Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

12 Soal (Essay) Pengajaran Keterampilan Berbahasa Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Pengajaran Keterampilan Berbahasa

1. Tulislah teknik-teknik yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia!

2. Terangkan tentang pendekatan tujuan yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia!

3. Uraikan tentang pendekatan struktural yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia!

4. Jelaskan tentang pendekatan komunikatif yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia!

5. Tuliskan contoh teknik pembelajaran bahasa tentang kelas sebagai konteks sosial!

6. Tuliskan contoh teknik pembelajaran bahasa tentang simulasi dan bermain peran!

7. Tulislah metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia !

8. Tuliskan contoh pembelajaran bahasa tentang memberikan informasi secara terbatas!

9. Tuliskan contoh pembelajaran bahasa tentang memberikan informasi tanpa dibatasi/bebas (tak terbatas)!

10. Tuliskan contoh pembelajaran bahasa tentang mengumpulkan informasi untuk memecahkan masalah!

11. Tuliskan contoh teknik pembelajaran bahasa tentang menyusun informasi!

12. Jelaskan apa itu metode pembelajaran bahasa!

Kunci Jawaban:

1. Berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
a. Teknik Pembelajaran Menyimak.
1) simak-ulang ucap,
2) simak-tulis (dikte),
3) simak-kerjakan,
4) simak-terka,
5) memperluas kalimat,
6) menyelesaikan cerita,
7) membuat rangkuman,
8) menemukan benda,
9) bisik berantai,
10) melanjutkan cerita,
11) parafrase,
12) kata kunci.
b. Teknik Pembelajaran Berbicara.
1) ulang-ucap,
2) lihat-ucapkan,
3) memerikan,
4) menjawab pertanyaan,
5) bertanya,
6) pertanyaan menggali,
7) melanjutkan,
8) menceritakan kembali,
9) percakapan,
10) parafrase,
11) reka cerita gambar,
12) bermain peran,
13) wawancara,
14) memperlihatkan dan bercerita.
c. Teknik Pembelajaran Membaca.
1) membaca survei,
2) membaca sekilas,
3) membaca dangkal,
4) membaca nyaring,
5) membaca dalam hati,
6) membaca kritis,
7) membaca teliti,
8) membaca pemahaman.
d. Teknik Pembelajaran Menulis.
1) menyalin kalimat,
2) membuat kalimat,
3) meniru model,
4) menulis cerita dengan gambar berseri,
5) menulis catatan harian,
6) menulis berdasarkan foto,
7) meringkas,
8) parafrase,
9) melengkapi kalimat,
10) menyusun kalimat,
11) mengembangkan kata kunci.

2. Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar-mengajar yang harus dipikirkan dan ditetapkan lebih dahulu ialah tujuan yang hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu, maka dapat ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. Jadi, proses belajar-mengajar ditentukan oleh tujuan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan itu sendiri.

3. Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang dilandasi oleh asumsi bahwa bahasa sebagai seperangkat kaidah, norma, dan aturan. Atas dasar anggapan tersebut, timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus mengutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa perlu dititikberatkan pada pengetahuan tentang struktur bahasa yang terdiri atas: fonologi, morfologi, dan sintaksis. Dalam hal ini, pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting. Jelas bahwa aspek kognitif bahasa lebih diutamakan daripada aspek afektif dan aspek psikomotor

4. Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi oleh pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam komunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Pendekatan komunikatif lahir dari banyaknya penggunaan komunikasi (bahasa). Komunikasi itu sendiri dapat diartikan proses interaksi yang terjadi secara dua arah antara penutur dan petutur. Tampak bahwa komunikasi melalui bahasa tidak hanya dipandang sebagai seperangkat kaidah tetapi lebih luas lagi, yakni sebagai sarana untuk berkomunikasi. Ini berarti bahasa ditempatkan sesuai dengan fungsinya, yaitu fungsi komunikatif.

5. Percakapan atau diskusi.

6.
1) Siswa diminta membayangkan dirinya ada di dalam suatu situasi yang dapat terjadi di luar kelas. Ini dapat saja berupa kejadian yang sederhana, misalnya bertemu seorang teman di jalan; tetapi dapat pula kejadian yang bersifat kompleks, seperti negosiasi di dalam bisnis.
2) Mereka (siswa) diminta memilih peran tertentu dalam suatu situasi. Dalam beberapa kasus, mungkin mereka berlaku sebagai dirinya sendiri; tetapi dalam kasus-kasus lain, mungkin mereka harus memperagakan sesuatu di dalam simulasi. Simulasi pun dapat dilakukan dalam berbagai bentuk.
3) Mereka diminta berbuat seperti situasi itu benar-benar terjadi sesuai dengan peran mereka masing-masing. Permainan peran ini tidak selalu dalam bentuk akting tetapi dapat juga dalam bentuk debat atau improvisasi.

7. Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Metode tata bahasa/terjemahan.
2. Metode membaca.
3. Metode audiolingual.
4. Metode reseptif/produktif.
5. Metode langsung.
6. Metode komunikatif.
7. Metode integratif.
8. Metode tematik.
9. Metode kuantum.
10. Metode konstruktivistik.
11. Metode partisipatori.
12. Metode kontekstual.

8.
1) Mengidentifikasi gambar
Dua orang siswa ditugasi melakukan percakapan (bertanya jawab) tentang benda-benda yang terdapat di dalam gambar yang disediakan oleh guru. Pertanyaan dapat mengenai warna, jumlah, bentuk, dan sebagainya.
2) Menemukan/mencari pasangan yang cocok
Guru memberikan gambar kepada sekelompok siswa yang masingmasing mendapat sebuah gambar yang berbeda. Seorang siswa yang lain (di luar kelompok) diberi duplikat salah satu gambar yang telah dibagikan. Siswa ini harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada teman-temannya yang membawa gambar dengan tujuan untuk mengetahui identifikasi atau ciri-ciri gambar yang mereka bawa. Dari hasil tanya jawab itu, siswa (pembawa duplikat) tersebut harus dapat menemukan siapa di antara teman-temannya itu yang membawa gambar yang cocok dengan duplikat yang dibawanya.
3) Menemukan informasi yang ditiadakan
Guru memberikan informasi tetapi ada bagian-bagian dari informasi itu yang sengaja ditiadakan. Siswa ditugasi mencari atau menemukan bagian yang tidak ada itu. Kemudian siswa A mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada siswa B, sehingga siswa A dapat mengetahui atau memahami gambar yang mana yang tidak ada pada gambar B.

9.
1) Mengomunikasikan contoh dan gambar
Siswa A membawa sebuah model bentuk-bentuk yang diatur/ disusun ke dalam (menjadi) sebuah contoh. Siswa B juga membawa bentukbentuk yang sama. Mereka, A dan B, harus saling memberikan informasi sehingga B dapat mengetahui contoh yang ada pada A dengan setepat-tepatnya.
2) Menemukan perbedaan
Siswa A dan B masing-masing mempunyai sebuah gambar yang sama, kecuali beberapa bagian. Para siswa harus mendiskusikan gambar tersebut sehingga menemukan perbedaannya.
3) Menyusun kembali bagian-bagian cerita
Sebuah gambar cerita (tanpa dialog) dipotong-potong. Setiap anggota kelompok memegang satu bagian tanpa mengetahui bagian gambar yang dipegang oleh yang lain; kelompok itu harus menentukan urutan aslinya, dan menyusun kembali cerita itu.

10. Siswa-siswa di sebuah sekolah mempunyai rencana akan mengunjungi sebuah kota yang menarik. Siswa-siswa mempunyai tugas membuat daftar/jadwal bus. Mereka harus merencanakan perjalanan yang akan dilakukan yang memungkinkan untuk mengunjungi beberapa tempat (misalnya 5 tempat) dalam satu hari dan menggunakan waktu sekurangkurangnya setengah jam untuk tiap tempat. Siswa harus memilih tempat yang paling menarik bagi mereka. Mereka menyetujui tempat itu.

11. Siswa diminta membayangkan bahwa mereka akan mengadakan "kemping" (berkemah) gunung selama tiga hari. Tiap anggota hanya boleh membawa barang kira-kira seberat 11 kg. Kelompok-kelompok itu harus menentukan apa saja yang akan mereka bawa, dengan melihat daftar barang yang patut dibawa, yang diberikan oleh guru, dan mempersiapkan pembelaan apabila mereka ditentang oleh kelompok lain.

12. Metode pembelajaran bahasa ialah rencana aktivitas pembelajaran bahasa yang mencakup pemilihan, penentuan, dan penyusunan secara sistematis bahan yang akan diajarkan, serta kemungkinan pengadaan remedi dan bagaimana pengembangannya