Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

18 Soal (Essay) Pragmatik Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Pragmatik

1. Bagaimanakah kedudukan ilmu pragmatik dalam studi linguistik?

2. Apa itu implikatur dalam Pragmatics?

3. Apa saja yang dipelajari dalam pragmatik?

4. Apa itu deiksis dan contohnya?

5. Apa itu konteks dalam pragmatik?

6. Apa yang dimaksud dengan pragmatik menurut Levinson?

7. “Ruri dan Billi kemarin pagi dipanggil kepala sekolah kekantor. Anak pertama, juara sekolah I dan anak kedua, juara sekolah II.”
Termasuk referensi apakah frase anak pertama dan anak kedua pada tuturan di atas?Jelaskan!

8. Seorang Ibu berkata kepada anaknya yang tengah belajar:
“Sudah pukul 12.00 malam Nak!”
Tuturan di atas termasuk jenis tindak tutur?Jelaskan!

9. Seorang karyawan bertutur kepada atasannya,” Anak saya dirawat di rumah sakit karena tifus”. Kalimat pernyataan termasuk jenis tindak tutur? Jelaskan!

10. “Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di sini sejak kemarin.”
Tentukan deiksis dan jarak pada tuturan di atas!

11. Apa saja objek kajian pragmatik?

12. Apa perbedaan antara semantik dan pragmatik?

13. Pragmatik memiliki kedekatan hubungan dengan sintaksis dan semantic. Jelaskan hubungannya itu dan berilah contoh analisisnya yang membedakan ketiganya!

14. Pragmatik oleh George Yule dianalogikan dengan “keranjang sampah”. Jelaskan maksud “keranjang sampah” pragmatik dan berilah contoh kajiannya!

15. Pragmatik adalah kajian tentang makna kontekstual. Apa maksud pernyataan tersebut dan berilah contohnya!

16. Jika anda membuat skripsi pada akhir program. Skripsi yang seprti apakah yang dapat memenuhi kaidah-kaidah dari prinsip kerjasama Grice? Jelaskan!

17. “Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar.”
Tentukan jenis praanggapan tuturan di atas! Jelaskan!

18. “Bapak dan anak akan selalu menyayangi.”
Berdasarkan konsep referensi dan inferensi, tuturan di atas dapat dikategorikan kedalam jenis makna referensi alat auatributif?Jelaskan!

Jawaban:

1. Berdasarkan penjelasan di atas, saya melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik setidaknya dalam dua hal, pertama, pragmatik merupakan satu-satunya tataran dalam linguistik yang mengkaji bahasa dengan memperhitungkan juga penggunanya; kedua, berkaitan dengan ketidakmampuan sintaksis dan semantik dalam menjelaskan

2. Implikatur merupakan salah satu kajian dalam pragmatik. Secara sederhana implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh yang tersurat. Implikatur dimaksudkan sebagai suatu ujaran yang menyiratkan suatu yang berbeda dengan yang sebenarnya diucapkan.

3. Yang dipelajari dalam pragmatik meliputi tindak tutur, implikatur tuturan, interaksi percakapan, dan faktor-faktor eksternal percakapan, misalnya deiksis.

4. Deiksis berasal dari kata Yunani kuno yang berarti “menunjukkan atau menunjuk”. ... Contohnya dalam kalimat “Saya mencintai dia”, informasi dari kata ganti “saya” dan “dia” hanya dapat di telusuri dari konteks ujaran. Ungkapan-ungkapan yang hanya diketahui hanya dari konteks ujaran itulah yang di sebut deiksis

5. Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Sementara Purwo (2001:4) menjelaskan konteks adalah pijakan utama dalam analisis pragmatik.

6. Levinson (via Tarigan, 1986:33) berpendapat bahwa pragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa.

7. Dari tuturan diatas termasuk dalam referensi anaforik yaitu ungkapan yang rujukannya berada didepan. Hal tersebut ditunjukkan pada frase “anak pertama, juara I sekolah” yang merujuk pada “Ruri”, sedangkan “anak kedua, juara sekolah II” merujuk pada “Billi”.

