Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

34 Ucapan Maaf untuk Orang Tua

Ucapan Maaf buat Ayah dan Ibu

Air mata mengalir hingga landasan bumi, pedih menusuk kalbu yang kerang, ketidakmampuanku kusadari kini seperti saat di kala aku yang tak mampu kau beri, aku tahu semua ini tak akan cukup untuk mu, maafkan diriku ibu, belum bisa membahagiakanmu dengan seluruh jiwa ragaku.

Aku bermaksud untuk memberi kalian kenangan indah, tapi aku malah memberimu mimpi buruk yang mengerikan. Aku bermaksud untuk memberi kalian saat-saat yang manis, tetapi aku malah membuat kalian khawatir. Maafkan aku ya, Pak, Bu.

Aku memang bukanlah anak yang baik, Bu. Namun, aku akan selalu berusaha membahagiakanmu. Maaf jika aku sering berbohong dan menyela kata-katamu.

Aku memiliki orang tua yang sangat luar biasa, tapi entah mengapa aku sering menyakiti mereka dengan segala tingkahku yang bodoh. Aku harap ayah dan ibu mau memaafkanku.

Aku minta maaf karena ternyata membesarkan seorang anak bukan hal yang mudah. Aku minta maaf karena ayah dan ibu harus menghadapi semua kesulitan dan tantangan itu karena memilikiku.

Aku selalu menjadi anak terburuk bagimu, di mana kamu selalu memikirkan aku terlebih dahulu. Mohon maafkan saya dan beri saya kesempatan lagi untuk menjadi orang baik.

Aku tahu permintaan maaf tidak akan menghilangkan rasa sakitmu, Bu. Namun, aku berdoa supaya hatimu berangsur-angsur pulih dan memaafkanku.

Ayah aku minta karena perkataanku kemarin. Itu hanya emosi sesaat, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati kalian.

Ayah dan ibu izinkan anakmu ini memohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang diperbuat. Semoga ayah dan ibu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT.

Ayah dan Ibu, kalian punya hak untuk marah denganku. Aku minta maaf karena kata-kaku menyakiti hati kalian. Kuharap kalian mau memaafkanku

Ayah, Ibu, aku minta karena perkataanku kemarin. Itu hanya emosi sesaat, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati kalian

Bagaimana bisa selama ini aku begitu egois? Ayah dan ibu adalah orang tua yang luar biasa dan aku merasa sangat menyesal dengan segala kelakuan burukku.

Bukannya menjadi anak yang bisa dibanggakan aku malah menjadi anak keras kepala yang selalu membangkang. Maafkan aku, Bu.

Cara kita memandang hidup memang berbeda, tetapi itu tidak berarti kita harus selalu bertengkar. Aku mencintai dan mengagumimu, tolong maafkan aku karena telah membuatmu sakit dengan apa yang aku katakan.

Cinta yang kalian rasakan untukku lebih besar dari perbedaan kita. Maafkan aku Yah, Bu. Aku tidak pernah bermaksud membuat kalian merasa begitu sedih.

Hatimu sejernih air. Maafmu seluas samudera. Meski banyak kesalahan dan dosaku yang menyakiti hati, Bunda dan Ayah selalu memberi maaf. Untuk kesekian kalinya, aku meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan diri ini.

Hidup memang selalu memberi dua kesempatan untuk berbagai hal. Akan tetapi, aku meminta maaf padamu di kesempatan pertama. Aku tak mau lebih lama kehilangan senyummu, Ibu.

Ibu dan Ayah, kalian berhak marah padaku. Aku minta maaf kalau kata-kataku kemarin begitu menyakitkan. Semoga kalian mau bisa memaafkanku.

Ibu, maafkan aku yang sampai saat ini masih belum bisa untuk membahagiakanmu sepenuhnya, masih saja ada kesedihan yang aku torehkan dalam setiap hari-harimu, maafkan aku, kesuksesan belum ada di tanganku, tetapi aku yakin doamu untukku dalam meraih cita-cita dan kesuksesan selalu kau panjatkan untukku.

Jarak yang menghalangi bukan lagi jadi soal untuk saling mengasihi. Meski tak bisa berlutut di hadapan Bunda dan Ayah, lewat pesan ini aku memohon maaf setulus hati

Jika ucapan membuat lara jika tindakan menjadikan luka. Wahai Ayah mohon maaf sebesar-besarnya."

Kadang aku terlalu sibuk untuk tumbuh dewasa dan lupa bahwa orang tua juga beranjak tua. Maafkan aku yang masih belum bisa membahagiakan ayah dan ibu, ya.

Kalian mengenalku lebih baik dari siapa pun dan hanya menginginkan yang terbaik untukku. Akan tetapi, aku buta karena kesombongan dan tidak mendengarkan nasihatmu. Aku mohon Ayah dan Ibu bisa memaafkanku.

Maaf bila aku telah banyak mengukir luka di hati ayah dan ibu. Maaf pula jika aku telah banyak meneteskan air mata yang keluar dari mata ayah dan ibu. Sungguh aku minta maaf, aku akan berusaha menjadi anak yang mampu kalian banggakan.

Maafkan aku bila aku telah banyak mengukir luka di hatimu ayah dan ibu. Maaf pula jika aku telah banyak meneteskan air mata yang keluar dari mata ayah dan ibu. Sungguh aku minta maaf, aku akan berusaha menjadi anak yang mampu kalian banggakan.

Membuat ayah dan ibu kecewa tentu bukanlah keinginanku. Aku minta maaf apabila terkadang aku tidak bisa seperti yang kalian harapkan.

Mengetahui bahwa akulah penyebab air mata itu merupakan kesedihan yang paling mendalam. Maafkan saya, ya, Pak, Bu.

Papa, aku bahkan tidak bisa memikirkan hidupku sedetik pun tanpamu. Aku sangat menyesal telah menyakitimu.

Sangat menyedihkan untuk berpikir bahwa keputusan yang kuambil menyebabkanmu sangat menderita. Aku minta maaf, Bu. Mulai sekarang aku akan berusaha lebih baik.

Selama masa remajaku, aku mungkin sering menyebutmu sebagai orang yang mengganggu dan menjengkelkan. Akan tetapi, sekarang aku menyadari bahwa dirikulah yang seperti itu, bahkan mungkin lebih parah. Maafkan aku ya, Pak, Bu.

Tajamnya lidah ini mungkin membuat luka. Angkuhnya sikap ini mungkin membuat kalian tersakiti. Ibu, Ayah, maafkan aku.

Tak terhitung jumlah ucapan yang menyakitkan hati dari mulut ini. Tak sedikit pula tindakan diri ini yang mengecewakan Ayah dan Ibu. Untuk segala kesalahan yang diperbuat, mohon maaf dari hati terdalam.

Tiada kata paling indah bila belum memohon maaf langsung kepada orang yang telah berjasa kepadaku dari lahir. Ibu Ayah maafkan diriku bila banyak dosa kepadamu."

Tidak ada kemenangan tanpa di iringi dzikrullah. Tidak ada amal tanpa keikhlasan. Tak ada ampunan tanpa saling memaafkan antar sesama. Ayah dan ibu, anakmu mohon maaf lahir dan batin.