Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

77 Kata-Kata Hujan Lucu, Kocak, Konyol, Ngakak, Gokil dan Menghibur

Kata-Kata Hujan yang Lucu, Kocak, Konyol, Ngakak, Gokil dan Menghibur


1. Air hujan yang turun bisa hilang oleh waktu, namun cintaku kepadamu tidak akan pernah habis oleh waktu.

2. Akan selalu ada pelangi setelah hujan. Tapi kadang hujannya malam-malam, jadi pelanginya nggak kelihatan.

3. Aku cuma tak mau kurang ajar. Tak menghidangkan kopi untuk puisiku ketika hujan.

4. Aku ingin menjelma payung. bukan berarti aku kuat menahan gigilnya hujan; aku hanya ingin, kau selalu berteduh di dalam hatiku.

5. Aku juga butuh minuman yang hangat karena di sini hujan. Tapi, melihat kamu aja, hatiku sudah hangat.

6. Alihkan perhatianmu saat hujan agar tidak ingat mantan dengan menonton drakor sambil makan mie rebus yang masih di dalam panci.

7. Aneh dengan orang zaman sekarang. Ketika hujan yang diingat bukannya jemurannya, malah banyak mengingat semua kenangan masa lalu.

8. Atmosfer hujan selalu mampu membawa seseorang berkelana ke masa lalu.

9. Bisa-bisanya hujan ingat mantan, mestinya ingat payung. Kalau ingat mantan, berarti mantanmu payung?

10. Bukannya berteduh, aku sengaja membasahi diriku dengan air hujan agar dirimu khawatir denganku.

11. Daripada galau menghitung kenangan, cobalah isi waktumu dengan menghitung banyaknya rintik hujan yang jatuh. Pasti tambah stres.

12. Di balik tiap tetesan hujan, ada sebuah senyum yang selalu berkembang karena hujan tak melulu soal mantan atau gebetan yang putus di tengah jalan.

13. Dikasih hujan salah, dikasih panas marah. Ntar kalau dikasih hujan air panas, bengong, lu.

14. Dingin-dingin begini enaknya diselimuti kekayaan.

15. Dingin-dingin gini enaknya dipeluk sama kamu, hiya hiya hiya

16. Gerimis ingat mantan, hujan ingat kenangan, banjir baru ingat Tuhan.

17. Hanya beberapa orang terpilih yang dapat melihat keindahan sejati yang ada di balik apa yang tampak seperti hari hujan atau langit kelabu.

18. Hidup adalah bukan tentang menunggu petir lewat, ini tentang belajar untuk berusaha dan bersusah payah dalam hujan.

19. Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu ... Ini tentang Belajar Menari Dalam Hujan.

20. Hidup ini penuh dengan keindahan. Perhatikan itu. Perhatikan lebah kecil, anak kecil, dan wajah-wajah yang tersenyum. Hirup aroma hujan, dan rasakan angin. Jalani hidupmu dengan potensi penuh, dan berjuang untuk impianmu.

21. Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itulah rinduku yang sampai kepada dirimu.

22. Hujan = 1% kenangan, 99% inget mie rebus + telor+ cabe iris

23. Hujan di penghujung malam. Tanah tersenyum menerimamu. Dan harum bunga menyempurna rindu."

24. Hujan kok ingat mantan, hujan itu ingat Indomie kuah pedaslah.

25. Hujan masih air dan dia masih milik orang lain.

26. Hujan membuatku rindu boncengan naik motor gak jelas sama kamu.

27. Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku tidak punya alasan mengapa hatiku jatuh kepada kamu.

28. Hujan yang menumbuhkan bunga bukan petir, Keraskan kata-katamu bukan suaramu.

29. Hujan, hati-hati jalanan licin. Hawanya jadi dingin.

30. Hujan, hujan apa yang bikin hati senang? Kamu hujani aku dengan senyumanmu.

31. Hujan. Tatap keluar jendela, ingat kenangan, tulis status 'Hujan mengingatkanku padamu' baju serta pakaian dalam yang terlanjur basah.

32. Hujannya awet, kayak hubungan kita.

33. Hujannya bikin khawatir, takut hatimu makin dingin.

34. Hujannya diberi formalin kali ya, awet banget seperti cinta aku ke kamu yang selalu awet tak pernah berhenti untuk mencintaimu.

35. Ini gak ada niatan hujannya berenti gitu?

36. Ini sebenaranya hujan apa rasa rindu? Deres sekali.

37. Jadilah sabar seperti sabarnya bumi menanti hujan yang turun dari langit untuk menumbuhkan biji-bijian dalam perutnya..

38. Jangan membingungkan jalanmu dengan tujuanmu. Hanya karena ada badai sekarang tidak berarti bahwa kamu tidak menuju sinar matahari.

39. Jangan pernah berputus asa jika menghadapi kesulitan karena setiap tetes air hujan yang jernih berasal daripada awan yang gelap.

