Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

8 Soal (Essay) Teori Sastra Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai/Uraian) Materi Teori Sastra

1. Uraikan tentang teori sastra resepsi !

2. Dalam kehidupan masyarakat sastra mempunyai beberapa fungsi yaitu?

3. Tuliskan Manfaat Belajar Teori Sastra!

4. Jelaskan tentang teori sastra psikoanalisis!

5. Uraikan tentang teori sastra struktural!

6. Jelaskan tentang teori sastra feminis!

7. Tuliskan pengertian teori sastra !

8. Uraikan tentang teori sastra Secara konseptual!

Kunci Jawaban:

1. Teori resepsi pembaca berusaha mengkaji hubungan karya sastra dengan resepsi (penerimaan) pembaca. Dalam pandangan teori ini, makna sebuah karya sastra tidak dapat dipahami melalui teks sastra itu sendiri, melainkan hanya dapat dipahami dalam konteks pemberian makna yang dilakukan oleh pembaca. Dengan kata lain, makna karya sastra hanya dapat dipahami dengan melihat dampaknya terhadap pembaca.

2.
1. Fungsi rekreatif, yaitu sastra dapat memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penikmat atau pembacanya.
2. Fungsi didaktif, yaitu sastra mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
3. Fungsi estetis, yaitu sastra mampu memberikan keindahan bagi penikmat/pembacanya karena sifat keindahannya.
4. Fungsi moralitas, yaitu sastra mampu memberikan pengetahuan kepada pembaca /peminatnya sehingga tahu moral yang baik dan buruk, karena sastra yang baik selalu mengandung moral tinggi.
5. Fungsi religius, yaitu sastra pun menghasilkan karya-karya yang mengandung ajaran agama yang dapat dileladani para penikmat/pembaca sastra.

3. Adapun manfaat belajar teori sastra adalah:
a. Sebagai dasar untuk belajar sejarah sastra dan kritik sastra.
b. Mengetahui konsep-konsep dasar dalam bidang sastra. (prosa, puisi dan drama).
c. Mempermudah peneliti sastra dalam menganalisis kajian sastra.

4. Teori sastra psikoanalisis menganggap bahwa karya sastra sebagai symptom (gejala) dari pengarangnya. Dalam pasien histeria gejalanya muncul dalam bentuk gangguan-gangguan fisik, sedangkan dalam diri sastrawan gejalanya muncul dalam bentuk karya kreatif.

5. Studi (kajian) sastra struktural tidak memperlakukan sebuah karya sastra tertentu sebagai objek kajiannya. Yang menjadi objek kajiannya adalah sistem sastra, yaitu seperangkat konvensi yang abstrak dan umum yang mengatur hubungan berbagai unsur dalam teks sastra sehingga unsur-unsur tersebut berkaitan satu sama lain dalam keseluruhan yang utuh.

6. Teori sastra feminisme melihat karya sastra sebagai cerminan realitas sosial patriarki. Oleh karena itu, tujuan penerapan teori ini adalah untuk membongkar anggapan patriarkis yang tersembunyi melalui gambaran atau citra perempuan dalam karya sastra.

7. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep/ uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu. Suatu teori dapat dideduksi secara logis dan dicek kebenarannya (diverifikasi) atau dibantah kesahihannya pada objek atau gejala-gejala yang diamati tersebut

8. Secara konseptual, yang dimaksud dengan teori fiksi (sastra) merupakan sebuah sistem ilmiah atau pengetahuan sistematik yang merupakan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati, Karena itu, teori hakekatnya berisi konsep atau uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari satu titik pandang tertentu. Demikian pula, sebuah teori dapat didedukasi secara logis dan dicek kebenarannya (diverifikasi) atau dibantah (difalsifikasi) pada objek atau gejala-gejala yang diamatinya.