Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

50 Quiz Materi Perbankan Syariah Beserta Jawaban

Soal (Essay) Materi Perbankan Syariah

35. KPR syariah bank apa saja?

Jawaban:
1. BNI Syariah
2. BRI Syariah
3. BCA Syariah
4. KPR Syariah Mandiri


36. Apa peran perbankan syariah di Indonesia?

Jawaban:
Bank Syariah memegang peran yang sangat penting dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi indonesia, hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkan sektor investasi melalui dana pihak ketiga dan menumbuhkan pembiayaan melalui pembiayaan yang diberikan kepada Masyarakat.


37. Apa yang dapat dilakukan oleh penjual jika pembeli mengalami kesulitan keuangan untuk membayar murabahah?

Jawaban:
Penjual dapat memberikan keringanan kepada pembeli yang mengalami kesuliatn keuanganuntuk membayar murabahah tangguh. Keringanan dapat berupa menghapus sisa tagihan, membantu menjualkan objek murabahah pada phak lain dan dapat melakukan restrukturisasi piutang.


38. Apa pentingnya akad dalam transaksi perbankan syariah?

Jawaban:
Keberadaan akad pada setiap transaksi merupakan hal mendasar dalam ekonomi syariah. Hal ini untuk menghilangkan adanya potensi kerugian dalam setiap transaksi yang disepakati satu orang dengan orang lainnya.


39. Apa saja keuntungan yang diperoleh dari bank syariah?

Jawaban:
Dijalankan sesuai dengan prinsip syariah, inilah lima keuntungan menabung di bank syariah yang wajib Anda ketahui.
1. Terjamin oleh LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan)
2. Dilengkapi fasilitas internet banking.
3. Sistem bagi hasil, bukan bunga.
4. Bebas biaya administrasi.
5. Adanya produk-produk yang tidak tersedia di bank konvensional.


40. Apa perbedaan antara musyarakah dan mudharabah?

Jawaban:
Perbedaan yang essensial dari musyarakah dan mudharabah terletak pada besarnya kontribusi atas manajemen dan keuangan atau salah satu di anatara itu. Dalam mudharabah, modal hanya berasal dari satu pihak, sedangkan dalam musyarakah modal berasal dari dua pihak atau lebih.


41. Siapa yang menanggung kerugian dalam akad mudharabah?

Jawaban:
Apabila dalam perjanjian mudharabah mengalami kerugian, maka kerugian tersebut ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian pengelola.


42. Apa resiko akad mudharabah?

Jawaban:
Risiko Pembiayaan Mudharabah Risiko pembiayaan mudharabah antara lain: pertama, asimetri informasi problem yaitu kecenderungan salah satu pihak yang mengua- sai informasi lebih banyak untuk bersikap tidak jujur, kedua, side streaming yaitu nasa- bah menggunakan dana itu bukan seperti yang disebut dalam kontrak


43. Mengapa akad salam menjadi akad yang kurang diminati di perbankan syariah?

Jawaban:
Resikonya tinggi, menggunakan sistem flat. Oleh karena itu bank syariah tidak tertarik mengaplikasikan akad salam diperbankan syariah dikarenakan resiko yang dihadapi bank tersebut mungkin bisa merugikan salah satu pihak


44. Syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk mendirikan bank syariah?

Jawaban:
Berbadan hukum Indonesia dan harus dimiliki oleh sedikitnya dua warga negara Indonesia (WHI), atau badan hukum Indonesia (BHI) atau warga negara asing atau badan hukum asing (WHI/BHI) secara kemitraan. Pemilik tidak termasuk daftar orang tercela atau DOT dan memiliki Integritas.


45. Apakah bank syariah juga menghadapi risiko yang sama dengan bank konvensional?

Jawaban:
Bank Syariah dan bank konvensional menghadapi risiko operasional bank yang sama sehingga kedua jenis bank harus melakukan manajemen risiko dengan sangat baik agar memiliki ketahanan dalam kinerja perbankan dan profitabilitasnya.


46. Mengapa bank syariah perlu memiliki sistem pengendalian internal?

Jawaban:
Dengan adanya sistem pengendalian internal dan manajemen risiko yang dilaksanakan maka akan semakin memperkokoh dasar dari perbankan syariah yang memiliki akar pada ekonomi syariah → nilai Ilahiyah dengan acuan utama Al-Qur-an dan Sunnah.


47. Apa itu salam dalam bank syariah?

Jawaban:
Salam adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.


48. Apakah Akad Salam bisa dibatalkan?

Jawaban:
Jika Bank tidak menerima sebagian atau seluruh barang pesanan pada tanggal jatuh tempo pengiriman, maka: a. Tanggal jatuh tempo pengiriman dapat diperpanjang; b. Akad Salam dapat dibatalkan sebagian atau seluruhnya; atau c. Jaminan atas barang pesanan dapat dieksekusi.


49. Kapan berakhirnya akad salam?

Jawaban:
a. Barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan. 
b. Barang yang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan yang disepakati dalam akad. 
c. Barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah, dan pembeli memilih untuk menolak atau membatalkan akad.


50. Apa rukun akad salam?

Jawaban:
Rukun salam adalah penjual dan pembeli, ada barang dan uang, ada sighat (lafaz akad).