Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Pertanyaan Tentang Sistem, Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer + Jawaban

Soal (Essay) Materi Sistem, Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer


9. Tuliskan bentuk-bentuk kabinet yang pernah terbentuk pada masa demokrasi liberal!

Jawaban:  
Kabinet pada masa demokrasi liberal :
1. Kabinet Natsir (6 september 1950-21 maret 1951)
2. Kabinet Sukiman (27 april 1951-3 april 1952)
3. Kabinet Wilopo (3 april 1952-3 juni 1953)
4. Kabinet Ali Sastroamidjojo (31 juli 1953-12 agustus 1955)
5. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 agustus 1955-3 maret 1956)
6. Kabinet Ali Sastromidjojo II (20 Meret 1956- 4 maret 1957)
7. Kabinet Djuanda (9 april 1957-10 juli 1959)


10. Tuliskan program kerja dari Kabinet Wilopo!

Jawaban:  
Program kerja cabinet wilopo :
a. Program dalam negeri
- Menyelenggarakan pemilihan umum (konstituante, DPR, dan DPRD)
- Meningkatkan kemamkmuran rakyat
- Meningkatkan pendidikan rakyat
- Pemulihan keamanan
b. Program luar negeri
- Penyelesaian masalah hubungan Indonesia-Belanda
- Pengambilan Irian Barat ke pangkuan Indonesia
- Menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif


11. Apa yang anda ketahui mengenai peristiwa Tanjung Marawa?

Jawaban:  
Peristiwa perebutan lahan oleh petani di Sumatra Utara. Yang diperebutkan adalah lahan seluas 255 ribu hectare lahan perkebunan kelapa sawit, the, dan tembakau yang jadi konsensi milik sebuah perusahaan Belanda, Deli Plantres Vereniging (DPV) sebelum perang dunia II. Tanah itu diambil dan digarap rakyat pribumi dan keturunan tianghoa setempat saat jepang masuk ke indonesia. Tapi tanah itu kembali dipermasalahankan usai indnesia duharuskan mengembalikan tanah itu, sebagai imbas kesepakatan Konfrensi Meja Bundar (KMB). Kesepakatan itu membuat indonesia mendapat pengakuan kemerdekaan, tapi salah satu syaratnya mengembalikan lahan Kabinet Wilopo, diwakili Mentri dalam Negeri Mohamad Roem, memerintahkan Gubernur Sumatra Timur A, Hakim untuk melakukan pengosongan lahan


12. Keadaan ekonomi masyarakat pada demokrasi liberal masih tersendat-sendat Jelaskan faktor penyebabnya!

Jawaban:  
Faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi tersendat pada masa demokrasi liberal adalah sebagai berikut.
a. Setelah pengakuan kedaulatan dari Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, bangsa indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan seperti yang telah ditetapkan dalam KMB. Beban tersebut berupa hutang luar negeri sebesar 1,5 Triliun rupiah dan utang dalam negeri sejumlah 2,8 triliun rupiah
b. Defisit yang harus ditanggung oleh pemerintah pada waktu itu sebesar 5,1 Miliar
c. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan sehingga apabila pemerintah ekspor dari sektor itu berkurang akan memukul perekonomian indonesia
d. Politik keuangan pemerintah indonesia tidak dibuat di indonesia melainkan dirancang oleh belnda
e. Pemerintah belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi colonial menjadi sistem ekonomi nasional


13. Jelaskan program kerja dari sistem ekonomi gerakan Benteng!

Jawaban:  
Programnya dari gerakan benteng :
a. menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa indonesia
b. Para pengusaha indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional
c. Para pengusaha indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit
d. Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju


14. Tuliskan ciri-ciri pelaksanaan demokrasi liberal pada awal kemerdekaan Indonesia!

Jawaban:  
Ciri-ciri demokrasi liberal adalah sebagai berikut
a. Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat diganggu gugat
b. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah
c. Presiden bisa dan berhak membubarkan DPR
d. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden


15. Tuliskan program kerja Kabinet Natsir!

Jawaban:
Program kerja Kabinet Natsir, antara lain :
1) Mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilu Konstituante dalam waktu singkat
2) Menggiatkan usaha mencapai keamanan dan ketentraman
3) Memperjuangkan penyelesaian maslah Irian Barat