Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

48 Pertanyaan Tentang Farmakologi Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Esai) Materi Farmakologi 

17. Apa perbedaan amoxicillin dan ciprofloxacin?

Jawaban:
Amoxicillin dan Ciprofloxacin merupakan antibiotik broad spectrum, di mana penggunaannya bisa untuk mengatasi infeksi baik gram positif maupun gram negatif. Namun kedua obat ini dari golongan yang berbeda, amoxicillin merupakan antibiotik golongan penisilin sementara ciprofloxacin merupakan golongan quinolon.


18. Apakah ciprofloxacin bisa untuk batuk?

Jawaban:
Ciprofloxacin merupakan antibiotik untuk mengobati beragam jenis infeksi bakteri. Kandungan bahan aktif ciprofloxacin Hcl dalam obat ciprofloxacin berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, obat ini tidak digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti batuk pilek atau flu.


19. Ciprofloxacin untuk bakteri apa?

Jawaban:
Obat ini bersifat digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri yang sensitif terhadap ciprofloxacin seperti infeksi pada saluran kemih, saluran cerna, termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. thypi, saluran napas (kecuali pneumonia akibat Streptococcus), kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi.


20. Ofloxacin termasuk golongan obat apa?

Jawaban:
Ofloxacin merupakan antibiotik golongan quinolon yang bekerja dengan cara mempengaruhi DNA gyrase


21. Ofloxacin obat untuk menyembuhkan penyakit apa?

Jawaban:
Ofloxacin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi kulit, infeksi paru-paru, infeksi menular seksual, serta infeksi jaringan lunak.


22. Apakah ciprofloxacin bisa untuk batuk pilek?

Jawaban:
Kandungan bahan aktif ciprofloxacin Hcl dalam obat ciprofloxacin berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, obat ini tidak digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti batuk pilek atau flu.


23. Obat anti histamin apa saja?

Jawaban:
Berikut adalah jenis-jenis obat antihistamin yang dilengkapi dengan merek dagang, serta dosis yang disesuaikan dengan kondisi dan usia pasien:
Antihistamin Generasi Pertama.
1. Chlorpheniramine
2. Cyproheptadine
3. Ketotifen
4. Promethazine
5. Triprolidine
6. Brompheniramine
7. Hydroxyzine.


24. Apa efek samping dari antihistamin?

Jawaban:
Efek Samping Antihistamin:
1. Mengantuk
2. Mulut terasa kering.
3. Penglihatan kabur.
4. Susah buang air kecil.
5. Sakit kepala.
6. Mual dan muntah.
7. Kebingungan.
8. Kegelisahan atau kemurungan (pada beberapa anak kecil)


25. Apa yang dimaksud reseptor H1?

Jawaban:
Reseptor histamin H1 termasuk dalam kelompok G-protein coupled receptor dengan 7 segmen α-heliks transmembran yang berfungsi sebagai 'saklar' dalam mengaktivasi kerja sel. Untuk menimbulkan respon, histamin berikatan dengan protein transmembran domain III dan V pada reseptor histamin H1


26. Bagaimana mekanisme kerja antagonis H2?

Jawaban:
Antagonis reseptor H2 berperan dalam mengurangi sekresi asam lambung dengan menghambat pengikatan histamin secara selektif pada reseptor H2 dan menurunkan kadar cyclic-AMP dalam darah.


27. Hipertensi maligna berapa?

Jawaban:
Hipertensi maligna ditandai dengan melonjaknya tekanan darah hingga mencapai 180/120 mmHg atau lebih tinggi dari angka tersebut. Padahal, tekanan darah normal orang dewasa sekitar 120/80 mm Hg.


28. Apa terapi tanpa obat untuk hipertensi?

Jawaban:
Cara pertama menurunkan tekanan darah tinggi secara alami dan tanpa obat adalah berjalan dan olahraga teratur. Olahraga teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Olahraga adalah salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi


29. Kapan harus berhenti minum obat darah tinggi?

Jawaban:
Ingat, obat untuk tekanan darah tinggi diresepkan untuk menjaga kondisi tetap terkendali. Jadi, jika angka turun dari 180/130 menjadi 110/90 dan berhenti minum obat, terutama beta blocker yang diresepkan untuk mengobati hipertensi, tekanan darah bisa melonjak hingga 200/180, yang disebut hipertensi reaktif.


30. Obat diuretik untuk apa?

Jawaban:
Diuretik adalah obat untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi). Diuretik atau diuretic tersedia dalam bentuk obat minum atau suntik


31. Apa saja yang termasuk obat diuretik?

Jawaban:
Ada 3 jenis obat diuretik yakni tiazid, loop dan potassium-sparing diuretic. Semua jenis obat ini pada umumnya bekerja dengan prinsip yang sama yakni membuat tubuh Anda mengeluarkan lebih banyak cairan sebagai urine.


32. Apakah tujuan pemberian diuretik pada penderita gagal jantung?

Jawaban:
Diuretik merupakan cara yang paling efektif meredakan gejala pada pasien dengan gagal jantung yang kongestif sedang sampai berat. Tujuan dari pemberian diuretik adalah mengurangi gejala retensi cairan yaitu meningkatkan tekanan vena jugularis atau edema ataupun keduanya.