Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

28 Soal (Essay) Linguistik Umum Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Linguistik Umum

1. Jelaskan tentang sejarah linguistik,!

2. Uraikan tentang linguistik deskriptif!

3. Apa yang kamu ketahui tentang linguistik sinkronis?

4. Tuliskan pengertian Linguistik diakronis!

5. Jelaskan tentang Linguistik historis komparatif!

6. Uraikan tentang Linguistik konstrastif!

7. Morfologi dibagi 3, yaitu?

8. Apa yang kamu ketahui tentang aliran tradisional?

9. Jelaskan tentang aliran structural!

10. Pada dasarnya setiap ilmu, termasuk juga ilmu linguistik telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut?

11. Uraikan tentang semantik!

12. Uraikan tentang sosiolinguistik!

13. Apa yang kamu ketahui tentang antropologi linguistik?

14. Tuliskan pengertian neurolinguistik!

15. Jelaskan tentang psikolinguistik!

16. Jelaskan tentang stilistika!

17. Uraikan tentang linguistik umum!

18. Apa yang kamu ketahui tentang linguistik terapan?

19. Tuliskan pengertian linguistik teoretis!

20. Tuliskan pengertian linguistik!

21. Jelaskan tentang fonetik!

22. Uraikan tentang fonetik akustik!

23. Jelaskan tentang Fonetik auditoris!

24. Uraikan tentang fonetik artikulasi!

25. Apa yang kamu ketahui tentang fonologi?

26. Tuliskan pengertian morfologi!

27. Jelaskan tentang sintaksis!

28. Hal-hal yang biasa dikaji dalam sintaksis meliputi?

Jawaban:

1. Sejarah bahasa tidak dapat disebutkan sebagai salah satu subdisiplin linguistik karena ia berada di dalam linguistik khusus itu sendiri. Sebaliknya, sejarah linguistik dapat membawa kita pada pengetahuan perkembangan linguistik dari masa ke masa, sehingga dapat diketahui apa saja yang sudah dilakukan dalam penelitian linguistik. Hasil penelitian dari masa ke masa tersebut dapat dibandingkan satu dengan yang lainnya agar diketahui perkembangan-perkembangan bahasa yang terjadi.

2. Linguistik deskriptif adalah ilmu yang mengkaji bahasa yang digunakan penutur ketika penutur sedang mengadakan penelitian dan analisis data. Dapat dikatakan bahwa linguistik deskriptif adalah ilmu yang melihat bahasa apa adanya.

3. Linguistik yang mengkaji bahasa pada kurun waktu tertentu (dalam satu waktu).

4. Linguistik yang mempelajari perkembangan bahasa dari masa ke masa. Contohnya, perkembangan bahasa Bali dari masa lalu hingga masa kini.

5. Linguistik yang mempelajari perbandingan antara bahasa-bahasa yang sekerabat.

6. Linguistik yang mempelajari perbandingan antara bahasa-bahasa yang tidak sekerabat. Penelitian linguistik konstrastif membatasi kajiannya pada bandingan-bandingan bahasa pada periode tertentu. Linguistik konstrastif dipelopori oleh Robert Lado.

7.
a. Kata adalah satuan gramatikal bebas yang terkecil.
b. Sistem adalah satuan dramatic yang berdiri sendiri.
c. Morpen.

8. Melahirkan sekumpulan penjelasan dan aturan tata bahasa yang dipakai kurang lebih selama dua ratus (200) tahun lalu

9. Aliran linguistic yang berpengaruh sejak tahun 1930-an sampai akhir 1950-an!

10.
1. Tahap Spekulasi. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif
2. Tahap Observasi dan Klasifikasi. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.
3. Tahap Perumusan Teori. Pada tahap ini setiap displin ilmu merusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpul.

11. Semantik adalah cabang linguistik yang mempelajari makna bahasa. Sebetulnya, makna adalah hal yang paling sulit untuk dikaji. Bahkan, para linguis strukturalis biasanya menanggalkan kajian ini karena dianggap tidak dapat diteliti secara empiris. Makna itu terlalu relatif dan sangat tergantung dari penutur dan konteks sekitarnya.

12. Sosiolinguistik, merupakan ilmu yang mempelajari aspek sosial dengan kegiatan berbahasa.

13. Antropologi Linguistik, atau Etnolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa, penggunaan bahasa, dan kebudayaan pada umumnya.

