Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

26 Soal (Essay) Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Beserta Jawaban

Soal (Uraian) Materi Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia

1. Jelaskan garis haluan dalam pelaksanaan dalam proses pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia!

Jawaban:
Sebelum garis halauan atau kebijakan ditentukan bagi taraf pelaksanaan, perlu dikenali sejumlah faktor lain di bidang politik, kemasyarakatan, ekonomi, dan pendidikan. Perencanaan bahasa beserta pelaksanaannya, yang diusahakan pada taraf nasional, memerlukan dukungan yang nyata dari pihak pemerintah dan dewan perwakilan rakyat. Perencanaan bahasa sepatutnya didasari pengenalan tata nilai yang direncanakan pengembangan dan pembinaannya, dan ganjaran yang dapat diberikan jika orang mau menerima hasil kodifikasi dan menggunakannya dalam hidupnya setiap hari.
Keadaan ekonomi dari sudut pandangan perbedaan tingkat kelas sosial, perbedaan kawasan yang mudah dan yang sukar dicapai oleh alat angkutan, serta perbedaan antara golongan penduduk yang mobil dan statis akan mempengaruhi kadar lajunya tahap pelaksanaan perencanaan bahasa. Taraf pendidikan dan tingkat keberaksaraan penduduk turut mempengaruhi corak perencanaan. Berdasarkan identifikasi masalah dan bertumpu pada analisis data sosiolinguistik kemudian dapat ditentukan garis halauan atau kebijakan yang akan dianut di bidang pengembangan atau pembinaan bahasa.


2. Jelaskan rancangan alternatif dan strategi dalam proses pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia!

Jawaban:
Setelah garis halauan ditetapkan, maka disusun berbagai rancangan alternatif yang lebih konkret dan yang memerinci sasaran dari jurusan bahasa yang khalayak yang hendak dicapai. Di samping komponen waktu, sumber daya, dan keuangan yang harus diperkirakan, dalam rancangan itu masih ada komponen lain yang amat penting, yakni strategi. Strategi itu menentukan urutan arus kegiatan yang menjamin atau sekurang-kurangnya dapat meramalkan, bahwa pada tahap pelaksanaan tujuan perencanaan akan tercapai. Strategi itu juga menentukan sarana dan saluran apa yang terbaik untuk menyebarkan hasil usaha perencanaan diantara khalayak sasaran. Setelah berbagai rancangan dan strategi itu siap disusun, barulah diambil putusan untuk memilih salah satu di antara alternatif yang ada.


3. Jelaskan pengambilan keputusan dalam proses pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia!

Jawaban:
Proses pengambilan keputusan akan ditinjau dari segi kewenangan dan dari sudut persyaratan putusan yang menyangkut penetapan norma kebahasaan. Hal pertama yang perlu dibicarakan ialah sumber kewenangan yang diperoleh badan perencana bahasa. Jika badan itu dibentuk berdasarkan undang-undang, maka dalam teori putusan yang diambil oleh badan itu mempunyai kekuatan pengikut secara pasti. Agar putusan yang menyangkut masalah bahasa itu menjaminkeberhasilan, Haugen (1996a) via Moeliono (1981: 26) menyarankan tiga kriteria, yakni keefisienan, keadekuatan, dan keberterimaan. Putusan itu efisien jika kaidah yang dihasilkan mudah dipellajari dan mudah dipakai. Putusan tersebut adekuat jika bentuk yang diatur oleh norma bahasa itu mampu menyampaikan inforasi yang diinginkan oleh pemakainya dengan ketepatan yang memadai. Putusan itu berterima jika bentuk yang dihasilkan dapat disetujui dan ditunjang oleh pemakainya oleh golongan pembina pendapat umum di dalam masyarakat.Ketiga kriteria itu tidak selalu dapat diterapkan sekaligus sebab, seperti kata Jurnudd da Das Grupta (1971), mungkin terjadi teori yang dari sudut linguistik sudah adekuat tidak dapat dilaksanakan karena ada perintang dalam segi keberterimaan di dalam masyarakat bahasa.


4. Jelaskan pengembangan sandi bahasa dalam pelaksanaannya!

Jawaban:
Jika pelaksanaan menyangkut pengembangan bahasa, maka kegiatannya ialah kodifikasi norma yang dinyatakan berlaku untuk tata ejaan, tata bahasa, kosa kata, dan norma berbagai ragam fungsional bahasa yang dipamerkan sehingga sandi bahasa itu dapat memenuhi syarat kepadanan yang dituntut oleh berbagai jenis wacana. Bentuk kodifikasi itu berupa pernyataan eksplisit tentang norma.
Proses kodifikasi di bidang pengembangan sandi bahasa dan pemekaran ragam fungsional itu berupa pedoman ejaan, buku tata bahasa, pedoman pembentukan istilah, berbagai jenis kamus, seperti: kamus umum, kamus baku, kamus sinonim dan antonim, kamus geografi, kamus istilah, pedoman surat-menyurat, dan berbagai buku pedoman ragam wacana yang berhubungan dengan dunia ilmu, jurnalistik, kesusastraan, dan sebagainya.