8. Jenis tindak tutur menurut jika di analisis menurut Austin dan Searle termasuk ke dalam ilokusi karena tuturan tersebut menginginkan tindakan dari petutur.Kalimat tersebut bila dituturkan oleh seorang ibu kepada anaknya selain memberikan informasi juga menginginkan tindakan dari anaknya untuk segera menyelesaikan belajarnya karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam.
Sedangkan kalimat diatas jika di analisis menurut Searle termasuk ke dalam jenis tindak tutur Direktif, yang mana tindak tutur tersebut memberikan perintah dari seorang ibu kepada anaknya untuk menyuruh melakukan sesuatu. Terbukti bahwa soerang ibu mengingatkan pada anaknya “sudah pukul 12.00 malam Nak!” berarti memberikan perintah kepada sang anaknnya untuk menyelesaikan belajarnya.

9. Jenis tindak tutur menurut jika di analisis menurut Austin dan Searle termasuk ke dalam lokusi karena tuturan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada atasannya. Kalimat tersebut bila dituturkan oleh seorang karyawan kepada atasannya dengan maksud meminta izin.
Sedangkan menurut konsep tindak tutur Searle, tindak tutur yang disampaikan oleh seorang karyawan termasuk bentuk tindak tutur ekspresif yaitu tindak tutur yang menyatakan suatu perasaan psikologis yang dirasakan oleh penutur yaitu mencerminkan kesedihan yang dirasakan oleh penutur karena anaknya sakit.

10.
a. Deiksis pesona dimana pada kalimat tersebut terdapat kata ganti orang pertama yaitu “Aku”.
b. Deiksis waktu-distal dimana pada kalimat tersebut terdapat kata “sejak kemarin”, dimana kata “sejak kemarin” menunjukkan waktu dimasa yang lampau.
c. Deiksis tempat proksimal dimana pada kalimat tersebut terdapat pada kata “disini” yang menyatakan secara psikologis tempat tersebut mempunyai jarak yang dekat dengan penutur dan bisa dirasakan oleh penutur walaupun jarak itu kenyataannya jauh dari penutur. Kata "di sana" hanya merupakan pengganti lokasi dari bayangan yang dirasakan penutur.

11. Pragmatik memiliki kajian atau bidang telaah tertentu yaitu dieksis, praanggapan (presupposition), tindak tutur (speech acts), dan implikatur percakapan (conversational implicature) (Kaswanti Purwo, 1990:17).

12. Dari definisi tersebut, jelas pragmatik menelaah makna dari satuan bahasa. ... Meskipun semantik dan pragmatik keduanya menelaah makna-makna satuan bahasa, tetapi semantik menelaah makna internal bahasa, sementara itu pragmatik mempelajari makna secara eksternal dalam pengertian mengungkap maksud penutur (speaker meaning).

13. Sintaksis adalah studi tentang antara bentuk-bentuk kebahasaan, bagaimana menyusun bentuk-bentuk kebahasaan itu dalam suatu urutan (tatanan) dan urutan mana yang tersusun dengan baik.
Semantik adalah studi tentang hubungan antara bentuk-bentuk lingual dengan entitas/maujud di dunia, yaitu bagaimana hubungan kata-kata dengan sesuatu secara harfiah; kajian hubungan antara deskripsi verbal dan pernyataan-pernyataan hubungan di dunia secara akurat atau tidak, tanpa menghiraukan siapa yang menghasilkan deskripsi tersebut.

Pragmatik adalah studi tentang hubungan antara bentuk-bentuk lingual dengan pemakai bentuk-bentuk itu.

Hubungan antara pragmatik dengan sintaksis, ada 3 konsep yakni :
Semantisme: dimana kajian semantik merupakan kajian diatas pragmatik, artinya didalam kajian semantik masih ada sub kajian diantaranya pragmatik.

Pragmatisme: pada hubungan ini kajian pragmatik merupakan kajian yang terluas cakupannya, hingga membawahi kajian semantik

Komplementerisme: kajian semantik dan pragmatik pada konsep ini sebenarnya mereka berdiri sendiri tetapi keduanya mempunyai ikatan yang kuat karena kerja mereka tak bisa dipisahkan (saling melengkapi).