14. Neurolinguistik, adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara sistem saraf dan bahasa.

15. Psikolinguistik, merupakan ilmu yang mempelajari hubungan psikologi dan bahasa.

16. Stilistika, ilmu yang mempelajari gaya (style) bahasa.

17. Linguistik umum (general linguistics) merumuskan bahwa semua bahasa manusia bersifat alamiah. Sehingga, hasil kajian linguistik umum memberikan gambaran seluk beluk bahasa sehingga dapat menghasilkan teori kebahasaan. Linguistik umum memberikan ciri umum bahasa yang diuraikan secara sederhana, umum, tepat, dan objektif. Selain itu, kajian ini juga memberikan informasi umum mengenai teori, prosedur kerja, dan paham-paham yang berkembang dalam linguistik.

18. Linguistik terapan (applied linguistics) adalah ilmu yang berusaha menerapkan hasil penelitian dalam bidang linguistik untuk keperluan praktis atau hal nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai linguistik terapan, bahasa berfungsi sebagai alat, yaitu alat dalam pengajaran bahasa sehingga peserta didik mampu menggunakan bahasa yang dipelajari. Istilah applied linguistics dipopulerkan di Amerika Serikat pada tahun 1940. Ketika itu, ilmu ini bertujuan untuk membantu kemajuan pengajaran bahasa.

19. Linguistik teoretis adalah ilmu yang berusaha mengamati bahasa dari segi struktur bahasa itu sendiri. Ilmu ini berusaha memahami bahasa melalui kegiatan-kegiatan berbahasa. Bahasa dalam linguistik teoretis ini tidak dipandang sebagai alat, tetapi di pandang sebagai bahasa. Linguistik teoretis adalah upaya untuk memahami bahasa, tidak untuk ditumpangtindihkan dengan teori linguistik yang digunakan sebagai landasan analisis ketika mengadakan penelitian linguistik.

20. Linguistik adalah ilmu bahasa secara umum atau tidak terikat pada satu bahasa saja

21. Fonetik adalah bagian dari linguistik yang mempelajari proses ujaran. Fonetik akan berhubungan dengan anatomi tubuh yang menghasilkan bunyi, khususnya organ-organ tubuh yang terlibat dalam proses penghasilan ujaran. Fonetik akan berupaya untuk menerangkan bagaimana bunyi-bunyi tertentu dihasilkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

22. Fonetik akustik, yang berupaya menjelaskan bunyi-bunyi ujaran sebagai suatu proses fisik. Biasanya kajian ini membutuhkan alat spektograf yang dapat memperlihatkan gelombang bunyi udara. Alat tersebut mampu menggambarkan intensitas dan volume ujaran sehingga para linguis dapat menggambarkan bunyi-bunyi tersebut secara konkret melalui wujud fisiknya.

23. Fonetik auditoris, merupakan studi fonetik yang mempelajari proses penerimaan bunyi-bunyi bahasa oleh telinga. Cabang ini boleh dibilang lebih dekat dengan kajian kedokteran dibandingkan dengan linguistik.

24. Fonetik artikulasi, merupakan studi fonetik yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat atau organ tubuh manusia. Fonetik artikulasi lebih banyak memberikan sumbangan bagi linguistik dibandingkan dengan fonetik aktistik dan atiditoris. Karena, cabang ini menganalisis bunyi-bunyi bahasa secara mendetail berdasarkan konteks bahasanya, bukan organ tubuh penghasil bahasa yang lebih condong ke dunia medis. Contohnya, bagaimana bunyi [p] dan [b] dihasilkan oleh alat ucap manusia.

25. Fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan atau mengidentifikasi kata. Objek penelitian fonologi adalah fonem, yakni bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.
Jika pada fonetik, bunyi-bunyi dianalisis berdasarkan cara membunyikannya. Oleh karena itu, dalam fonologi, bunyi-bunyi tersebut dianalisis pada suatu konteks pengucapan katanya. Misalnya pada kata bunyi dengan sunyi apakah bunyi [b] dan [s] pada kata-kata tersebut membedakan makna? Jika ya, maka bunyi itu disebut fonem.

26. Morfologi adalah cabang linguistik yang menganalisis struktur, bentuk dan pembentukan, serta klasifikasi kata-kata. Objek penelitiannya adalah morfem, yakni satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Contoh morfem adalah imbuhan, misalnya (me-an, me-kan, dsb) atau partikel (-kah, -lah).
Bagaimana akibatnya jika suatu kata dasar ditambahkan imbuhan (afiks)? Apakah kata-kata itu akan mengalami perubahan makna dan kategori kata, dan sebagainya? Hal seperti itulah yang akan dikaji dalam morfologi.

27. Sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata-kata lain atau unsur-unsur lain sebagai suatu satuan ujaran atau mudahnya: dalam suatu kalimat.

28.
1. struktur sintaksis, mencakup masalah fungsi, kategori, dan peran sintaksis;
2. satuan sintaksis berupa kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana;
3. hal-hal yang berkenaan dengan sintaksis, seperti modus, aspek, dsb.