Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

28 Kata-Kata Bijak, Motivasi, Mutiara Laut

Kata-Kata  Laut Bijak, Motivasi dan Mutiara


Air asin adalah penyembuh segalanya – keringat, air mata, atau laut

Aku suka pantai. Aku suka laut. Sepanjang hidupku aku tinggal bersamanya - di depan laut.

Angin lautan menenangkan pikiran.

Bahkan istana pasir pun suatu saat akan jatuh ke laut

Biarkan laut membebaskanmu.

Dalam setetes air kita menemukan rahasia samudera

Dalam setetes air kita menemukan rahasia samudera

Dengan sajak kutitipkan rindu, laut pada pantai yang menggaramkan buihnya.

Dengan setiap tetes air yang kamu minum, setiap napas yang kamu ambil, kamu terhubung ke laut. Di mana pun di bumi kamu tinggal.

Hatimu seperti lautan, misterius dan gelap."

Ibarat air laut di pantai, Meski ia kadang pasang dan surut. Percayalah rasa air laut itu tidak akan berubah.

Jangan duduk dan menunggu. Keluar sana, rasakan hidup. Sentuh matahari dan benamkan dirimu di lautan.

Kita tidak mungkin menemukan lautan biru jika tidak berani berlayar jauh dari pantai

Laut yang biru. Di tepi pantai itu. Ingin jumpa denganmu. Bertelanjang kaki bermain air.

Laut! laut! laut lepas! biru, segar, dan bebas!

Lautan adalah salah satu dari pemandangan alam paling indah dan menakjubkan, semua mengakuinya.

Melalui matahari yang tenggelam di ujung barat laut ini ku sadar, bahwa sesuatu yang indah hanya terjadi sebentar saja."

Memori kita tentang laut akan tetap bertahan walau jejak kaki di pasir pantai telah lama hilang.

Mengapa kita mencintai laut? Itu karena ia memiliki kekuatan yang kuat untuk membuat kita memikirkan hal-hal yang kita sukai untuk dipikirkan.

Para pelayan tahu bahwa laut itu berbahaya dan badai itu mengerikan. Tetapi, mereka tidak pernah menemukan bahaya untuk alasan bertahan di darat.

Pelaut sejati pasti akan pulang kembali ke dermaga. Meski ada seribu luka di sekujur tubuhnya.

Pengetahuan kita adalah pulau kecil di samudra ketidaktahuan.

Rahasia indah dibisikkan ke jiwamu oleh laut yang tenang.

Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat

Sama seperti samudera yang tak pernah penuh dengan air, begitu juga dengan hati yang tak pernah penuh dengan cinta.

Samudera tak pernah penuh dengan air, maka hati tak pernah mungkin penuh dengan cinta

Tolong jangan secepat itu. Jangan sampai aku melupakan bagaimana indahnya cinta lautan.

Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka