlalu dalam buat kamu turuni. Pergilah keluar, nikmatilah alam ini dan gunung bisa jadi guru yang baik.

Tidak ada puncak gunung yang harus dibayar dengan tangan, kaki jari-jemari. Kembali ke rumah dengan keadaan selamat adalah tujuan kita, bisa mencapai puncak hanyalah bonus.

Tidak hanya jalan yang terjal yang akan kita hadapi saat mendaki ke gunung. Tetapi, ada hutan, sungai, duri, semak belukar. Semua ini gambaran dalam sebuah kehidupan

Ya, perjalanan ke gunung memang memberikan pengalaman berharga tersendiri, di mana kamu bisa bersahabat dengan alam, bahkan menemukan seseorang yang benar-benar menjadikanmu sahabat.

Yang terpenting adalah proses pendakian bukan soal puncak. pendakian itu harus puncak itu bonus. ketika kaki menginjak di titik tertinggi jangan beranggapan kau menakhlukannya. pendakian bukan soal pembuktian diri, tapi soal penakhlukan diri.