40. Jangan seperti hujan di malam ini, yang hanya mampir sebentar lalu pergi meninggalkan bekas.

41. Jika hujan membawa kerinduan lebih baik saya rebahan sampai ketiduran.

42. Jika kamu suka pelangi kau harus melewati hujan terlebih dahulu yang lebat dan penuh menegangkan.

43. Jika memang hujan itu masalah buatmu, mestinya menghadapinya langsung, bukan malah menghindarinya dengan memakai payung, kau tidak menikmati hidup jika terus lari dari masalah.

44. Kalau hujan gini enaknya bikin mie, kamu malah bikin kangen.

45. Kamu berkata kamu suka hujan, tapi kamu menggunakan payung untuk berjalan di bawahnya.

46. Kata orang-orang hujan bikin adem, kalau buat aku sih melihat senyuman kamu aja udah bikin adem.

47. Kelak akan ada pelangi setelah hujan. Akan ada kebahagiaan setelah tangis yang panjang.

48. Ketika hujan pergi yang tersisa genangan. Ketika cinta pergi yang tersisa kenangan.

49. Ketika hujan pergi, yang tersisa adalah genangan air. Namun, ketika cinta pergi, yang tersisa hanyalah sebuah kenangan.

50. Ketika hujan turun, aku hanya ingat jemuran.

51. Langit menjatuhkan bulir-bulir yang sedih, yang sedikit, yang sakit, yang tak sungguh-sungguh menghapus dosa, apalagi kenangan.

52. Malam ini cukup hanya hujan yang menelanjangi rinduku, untuk kamu.

53. Mendung belum tentu hujan, hujan Insyaallah mendung.

54. Mendung belum tentu hujan. Jomblo belum tentu kesepian. PDKT belum tentu jadian. Pacaran belum tentu ke pelaminan.

55. Mendung bukan berarti akan turun hujan. Udah jalan bareng dan bilang sayang juga belum tentu pacaran.

56. Mungkin hujan sudah berhenti, tapi tidak dengan rinduku.

57. Mungkin terjebak hujan itu boleh, namun jika terjebak akan masa lalu, jangan! Sebab di luar sana ada masa depan yang sudah menanti.

58. Musim hujan. Musim di mana kamu ingin pulang karena rindu payung.

59. Ngemiliki kamu itu ibarat mengharapkan tanah kering di musim hujan.

60. Niatnya berhenti di pinggir jalan buat pakai jas hujan, pas dipakai hujannya malah berhenti. Kadang hujan sebercanda itu.

61. Niatnya berhenti di pinggir jalan buat pake jas hujan, pas dipakai hujannya malah berhenti. Kadang hujan sebercanda itu.

62. Orang-orang yang berpikir sinar matahari adalah sebuah kebahagian, belum pernah merasakan bersusah payah dan berusaha dalam kehujanan.

63. Padahal banyak orang masih mencari payung saat hujan, tapi kamu malah memberi payung untuk orang yang tidak membutuhkannya karena ada jas hujan.

64. Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan niat jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya.

65. Rayakan hujan; itu hanya berarti bahwa matahari akan bersinar lebih besar dan lebih terang dari sebelumnya

66. Rumput tetangga memang lebih hijau. Tapi kalau hujan sama-sama becek.

67. Saat hujan datang bertamu, hanya dua pilihan untukmu. Bergelimang rindu atau mengenang sendu.

68. Saat rintik hujan turun membasahi bumi jangan sampai tetesan air matamu juga membasahi pipi, kamu harus tahu, bahwa air matamu jauh lebih berharga.

69. Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. Mengaitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba.

70. Tanpa hujan kita tidak akan pernah merasakan berterima kasih dari hangatnya matahari.

71. Tanpa hujan tidak ada yang tumbuh, Belajarlah untuk menghadapi badai dalam hidupmu.

72. Tanpa hujan tidak ada yang tumbuh, termasuk rasa cinta di hatimu untukku.

73. Terkadang aku ingin berjalan di bawah derasnya hujan agar orang tidak tahu jika aku pipis di celana.

74. Tumbuh di atas batu, hujan menjadi kau yang menjaga mataku, dipuisikan angin, dipisahkan jarak yang laut, tapi kau tetap terdiam, menunggu patah mengambilmu dari kesepiannya.

75. Waduh di luar hujan. Hujan apa yang bikin senang? Hujani aku dengan senyumanamu

76. Warna-warna bersinar dengan kejernihan luar biasa di tengah hujan. Tanahnya hitam pekat, dahan-dahan pinus berwarna hijau cemerlang, orang-orang yang dibungkus dengan warna kuning tampak seperti roh-roh istimewa yang dibiarkan berkeliaran di atas bumi hanya di pagi hari yang hujan.

77. 10 persen air, 90 persen lamunan.