Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

29 Ucapan Maaf untuk Sahabat

Ucapan Maaf buat Sahabat

Aku benar-benar minta maaf. Aku sudah terlalu banyak salah padamu. Ingat kan, kita pernah jadi sahabat?

Aku bertengkar denganmu, berteriak padamu, berlaku mengesalkan, menyakitimu, tapi aku tak bisa hidup tanpamu. Maafkan aku, sahabat.

Aku hanya ingin kamu ingat kalau aku menyayangimu dan kamu adalah bagian dari hidupku. Tolong abaikan perubahan suasana hatiku, peluk aku ketika terlihat kesal, beritahukan kalau segalanya akan baik-baik saja ketika aku sedih, dan jangan menganggap serius semua ucapan kasarku. Jika aku pernah menyakitimu, maafkan aku.

Aku menyayangi dan mengagumimu, tapi aku menguras perasaanmu layaknya orang yang kehausan di sumber mata air. Aku bersyukur atas segala yang sudah kau berikan; kekaguman, penerimaan, cinta, dan maaf. Aku lupa untuk menyayangimu apa adanya.

Aku merasa malu atas apa yang telah kulakukan. Aku tidak memiliki alasan. Aku telah melakukan kesalahan dan aku bertanggung jawab penuh atas tindakan itu. Aku tidak akan menyalahkan orang lain atas kesalahanku. Maafkan aku telah menyakitimu.

Aku minta maaf untuk hal-hal seperti ini. Ku harap aku tahu kata-kata yang perlu diungkapkan. Tapi aku dan kamu sepertinya tak pernah melihat dari mata ke mata. Tapi aku yakin kita bisa akur.

Aku sudah memahami kalau terkadang kata maaf saja tidak akan cukup. Terkadang aku harus benar-benar berubah.

Aku tahu mengucapkan maaf tak akan cukup untuk segala hal yang sudah menyakitimu, tapi aku akan terus mengucapkannya jutaan kali hingga kamu memaafkanku. Maafkan aku.

Aku tak akan membiarkan apa pun di dunia ini bisa menghancurkan persahabatan kita, tak juga kesalahan yang telah kulakukan. Maafkan aku atas apa yang sudah kulakukan

Aku tidak yakin berapa banyak orang yang bisa menoleransi perubahan suasana hatiku, tapi aku yakin hanya kamu yang bisa. Maafkan aku karena sudah menyebalkan padamu.

Dalam hidup, kadang apa yang tidak kita inginkan datang menghampiri. Hingga khilaf dalam hati kadang buta akan ketulusan seorang sahabat, dan saat apa yang kita inginkan dapat kita raih, ternyata keinginan tersebut tidak dapat membuat bahagia lebih daripada seorang sahabat. Sahabat, maafkan atas kekhilafanku.

Dan aku menyesalinya, dan aku merasa bersalah atas apa yang telah terjadi.

Jika aku sudah mengucapkan kebohongan, jika aku sudah membuatmu menangis, maafkan aku dari lubuk hatiku yang terdalam.

Jika aku tahu tindakanku akan menyakitimu, aku akan berpikir ribuan kali sebelum melakukannya. Kau jauh lebih berharga dari yang kau kira. Maafkan aku, sahabat.

Kamu adalah sahabat terbaik dalam hidupku, bagaimana bisa aku duduk manis setelah berbuat salah padamu, maafkan aku.

Kesalahan terbesar dalam hidup adalah ketika aku menghancurkan hati teman dekatku. Aku tak akan bisa menjelaskan apa yang kurasakan. Aku benar-benar menyesali segalanya.

Maafkan aku atas kebohongan yang kulakukan, maafkan aku sudah membuatmu menangis. Aku tidak bermaksud jahat, kumohon maafkan aku.

Maafkan aku atas segala kesalahan yang sudah kulakukan padamu. Aku merasa seperti bukan diriku sendiri.

Maafkan aku karena kekhilafanku, hanya kaulah yang dapat mengerti perasaanku, kawan

Maafkan aku karena kekhilafanku, hanya kaulah yang dapat mengerti perasaanku, kawan

Mungkin cuma aku Rindukan kita yang dulu Menggila-gila tak kira waktu sentiasa bersama tak kira masa. Maaf, aku cuma rindu “KITA” Wahai sahabatku. Maafkan keegoisan yang telah kuperbuat padamu

Persahabatan kita mungkin diuji, sekuat apa kekuatannya. Aku berbohong padamu karena ingin membuatmu lebih baik, maafkan jika yang kulakukan justru hal yang bodoh

Sahabat, maafkan aku karena membutakan mata. Maafkan aku karena telah membisukan kata-kata. Maafkan aku karena tiada berdaya.

Sahabatku maafkanlah diriku, ku harus pergi tinggalkan dirimu, ku tak bisa memaksamu.

Saya tidak akan membiarkan ego saya dan kesalahan bodoh datang di antara persahabatan indah kita. Saya minta maaf. Mohon maafkan saya.

Seandainya aku bersalah, aku akan susun sepuluh jari untuk memohon maaf padamu. Karena aku mengharapkan persahabatan kita selalu dalam suka dan tawa

Sering aku kesal terhadap diriku sendiri mengapa bersikap seperti ini. Saat-saat tertentu aku seperti anak kecil yang mementingkan diri sendiri, ingin dimengerti namun di sisi lain sulit memahami bagaimana kondisimu saat itu. Aku bagai sosok kecil yang bersemanyam dalam bungkus kedewasaan. Kadang hati keruh, jauh dari kejernihan.

Terkadang aku meminta maaf pada seseorang bukan karena aku salah, tapi karena aku tak ingin menyakiti orang-orang yang aku sayang

Terkadang karena persahabatan yang sangat dekat ini aku merasa kamu akan memaklumi semua canda ku, tapi kali ini aku berlebihan, aku minta maaf