5. Jelaskan pembinaan pemakaian bahasa dalam pelaksanaannya!

Jawaban:
Jika pelaksanaan itu berkenaan dengan pembinaan bahasa, maka kegiatannya ialah penyebaran hasil kodifikasi itu di kalangan khalayak sasaran, berbagai usaha penyuluhan dan pembimbingan dalam pemakaian bahasa yang baik dan benar.


6. Jelaskan pembinaan masalah “pemasaran” dalam pelaksanaannya!

Jawaban:
Soal yang sangat penting pada tahap implementasi ini adalah pemasaran hasil kodifikasi dan elaborasi itu. Alisjahbana (1962, 1971a) via Moeliono (1985: 28) menekankan batapa pentingnya sistem persekolahan bagi penyebaran bahasa baku dan tentu juga penyebaran bahasa kebangsaan di dalam masyarakat yang aneka bahasa sifatnya.
Akhir-akhir ini dapat dikatakan bahwa negeri yang sedang membangun, media massa lisan telah mengambil alih bagian besar peranan sekolah penyalur utama hasil pengembangan dan pembinaan bahasa. Peranan media massa menjadi lebih jelas lagi jika teori pembakuan bahasa Ray (1963) dikemukakan di sini sebagai ilustrasi.


7. Upaya apa saja yang bisa dilakukan dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia?

Jawaban:
Upaya dalam pembinaa bahasa antara lain, melalui pengajaran, pemasyarakatan, peran media massa, dan jalur kepemimpinan. Pengembangan bahasa dilakukan melalui pengembangan kosakata/istilah, perluasan pemekaian bahasa, pembinaan kepada masyarakat, penelitian bahasa, dan pengembangan melalui media massa.


8. Permasalahan apa yang dihadapi dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.?

Jawaban:
Permasalahan yang dihadapi dalam pembinaan bahasa adalah Persoalan mendasar adalah masih rendahnya sikap positif berbahasa Indonesia di masyarakat penutur bahasa Indonesia. Kompetensi berbahasa Indonesia dianggap tidak penting dikuasai, sebaliknya penguasaan bahasa asing sangat didambakan. Sikap meremehkan bahasa Indonesia ini berakibat pada tidak dipelajarinya segala aturan kebahasaan Indonesia. Walhasil, bahasa Indonesia yang yang digunakan cendrung salah. Awak media massa belum sepenuhnya menyugukan bahasa Indonesia yang diharapkan. Penggunaan kalimat yang tidak efektif, diksi yang tidak tepat, atau pengggunaan kata/istilah bahasa Indonesia yang tidak konsisten banyak dtemukan di beragam media. Pejabat pun masih banya yang belum konsisten menggunakan bahasa Indonesia.
Permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan bahasa Indonesia adalah masih banyak kosakata atau istilah. Mungkin juga kata-kata atau istilah-istilah tersebut sudah diindonesiakan, tetapi kata atau pun istilah Indonesia-nya kalah populer dengan bentuk asingnya. Sosialisasi pembinaan dan pembinaan bahasa masih minim. Belum dipahaminya pedoman pembentukan kata dan istilah dengan benar dapat memunculkan kata atau istilah baru yang salah. Sikap positif berbahasa pun belum tertanam pada masyarakata Indonesia.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengemukakan delapan permasalahan dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa yaitu: rendahnya kemahiran membaca (reading skill) dalam pengukuran PISAOECD tahun 2012,rendahnya nilai UN bahasa Indonesia, rendahnya jumlah penutur muda bahasa daerah, belum meratanya dukungan bahasa daerah ke dalam lema bahasaIndonesia,belum terstandarnya kemahiran berbahasa indonesia pendidik dantenaga kependidikan,terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kebahasaan,terbatasnya keterlibatan publik dalam penanganan kebahasaan,belum memadainya sarana dan prasarana layanan kebahasaan didaerah.


9. Solusi apa yang bisa dilakukan terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia?

Jawaban:
Untuk meningkatkan kembali eksistensi bahasa Indonesia strategi yang ditempuh untuk meningkatkan pembinaan bahasa Indonesia maka strategi yang kiranya dapat ditempuh adalah 
(1) menyadarkan diri pemakai bahasa akan pentingnya memiliki sikap positif berbahasa Indonesia, 
(2) peningkatan penggunaan bahasa dengan baik dan benar di kalangan pejabat dan awak media massa,
(3) menghilangkan rasa “malu” dan “enggan” dalam mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, 
(4) pembatasan penggunaan bahasa Inggris, bahasa daerah, ataupun bahasa gaul dalam berkomunikasi formal, 
(5) penanaman pemahaman terhadap bahasa Indonesia yang baik dan benar, 
(6) menjadikan lembaga pendidikan sebagai basis pembinaan bahasa, 
(7) peningkatan mutu sumber daya para pakar, dan 
(8) kegiatan penyuluhan bahasa di luar bulan bahasa dan sastra.
Solusi terhadap problematik pengembangan bahasa Indonesia adalah memperkuat ekosistem pendidikan, Pengembangan yang seimbang dan harmoni antara bahasa nasional danbahasa daerah, dan Penguatan karakter dan jati diri bangsa.