Hubungan antara pragmatik dengan sintaksis:
Seperti yang kita ketahui bahwa sintaksis merupakan kajian yang terbatas pada struktur saja tanpa melampaui hingga bahasan makna maupun pengguna bahasa tersebut. Tetapi 2 kajian ini masih berhubungan karena berada pada 1 koridor yakni linguistik.
Contoh : “Aku berteman sepi”
Kalimat diatas tentu apabila kita gunakan logika merupakan hal yang tidak masuk akal. Tetapi dalam kajian sintaksis hal tersebut sudah memenuhi konsep yang terdapat didalamnya. Namun, pada dasarnya diperlukan suatu pemahaman makana ujaran pada pengguna bahasa yang dikaji dalam kajian pragmatik.

14. Apabila kita melihat keranjang sampah tentu yang berada di benak kita ialah sesuatu yang tidak artinya atau tidak berguna lagi. Demikianlah pragmatik tersebut, pragmatik merupakan sesuatu yang tidak menarik, tidak terperikan atau bersifat negatif. Selama ini orang-orang menganggap bahwa bahasa merupakan sesuatu yang teratur. Pendapat orang tersebut ternyata salah justru berawal dari yang tidak menarik tersebut dapat berubah menjadi menarik, mempunyai keteraturan dan dapat dianalisi.
Contoh :
Percakapan 1
Octa : Kapan kita liburan?
Luci : bulan April
Percakapan 2
Octa : Kapan kita liburan?
Luci : Matahari terasa menyengat

Yang terdapat dalam kajian pragmatik merupakan percakapan 2, hal tersebut dikarenakan pada percakapan pertama kedua orang tersebut masih bisa terjalin sambungan sedangkan pada percakapan kedua diperlukan persamaan persepsi bila ingin terjadi hubungan yang searah.

15. Hal yang dikaji dalam pragmatik mengacu pada konteks. Percakapan yang tidak teratur, yang masuk ke dalam kajian pragmatik dapat dianalisis dengan memahami konteks atau situasinya.

Contoh :
(percakapan antara 2 orang gadis remaja)
Cewek 1 : kamu beda hari ini. Ada apa?
Cewek 2 : Bulannya datang terlambat

Konteks percakapan diatas dilakukan oleh 2 orang gadis remaja, sehingga kasus yang terjadi pada seorang gadis tersebut tidak jauh-jauh dari kejadian rutinitas gadis remaja tersebut. Kita tentu mempunyai praanggapan terhadap kejadian tersebut berdasarkan konteks percakapannya.

16.
a. Maksim kuantitas:
Sebelum kita membuat skripsi, tentu kita telah membuat rancangan skripsi tersebut. Apa yang kita bahas haruslah dibarengi dengan data yang cukup, tidak kurang dan tidak lebih, sehingga pokok kajian yang akan kita bahas sesuai dengan rencana awal pembuatan sripsi tersebut.

b. Maksim kualitas:
Dalam proses pembuatan skripsi kita harus mematangkan data yang digunakan, agar pokok masalah kita bisa terpecahkan. Oleh karena itu diperlukan data yang valid bukan rekayasa penulis itu sendiri.

c. Maksim hubungan:
Kita harus menimbang apakah data yang kita peroleh sudah memecahkan pokok permasalahan kita atau menjadikan masalah lain diluar masalah awal kita buat.

d. Maksim cara:
Skripsi kita dapat dikatakan berhasil apabila pembaca dapat menangkap semua gagasan yang kita berikan. Pembaca tidak merasa bingung dengan cara pemaparan penulis. Gaya penulisan yang singkat tetapi jelas mungkin dapat kita lakukan agar pembaca menemukan pemecahan masalahnya secara cepat.

17. Kalimat diatas termasuk jenis praanggapan ekstensial karena menunjukkan bagaimana keadaan atas suatu hal dapat disampaikan lewat praanggapan. Dalam tuturan tersebut menyatakan keberadaan yaitu :
a. Ada penjual
b. Ada yang dijual
c. tempat penjual madu murni dan susu kuda liar

18. Dari tuturan diatas termasuk dalam jenis makna referensial karena pada tuturan tersebut terdapat kata “bapak dan anak”. Secara umum bapak dan anak jelas memiliki hubungan yang akrab.